|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Oktober 2015
APAKAH PENDERITAAN TIDAK SELALU JAHAT?
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2
Si petani berkata: "Dan aku merasa terhormat sebab Engkau menjadi tamuku untuk satu malam. Aku tidak takut akan kemalangan dalam rumahku, sebab Engkau telah memberkatinya."
Yesus menjawab: "Suatu berkat berdaya guna dan bertahan selama jiwa manusia setia kepada Hukum Allah dan kepada ajaran-Ku. Jika tidak, dayanya yang memberi rahmat berhenti. Dan itu adil. Sebab adalah benar bahwa Allah menganugerahkan sinar matahari dan udara segar baik kepada yang baik maupun kepada yang jahat, agar mereka dapat hidup, dan agar mereka dapat menjadi lebih baik jika mereka baik, dan dipertobatkan jika mereka jahat, juga adil bahwa perlindungan Bapa akan beralih ke tempat lain sebagai hukuman bagi yang jahat, guna mengingatkan mereka akan Allah, melalui sarana penderitaan."
"Apakah penderitaan tidak selalu jahat?"
"Tidak, sahabat-Ku. Penderitaan adalah jahat dari sudut pandang manusia, tetapi dari sudut pandang adikodrati adalah baik. Penderitaan meningkatkan jasa-jasa orang benar, yang menerimanya tanpa berputusasa ataupun memberontak dan mereka mempersembahkannya, seperti mereka mempersembahkan diri mereka sendiri dengan pengasingan diri, sebagai kurban demi menyilih ketidaksempurnaan mereka sendiri dan kesalahan-kesalahan dunia, dan adalah suatu penebusan bagi mereka yang tidak baik."
"Betapa sulitnya untuk menderita!" kata si petani, yang telah disertai juga oleh para sanak saudaranya, seluruhnya sekitar sepuluh orang, dewasa dan anak-anak.
"Aku tahu bahwa manusia menganggapnya sulit. Dan tahu bahwa manusia akan mendapatinya sebagai sangat sulit, maka Bapa tidak memberikan penderitaan apapun kepada anak-anak-Nya. Penderitaan datang bersama dosa. Tetapi berapa lama penderitaan ada di dunia? Dalam hidup seorang manusia? Sangat singkat. Selalu singkat, bahkan meski itu berlangsung seumur hidup. Sekarang Aku katakan: tidakkah lebih baik menderita untuk masa yang singkat daripada selamanya? Tidakkah lebih baik menderita di sini daripada di Purgatorium? Renungkan bahwa waktu di sana beribu kali lipat dibandingkan di sini. Oh! Aku dengan sungguh-sungguh mengatakan kepada kalian: seharusnya kalian tidak mengutuki penderitaan, melainkan memberkatinya, dan kalian hendaknya menyebutnya 'kasih karunia' dan 'kerahiman'. … Dan semakin orang lebih baik, semakin lebih banyak dia menderita."
PENDERITAAN DAN MAKNANYA
dikutip dari: Buku Catatan Harian St. Faustina Kowalska
 Guna memurnikan suatu jiwa, Yesus menggunakan sarana apa saja yang Ia suka. Jiwaku mengalamai sama sekali ditinggalkan dari pihak manusia; seringkali niat-niat terbaikku disalah-artikan oleh para suster, suatu jenis penderitaan yang paling menyakitkan; tapi Allah mengijinkannya terjadi, dan kita harus menerimanya sebab dengan cara ini kita menjadi lebih serupa dengan Yesus. Ada satu hal yang tak dapat aku mengerti untuk jangka waktu yang lama: Yesus memerintahkanku untuk mengatakan semuanya kepada para Superior, tapi para Superior tidak percaya akan apa yang aku katakan dan memperlakukanku dengan rasa kasihan seolah aku sedang ditipu atau berkhayal (# 38).
Suatu ketika kala aku melihat betapa banyak yang harus diderita bapa pengakuanku karena karya ini [menyebarluaskan devosi kepada Kerahiman Ilahi] yang hendak Allah laksanakan melaluinya, rasa takut menguasaiku untuk sesaat, dan aku berkata kepada Tuhan: Yesus, ini adalah karya-Mu, jadi mengapakah Engkau bertindak seperti ini terhadapnya? Bagiku kelihatannya Engkau mengadakan kesulitan-kesulitan untuknya sementara pada saat yang sama menyuruhnya untuk bertindak. "Tulislah bahwa siang malam tatapan-Ku tertuju padanya, dan Aku membiarkan kesulitan-kesulitan ini terjadi guna meningkatkan jasa-jasanya. Aku tidak mengganjari hasil yang baik, melainkan kesabaran dan penderitaan yang ditanggung demi Aku." (# 86)
"... tak ada jalan ke Surga selain dari jalan salib. Aku melaluinya terlebih dahulu. Kau harus belajar bahwa itu adalah jalan terpendek… Aku memberimu bagian dalam penderitaan-penderitaan itu sebab kasih istimewa-Ku untukmu dan dengan mempertimbangkan tingkat kekudusan yang tinggi yang Aku peruntukkan bagimu di Surga. Suatu jiwa yang menderita lebih dekat pada hati-Ku." (Yesus kepada jiwa-jiwa yang menderita, #1487)
Tuhan mengunjungiku hari ini dan berkata, "Puteri-Ku, jangan takut akan apa yang akan terjadi padamu. Aku tidak akan memberimu suatu pun yang melebihi kekuatanmu. Kau tahu kuasa kasih karunia-Ku; biarlah itu cukup." (1491)
.. adalah Engkau Yesus, yang tergantung di kayu salib, yang memberiku kekuatan dan yang selalu dekat dengan jiwa yang menderita. Manusia akan meninggalkan sesamanya dalam penderitaannya, tapi Engkau, ya Tuhan, adalah setia… (1508) [Aku pikir itulah sebabnya mengapa sebaiknya kita tidak pernah berusaha untuk mendapatkan penghiburan dari seseorang - melainkan mendapatkannya dari Allah]
Pada hari ini, pada waktu Misa, aku melihat Tuhan Yesus di tengah penderitaan-Nya, seolah sedang meregang nyawa di salib. Ia berkata kepadaku, "Puteri-Ku, keraplah merenungkan sengsara dan penderitaan yang Aku tanggung demi kalian, dan maka tak ada suatu pun dari apa yang kau derita demi Aku akan terasa berat bagimu. Engkau paling menyenangkan hati-Ku ketika kau merenungkan Dukacita Sengsara-Ku.
Persatukanlah penderitaan-penderitaan kecilmu dengan Dukacita Sengara-Ku, agar penderitaan-penderitaanmu itu memiliki nilai yang tak terhingga di hadapan kemuliaan-Ku." (1512)
Oh, andai saja jiwa yang menderita tahu betapa ia sangat dikasihi oleh Allah, maka jiwa akan mati karena sukacita dan terlalu bahagia! Suatu hari, kita akan tahu nilai penderitaan, tapi pada waktu itu kita tidak akan lagi dapat menderita. (963)
|
|
"Tuhan kita tidak bergembira jika kita menderita jadi marilah kita tidak lagi mengeluh kepada-Nya lebih dari yang cukup! Ia melihat kita dalam penderitaan kita dan merindukan kemenangan akhir kita. Andai saja kita dapat menghargai karya besar yang tengah Ia lakukan dalam mempersiapkan salib-salib ini bagi kita."
~ St. Thérèse dari Lisieux
|
|
|
DOA DALAM DERITA
Lihatlah aku, Yesus-ku terkasih,
yang terpuruk di bawah beban pencobaan dan penderitaanku,
aku menjatuhkan diri di hadapan kaki-Mu,
agar kiranya Engkau memperbaharui kekuatanku dan keberanianku,
sementara aku beristirahat di sini di hadirat-Mu.
Perkenankan aku meletakkan salibku dalam Hati-Mu Yang Mahakudus,
sebab hanya kebaikan-Mu yang tak terbatas yang dapat menopangku;
hanya kasih-Mu yang dapat menolongku memikul salibku;
hanya tangan-Mu yang penuh kuasa yang dapat meringankan bebannya.
|
Ya Raja Ilahi, Yesus,
Yang hatinya begitu penuh kasih kepada mereka yang menderita,
aku ingin tinggal dalam Engkau;
menderita dan mati dalam Engkau.
Sepanjang hidupku, jadilah teladan-Ku dan penopangku;
di saat ajalku, jadilah pengharapanku dan pengungsianku.
Amin.
|
MENDERITA DENGAN SABAR DAN MENGATASI DENGAN KASIH
(Vatican Radio) 2013-05-24. Homili Paus Fransiskus dalam perayaaan Misa Peringatan Santa Perawan Maria Pertolongan Orang Kristen di Domus Sanctae Martae.
 Dalam homilinya Paus Fransiskus mengajukan dua rahmat: "Menderita dengan sabar dan mengatasi dengan kasih." Ini adalah "rahmat yang pantas bagi seorang Kristiani." "Menderita dengan sabar," jelas Bapa Suci, "tidak mudah, entah kesulitan-kesulitan datang dari luar, atau masalah-masalah dari dalam hati, jiwa, masalah-masalah batin." Tapi menderita, jelasnya, bukan sekedar "menanggung suatu kesulitan."
"Menderita adalah mengambil kesulitan dan memikulnya dengan kekuatan, hingga kesulitan itu tidak membuat kita terpuruk. Memikulnya dengan kekuatan: ini adalah keutamaan Kristiani. St Paulus mengatakannya beberapa kali: Menanggung [penderitaan]. Artinya tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh kesulitan. Artinya bahwa seorang Kristiani memiliki kekuatan untuk tidak menyerah, untuk memikul kesulitan dengan kekuatan. Memikulnya, tapi memikulnya dengan kekuatan. Itu tidak mudah, sebab patah semangat datang, dan orang terdorong untuk menyerah dan mengatakan, "Baik, ayolah, kita akan melakukan apa yang dapat kita lakukan, tapi tidak lebih." Tidak, adalah suatu rahmat untuk menderita. Dalam kesulitan-kesulitan, hendaknya kita memohon rahmat ini [menderita dengan sabar].
Rahmat lain yang diajukan Paus adalah "mengatasi dengan kasih": "Ada banyak cara untuk menang, tapi rahmat yang kita mohon hari ini adalah rahmat kemenangan dengan kasih, melalui kasih. Dan ini tidak mudah. Apabila kita mempunyai musuh-musuh lahiriah yang membuat kita banyak menderita: tidak mudah untuk menang dengan kasih. Ada keinginan untuk membalas dendam, untuk membuat yang lain memusuhinya… Kasih: kelemah-lembutan yang diajarkan Yesus kepada kita. Dan itulah kemenangan! Rasul Yohanes mengatakan: 'Inilah kemenangan kita: iman kita.' Iman kita tepatnya adalah ini: percaya kepada Yesus yang mengajarkan kasih kepada kita dan mengajar kita untuk mengasihi semua orang. Dan bukti bahwa kita mengasihi adalah ketika kita berdoa bagi musuh-musuh kita."
Berdoa bagi para musuh, bagi mereka yang membuat kita menderita, lanjut Paus, "tidak mudah." Tapi kita adalah "orang-orang Kristen yang kalah" jika kita tidak mengampuni para musuh kita, dan jika kita tidak berdoa bagi mereka. Dan "kita menemukan begitu banyak orang-orang Kristen yang sedih dan patah semangat," jelasnya, sebab "mereka tidak memiliki rahmat menderita dengan sabar dan mengatasi dengan kasih."
"Oleh karenanya, kita mohon kepada Bunda Allah untuk memberikan kepada kita rahmat untuk menderita dengan sabar dan mengatasi dengan kasih. Betapa banyak orang - sangat banyak para lanjut usia, laki-laki dan perempuan - yang telah menempuh jalan ini! Dan sungguh senang memandang mereka: mereka memiliki wajah-wajah yang elok itu, kebahagiaan yang damai tentram itu. Mereka tidak banyak berkata, tapi mereka punya hati yang sabar, hati yang penuh kasih. Mereka tahu apa itu mengampuni para musuh, mereka tahu apa itu berdoa bagi para musuh. Betapa banyak orang Kristen yang seperti itu!"
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|