|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
November 2015
SETAN MENANTANG ALLAH
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2
 Yesus di Betsaida. Ia sedang berbicara dengan berdiri di atas sebuah perahu yang telah membawa-Nya ke sana dan sekarang hampir ditambatkan di pantai, diikatkan pada sebuah tiang di sebuah dermaga kecil. Banyak orang, duduk dalam setengah lingkaran di atas pasir, mendengarkan-Nya...
"Setan telah menantang Bapa yang Kekal selama beraba-abad. Besar kepala akan kemenangan pertamanya atas manusia, Setan berkata kepada Allah: "Makhluk-makhluk-Mu akan menjadi milikku untuk selamanya. Tak suatu pun, bahkan hukuman, bahkan juga Hukum yang hendak Kau berikan kepada mereka, yang akan memungkinkan mereka mendapatkan Surga, dan Tempat Kediaman-Mu itu, dari mana Engkau mengusir aku, aku, satu-satunya makhluk yang berintelejensi dalam ciptaan-Mu, akan tetap kosong, tak berguna dan menyedihkan, seperti semua barang-barang lainnya yang tak berguna." Dan Bapa yang Kekal menjawab Yang Terkutuk: "Kau akan dapat melakukan itu sepanjang racunmu adalah satu-satunya untuk menguasai manusia. Tetapi Aku akan mengutus Sabda-Ku dan sabda-Nya akan menetralisir racunmu, sabda-Nya akan memulihkan hati menjadi sehat kembali, menyembuhkannya dari kegilaan dengan mana kau menjadikannya jahat, dan jiwa-jiwa akan kembali kepada-Ku. Seperti domba sesat yang menemukan sang gembala, mereka akan kembali pada Kawanan-Ku dan Surga-Ku akan dipenuhi dengan jiwa-jiwa. Aku menjadikannya untuk mereka. Dan kau akan menggertakan gigi-gigimu yang mengerikan, karena angkara murka yang tanpa daya, di bawah sana dalam kerajaanmu yang mengerikan, penjara terkutuk, dan batu Allah akan digelimpangkan atasmu dan dimeterai oleh para malaikat, dan kegelapan dan kedengkian akan bersamamu dan bersama para pengikutmu, sementara para pengikut-Ku akan menikmati terang dan kasih, madah dan kebahagiaan dan kebebasan yang tak terbatas, abadi, mulia." Dan Mamon dengan ledakan tawa menyeringai bersumpah: "Dan di atas Gehenna-ku aku besumpah bahwa aku akan datang apabila waktunya tiba. Aku akan selalu ada di manapun orang-orang-Mu yang sudah dievangelisasi berada dan kita akan lihat apakah aku atau Engkau yang akan menjadi pemenang."
Setan, tentu saja, menempatkan jerat dan perangkap untuk kalian, untuk menampi kalian. Dan Aku juga menghindarkan kalian untuk menampi kalian. Kontestannya ada dua: Aku dan dia. Kalian berada di tengah. Duel antara Kasih dan Dengki, antara Kebijaksanaan dan Keacuhan, antara Baik dan Jahat ada di atas kalian dan sekeliling kalian. Aku cukup untuk menangkis serangan jahat apa pun terhadap kalian. Aku berada di antara senjata setani dan kalian, dan Aku bersedia terluka menggantikan kalian, sebab Aku mengasihi kalian. Akan tetapi kalian harus menangkis serangan-serangan dari dalam kalian, dengan kehendakmu, berlari kepada-Ku, mengikuti jalan-Ku yang adalah Kebenaran dan Hidup. Barangsiapa tidak merindukan Surga tidak akan memiliki Surga. Barangsiapa tidak layak untuk menjadi seorang murid Kristus, akan menjadi seperti sekam yang ringan, yang akan diterbangkan oleh angin dunia. Barangsiapa adalah musuh Kristus adalah benih yang merusak yang akan tumbuh dalam kerajaan setani."
Setan ~ Katekese Paus Yohanes Paulus II
|
|
"Setan mengerahkan segala daya upaya demi merampas jiwa-jiwa yang adalah milik Kristus. Janganlah kita enggan dalam perjuangan kita merebut kembali jiwa-jiwa dari Setan dan mengembalikannya kepada Allah."
~ St Sebastianus
|
ST THEOPHILUS SI PENITEN: MENJUAL JIWANYA KEPADA SETAN
 Theophilus ( wafat ± 538), adalah seorang diakon agung dan bendahara gereja di Adana, Cilicia (sekarang Turki). Ia menangani masalah-masalah Gereja dengan sangat cakap hingga ketika Uskup wafat, ia dianggap pantas untuk menduduki jabatan episkopat. Namun, Theophilus sudah puas dengan jabatannya dan lebih suka orang lain ditahbiskan sebagai Uskup. Karena fitnah yang menuduhnya mencuri dana gereja, Uskup yang baru melengserkan Theophilus dari jabatannya.
Theophilus putus-asa dan marah begitu rupa, hingga demi mendapatkan kembali jabatannya yang terhormat, dia meminta nasehat seorang ahli sihir Yahudi. Si ahli sihir memanggil Setan, yang datang segera. Sebagai imbal jasa atas bantuan yang akan diberikannya, Setan meminta Theophilus untuk mengingkari Kristus dan BundaNya serta menyangkal iman Katolik, yang harus dituliskan dalam sebuah kontrak yang ditandatangani dengan darahnya sendiri. Theophilus setuju, dan atas manipulasi Setan, Theophilus dikembalikan ke keuskupan.
Bertahun-tahun kemudian, Theophilus yang malang sadar dan menyesali perbuatannya. Dengan segenap devosi hatinya, ia memohon pertolongan Santa Perawan Maria yang mulia. Setelah empatpuluh hari puasa, kendati dosa mengerikan yang dilakukannya, Bunda Maria menampakkan diri. Bunda Maria mencela dengan keras ketidaksalehannya, memerintahkannya untuk mengingkari Setan, membuatnya mengaku iman, dan menyatakan setia kepada Bunda Maria dan kepada Kristus, Putra Allah serta seluruh doktrin Katolik. Selanjutnya Bunda Maria berjanji untuk menjadi perantaranya dengan Allah.
Theophilus berpuasa kembali selama tigapuluh hari, Bunda Maria menampakkan diri kembali dan memperolehkan Absolusi baginya. Sebagai tanda pengampunan yang dianugerahkan Allah kepadanya, di atas dadanya Theophilus mendapati gulungan kontrak yang telah diberikannya kepada Setan. Dengan itu ia tidak perlu takut lagi, sebab dengan perantaraan Bunda Maria, ia sekarang sudah menjadi seorang bebas.
Theophilus membawa kontrak itu kepada Uskup dan mengakui segala yang telah ia perbuat. Uskup membakar habis dokumen di alun-alun kota, sementara Theophilus, yang meluap-luap dalam sukacita, tiga hari kemudian tidur untuk selamanya dalam damai Allah.
|
|
DOA MOHON PERLINDUNGAN TERHADAP SETAN
O Maria, Perawan yang penuh kuasa,
Engkau adalah Pelindung Gereja yang perkasa dan mulia.
Engkau adalah Pertolongan Orang-orang Kristen yang mengagumkan.
Engkau sedahsyat balatentara dalam medan pertempuran.
Engkau sendiri telah membinasakan setiap bidaah dalam Gereja semesta.
Di tengah penderitaanku, pergulatanku dan kesedihanku,
sudi belalah aku dari kuasa musuh,
dan di saat ajalku,
terimalah jiwaku dalam Firdaus.
Amin.
|
|
|
Enyahlah, setan!
Jangan nasehatkan pemikiran yang sia-sia kepadaku.
Cawan yang engkau tawarkan adalah kejahatan.
Minumlah sendiri racunmu!
|
HIDUP KRISTIANI MERUPAKAN SUATU PERTEMPURAN YANG TERUS-MENERUS MELAWAN SETAN
 Dalam bukunya "On Heaven and Earth", Bapa Suci Fransiskus mengatakan, "Aku percaya bahwa setan itu ada" dan "keberhasilannya yang paling gemilang pada masa-masa ini adalah membuat kita percaya bahwa dia tidak ada... Buah-buah karyanya adalah selalu pengrusakan: perpecahan, kebencian dan fitnah."
Dalam homilinya, 30 Oktober 2014 di Domus Sanctae Marthae, Paus menggambarkan hidup Kristiani sebagai suatu pertempuran terus-menerus melawan Setan, dunia dan nafsu daging, dengan kata lain, hawa nafsu daging yang adalah "luka dari dosa asal". Beliau menekankan bahwa setan itu ada dan kita harus melawannya dengan perlengkapan senjata kebenaran.
"Dari siapakah aku harus mempertahankan diri? Apakah yang harus aku lakukan? Paulus mengatakan kepada kita untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, yang artinya bahwa Allah bertindak sebagai pembela, membantu kita untuk melawan pencobaan-pencobaan setan. Apakah ini jelas? Tidak ada hidup rohani, tidak ada hidup Kristiani yang mungkin tanpa melawan pencobaan-pencobaan, tanpa mengenakan perlengkapan senjata Allah yang memberi kita kekuatan dan melindungi kita."
Santo Paulus, lanjut Sri Paus, menggaris-bawahi bahwa pertempuran kita bukanlah melawan hal yang remeh, tetapi melawan pemerintah-pemerintah dan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, dengan kata lain melawan setan dan para pengikutnya."
"Tapi dalam generasi ini, sama seperti banyak yang lainnya, orang dihantar untuk percaya bahwa setan adalah mitos, suatu gambaran, suatu ide, gagasan akan kejahatan. Tapi setan ada dan kita harus melawan dia. Paulus mengatakan ini kepada kita, bukan aku yang mengatakannya! Sabda Allah yang mengatakan ini kepada kita. … Dan Paulus mengatakan: 'Jadi berdirilah tegap, berikat-pinggangkan kebenaran.' Kebenaran adalah perlengkapan senjata Allah.
Sebaliknya, kata Paus Fransiskus, setan adalah pendusta dan bapa segala dusta dan untuk melawannya kita harus memiliki kebenaran di pihak kita. Beliau juga menggaris-bawahi pentingnya untuk selalu memiliki iman kepada Allah, bagai suatu perisai, ketika maju berperang melawan setan, yang menurut beliau, tidak melemparkan bunga-bunga kepada kita melainkan panah-panah api.
"Hidup adalah suatu perjuangan militer. Hidup Kristiani merupakan suatu pertempuran, suatu pertempuran yang indah, sebab ketika Allah muncul sebagai pemenang dalam setiap langkah hidup kita, hal ini memberikan sukacita dalam diri kita, kebahagiaan besar: sukacita bahwa Tuhan adalah pemenang dalam diri kita, dengan anugerah keselamatan-Nya yang cuma-cuma. Tapi kita semua sedikit malas, bukankah begitu, dalam pertempuran ini dan kita membiarkan diri kita hanyut oleh hawa nafsu kita, oleh berbagai pencobaan. Itu karena kita adalah orang-orang berdosa, kita semua! Tapi janganlah berkecil hati. Milikilah keberanian dan kekuatan sebab Tuhan beserta kita."
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|