|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Desember 2015
8 DESEMBER: HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 1
 ... Yoakim masuk ketika Anna hendak mengulangi nyanyiannya untuk keempat kalinya. "Apakah kau gembira, Anna? Kau tampak seperti seekor burung di musim semi. Lagu apakah itu? Aku belum pernah mendengar orang menyanyikannya. Darimana asalnya?"
"Dari hatiku, Yoakim." Anna telah bangkit dan sekarang berjalan menuju suaminya, tersenyum bahagia. Ia tampak lebih muda dan lebih cantik dari sebelumnya.
"Aku tidak tahu bahwa kau seorang penyair," kata suaminya seraya menatapnya penuh rasa kagum yang terpancar jelas. Mereka tidak tampak seperti pasangan yang lanjut usia. Dalam tatapan mereka terpancar kasih pasangan muda. "Aku datang dari ujung lain kebun buah ketika aku mendengarmu menyanyi. Selama bertahun-tahun aku belum pernah mendengar suaramu, yang seperti seekor burung tekukur sedang jatuh cinta. Maukah kau mengulang nyanyian itu untukku?"
"Aku akan mengulanginya bahkan meski kau tak memintanya. Anak-anak Israel selalu mempercayakan jeritan hati pengharapan, sukacita, dan derita mereka pada nyanyian. Aku mempercayakan pada sebuah nyanyian kewajiban untuk mengatakan kepada diriku sendiri dan kepadamu suatu sukacita besar. Ya, juga mengatakan kepada diriku sendiri karena ini adalah suatu hal yang sungguh besar hingga meski aku yakin mengenainya sekarang, bagiku rasanya seperti tidak sungguh terjadi…," dan ia mulai menyanyikannya lagi. Tetapi ketika ia sampai pada kalimat: "Pada cabang itu ada sekuntum mawar, ada sebuah apel yang termanis, sebuah bintang…," suara contraltonya yang merdu pada awalnya bergetar, lalu terhenti, dan dengan isak tangis sukacita ia memandang Yoakim dan sementara mengangkat kedua tangannya ia berseru: "Aku seorang ibu, kekasihku!" Dan ia mencari pengungsian pada dada Yoakim, di antara tangan-tangan yang direntangkan Yoakim dan yang sekarang memeluk isterinya yang berbahagia. Ini adalah pelukan yang paling murni dan bahagia yang pernah aku lihat dalam hidupku, murni dan berkobar dalam kemurniannya.
Dan sebuah teguran manis dibisikkan lewat rambut abu-abu Anna: "Dan kau tidak mengatakannya kepadaku?"
"Karena aku ingin memastikannya. Setua aku … tahu bahwa aku seorang ibu… Aku tak dapat percaya ini sungguh benar… aku tak ingin memberimu kekecewaan yang paling pahit dari semua. Sejak akhir Desember aku perhatikan bahwa rahimku menjadi baru dan mengandung, seperti kukatakan, sebuah cabang baru. Tetapi sekarang pada cabang itu buahnya sudah pasti … Lihat? Kain linen itu adalah untuk dia yang akan datang."
"Bukankah itu linen yang kau beli di Yerusalem bulan Oktober?
"Ya, betul. Aku menenunnya sementara menunggu… dan berharap. Aku berharap sebab pada hari terakhir ketika aku sedang berdoa di Bait Allah, sedekat mungkin bagi seorang perempuan dengan Rumah Allah, dan hari sudah malam… ingatkah kau bahwa aku mengatakan: "Sebentar lagi, sedikit lagi." Aku tak dapat meninggalkan tempat itu tanpa menerima rahmat! Ya, dalam keadaan yang semakin gelap, dari dalam tempat suci, di mana aku melihat dari kedalaman jiwaku, demi mendapatkan perkenanan dari Allah yang senantiasa hadir, aku melihat sebuah terang, suatu kilatan terang yang indah pergi. Terang itu seputih bulan dan meski begitu memiliki di dalamnya segala kemilau dari semua mutiara dan permata yang ada di dunia. Nampaknya salah satu dari bintang-bintang berharga Tabir, bintang-bintang yang ditempatkan di bawah kaki Kerubim telah terlepas dan bercahaya dengan suatu terang adikodrati… tampaknya di luar Tabir suci, dari Kemuliaan itu sendiri, sebuah api menyala yang datang cepat ke arahku dan sementara menembus udara, ia bernyanyi dengan suara surgawi memadahkan: "Semoga apa yang kau mohon, terjadi atasmu." Itulah sebabnya mengapa aku menyanyi: "Sebuah bintang akan datang kepadamu". Akan menjadi apakah anak kita, sebab ia mewahyukan dirinya sebagai terang sebuah bintang di Bait Allah dan pada Pesta Terang dengan mengatakan: "Aku"? Apakah kau mungkin meramalkan dengan tepat ketika kau pikir aku akan menjadi seorang Hana-isteri-Elkana yang baru? Bagaimanakah kita akan menamai anak kita, yang aku rasakan berbicara kepadaku dalam rahimku semanis melodi air, dengan jantung kecilnya yang berdenyut berulang kali bagai hati seekor tekukur manis dalam genggaman?"
"Jika laki-laki kita akan menamainya Samuel… Jika perempuan, Bintang. Kata yang menghentikan nyanyianmu dan memberiku sukacita mengetahui bahwa aku adalah seorang bapa. Bentuk yang diambilnya untuk mewahyukan diri dalam bayangan kudus Bait Allah."
"Bintang. Bintang kita, karena, aku tak tahu mengapa, tapi aku pikir anak ini perempuan. Aku pikir bahwa belaian yang begitu manis itu hanya bisa berasal dari seorang puteri yang termanis. Sebab aku tidak mengandungnya, aku tidak merasakan sakit. Adalah dia yang membimbingku di jalan penuh bunga biru, seolah aku ditopang oleh para malaikat kudus dan bumi telah berada jauh… Aku senantisa mendengar para perempuan mengatakan bahwa terasa sakit mengandung dan melahirkan. Tetapi aku tidak merasakan sakit. Aku merasa kuat, muda, lebih segar dari ketika aku mempersembahkan kepadamu keperawananku di masa mudaku dulu. Putri Allah - sebab anak ini lahir dari tunggul yang mandul, lebih merupakan milik Allah daripada milik kita - ia tidak menyakitkan ibunya. Ia mendatangkan hanya damai dan berkatnya: buah Allah, Bapanya yang sejati."
"Maria, begitulah kita akan menamainya! Bintang laut kita, mutiara, kebahagiaan kita. Nama perempuan agung pertama di Israel. Tetapi ia tidak akan pernah berdosa melawan Tuhan dan bagi-Nya saja ia akan mempersembahkan nyanyian-nyanyiannya, sebab ia dipersembahkan kepada-Nya: suatu kurban bahkan sebelum dilahirkan."
"Ya, ia dipersembahkan kepada-Nya. Laki-laki atau perempuan, apapun juga, sesudah bersukacita selama tiga tahun atas anak kita, kita akan mempersembahkannya kepada Tuhan. Mengurbankan diri kita bersamanya, demi kemuliaan Allah." ...
YESUS BERSABDA:
"... Juga mukjizat memberi-Ku seorang Bunda, Yang tak hanya memiliki disposisi terbaik, seperti yang secara alami pastilah Ia miliki, sebab dilahirkan dari dua orang kudus, melainkan, suatu makhluk unik, yang memiliki tak hanya jiwa yang baik seperti yang masih dimiliki banyak orang lainnya, tak hanya peningkatan yang terus-menerus dalam kebajikan karena kehendak baik-Nya, tak hanya tubuh yang tak bernoda, melainkan juga memiliki jiwa yang tak bernoda.
Kau telah melihat kelangsungan terus-menerus generasi jiwa-jiwa dari Allah. Sekarang renungkanlah betapa pasti indahnya jiwa ini yang dipandang Bapa dengan penuh kasih sebelum adanya waktu, yang membangkitkan sukacita Tritunggal, yang Tritunggal rindu menghiasinya dengan karunia-karunia-Nya, demi menghadirkannya kepada DiriNya sendiri. Oh! Maria Tersuci yang diciptakan Allah bagi DiriNya kemudian bagi keselamatan umat manusia! Pembawa Juruselamat, Engkau-lah keselamatan pertama. Firdaus yang hidup, dengan senyum-Mu Engkau mulai menguduskankan dunia.
Jiwa yang diciptakan untuk menjadi jiwa Bunda Allah! Ketika kilatan yang sangat penting ini muncul dari denyut yang terlebih hidup dari Kasih lipat tiga dari Tritunggal, para malaikat bersukacita sebab Firdaus belum pernah melihat terang yang terlebih cemerlang. Laksana helaian bunga dari sekuntum mawar surgawi, helaian yang mistik dan berharga, yang adalah permata dan kobaran api, napas Allah turun demi memberi kehidupan kepada sebuah tubuh yang sama sekali berbeda dari yang lain. Ia turun dengan begitu kuat kuasa dalam kasihnya hingga Kedosaan tiada mampu mencemarkannya, ia datang melalui langit dan memasukkan dirinya dalam sebuah rahim suci....
Aku katakan: "Maria mengasihi sejak Ia dikandung!" Apakah gerangan yang memberi terang dan pengetahuan kepada jiwa? Rahmat. Apakah gerangan yang menghilangkan Rahmat? Dosa asal dan dosa berat. Maria, Yang Tak Berdosa, tiada pernah lepas dari ingatan akan Allah, akan kedekatan-Nya, kasih-Nya, terang-Nya, kebijaksanaan-Nya. Oleh karena itu Ia dapat memahami dan mengasihi ketika Ia masih daging yang sedang terbentuk melingkupi suatu jiwa yang tak berdosa yang terus mengasihi...
|
|
"Engkau memberinya hak istimewa untuk menikmati terlebih dahulu karya keselamatan yang akan diperoleh Kristus dengan kematian-Nya, serta menjaganya tanpa noda dosa sejak saat pertama perkandungannya."
~ Paus Sixtus IV
|
SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
oleh: Uskup Fulton Sheen
 Andai engkau dapat merancang ibundamu sendiri, sama seperti seorang pelukis merancang lukisannya. Lebih jauh lagi, andai engkau mempunyai suatu kuasa yang tak terbatas untuk menjadikan ibundamu persis seperti apa yang engkau inginkan, seperti seorang seniman besar Raphael mempunyai kuasa untuk merealisasikan gagasan-gagasan artistiknya. Andai engkau mempunyai kuasa ganda ini, ibunda seperti apakah yang akan engkau jadikan untuk dirimu sendiri? Adakah engkau akan menjadikannya dari tipe yang akan membuat wajahmu memerah karena perilaku dan tindakannya yang tidak feminin dan tidak keibuan? Adakah engkau dengan suatu cara menodainya dan mencemarinya dengan cinta diri yang akan membuatnya tidak menarik, bukan hanya bagimu, melainkan bagi sesamamu? Adakah engkau akan menjadikannya secara jasmaniah dan batiniah memiliki karakter begitu rupa yang akan membuatmu malu karenanya, atau adakah engkau akan menjadikannya, sejauh keelokan manusiawi, seorang perempuan tercantik di seluruh dunia; dan sejauh keelokan jiwa, dia yang akan memancarkan segala keutamaan, segala perilaku kebaikan dan cinta kasih dan kelemah-lembutan; dia yang dengan kemurnian hidupnya dan budinya dan hatinya akan menjadi inspirasi bukan hanya bagimu, melainkan bahkan juga bagi sesamamu manusia, sehingga semua orang akan memandang kepadanya sebagai inkarnasi itu sendiri dari apa yang terbaik dari seorang ibunda?
Sekarang, jika engkau yang adalah makhluk yang tidak sempurna dan yang tidak memiliki gagasan yang paling halus akan segala yang baik dalam hidup, menghendaki yang terbaik dari segala ibu, adakah engkau pikir bahwa Tuhan kita, yang tidak hanya bisa merancangkan BundaNya Sendiri, melainkan juga memiliki kuasa yang tak terbatas untuk menjadikannya persis sebagaimana yang Ia kehendaki, akan - dalam segala keutamaan kehalusan roh-Nya yang tak terhingga - membuatnya kurang murni dan kurang mengasihi dan kurang cantik dari engkau akan menjadikan ibundamu sendiri? Jika engkau yang membenci cinta diri, akan menjadikannya tidak mementingkan diri sendiri, dan jika engkau yang membenci keburukan, akan menjadikannya cantik, tidakkah engkau pikir bahwa Putra Allah yang membenci dosa akan menjadikan BundaNya sendiri tanpa dosa, dan Ia yang membenci keburukan moral, akan menjadikannya indah tanpa cela?

"Santa Perawan Maria sejak dari saat pertama perkandungan-Nya, oleh suatu hak istimewa luar biasa dan rahmat yang dianugerahkan oleh Allah, dengan memandang jasa-jasa Yesus Kristus, Juruselamat umat manusia, dilindungi dari segala cemar dosa asal…"
~ Paus Pius IX
Inefffabilis Deus, 1854
|
|
"Que Soy Era Immaculada Conceptiou"
"Akulah Yang Dikandung Tanpa Dosa"
 "... Ketiga kalinya saya ke sana, perempuan itu berbicara kepada saya dan meminta saya untuk datang selama lima belas hari. Saya katakan saya bersedia datang. Kemudian perempuan itu meminta saya untuk menyampaikan kepada imam agar sebuah kapel dibangun di sana. Ia juga meminta saya minum dari sumber air. Saya pergi ke sungai Gave, satu-satunya sungai yang ada di sana. Tetapi perempuan itu menyadarkan saya bahwa bukan Gave yang ia maksudkan. Ia menunjuk ke sebuah aliran air kecil di dekat situ. Ketika saya sampai di sana, saya hanya dapat menemukan beberapa tetes air dan banyak lumpur. Saya menadahkan tangan untuk mendapatkan lebih banyak air, tetapi tidak berhasil. Karenanya saya menggali tanah. Saya berhasil memperoleh beberapa tetes air, baru setelah usaha yang keempat saya mendapatkan cukup air untuk diminum. Kemudian perempuan itu menghilang dan pulanglah saya ke rumah.
Saya datang setiap hari selama lima belas hari, dan setiap kali, kecuali hari Senin dan Jum'at, perempuan itu menampakkan diri. Ia meminta saya mencari aliran sungai dan membersihkan diri di sana serta pergi kepada imam meminta agar sebuah kapel didirikan di sana. Saya juga harus berdoa, katanya, untuk pertobatan orang-orang berdosa. Berkali-kali saya bertanya kepadanya apa arti semua itu, tetapi perempuan itu hanya tersenyum. Akhirnya, dengan tangannya terentang dan matanya memandang ke langit, ia berkata bahwa dialah 'Immaculate Conception'."
|
|
“Bola ini yang engkau lihat melambangkan seluruh dunia, khususnya Perancis, dan setiap orang secara istimewa. [Sinar-sinar kemilau] adalah lambang rahmat-rahmat yang aku limpahkan atas mereka yang memohonnya. Permata-permata yang darinya tidak terpancar sinar adalah rahmat-rahmat yang lupa dimohonkan oleh jiwa-jiwa.”
Sebuah bingkai yang sedikit oval mengelilingi Bunda Maria, di atasnya tertulis kata-kata dalam huruf-huruf emas: “O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu.”
|
PERAYAAN SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
oleh: Paus Fransiskus, Roma, 8 Desember 2014
 "Pesan dari perayaan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa hari ini dapat diringkas dalam kata-kata berikut: semuanya adalah kasih karunia, semuanya adalah anugerah cuma-cuma dari Allah dan kasih-Nya bagi kita. Malaikat Gabriel menyebut Maria 'penuh rahmat' (Luk 1:28): dalam Maria tidak ada ruang untuk dosa, sebab Allah telah senantiasa memilih-Nya sbagai Bunda Yesus dan telah melindungi-Nya dari dosa asal.
Dan Maria menyelaraskan diri dengan rahmat dan berserah kepadanya dengan mengatakan kepada Malaikat: 'Jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Ia tidak mengatakan 'Aku akan melakukannya menurut perkataanmu,' melainkan 'Jadilah padaku…' Dan Sabda menjadi daging dalam rahim-Nya. Kita juga diminta untuk mendengarkan Allah Yang berbicara kepada kita dan menerima kehendak-Nya; seturut logika Injil, tidak ada suatu pun yang lebih aktif dan lebih berbuah hasil daripada mendengarkan dan menrima Sabda Allah. Yang datang dari Injil, yang datang dari Kitab Suci! Tuhan selalu berbicara kepada kita!
Sikap Maria dari Nazaret menunjukkan kepada kita bahwa esensi diri ada sebelum perbuatan, dan kita harus berserah kepada Allah agar kita sungguh menjadi seperti yang Ia kehendaki. Adalah Ia yang melakukan begitu banyak hal mengagumkan dalam diri kita. Maria menerima, tetapi tidak pasif. Pada tingkatan jasmani, Ia menerima kuasa Roh Kudus tapi kemudian memberikan daging dan darah kepada Putra Allah yang terbentuk dalam DiriNya, Ia juga menerima rahmat dan menyelaraskan diri dengan iman, pada tingkatan rohani. Untuk alasan ini, St Agustinus mengatakan bahwa Perawan 'mengandung terlebih dahulu dalam hati-Nya sebelum dalam rahim-Nya' (Discorsi, 215,4). Iman dikandung terlebih dahulu, baru Tuhan Yesus!
Misteri penerimaan kasih karunia ini, yang dalam Maria terjadi dengan suatu hak istimewa yang unik, tanpa halangan dosa, merupakan kesempatan bagi setiap orang. St Paulus, sesungguhnya, mengawali suratnya kepada umat di Efesus dengan kata-kata pujian ini: 'Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga" (1:3). Sebagaimana Maria disalami oleh St Elisabet sebagai 'Diberkatilah di antara semua perempuan' (Luk 1:42), demikian juga kita selalu diberkati, yakni dikasihi, dan karenanya 'dipilih sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat' (Efesus 1:4).
Maria dilindungi, sementara kita diselamatkan, syukur atas Baptis dan iman. Akan tetapi semuanya, terjadilah pada-Nya dan pada kita, melalui Yesus Kristus, 'supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia' (1:6), kasih karunia itu dengan mana Immaculata diisi dengan kepenuhannya.
Di hadapan kasih, kerahiman, kasih-karunia ilahi yang dicurahkan ke dalam hati kita, konsekuensi yang didatangkannya satu: ucapan syukur. Tak seorang pun dari kita dapat membeli keselamatan. Keselamatan merupakan anugerah cuma-cuma dari Tuhan! Anugerah cuma-cuma dari Allah yang datang dalam diri kita dan tinggal dalam diri kita. Sebab kita menerimanya dengan cuma-cuma, demikianlah kita dipanggil untuk memberikannya dengan cuma-cuma; seturut teladan Maria, yang, segera sesudah menerima pemakluman Malaikat, pergi untuk membagikan anugerah kesuburan dengan sanak-Nya Elisabet. Sebab, jika segala sesuatunya telah diberikan, maka segala sesuatunya harus dikembalikan.
Dengan cara apa? Dengan membiarkan Roh Kudus menjadikan kita suatu anugerah bagi sesama. Roh Kudus adalah anugerah bagi kita, dengan kekuatan Roh, kita harus menjadi anugerah bagi sesama. Itulah yang menjadikan kita alat-alat penerimaan, pendamaian dan pengampunan. Jika keberadaan kita hendak diubah oleh rahmat Tuhan, sebab rahmat Tuhan mengubah kita, kita tak dapat menyimpan terang yang datang dari wajah-Nya itu bagi diri kita sendiri, melainkan kita membiarkannya bersinar sehingga terang itu menerangi yang lain. Marilah kita belajar dari Maria, yang tatapannya terus-menerus melekat pada PutraNya dan wajah-Nya menjadi 'wajah yang paling menyerupai Kristus' (Dante, Paradiso, XXXII, 87)."
|
|
"Doa sungguh berdaya kuasa melampaui batasan-batasan apabila kita berpaling kepada Immaculata [= Yang Dikandung tanpa Dosa], yang adalah ratu bahkan di hati Allah."
~ St. Maximilianus Maria Kolbe
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|