|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Edisi Natal 2015
NATAL ABADI SI GEMBALA
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2
[Seorang dari para gembala yang menyembah Kanak-kanak Yesus, yakni Yunus - hamba Doras si Farisi yang menganiaya dengan keji - dalam keadaan sekarat dan dalam usungan dibawa Yesus masuk ke dalam rumah-Nya di Nazaret.]
 "Sebentar lagi kau akan dapat beristirahat, Yunus," kata Yesus memberi semangat.
Yunus tersenyum. Dia menjadi semakin dan semakin tenang sementara malam tiba dan dia yakin bahwa dia jauh dari Doras. Yohanes dan saudaranya berlari mendahului untuk memberitahu Maria. Dan ketika arak-arakan kecil itu tiba di Nazaret, di larut malam yang nyaris sunyi, Maria sudah berada di pintu menantikan PutraNya.
"Bunda, ini Yunus. Dia akan bernaung di bawah kebaikan-Mu demi mulai menikmati Firdausnya. Apakah kau bahagia, Yunus?"
"Bahagia! Bahagia!" bisik laki-laki tanpa daya itu seolah dia ada dalam ekstasi.
Dia dibawa masuk ke dalam kamar yang kecil di mana Yosef wafat.
"Kau ada di atas pembaringan bapa-Ku. Dan ini BundaKu, dan Aku di sini. Lihat? Nazaret menjadi Betlehem, dan kau sekarang adalah Yesus kecil di antara dua orang yang kau kasihi, dan ini adalah mereka yang menghormatimu sebagai hamba yang setia. Kau tak dapat melihat para malaikat, tapi mereka mengepak-ngepakkan sayap mereka yang cemerlang di atasmu dan sedang memadahkan kata-kata dari mazmur Natal…"
Yesus mencurahkan segenap kasih-sayang-Nya atas Yunus yang malang yang semakin memburuk keadaannya dari detik ke detik. Dia tampaknya telah melawan begitu jauh untuk mati di sini… tapi dia bahagia. Dia tersenyum dan berusaha mencium tangan Yesus dan tangan Maria, dan untuk mengatakan… tapi penderitaannya yang hebat menginterupsi kata-katanya. Maria menghiburnya bagai seorang ibu. Dan dia mengulang: "Ya… ya" dengan seulas senyum bahagia pada wajahnya yang kurus cekung.
Para murid, berdiri di pintu masuk kebun sayur-mayur dan buah-buahan, diam dan menyaksikan dengan hati trenyuh.
"Allah telah mendengarkan kerinduanmu yang lama terpendam. Bintang dari malam panjangmu sekarang menjadi Bintang Pagi abadimu. Kau tahu namanya," kata Yesus.
"Yesus, bintang-Mu! Oh! Yesus! Para malaikat… Siapakah yang akan menyanyikan madah malaikat untukku? Jiwaku dapat mendengarnya… tapi juga telingaku ingin mendengarnya… Siapakah?... untuk membuatku tidur dengan bahagia… Aku sangat mengantuk! Begitu banyak kerja yang telah aku lakukan! Begitu banyak airmata… Begitu banyak penghinaan… Doras… aku mengampuninya… tapi aku tak ingin mendengar suaranya dan aku mendengarnya. Seperti suara Setan dekatku, yang sedang sekarat. Siapakah yang akan mengatasi suara itu untukku dengan perkataan yang datang dari Surga?"
Adalah Maria yang dengan nada yang sama seperti nyanyian nina bobo-Nya menyanyi lembut: "Kemuliaan bagi Allah di Surga Mahatinggi dan damai bagi manusia di bawah sini." Dan Ia mengulanginya dua atau tiga kali sebab Ia melihat bahwa Yunus menjadi tenang mendengarnya.
"Doras tidak berbicara lagi," katanya sesudah beberapa saat. "Hanya para malaikat… Seorang Kanak-kanak... dalam palungan… di antara seekor lembu dan seekor keledai… dan itu adalah Mesias… Dan aku menyembah-Nya… dan bersama-Nya ada Yosef dan Maria…" Suaranya perlahan memudar dalam suatu deguk pendek dan lalu ada keheningan.
"Damai di Surga bagi manusia yang berkehendak baik! Dia meninggal. Kita akan memakamkannya di pemakaman kita yang miskin. Dia layak menantikan kebangkitan orang-orang mati dekat bapa-Ku yang benar," kata Yesus.
"Jika Allah ingin menjumpai kita sebagai seorang manusia - sungguh, sebagai seorang kanak-kanak - maka kita juga harus menggapai kepada-Nya. Kita harus berangkat di jalan seperti para gembala dari Betlehem, seperti para majus dari Timur."
~ Paus St. Yohanes Paulus II
|
|
NATAL: SATU HAL YANG TERPENTING
oleh: St Padre Pio dari Pietrelcina
 "Satu hal yang terpenting: berada dekat Yesus. Kalian tahu benar bahwa pada saat kelahiran Tuhan kita, para gembala mendengar madah malaikat yang ilahi dari roh-roh surgawi. Kitab Suci mengatakannya. Tetapi, tidak dikatakan bahwa BundaNya yang perawan dan St Yosef, yang lebih dekat dengan sang Bayi, mendengar suara-suara para malaikat ataupun menyaksikan mukjizat-mukjizat menakjubkan itu. Sebaliknya, mereka mendengar sang Bayi menangis dan dalam terang temaram lentera mereka melihat mata Kanak-kanak Ilahi sepenuhnya basah oleh airmata, merengek dan menggigil kedinginan.
Sekarang aku bertanya kepada kalian: Tidakkah kalian lebih memilih berada dalam kandang yang gelap, penuh suara tangis si Kanak-kanak kecil, daripada bersama para gembala, terpana atas sukacita mendengarkan madah-madah manis yang dari surga dan menyaksikan semarak ketakjuban yang mengagumkan?"
|
|
"Dengan kasih yang besar marilah kita menanggapi kasih Dia yang telah sangat mengasihi kita begitu rupa."
~ St Fransiskus Assisi
|
BAGAIMANA MENDAPATKAN DAMAI NATAL
oleh: Uskup Fulton J. Sheen
 Bagaimana mendapatkan damai Natal dalam dunia yang resah? Kalian tak dapat mendapatkan damai dari luar tapi kalian dapat mendapatkan damai dari dalam, dengan mengijinkan Allah melakukan terhadap jiwamu apa yang Maria ijinkan Allah lakukan terhadap tubuhnya, yakni, membiarkan Kristus dibentuk dalam dirimu. Sementara ia memasak makanan di rumahnya di Nazaret, sementara ia merawat sepupunya yang telah lanjut usia, sementara ia menimba air di sumur, sementara ia mempersiapkan santapan bagi si tukang kayu desa, sementara ia merajut jubah tak berjahit, sementara ia meremas adonan dan menyapu lantai, ia sadar bahwa Kristus ada dalam dirinya, bahwa ia adalah Sibori hidup, monstrans Ekaristi Ilahi, Gerbang Surga melalui mana sang Pencipta akan menatap kepada ciptaan, Menara Gading yang pada puncak tubuhnya yang murni Ia akan mendaki "untuk mengecup bibir-bibir mawar mistiknya."
Sementara Ia secara jasmani dibentuk dalam diri Maria, demikianlah Ia menghendaki secara rohani dibentuk dalam dirimu. Andai kau tahu bahwa Ia sedang melihat melalui matamu, maka kau akan melihat dalam diri setiap sesama seorang anak Allah. Andai kau tahu bahwa Ia berkarya melalui tangan-tanganmu, maka tangan-tanganmu akan memberkati sepanjang hari. Andai kau tahu bahwa Ia berbicara melalui bibirmu, maka perkataanmu, seperti perkataan Petrus, tak akan menyangkal bahwa kau bersama si orang Galilea itu. Andai kau tahu bahwa Ia ingin mempergunakan akal budimu, kehendakmu, jari-jemarimu, dan hatimu, betapa akan berbedanya engkau. Andai separuh saja dari dunia melakukan ini, maka tidak akan ada perang!
|
|
"Kristus boleh lahir seribu kali di Betlehem. Tetapi jika Ia tidak lahir dalam hatimu, damai dan kegembiraan itu hanya sebuah khayalan."
~ A. Silesius
|
 (Vatican Radio) 25 Desember 2015. Kutipan Pesan Urbi et Orbi (kepada kota dan dunia).
"Saudara dan saudari terkasih, Bahagia Natal!
Kristus dilahirkan bagi kita, marilah kita bersukacita di hari keselamatan kita!
Marilah kita membuka hati kita untuk menerima rahmat hari ini, yang adalah Kristus Sendiri. Yesus adalah "hari" gemilang yang telah terbit di ufuk kemanusiaan. Suatu hari kerahiman, di mana Allah Bapa kita telah menyatakan kelemah-lembutannya yang agung kepada seluruh dunia. Suatu hari terang, yang menghalau kegelapan ketakutan dan kegalauan. Suatu hari damai, menuju perjumpaan, dialog, dan rekonsiliasi. Suatu hari sukacita: suatu "kesukaan besar" bagi yang miskin, yang rendah dan bagi seluruh bangsa:.
Pada hari ini, Yesus, sang Juruselamat dilahirkan dari Perawan Maria. Palungan membuat kita melihat "tanda" yang telah diberikan Allah kepada kita: "seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Seperti para gembala dari Betlehem, kita juga berangkat untuk melihat tanda ini, peristiwa ini yang diperbaharui setiap tahun dalam Gereja. Natal adalah suatu peristiwa yang diperbaharui dalam setiap keluarga, paroki dan komunitas yang menerima kasih Allah yang berinkarnasi dalam Yesus Kristus. Seperti Maria, Gereja menunjukkan kepada semua orang "tanda" Allah: Kanak-kanak yang dikandungnya dalam rahimnya dan yang dilahirkannya, dan yang meski demikian adalah Putra Yang Mahatinggi, sebab Ia "adalah dari Roh Kudus. Ia sungguh Juruselamat, sebab Ia adalah Anak Domba Allah yang mengenakan atas dirinya sendiri dosa-dosa dunia. Bersama para gembala, marilah kita membungkuk di hadapan Anak Domba Allah, marilah kita menyembah kebaikan Allah yang menjadi daging, dan marilah kita membiarkan airmata pertobatan memenuhi mata kita dan membasuh hati kita.
Ia seorang, Ia seorang yang dapat menyelamatkan kita. Hanya kerahiman Allah yang dapat membebaskan manusia dari berbagai bentuk kejahatan, terkadang kejahatan yang sangat dahsyat, yang diakibatkan cinta diri di tengah kita. Rahmat Allah dapat mempertobatkan hati dan menawarkan kepada manusia jalan keluar dari situasi-situasi manusiawi yang tak terpecahkan….
Di mana Allah lahir, kerahiman berkembang. Kerahiman adalah anugerah paling berharga yang Allah berikan kepada kita, teristimewa sepanjang tahun Yubileum ini di mana kita dipanggil untuk menemukan kasih lemah-lembut Bapa surgawi kita bagi masing-masing kita…
Maka, pada hari ini, marilah kita bersukacita bersama di hari keselamatan kita. Sementara kita merenungkan Palungan, marilah kita mengarahkan mata kita pada tangan-tangan Yesus yang terbuka, yang memperlihatkan kepada kita pelukan kerahiman Allah, sementara kita mendengar tangis sang Kanak-kanak yang membisikkan kepada kita: "untuk saudara-saudaraku dan teman-temanku, aku hendak mengucapkan: Semoga damai ada di dalammu!"

|
~ Paus Fransiskus, 2015
|
"Seperti semua bayi, Bayi Yesus menangis meminta perhatian kita; Ia meminta kita untuk merawat dan melindungi-Nya.
Seperti semua bayi, Ia ingin kita tersenyum kepada-Nya,
sebagai tanda sukacita kita atas-Nya dan keikutsertaan kita dalam misteri kasih-Nya. Akhirnya, Ia ingin kita bermain bersama-Nya, untuk memasuki dunia-Nya dan menjadi seperti seorang kanak-kanak, demi menyenangkan-Nya.
Pada masa Natal ini, marilah kita tidak hanya sekedar menatap Kanak-kanak Yesus, melainkan juga membawa-Nya ke pelukan kita dan mengijinkan-Nya memberikan kepada kita sukacita dan kebebasan yang lahir dari kasih Baya yang Maharahim."
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|