|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Juni 2011
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
MARIA DAN YOSEF - ADORATOR PERTAMA INKARNASI SABDA
 Maria mengatakan kepada Yosef bahwa saat kelahiran Sang Bayi akan tiba malam itu. Waktu itu sembilan bulan sejak ia mengandung dari Roh Kudus. Maria mohon kepada Yosef untuk berusaha sekuat tenaga agar mereka dapat menyambut sehormat mungkin Bayi yang dijanjikan Allah, Bayi yang dikandung secara adikodrati ini. Maria meminta Yosef untuk bersatu dengannya dalam doa bagi mereka yang keras hati, yang tak hendak memberi-Nya tempat berteduh...
Ketika Maria mengatakan kepada Yosef bahwa waktunya sudah dekat dan bahwa sebaiknya sekarang Yosef pergi berdoa, maka Yosef meninggalkan Maria dan berjalan menuju tempat pembaringan guna memenuhi permintaannya. Sebelum naik ke tempat peristirahatannya yang kecil, sekali lagi Yosef menengok ke belakang, ke bagian gua di mana Maria berlutut dalam doa di atas pembaringan, dengan punggungnya menghadap Yosef, sementara wajahnya menghadap ke timur. Yosef melihat gua dipenuhi sinar yang memancar dari Maria, sebab Maria sepenuhnya seolah dilingkupi nyala api. Seakan-akan Yosef, bagaikan Musa, melihat semak yang menyala terbakar api. Ia rebah prostratio ke tanah dalam sembah sujud dan tak menengok kembali. Kemuliaan sekeliling Maria semakin dan semakin cemerlang, hingga terang lentera-lentera yang dinyalakan Yosef tak nampak lagi. Maria berlutut, bagian bawah gaunnya yang putih panjang terhampar sekelilingnya. Pukul duabelas, doanya mencapai ekstasi, dan aku melihat Maria terangkat begitu tinggi dari tanah hingga orang dapat melihat bagian bawahnya. Kedua tangannya tersilang di dada, dan terang sekelilingnya bahkan semakin gemilang. Aku tak lagi melihat atap gua. Di atas Maria terbentang suatu jalan terang menuju surga; di jalan itu tampak seolah suatu sinar muncul dari ujung yang lain, seolah suatu figur lebur ke yang lainnya, dan dari berkas-berkas sinar yang berbeda ini suatu figur surgawi yang lain muncul. Maria terus berdoa, matanya mengarah dalam-dalam ke tanah. Saat itu ia melahirkan Bayi Yesus. Aku melihat-Nya sebagai seorang bayi kecil mungil yang bercahaya, terbaring di atas selimut di pangkuan Maria; Bayi itu jauh lebih gilang-gemilang dari segala kecemerlangan lainnya. Tampaknya Ia tumbuh di hadapan mataku. Tetapi, silau oleh kemilau dan cahaya gemerlap, aku tidak tahu apakah aku sungguh melihatnya, atau bagaimana aku melihatnya. Bahkan alam raya yang mati seolah gempar. Bebatuan di lantai dan dinding-dinding gua memancarkan kemilau cahaya, seolah dirasuki kehidupan.
Ekstasi Maria masih berlangsung beberapa waktu lamanya. Lalu, aku melihat Maria membentangkan selimut ke atas sang Bayi, namun ia belum menggendong-Nya, bahkan belum menyentuh-Nya. Lama berselang, aku melihat sang Bayi bangun dan menangis, barulah kemudian Maria tampak tersadar kembali sepenuhnya. Ia mengangkat Bayi bersama dengan selimut yang ia hamparkan ke atas-Nya, mendekapkan-Nya ke dada dan duduk berselubung; ia dan Bayinya tampak terbungkus rapat. Aku pikir ia sedang menyusui-Nya. Aku melihat malaikat-malaikat sekelilingnya dalam rupa manusia rebah prostratio dengan wajah mencium tanah. Mungkin, satu jam telah berlalu sejak kelahiran Yesus kala Maria memanggil St Yosef, yang masih rebah prostratio dalam doa. Ketika Yosef datang mendekat, ia jatuh berlutut dengan wajahnya mencium tanah, dalam luapan sukacita, sembah sujud dan kerendahan hati...
Setelah Maria membaringkan Bayi Yesus dalam Palungan, keduanya - Maria dan Yosef - berdiri di sisi-Nya dengan berlinangan airmata sambil memadahkan puji-pujian kepada Allah.
|
|
“Mereka memandang, mengkontemplasikan dan mengagumi Kanak-kanak Kristus. Hanya itu yang mereka lakukan. Mereka dalam doa di hadapan Sakramen Mahakudus yang ditahtakan di atas altar palungan. Mereka memuliakan dan mengucap syukur kepada Allah yang memberikan kepada kita Putra-Nya karena kasih-Nya kepada kita.”
|
ST YOSEF: SANG ADORATOR ABADI
oleh: St Petrus Yulianus Eymard
 Dalam adorasi mendalam St Yosef mempersatukan dirinya dengan rahmat istimewa dari tiap-tiap peristiwa dalam kehidupan Yesus. Ia menyembah Tuhan kita dalam hidup-Nya yang tersembunyi dan dalam Sengsara dan Wafat-Nya; ia sudah terlebih dahulu menyembah Kristus Ekaristik dalam tabernakel-tabernakel-Nya: tiada suatupun yang dapat disembunyikan Tuhan kita dari St Yosef. Selain Santa Perawan, St Yosef adalah yang pertama dan adorator paling sempurna Tuhan kita.
Betapa begitu luar biasa Inkarnasi Sabda dimuliakan oleh adorasi Maria dan Yosef sementara mereka melakukan silih bagi segala keacuhan dan kedurhakaan makhluk-makhluk ciptaan-Nya!
St Yosef bergabung bersama Maria dalam adorasi dan mempersatukan dirinya dengan Kristus, yang Hati-Nya berkobar-kobar dalam adorasi, kasih dan puji-pujian kepada Bapa dan dalam kasih kepada manusia.
Adorasi St Yosef berjalan seiring dengan setiap tahap kehidupan Tuhan kita, menimba rahmat, roh dan keutamaan dari tiap-tiap misteri. Dalam Inkarnasi, ia beradorasi kepada penghampaan diri Putra Allah; di Betlehem, kepapaan-Nya; di Nazaret, keheningan, kelemahan yang tampak, ketaatan dan segala keutamaan Kristus lainnya. Ia mengenali semuanya dengan baik dan ia menangkap dengan jelas alasan mengapa Kristus melakukannya - demi kasih dan kemuliaan Bapa Surgawi-Nya.
Iman, kerendahan hati, kemurnian dan kasih - inilah inti dari adorasinya. Tak seorang kudus pun pernah gemetar dengan iman yang terlebih berkobar ataupun membungkuk terlebih hormat dalam kerendahan hati yang terlebih mendalam; tak seorang malaikat pun pernah bercahaya kemilau dengan kemurnian yang terlebih cemerlang; dan mengenai kasihnya, tak seorang kudus atau malaikat pun pernah atau akan pernah masuk dalam tingkat kasihnya yang berkobar-kobar yang menyatakan dirinya dengan begitu sempurna dalam devosi.
Karena imannya begitu kuat, akal budi dan hati Yosef tunduk dalam adorasi sempurna. Teladanilah imannya sementara kalian berlutut di hadapan Kristus yang rendah hati yang menghampakan diri dalam Ekaristi. Robeklah tirai yang menyelubungi tungku kasih ini dan sembahlah Allah yang tersembunyi. Pada saat yang sama hormatilah tirai kasih itu dan persembahkanlah dengan akal budi dan hatimu, sembah sujud terindah dari imanmu.
Di antara rahmat-rahmat yang Yesus anugerahkan kepada bapa asuh-Nya - dan Ia melimpahinya dengan rahmat-rahmat sehubungan dengan masing-masing dari misteri-Nya - adalah rahmat istimewa seorang adorator Sakramen Mahakudus. Inilah yang harus kita mohon dari St Yosef. Andalkanlah dia, andalkanlah dia dengan sungguh. Jadikanlah St Yosef pelindung dan teladan hidup adorasimu.
Dari persatuan akrab dengan adorator kudus ini, aku akan belajar beradorasi kepada Tuhan kita dan hidup dalam keakraban mesra dengan-Nya. Maka, aku akan menjadi Yosef dari Ekaristi seperti ia adalah Yosef dari Nazaret.
|
|
“Santo Yosef melayani Inkarnasi Sabda dengan pengabdian sempurna. Renungkanlah iman yang hidup yang mengilhaminya kontemplasi tanpa henti Ke-Allah-an Kanak-kanak Kristus; renungkanlah kasih dan iman dengan mana ia menyembah Allah-nya yang tersembunyi dalam Kanak-kanak kecil ini yang ia buai dalam pelukannya dan senantiasa diperlakukannya dengan hormat sebab ke-Allah-an-Nya. Dan ketika sang Kanak-kanak telah tumbuh sedikit lebih besar, perhatikanlah bagaimana Yosef mengikuti dengan seksama segala gerak- gerik-Nya, tingkah-laku-Nya, perbuatan-Nya dan karya-Nya.”
~ St Bernardinus
|
MARIA - ADORATOR SEMPURNA YESUS EKARISTIK
oleh: St. Petrus Yulianus Eymard
 Hormatilah Maria, di kaki Tabernakel, segala misteri hidupnya, sebab semua ini adalah perhentian-perhentian, seolah demikian, yang menghantar ke Senakel. Dalam kehidupan Maria di sana kalian akan menemukan teladan dan penghiburan bagi hidupmu sendiri. Di Senakel, Ratu nan agung mulia ini berlutut sebagai adoratrix dan hamba Sakramen Mahakudus. Berlututlah di samping Bundamu dan berdoalah bersamanya, dan dengan berbuat demikian, engkau akan melanjutkan Kehidupan Ekaristiknya di dunia.
Apabila engkau menyambut Komuni Kudus, kenakanlah pada dirimu keutamaan-keutamaan dan jasa-jasa Maria, Bundamu, dan dengan demikian engkau akan menyambut Komuni dengan imannya dan dengan devosinya. Ah, betapa akan bahagianya Yesus mendapati dalam dirimu gambaran dari BundaNya yang terkasih dan tersuci!
Apabila engkau bekerja demi mendorong bertahtanya Tuhan kita secara Ekaristik, persatukanlah dirimu dengan intensi Maria dan dengan sukacitanya ketika ia bekerja bagi Yesus dalam Sakramen Mahakudus, dan engkau akan berbahagia!
Ah, betapa Maria akan mengasihimu apabila engkau melayani Yesus-nya dengan baik! Betapa ia akan melindungimu apabila engkau bekerja hanya bagi kemuliaan Yesus! Betapa ia akan memperkayamu apabila engkau hidup hanya bagi kasih kepada Yesus! Engkau akan terlebih lagi mengokohkan perannya sebagai Bunda, sebab engkau memungkinkannya menunaikan secara lebih sempurna misinya sebagai Bunda para adorator Putranya, Yesus.
Tetapi, haruslah engkau bersahaja sepertinya. Ingatlah kesahajaannya di hadapan malaikat, dan renungkanlah kesahajaan dengan mana ia melayani Putranya dalam Sakramen Mahakudus.
Hendaknyalah engkau murni seperti Maria. Ingatlah bahwa demi memelihara bunga keperawanannya, ia siap untuk mengurbankan bahkan kemuliaan Keibuan Ilahi.
Hendaknyalah engkau rendah hati seperti Maria - sepenuhnya tenggelam dalam ketiadaan diri sendiri, sepenuhnya berserah pada rahmat Allah.
Hendaknyalah engkau manis dan menyenangkan seperti Maria. Ia adalah perwujudan dari kemanisan Hati Yesus.
Hendaknyalah engkau mengabdi seperti Maria. Maria mencintai hingga tahap Kalvari - ia mencintai bahkan hingga mati. Adalah di Kalvari ia menjadi Bunda Kasih. Di sana saja engkau akan menjadi seorang adorator sejati, yang layak bagi Senakel, layak bagi Yesus dan Maria.
|
|
“Seperti Yohanes Pembaptis mengenali Yesus yang tersembunyi dalam rahim Maria, tabernakel pertama Tuhan, demikianlah sekarang kita mengenali Yesus yang tersembunyi dalam Sakramen Mahakudus, misteri iman kita. Elisabet dipenuhi dengan Roh Kudus dan Yohanes melonjak penuh sukacita di hadapan kehadiran-Nya, sebagaimana kita bersukacita di hadapan kehadiran-Nya sekarang, sebab di sini Yesus mencurahkan Roh-Nya ke atas kita dalam sakramen cinta kasih yang tak terhingga ini.”
|
JANJI-JANJI YESUS MENGENAI ADORASI EKARISTIK
Yesus mengatakan kepada Catalina Rivas: “Aku menjanjikan kepada jiwa yang kerap mengunjungi-Ku dalam Sakramen Kasih ini bahwa Aku akan menyambutnya penuh kasih bersama segenap mereka Yang Berbahagia dan para Malaikat di Surga, dan bahwa masing-masing dari kunjungannya akan dicatat dalam Kitab Kehidupannya dan Aku akan menganugerahkan kepadanya:
|
|
1. Setiap permohonan yang dipanjatkan di hadapan Altar Allah demi kepentingan Gereja, Paus dan jiwa-jiwa yang dikonsekrasikan kepada-Ku.
2. Memunahkan kuasa setan atas dirinya dan atas orang-orang yang dikasihinya.
3. Perlindungan istimewa di kala gempa, badai dan bencana-bencana alam lainnya yang jika tidak akan menimpanya.
4. Jiwa akan dengan penuh kasih ditarik dari dunia dan daya pikatnya, yang adalah penyebab kebinasaan abadi.
5. Pengangkatan jiwanya, yang merindukan kekudusan, ke dalam kontemplasi saleh tak kunjung henti akan Wajah Kudus-Ku.
6. Kelegaan orang-orang yang dikasihinya dari sengsara Purgatorium.
7. Berkat-Ku dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya baik jasmani maupun rohani, apabila itu demi kebaikan jiwanya.
8. Menyambut kunjungan-Ku bersama BundaKu di saat ajalnya.
|
9. Mendengarkan dan memelihara kepentingan orang-orang yang didoakannya.
10. Perantaraan para Kudus dan para Malaikat di saat ajalnya, guna meringankan hukuman sementara.
11. Bahwa Kasih-Ku akan membangkitkan panggilan-panggilan konsekrasi suci kepada Allah di kalangan orang-orang yang dikasihinya dan di kalangan teman dan sahabatnya.
12. Bahwa jiwa yang bertekun dalam devosi sejati kepada Kehadiran-Ku dalam Ekaristi tidak akan diadili atau mati tanpa menyambut Sakramen-sakramen Gereja.
|
“Kepada para imam dan para biarawati yang menganjurkan devosi Adorasi, Aku akan menganugerahkan banyak rahmat istimewa, pengenalan mendalam akan dosa-dosa mereka dan Rahmat untuk memperbaikinya. Aku akan membantu mereka membentuk komunitas-komunitas kaum beriman yang saleh dan kudus, dan mereka akan mendapatkan banyak hak istimewa.
Aku menjanjikan hal-hal ini kepada semua orang, di bawah hanya dua syarat yang merupakan buah dari kasih sejati terhadap Kehadiran Nyata-Ku dalam Ekaristi, dan yang secara mutlak sangat diperlukan demi terwujudnya janji-janji-Ku dalam hidup mereka:
a). Bahwa mereka berjuang untuk memelihara martabat Altar-altar-Ku.
b). Bahwa mereka menaruh belas kasihan kepada sesama.”
|
|
“Anak-anak-Ku, orang-orang berdosa yang malang! Janganlah menjauhkan diri dari-Ku. Aku menanti kalian siang dan malam dalam Tabernakel. Aku tidak akan mencela kejahatan-kejahatan kalian; Aku tidak akan melemparkan dosa-dosa kalian ke wajah kalian. Apa yang akan Aku lakukan adalah membasuh kalian dengan Darah dari luka-luka-Ku. Janganlah takut, datanglah kepada-Ku. Kalian tidak tahu betapa Aku mengasihimu.
Datanglah sekarang, anak-anak-Ku. Datanglah kepada-Ku. Aku Tuhan-mu yang menantikanmu dalam Tabernakel. Aku sepenuhnya hadir nyata dalam Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an-Ku. Adakah kalian rindu mengenal-Ku? Marilah datang dan luangkan sedikit waktu bersama-Ku. Aku mengasihimu.”
~ Pesan Yesus kepada Catalina Rivas
|
MUKJIZAT EKARISTI CHIRATTAKONAM, INDIA
 Mukjizat Ekaristi ini diakui kebenarannya pada tanggal 5 Mei 2001 di Trivandrum, India. Dalam Hosti tampak gambar seorang laki-laki serupa Kristus bermahkotakan duri. Beatitude Cyril Mar Baselice, Uskup Agung Trivandrum, menulis mengenai keajaiban ini: “… Bagi kita orang-orang percaya, apa yang kita lihat adalah sesuatu yang senantiasa kita percayai …. Jika Tuhan kita berbicara kepada kita dengan memberikan tanda ini, sungguhlah ini membutuhkan tanggapan dari kita.” Monstras dengan Hosti mukjizat hingga hari ini masih disimpan dalam gereja.
P. Johnson Karnoor, pastor gereja di mana mukjizat Ekaristi terjadi, dalam pernyataannya menceritakan sebagai berikut: “Pada tanggal 28 April 2001, di Gereja Paroki St Maria Chirattakonam, kami memulai Novena St Yudas Tadeus sebagaimana biaaa kami lakukan setiap tahun. Pada pukul 8:49 pagi, saya mentahtakan Sakramen Mahakudus dalam monstrans untuk adorasi umat. Setelah beberapa saat, saya melihat apa yang tampak sebagai tiga titik dalam Hosti Kudus. Kemudian saya berhenti berdoa dan mulai melihat ke dalam monstrans dan juga mengundang umat beriman untuk mengagumi ketiga titik tersebut. Kemudian saya meminta umat beriman untuk tetap berdoa dan menyimpan monstrans dalam tabernakel. Pada tanggal 30 April, saya merayakan Misa Kudus dan keesokan harinya saya pergi ke Trivandrum. Pada hari Sabtu pagi, 5 Mei 2001, saya membuka gereja untuk perayaan liturgis seperti biasa. Saya mengenakan jubah dan pergi membuka tabernakel untuk melihat apa yang terjadi dengan Ekaristi dalam mosntrans. Segera saya memperhatikan dalam Hosti sebuah figur, serupa wajah manusia. Saya sangat tersentuh hati dan meminta umat beriman untuk berlutut dan mulai berdoa. Saya pikir saya saja yang dapat melihat wajah itu, jadi saya bertanya kepada misdinar apakah yang ia lihat dalam monstrans. Ia menjawab, “Saya melihat figur seorang manusia.” Saya kemudian memperhatikan bahwa umat beriman lainnya memandang dengan terpana ke arah monstrans. Kami memulai adorasi dan gambar itu, sementara menit-menit berlalu, menjadi semakin dan semakin jelas. Saya tak memiliki keberanian untuk mengatakan apapun dan saya mulai menangis. Dalam adorasi, kami membacakan sebuah perikop dari Kitab Suci. Bacaan hari itu adalah dari Injil St Yohanes bab 20 yang menceritakan kisah ketika Yesus menampakkan diri kepada St Thomas dan memintanya untuk memeriksa luka-luka-Nya. Saya hanya dapat menyampaikan beberapa patah kata saja dalam homili, dan, karena harus segera pergi ke paroki terdekat, paroki Kokkodu, untuk merayakan Misa, saya segera memanggil seorang fotografer untuk mengabadikan Ekaristi Kudus dengan gambar manusia di dalamnya. Setelah dua jam semua foto dicuci; dan dengan berjalannya waktu, wajah dalam setiap foto menjadi semakin dan semakin jelas.”

“Adorasi berarti memasuki kedalaman hati kita dalam komunio dengan Tuhan, yang menjadikan DiriNya hadir secara fisik dalam Ekaristi. Dalam monstrans, Ia senantiasa mempercayakan Diri-Nya kepada kita dan meminta kita untuk dipersatukan dengan Kehadiran-Nya, dengan Tubuh-Nya yang telah bangkit.”
~ Paus Benediktus XVI
|
|
|
|
ADORASI SAKRAMEN MAHAKUDUS
PENTAKOSTA
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|