|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Desember 2010
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
PEMBAPTISAN KRISTUS
dari meditasi: B. Anna Katharina Emmerick, (1774 - 1824)
 Yohanes dengan berapi-api berkhotbah mengenai dekatnya kedatangan Mesias dan pertobatan, pada saat yang sama memaklumkan bahwa telah hampir tiba waktu baginya untuk undur diri dari perannya sebagai guru. Yesus berdiri di antara kerumunan para pendengar. Yohanes merasakan kehadiran-Nya. Ia melihat-Nya juga dan itu mengobarkan semangat dan membanjiri hatinya dengan sukacita. Tetapi, tidak karena hal itu, ia menghentikan khotbahnya; dan ketika telah selesai, Yohanes mulai membaptis. Ia telah membaptis sangat banyak orang dan hari hampir pukul sepuluh, ketika tiba giliran Yesus. Dari antara para baptisan, Yesus turun ke kolam pembaptisan. Yohanes membungkuk dalam-dalam di hadapan-Nya, mengatakan, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Yesus menjawab, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Ia juga mengatakan, “Engkau akan menerima pembaptisan dari Roh Kudus dan dari darah.” Kemudian Yohanes memohon-Nya untuk mengikutinya ke pulau. Yesus menjawab bahwa Ia akan melakukannya, asalkan sedikit air dengan mana semua orang dibaptis harus dituangkan ke dalam mata air, bahwa semua yang hadir harus dibaptis pada tempat yang sama dengan DiriNya, dan bahwa pohon dengan mana Ia menopang Diri harus ditanam ke tempat pembaptisan biasanya, agar semua dapat ikut ambil bagian dalam baptisan yang sama...
Dan sekarang Yesus turun ke dalam mata air dan berdiri dalam air hingga sebatas dada-Nya. Lengan kiri-Nya memeluk pohon, tangan kanan-Nya ditempatkan di atas dada-Nya, dan ujung-ujung lepas kain lenan putih terapung-apung di atas air. Di sisi selatan mata air berdiri Yohanes, dengan menggenggam di tangannya sebuah kulit kerang dengan pinggiran yang berlubang dari mana air terpancar dalam tiga aliran. Ia membungkuk, mengisi kulit kerangnya dan lalu mencurahkan air dalam tiga aliran ke atas kepala Tuhan, satu di belakang kepala, satu di tengah dan yang ketiga di atas kening dan pada wajah.
Aku sekarang tidak ingat dengan jelas rumusan Yohanes ketika membaptis Yesus, tetapi rumusan itu semacam seperti yang berikut ini, “Kiranya Yehova melalui pelayanan Kerubim dan Serafim-Nya, mencurahkan berkat-Nya atas Engkau dengan kebijaksanaan, pengertian dan kekuatan!” Aku tak dapat mengatakan secara pasti apakah ketiga kata terakhir ini sungguh yang aku dengar; tetapi aku tahu bahwa kata-kata itu merupakan ungkapan dari ketiga karunia, bagi akal budi, jiwa dan badan. Dalam ketiganya terkandung segala yang dibutuhkan untuk mempertobatkan setiap makhluk ciptaan, memperbaharui akal budi, jiwa dan badan kepada Allah.
Sementara Yesus naik dari kedalaman mata air pembaptisan, Andreas dan Saturnin, yang berdiri di sebelah kanan Pembaptis dekat batu segitiga, melemparkan kepada-Nya sehelai kain lenan lebar dengan mana Ia mengeringkan tubuh-Nya. Lalu mereka mengenakan pada-Nya sehelai jubah pembaptisan putih panjang. [Sebelum pembaptisan Yesus, hanya sehelai selendang putih kecil dikenakan pada mereka yang baru dibaptis; tetapi sesudah pembaptisan Yesus, kain yang lebih besar dipergunakan.] Sesudahnya, Yesus melangkah ke atas batu merah segitiga yang terletak di sebelah kanan tangga turun ke mata air. Andreas dan Saturnin masing-masing menumpangkan satu tangan ke atas bahu-Nya, sementara Yohanes menumpangkan tangannya ke atas kepala Yesus.
Bagian upacara ini telah selesai, mereka hendak mendaki anak-anak tangga ketika suara Allah datang atas Yesus, yang masih berdiri, seorang diri dalam doa di atas batu. Dari Surga datanglah angin Dahsyat menderu bagai guntur. Semua gemetar dan mendongak ke atas. Suatu awan putih kemilau turun, dan aku melihat di atas Yesus suatu figur cahaya yang bersayap seolah melayang-layang di atas - bagai suatu aliran cahaya. Surga terbuka. Aku melihat suatu penampakan Bapa Surgawi dalam figur sebagaimana Ia biasa dilukiskan dan, dalam suara gemuruh, aku mendengar kata-kata: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Yesus sepenuhnya transparan, seluruhnya ditembusi cahaya; orang nyaris tak dapat memandang-Nya. Aku melihat malaikat-malaikat sekeliling-Nya.
Tetapi beberapa jauhnya di Sungai Yordan, aku melihat setan, suatu figur hitam gelap, seolah dalam awan, dan beribu-ribu reptil hitam dan serangga yang menjijikkan berkeriapan sekelilingnya. Seolah segala kejahatan, segala dosa, segala racun dari segenap penjuru mengambil bentuk yang kelihatan pada saat pencurahan Roh Kudus, dan melarikan diri ke dalam figur gelap itu seolah ke dalam sumber asal-muasalnya. Pemandangan itu begitu memuakkan, tetapi meramaikan dampak dari semarak dan sukacita dan kecemerlangan tak terkatakan yang terpancar atas Tuhan dan seluruh pulau. Mata air pembaptisan yang suci kemilau dan berpendar; dasar dan tepian dan air menjadi kolam cahaya yang hidup. Orang dapat melihat keempat batu, yang dulu menopang Tabut Perjanjian, bercahaya di bawah permukaan air seolah dalam sukacita yang meluap-luap; dan di atas keduabelas batu yang berjajar dalam mata air, batu-batu di mana suku Lewi berpijak, muncul para malaikat membungkuk hormat dalam adorasi, sebab Roh Allah di hadapan segenap umat manusia telah memberikan kesaksian atas Pondasi hidup, Batu Penjuru Gereja terpilih yang mahaberharga, sekeliling-Nya kita sebagai batu-batu hidup wajib membangun suatu bangunan rohani, suatu imamat kudus, bahwa dengan demikian kita dapat mempersembahkan suatu kurban rohani yang layak kepada Allah melalui PutraNya terkasih kepada siapa Ia berkenan.
Kisah selengkapnya silakan baca:
|
|
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)
|
PEMBAPTISAN KRISTUS
oleh: St Gregorius Nazianzus, Uskup (± 330-389)
 Kristus bermandikan cahaya; marilah kita juga bermandikan cahaya. Kristus dibaptis; marilah kita juga dibenamkan bersama-Nya dan bangkit bersama-Nya.
Yohanes sedang membaptis ketika Yesus datang menghampiri. Mungkin Ia datang untuk menguduskan pembaptis-Nya; yang pasti Ia datang untuk menguburkan keberdosaan manusia dalam air. Ia datang untuk menguduskan Yordan demi kita dan mempersiapkannya bagi kita; Ia yang adalah roh dan daging datang guna memulai suatu penciptaan baru melalui Roh dan air.
Pembaptis protes; Yesus mendesak. Maka kata Yohanes: Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu. Yohanes adalah lampu di hadapan Matahari, suara di hadapan Sabda, sahabat di hadapan Mempelai Laki-laki, yang terbesar di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan di hadapan yang Sulung dari segala ciptaan, dia yang melonjak dalam rahim ibunya di hadapan Dia yang disembah dalam rahim, pembuka jalan dan bentara masa depan di hadapan Dia yang telah datang dan yang akan datang lagi. Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu; hendaknya kita menambahkan juga: dan bagi kalian, sebab Yohanes akan dibaptis dalam darah, dibasuh bersih seperti Petrus, tak hanya dengan pembasuhan kakinya.
Yesus bangkit dari air; dunia bangkit bersama-Nya. Langit yang sama dengan Firdaus dengan pedangnya yang bernyala-nyala, yang ditutup oleh Adam bagi dirinya sendiri dan keturunannya, terkoyak dan terbuka. Roh turun atas-Nya memberikan kesaksian mengenai Allah. Suatu suara memberikan kesaksian mengenai-Nya dari surga, tempat asal-Nya. Roh turun dalam bentuk jasmani serupa merpati yang jauh di masa silam memaklumkan berakhirnya air bah dan dengan demikian memberikan penghormatan kepada jasmani yang bersatu dengan Allah.
Pada hari ini marilah kita menghormati pembaptisan Kristus dan merayakan pesta ini dalam kekudusan. Berilah dirimu dibasuh seluruhnya dan teruslah dibasuh. Tiada suatupun yang memberikan kesukaan begitu rupa kepada Allah selain dari pertobatan dan keselamatan manusia, bagi siapa setiap Sabda dan Wahyu-Nya ada. Ia menghendaki kalian menjadi daya hidup bagi segenap umat manusia, terang yang bercahaya dalam dunia. Kalian hendaknya menjadi cahaya-cahaya kemilau semntara kalian berdiri di samping Kristus, sang Terang Agung, bermandikan kemuliaan Dia yang adalah Terang Surga. Kalian akan menikmati lagi dan lagi cahaya Trinitas yang murni dan gemilang, sebagaimana sekarang telah kalian terima - meski tidak dalam kepenuhannya - seberkas dari semaraknya yang berasal dari Allah yang Mahaesa, dalam Kristus Yesus Tuhan kita, bagi-Nya kemuliaan dan kuasa untuk selama-lamanya. Amin.

|
|
“Malahan air bah adalah tanda Pembaptisan, karena air membawa keruntuhan bagi dosa dan satu awal baru untuk kehidupan kudus.”
~ MR, Malam Paskah 42
|
MISTERI PEMBAPTISAN TUHAN
oleh: St Maximus dari Turin, Uskup (±380 - ±467)
 Injil mengatakan bahwa Tuhan pergi ke Sungai Yordan untuk dibaptis dan bahwa Ia hendak mengkonsekrasikan DiriNya di sungai dengan tanda-tanda dari surga.
Berdasarkan pertimbangan, Pesta Pembaptisan Tuhan ini - yang aku pikir dapat disebut sebagai pesta ulang tahun-Nya - segera mengikuti sesudah pesta ulang tahun Tuhan, pada masa yang sama, meski sesungguhnya tenggang waktu antara kedua peristiwa tersebut bertahun-tahun.
Pada waktu Natal Ia dilahirkan sebagai manusia; pada hari ini Ia dilahirkan kembali secara sakramental. Pada waktu Natal Ia dilahirkan dari sang Perawan; pada hari ini Ia dilahirkan dalam misteri. Pada waktu Ia dilahirkan sebagai manusia, BundaNya Maria mendekap-Nya dekat hatinya; pada waktu Ia dilahirkan dalam misteri, Allah Bapa memeluk-Nya dengan suara-Nya ketika Ia bersabda: Inilah Putra yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia. BundaNya membelai si Bayi mungil dalam buaiannya; Bapa melayani PutraNya dengan kesaksian-Nya yang penuh kasih. Bunda menjunjung sang Kanak-kanak agar para Majus dapat menyembah-Nya; Bapa menyingkapkan bahwa PutraNya harus disembah oleh segala bangsa.
Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus pergi ke sungai untuk dibaptis, itulah sebabnya mengapa Ia menghendaki tubuh-Nya yang kudus dibasuh dengan air Yordan.
Orang mungkin bertanya, “Mengapakah gerangan seorang kudus menghendaki dibaptis?” Dengarkanlah jawabnya: Kristus dibaptis, bukan agar dijadikan kudus oleh air, melainkan menjadikan airnya kudus; dengan pembasuhan-Nya, Ia memurnikan air yang disentuh-Nya. Sebab konsekrasi Kristus lebih bermakna konsekrasi air.
Sebab ketika Juruselamat dibasuh, segala air untuk pembaptisan kita dijadikan bersih, dimurnikan pada sumbernya guna menyalurkan rahmat pembaptisan kepada umat dari masa-masa mendatang. Jadi, Kristus adalah yang pertama dibaptis supaya umat Kristen mengikuti-Nya dengan penuh keyakinan.
Aku memahami misteri ini sebagai berikut. Tiang api berjalan di depan bangsa Israel menyeberangi Laut Merah agar mereka dapat mengikutinya dalam perjalanan mereka yang gagah berani; tiang mendahului menyeberangi air untuk mempersiapkan jalan bagi mereka yang mengikuti. Sebagaimana dikatakan Rasul Paulus, apa yang dilakukan pada waktu itu merupakan misteri pembaptisan. Jelas itu adalah pembaptisan, dalam makna tertentu, ketika awan menaungi bangsa dan menghantar mereka melintasi air.
Tetapi Kristus Tuhan melakukan semua hal berikut: dalam tiang api Ia melintasi laut di depan anak-anak Israel; jadi sekarang, dalam tiang tubuh-Nya, Ia melalui pembaptisan di depan umat Kristiani. Pada waktu Keluaran, tiang memberikan terang kepada bangsa yang mengikutinya; sekarang tiang memberikan terang kepada hati orang-orang percaya. Pada waktu itu tiang membuka jalan mantap melintasi air; sekarang tiang meneguhkan langkah-langkah kaki iman dalam pembasuhan baptis.
|
|
“Ketika anak-anak Abraham, setelah dibebaskan dari perhambaan Firaun, melewati Laut Merah dengan kaki kering, mereka adalah pratanda bagi umat beriman, yang oleh air pembaptisan dibebaskan dari perhambaan yang jahat.”
~ MR, Malam Paskah 42
|
YESUS MEMBAPTIS
dari meditasi: B. Anna Katharina Emmerick, (1774 - 1824)
“Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.” (Yohanes 3:22)
Sejak pembaptisan Yesus, Yohanes mengajarkan bahwa melalui pembaptisan itu dan turunnya Roh Kudus atas-Nya, air telah disucikan dan dengan itu banyak roh-roh jahat dihalau. Pembaptisan Yesus bagai suatu eksorsisme bagi air. Yesus harus menanggung penderitaan DiriNya dibaptis demi menyucikan air. Sebagai konsekwensinya, baptisan Yohanes menjadi lebih murni dan lebih suci. Demi tujuan inilah Yesus dibaptis di suatu kolam terpisah. Air yang disucikan lewat sentuhan dengan Pribadi IlahiNya kemudian disalurkan ke Yordan dan ke kolam baptisan umum, dan juga Yesus dan para murid-Nya mengambil sedikit dari air itu untuk Baptisan di kota-kota dan desa-desa yang jauh….
Sekarang terdapat tiga kolam baptis: kolam yang di atas Bet-Araba, kolam Yesus di pulau yang baru dibangun di Yordan, dan kolam yang digunakan Yohanes.
Pada waktu Yesus datang, Ia menuangkan ke dalam kolam baptis air dari mataair di pulau di mana Ia Sendiri telah dibaptis, dan memberkatinya. Andreas membawa air itu bersamanya dalam sebuah botol. Para calon baptis menjadi begitu tersentuh dan tergerak hatinya. Andreas dan Saturnin melayani Baptisan, tetapi tidak dengan menenggelamkan seluruhnya. Para calon baptis berdiri di air dekat tepi kolam, tangan wali baptis di atas pundak mereka, sementara dia yang membaptis mencedok air dengan tangan kosong, menuangkannya tiga kali atas mereka; membaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Yohanes membaptis secara agak berbeda. Ia mempergunakan sebuah kerang berlubang tiga untuk mencedok air. Banyak orang dibaptis pada waktu itu, kebanyakan dari mereka berasal dari Perdea. Yesus, berdiri di atas sebuah bukit hijau kecil dekat sana, mengajar orang banyak mengenai tobat, baptis dan Roh Kudus. Ia mengatakan: “Pada waktu Aku dibaptis, BapaKu mengutus Roh Kudus dan mengucapkan kata-kata: `Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nya-lah Aku berkenan.' Kata-kata ini ditujukan kepada semua orang yang mengasihi Bapa Surgawi-nya dan yang menyesali dosa-dosanya. Ke atas semua orang yang dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Ia mengutus Roh KudusNya. Mereka kemudian menjadi anak-anak-Nya yang berkenan kepada-Nya, sebab Ia adalah Bapa dari semua yang menerima Baptisan-Nya dan dengan itu dilahirkan kembali.”

|
|
“Pembaptisan adalah anugerah Allah yang paling indah dan paling mulia … Kita menamakannya anugerah, rahmat, pengurapan, penerangan, busana kebakaan, permandian kelahiran kembali, meterai, dan menurut apa saja yang sangat bernilai. Anugerah, karena ia diberikan kepada mereka yang tidak membawa apa-apa; rahmat, karena ia malah diberikan kepada orang yang bersalah; pembaptisan, karena dosa dikuburkan di dalam air; pengurapan, karena ia adalah kudus dan rajawi (seperti orang yang diurapi); penerangan, karena ia adalah terang yang bersinar; busana, karena ia menutupi noda-noda kita; permandian, karena ia membersihkan; meterai, karena ia melindungi kita dan merupakan tanda kekuasaan Allah.”
~ St Gregorius dari Nazianze
|
PAUS BENEDIKTUS XVI MENGUNJUNGI LOKASI PEMBAPTISAN YESUS
 Amman, Yordan, 10 Mei 2009, Paus Benediktus dengan ditemani Raja Abdullah II dan isterinya - Ratu Rania - mengunjungi lokasi di mana menurut Kitab Suci Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Tepat di seberang Sungai Yordan yang sempit, suatu lokasi lain diklaim sebagai lokasi di mana Yesus membaptis. Dalam kesempatan itu Paus memberkati dua batu pertama untuk dua gereja Katolik yang baru - yang satu Ritus Latin dan yang lain Yunani Melkite. (lihat Gereja Katolik Ritus Timur)
Paus Benediktus menyampaikan refleksi mengenai pembaptisan Kristus yang digambarkan beliau sebagai “disajikan secara hidup di hadapan kita di tempat ini.”
“Yesus berdiri dalam antrian bersama para pendosa dan menerima baptisan tobat Yohanes sebagai suatu tanda propetis akan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya Sendiri demi pengampunan dosa. Sepanjang abad-abad berikutnya, banyak peziarah telah datang ke Yordan mencari pemurnian, memperbaharui iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Demikian juga peziarah Egeria, yang meninggalkan suatu catatan tertulis mengenai kunjungannya di penghujung abad keempat. Sakramen Baptis, yang menimba kekuatannya dari wafat dan kebangkitan Kristus, akan disukakan teristimewa dengan komunitas Kristen yang berhimpun dalam bangunan-bangunan gereja yang baru ini. Kiranya Yordan senantiasa mengingatkan kalian bahwa kalian telah dibasuh oleh air pembatisan dan telah menjadi anggota keluarga Yesus.”
Selanjutnya Paus mendorong umat beriman untuk merenungkan dalam doa, misteri pembaptisan Kristus. Timur Tengah, yang digambarkan beliau sebagai “ditandai dengan penderitaan tragis, dengan tahun-tahun kekerasan dan ketegangan-ketegangan yang belum terselesaikan,” membutuhkan umat Kristiani “untuk menawarkan sumbangsih mereka, yang diilhami oleh teladan Yesus, akan rekonsiliasi dan perdamaian melalui pengampunan dan kemurahan hati,” demikian Bapa Suci.
|
|
“Yesus lahir bagaikan anak domba dalam sebuah kandang … [dan] … ketika Yohanes Pembaptis melihat Dia di hari-hari awal pewartaan-Nya di depan orang banyak, ia tidak menyebutkan nama lain bagi-Nya selain daripada “Anak Domba Allah.” “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”
~ Petrus Yulianus Eymard
SELAMAT NATAL 2010
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|