|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Mei 2016
ASRIEL - MISIONARIS CILIK
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2
 Yesus keluar dari dapur dengan menggandeng tangan seorang anak laki-laki kecil, yang berjalan tertatih-tatih mengikuti-Nya, seraya menyantap sepotong roti yang diolesi minyak zaitun. Yesus menyelaraskan langkah-langkah-Nya dengan kaki-kaki mungil sahabat kecil-Nya. "Aku melakukan penaklukan!" kata-Nya gembira. "Laki-laki berusia empat tahun ini, yang namanya adalah Asriel, mengatakan pada-Ku bahwa dia ingin menjadi seorang murid dan ingin belajar semuanya: berkhotbah, menyembuhkan anak-anak yang sakit, membuat pohon-pohon anggur menghasilkan berkas-berkas anggur juga pada bulan Desember dan lalu dia ingin mendaki sebuah gunung dan meneriakkan kepada seluruh dunia: 'Datanglah, Mesias di sini!' Betul begitu Asriel?"
Anak yang tersenyum itu menjawab: "Ya" dan melanjutkan melahap potongan rotinya.
"Kau nyaris susah melahap makanan!" Tomas menggodanya. "Kau bahkan tak dapat mengatakan siapa itu Mesias."
"Ia adalah Yesus dari Nazaret."
"Dan apakah artinya 'Mesias'?"
"Artinya… artinya: Orang Yang dikirim untuk menjadi baik dan membuat kita semua baik."
"Dan apakah yang Ia lakukan untuk membuat kita baik? Dan sebab kau seorang berandal cilik, apakah yang akan kau lakukan?"
"Aku akan mengasihi-Nya. Dan aku akan melakukan semuanya. Dan Ia akan melakukan semuanya, sebab aku mengasihi-Nya. Jika kau melakukan itu, kau akan menjadi baik juga."
"Dan kau sudah mendapatkan pelajarannya, Tomas. Ada padamu perintah: 'Kasihilah Aku dan kau akan melakukan segalanya, sebab Aku akan mengasihimu jika kau mengasihi Aku; dan kasih akan melakukan segalanya dalam dirimu."
"Roh Kudus telah bersabda. Ayo, Asriel. Marilah kita pergi dan berkhotbah." Yesus sangat gembira ketika Ia bersama seorang anak, hingga aku ingin membawa semua anak-anak kepada-Nya dan menjadikan-Nya dikenal oleh semua anak. Tetapi sebaliknya ada begitu banyak yang bahkan tidak mengenal nama-Nya!
Ia lewat di depan si perempuan berkerudung dan sebelum tiba di hadapannya Ia berkata kepada si kanak-kanak: "Katakan pada perempuan itu: 'Damai sertamu.'"
"Kenapa?"
"Sebab dia sepertimu ketika kau jatuh dan terluka. Dan dia menangis. Tapi jika kau katakan itu kepadanya, sedihnya akan hilang."
"Damai sertamu, perempuan. Janganlah menangis. Mesias yang mengatakannya padaku. Jika kau mengasihi-Nya, Ia akan mengasihimu dan menyembuhkanmu," teriak si kecil sementara Yesus menariknya pergi tanpa berhenti. Pada Asriel ada barang-barang misinonaris yang dibuat untuknya. Bahkan meski untuk sementara ini khotbah-khotbahnya agak.. tidak tepat waktu dan dia berbicara lebih banyak dari yang diminta.
[Sementara Yesus berkhotbah di hadapan orang banyak,] Asriel kecil, yang duduk di kaki Yesus sepanjang waktu, mendongak kepada-Nya bagai seekor burung kecil yang tengah mendengarkan nyanyian bapanya, membuat suatu gerakan kasih: dia menggosok-gosokkan wajah mungilnya ke atas lutut Yesus dan berkata kepada-Nya: "Engkau dan aku adalah sahabat sebab Engkau baik dan aku mengasihi-Mu. Sekarang aku akan mengatakannya juga" dan dengan memaksakan suaranya agar dia dapat didengar dari ujung lain dari ruangan yang besar itu, dan dengan membuat gerak tubuh seperti yang dilihatnya dilakukan Yesus, dia mengatakan: "Dengarkan, semua orang. Aku tahu ke mana perginya orang-orang yang tidak berkata bohong dan yang mengasihi Yesus dari Nazaret. Mereka memanjat tangga Yakub. Naik, naik, naik… bersama para malaikat dan mereka berhenti ketika mereka menemukan Tuhan," dan dia tersenyum gembira, mempertontonkan gigi-gigi mungilnya.
Yesus membelainya dan pergi menuju orang banyak.
"Anak-anak terkasih, kebahagiaan yang kalian cari, kebahagiaan yang berhak kalian nikmati, memiliki nama dan wajah: ialah Yesus dari Nazaret, yang tersembunyi dalam Ekaristi."
~ Paus Emeritus Benediktus XVI
|
|
ST DOMINIKUS SAVIO (1842 - 1857) - MENYAMBUT KOMUNI PERTAMA
 Seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun, namanya Dominikus Savio, mempunyai seorang sahabat yang telah diperkenalkan kepadanya oleh kedua orangtuanya sejak dia masih sangat belia. Dominikus biasa pergi dan duduk mengobrol bersama temannya itu mengenai segala macam hal seperti sekolah, teman-teman, dan terkadang juga mengenai adik perempuannya, Ramona, yang menjengkelkannya. Ia sungguh berharap agar temannya itu segera datang ke rumahnya guna membawa perubahan.
Seperti yang mungkin sudah kalian tebak, nama sahabat karib Dominikus adalah Yesus dan Ia tinggal dengan suatu cara yang sangat istimewa dalam tabernakel dalam gereja. Kalian juga mungkin sudah bisa menebak bahwa ketika Dominikus merindukan sahabatnya untuk segera datang ke rumahnya, sesungguhnya yang dia maksudkan adalah agar dia dapat segera menerima Komuni Kudusnya yang pertama.
Dominikus biasa duduk berjam-jam lamanya di bangku depan gereja, membayangkan bahwa hatinya adalah sebuah kamar kecil dan dia merenungkan bagaimana dia dapat membuat kamar kecilnya itu betul-betul sempurna untuk menyambut kunjungan Sahabat-nya. Tentunya kamarnya haruslah bersih dan rapi, dengan hiasan bunga-bunga dan dekorasi kertas yang indah warna-warni. Haruslah ada gambar besar Sahabat-nya bersama BundaNya, agar Ia dapat merasa nyaman tinggal, dan dia juga akan mempersiapkan sebuah gembok yang kokoh di pintu agar tak seorang pun dapat mengganggu kebersamaannya dengan sang Sahabat.
Ketika Pater mengatakan bahwa dia akhirnya diperkenankan menyambut komuni pertamanya, Dominikus hampir-hampir tak dapat percaya akan apa yang didengarnya! Dia berlari ke gereja untuk mengucapkan terima kasih kepada Yesus sebab akhirnya menerima undangannya.
Sejak itu, Dominikus selalu datang kembali ke gereja di sore hari dengan setiap kali membawa sebuah buku catatan - yang baru dan kosong, dan dia pun duduk dan berbicara dengan Sahabat-nya. Dominikus sedang membicarakan dengan Sahabat-nya suatu keputusan yang serius. Dan inilah yang dituliskannya dalam bukunya, janji-janjinya demi menyenangkan Sahabat-nya terkasih, dalam menyambut kedatangan Tamu Agung hatinya itu:
1. Aku akan menerima Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi sesering mungkin.
2. Aku akan berusaha memberikan hari Minggu serta hari-hari libur sepenuhnya untuk Tuhan.
3. Sahabat terbaikku ialah Yesus dan Maria.
4. Lebih baik mati daripada berbuat dosa.
“Ya Tuhan-ku, aku ingin mengasihi-Mu dan melayani-Mu sepanjang hidupku. Aku persembahkan jiwaku, hatiku, dan keseluruhan diriku.”
~ B. Laura Vicuna, 1891-1904
“Berikanlah Yesus kepadaku…. Anda akan melihat betapa baiknya aku nanti. Aku sungguh akan berubah. Aku tidak akan berbuat dosa lagi. Berikanlah Yesus kepadaku. Aku sungguh sangat merindukan Dia, aku tidak akan dapat hidup tanpa-Nya.”
~ St Gemma Galgani, 1878-1903
“Dapatkah seorang menyambut Yesus masuk ke dalam hatinya dan tidak mati?”
~ B. Imelda Lambertini, 1322-1333
|
B. Imelda Lambertini
Pelindung Komuni Pertama
|
Yesus Ekaristik terkasih! …
Aku sangat amat mencintai-Mu ...
Sudi jadikan hatiku bercahaya bagi-Mu ketika Engkau datang ke dalam hatiku yang malang.
Yesus terkasih,
aku akan membuat banyak kurban yang akan kupersembahkan kepada-Mu pada waktu aku menyambut Komuni Kudusku yang Pertama.
~ Beata Antonietta Meo
(15 Des 1930 - 3 Jul 1937
|
Ven. Antoinetta Meo
1930 - 1937
|
ST THERESIA LISIEUX - KOMUNI KUDUS YANG PERTAMA
 "Akhirnya tibalah 'Hari dari segala hari!' Betapa hari surgawi ini meninggalkan kenangan yang tak terkatakan dalam jiwaku, bahkan hal-hal yang terkecil sekalipun! Sukacita yang memenuhi jiwaku ketika terjaga di pagi subuh, kecupan penuh ramah dari para pengajar dan kakak-kakak kelasku... Ruangan besar yang bermandikan pakaian putih metah laksana salju yang mendandani setiap anak... Terutama ketika masuk kapel dan madah pagi nyanyian yang indah itu: 'O Altar Suci, dikelilingi para malaikat!'...
Ah, betapa sedapnya kecupan pertama yang Yesus berikan bagi jiwaku!... Itulah kecupan cinta, dan aku merasa bahwa aku dicintai, maka aku lalu berkata: 'Aku cinta pada-Mu, Yesus, aku serahkan diriku pada-Mu untuk selamanya.' Tak ada permohonan, tak ada perjuangan, tak ada korban. Telah lama Yesus dan Theresia saling memandang dan sudah saling mengerti... Di hari itu bukan lagi memandang, melainkan saling melebur. Keduanya bukan dua lagi, Theresia melenyap bagaikan tetesan yang menghilang dalam gelombang-glombang samudera. Hanya Yesus yang tinggal, Ia-lah Tuhan, Ia-lah Raja. Sesungguhnya Theresia telah memohon agar Ia mengambil kebebasannya, sebab kebebasannya itu menakutkannya. Dia merasa diringa sangat lemah, sangat rapuh, sehingga dia mau untuk selama-lamanya mempersatukan dirinya dengan Kekuatan Ilahi!... Sukacitanya terlampau besar, terlampau dalam melebihi daya tampungnya. Airmata kegembiraan harus dicurahkan, membuat teman-teman keheranan dan saling bertanya, 'Mengapa toh dia menangis? Apakah yang menyusahkannya?... Bukan, itu karena dia tidak punya ibu lagi, atau karena kakaknya yang dicintainya sudah menjadi suster Karmel.' Mereka tidak mengerti bahwa bila seluruh sukacita surga merasuki jiwa, maka jiwa yang ada dalam pembuangan ini tak kuasa menampungnya tanpa mencucurkan airmata... Di hari itu hatiku dipenuhi sukacita semata, kupersembahkan diriku kepada Dia Yang menyerahkan Diri-Nya penuh cinta kepadaku!..."
|
|
"Andai saja kita hening sejenak guna merenungkan dengan khusuk apa yang terjadi dalam Sakramen Ekaristi, aku yakin bahwa permenungan akan kasih Kristus bagi kita akan mengubah kebekuan hati kita menjadi kobaran api kasih dan syukur."
|
PAUS KEPADA PARA ORANGTUA: "ADALAH PENTING BAGI ANAK-ANAK UNTUK MENYAMBUT KOMUNI PERTAMA MEREKA."
 Vatican, 2014-02-05. Payung-payung mengembang menyelimuti St. Peter's Square, sebab hujan turun dengan sangat deras. Walau demikian, sekitar 25,000 peziarah ikut ambil bagian dalam audiensi Bapa Suci.
Dalam katekese mengenai Ekaristi dan mengapa perlu pergi ke Misa, Paus Fransiskus mengatakan: "Ekaristi adalah anugerah yang sungguh luar biasa. Itulah sebabnya mengapa pergi ke Misa itu sangat penting. Pergi ke Misa bukan saja untuk berdoa, melainkan untuk menyambut Komuni, Roti dan Tubuh Kristus. Itu yang menyelamatkan kita, mengampuni kita dan mempersatukan kita dengan Bapa. Betapa indah!"
Bapa Suci selanjutnya menjelaskan bahwa kata "Ekaristi" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti ucapan syukur. Yang teragung dari semuanya adalah Perjamuan Terakhir, di mana kasih dan kerahiman Allah menjadi satu. Beliau menambahkan bahwa merayakan Ekaristi bukanlah sekedar mengenangkan masa lalu.
"Ekaristi lebih dari sekedar perayaan. Adalah suatu cara untuk mengenangkan Paskah Yesus, suatu misteri yang adalah pusat keselamatan kita. Ketika kita berbicara mengenai 'mengenangkan' itu tidak berarti sekedar mengingat. Melainkan bahwa setiap kali kita merayakan sakramen ini kita menjadi bagian dari Misteri Sengsara, Wafat dan Kebangkitan-Nya. Ekaristi adalah puncak dari karya Keselamatan Allah."
Adalah melalui Ekaristi, jelas beliau, menjadi mungkin untuk benar-benar bersatu dengan Gereja. Itulah sebabnya mengapa Ekaristi adalah kunci bagi anak-anak untuk menyambut Komuni Pertama mereka.
"Adalah penting bagi anak-anak untuk secara pantas mempersiapkan Komuni Pertama mereka, supaya jangan ada anak yang tanpa Sakramen ini. Ekaristi merupakan langkah yang sangat sangat pasti menuju Yesus, bersama dengan Pembaptisan dan Penguatan."
|
|
"Andai malaikat dapat iri kepada manusia, mereka akan iri karena satu hal: Komuni Kudus."
~ St Maximilianus Kolbe
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|