|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
September 2012
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
"Per Mariam Ad Jesum"
melalui Maria sampai kepada Yesus
Mengenai penghormatan istimewa yang diberikan Gereja Katolik kepada Bunda Maria, seorang Kristen non-Katolik mengatakan kepada temannya yang Katolik, "Jika aku sakit, aku pergi ke dokter, bukan ke ibunya." Bagaimana tanggapan kita?
Perlu diingat, bahwa kita pergi ke dokter untuk suatu tujuan yang tertentu dan terbatas, yaitu agar memperoleh pengobatan atas penyakit jasmani kita. Hubungan kita dengan para dokter, pengacara, teknisi, pengusaha, dan sebagainya, terbatas pada hubungan bisnis. Sebaliknya, hubungan kita dengan Allah menyangkut sembah bakti, kasih dan kepercayaan penuh. Allah adalah Bapa kita, segalanya bagi kita. Juga, dunia Allah itu adalah kerajaan dan keluarga. Dalam suatu kerajaan, ada raja dan ratu serta rakyatnya. Dalam suatu keluarga, ada ayah dan ibu serta anak-anak. Jika kita dapat membayangkan kurangnya semarak dan kehangatan dalam suatu keluarga tanpa kehadiran seorang ibu, maka kita juga akan dapat memahami bagaimana pentingnya Bunda Maria bagi setiap kita, warga Gereja, yang adalah sungguh bagian dari keluarga kerajaan Allah.
Di samping itu, Allah telah memenuhi Bunda Maria dengan Kasih-Nya dan Kekudusan-Nya agar ia menjadi penolong serta pembimbing yang pasti bagi kita agar kita dapat datang mendekat kepada Allah.
"Mereka yang sungguh menyerahkan diri kepada Maria juga berada dalam rahimnya, dan ketika Roh Kudus melihat suatu jiwa dalam Maria, Ia terbang untuk mengubah jiwa ini agar berkenan bagi-Nya sebab Maria-lah yang membawa jiwa ini."
~ St. Louis de Monftfort
|
|
DAKWAAN2 UMUM KEPADA ORANG KATOLIK
1. Orang Katolik Menyembah Maria?
Tidak, orang Katolik tidak menyembah Maria! Sembah sujud dihaturkan hanya kepada Allah (Bapa, Putra dan Roh Kudus) saja. Umat Katolik tidak menyembah Maria; yang benar adalah bahwa orang Katolik "memuliakan dan menghormati" Maria.
Kita dapati dalam Injil Lukas (1:28-30), malaikat menyalaminya, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Dalam ayat 42, Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus berseru, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan." Kitab Suci menunjukkan bahwa Maria patut dihormati sebab perannya dalam sejarah keselamatan. Maria sendiri memaklumkan, "Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia" (ayat 48).
Patut diingat bahwa Allah memuliakan Maria melampaui semua ciptaan yang lain dengan menjadikannya Bunda PutraNya. Tidakkah kita juga patut memuliakan Bunda Juruselamat kita?
2. Apakah Berdoa kepada Maria itu Alkitabiah?
Ya, berdoa kepada Maria itu alkitabiah! Orang Katolik berdoa kepada Maria, atau tepatnya, memohon perantaraan Maria. Yakobus 5:16 mengatakan, "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Kita percaya bahwa Maria berada di surga bersama Yesus, dan ia dapat berbicara kepada-Nya atas nama kita mengenai hal-hal yang kita mohonkan. Ingat bagaimana Yesus, kendati saatnya belum tiba, mengadakan mukjizat-Nya yang pertama di Kana demi memenuhi permintaan BundaNya.
3. Penghormatan kepada SP Maria mengalihkan perhatian kita dari Allah dan dari Yesus?
Pernyataan di atas merupakan komplain umum kaum Protestan, yang sungguh tak dapat saya mengerti. Adakah mengagumi karya ciptaan Allah mengalihkan perhatian kita dari Allah? Apabila kita menjelajahi kebun raya dengan pepohonannya yang tinggi dan berumur tua, dan mengagumi keindahannya, adakah itu mengalihkan perhatian kita dari Allah? Apabila kita mengagumi keindahan matahari terbenam atau gunung-gemunung yang menjulang tinggi, adakah itu mengalihkan perhatian kita dari Allah? Tentu saja tidak. Bagi kebanyakan orang, hal yang demikian malahan membuat mereka semakin merasakan kedekatan dan keagungan Allah.
Demikian pula apabila kita mengagumi orang-orang seperti St. Fransiskus, Beata Teresa dari Calcutta ataupun orang-orang Kristen lainnya yang membaktikan hidup mereka untuk melayani Allah. Adakah itu menjauhkan kita dari Allah - atau malahan sebaliknya membuat kita berpikir akan kebesaran Allah yang telah mengilhami orang-orang yang demikian? Begitu pulalah halnya dengan Maria yang adalah Bunda Allah.
Dan apakah engkau berdoa kepada Bunda Maria atau tidak, ingatlah, jangan mencemarkannya. Jika kita saja, yang manusia berdosa, tahu menghormati ibu kita dan tidak suka apabila ibu kita dicemarkan atau dihinakan orang, betapa terlebih lagi Yesus, yang sangat mengasihi BundaNya, tak menghendaki BundaNya dicemarkan; sebaliknya betapa Ia ingin BundaNya dihormati oleh kita, yang diberikan-Nya kepadanya sebagai anak-anaknya.
"Jangan takut mengambil Maria sebagai bundamu dalam perjalanan hidupmu! Kiranya Maria menjadi teladan bagimu dalam mengikuti Yesus. Jangan takut mempercayakan kepadanya, menyerahkan ke dalam tangan keibuannya, setiap persoalan, setiap kegelisahan, setiap pengharapan dan setiap karya."
~ Beato Paus Yohanes Paulus II
|
|
PENGHORMATAN KEPADA MARIA MENYURAMKAN KEMULIAAN KRISTUS?
Tak seorang pun menyangkal bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantara keadilan, dan bahwa Ia dengan jasa-jasa-Nya telah memperolehkan rekonsiliasi kita dengan Allah. Tetapi, di lain pihak, adalah kurang iman bersikukuh bahwa Allah tak berkenan menganugerahkan rahmat-rahmat melalui perantaraan para kudus-Nya, dan terlebih istimewa melalui Maria BundaNya, yang betapa Yesus inginkan dikasihi dan dihormati oleh semua orang. Siapakah yang dapat beranggapan bahwa hormat yang disampaikan kepada seorang ibunda tidak menggandakan kehormatan putera? "Kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka" (Amsal 17:6). St Bernardus mengatakan, "Janganlah beranggapan bahwa kita menyuramkan kemuliaan Putra dengan limpahan pujian yang kita sampaikan kepada Bunda; sebab semakin Bunda dihormati, semakin Putra dimuliakan." "Tak dapat diragukan," katanya, "bahwa apapun yang kita sampaikan sebagai pujian kepada Bunda sama dengan pujian kepada Putra." Dan St Ildephonsus juga mengatakan, "Bahwa apa yang diberikan kepada Bunda berdampak kepada Putra; hormat yang disampaikan kepada Ratu adalah hormat yang disampaikan kepada Raja." ...
Suarez yang terpelajar dengan tepat mengatakan bahwa jika kita memohon Bunda Maria untuk memperolehkan bagi kita suatu permohonan, itu bukan karena kita tidak percaya akan kerahiman ilahi, melainkan karena kita takut akan ketidakpantasan kita sendiri dan akan tiadanya disposisi batin yang layak; dan kita mempercayakan diri kita pada Maria, agar martabatnya dapat mengisi kehinaan kita. Ia mengatakan bahwa kita memohon kepada Maria "agar martabat perantara dapat mengisi kemalangan kita. Dengan demikian, memohon pertolongan Santa Perawan Tersuci bukanlah ketidakpercayaan pada kerahiman ilahi, melainkan ketakutan akan ketidaklayakan diri sendiri." ...
Dan demikianlah Pater Suarez menyimpulkan, bahwa adalah sentimen Gereja semesta, "bahwa perantaraan dan doa-doa Maria, di atas doa-doa semua lainnya, tak hanya berguna, melainkan dibutuhkan." Dibutuhkan, sesuai dengan apa yang telah kita katakan, bukan dengan kebutuhan mutlak; sebab pengantaraan Yesus Kristus saja yang mutlak dibutuhkan; melainkan dengan kebutuhan moral ... St Bonaventura, ... dalam khotbahnya untuk Penampakan Tuhan, mengenai kata-kata St Matius, "Masuklah mereka … dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya" (2:11), mengingatkan kita bahwa jika kita rindu menemukan Yesus kita harus pergi kepada Maria.
Selengkapnya:
Maria, Advocata Kita
oleh:
St. Alfonsus de Liguori, Pujangga Gereja
|
|
HUBUNGAN ORANG KATOLIK DENGAN MARIA
Kita, orang Katolik, senantiasa menerima Bunda Maria sebagai Bunda Kita. Sebagian besar dari kita menyampaikan persembahan, penderitaan serta permohonan-permohonan kita kepada Bunda Maria untuk disampaikannya kepada Yesus, agar semuanya itu dimurnikan dan dipersembahkan kepada-Nya lewat tangan-tangannya yang tak bercela. Berikut ini adalah suatu anologi indah untuk menggambarkan peran Bunda Maria sebagai ibunda yang penuh kasih sayang dalam kehidupan kita.
Seorang gadis kecil membuat kue untuk ayahnya sebagai hadiah ulangtahun. Ia tidak pandai memasak; kue buatannya kurang sedap, bentuknya sedikit miring dan tidak menarik menurut ukuran standard. Ibunya, melihat usaha kasih puterinya itu, mendengar begitu banyak "oh!" dan "ah!", mencium kening gadis kecilnya dan berkata, "Bagaimana jika kita menambahkan sedikit krim di bagian ini?" dan ia pun dengan penuh perhatian membantu puteri kecilnya menjadikan kue tampak lebih menarik.
Kita mempersembahkan segala karya, pengharapan dan penderitaan-penderitaan kita kepada Bunda Maria agar dipersembahkannya kepada Yesus; Bunda Maria akan menjadikan persembahan-persembahan kita jauh lebih berkenan bagi Tuhan dengan menggabungkan semuanya itu dengan doa-doanya sendiri.
"Hati Bunda yang baik ini sepenuhnya cinta dan belas-kasihan; satu-satunya yang ia rindukan adalah melihat kita bahagia. Kita hanya perlu berpaling kepadanya untuk didengarkan. Pada Putra ada keadilan; tetapi pada Bunda hanya ada kasih-sayangnya."
~ St Yohanes Maria Vianney
|
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|