|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Oktober - November 2011
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
SP MARIA BUNDA ALLAH
dari: “My Way of Life” by St. Thomas
 “Kebijaksanaan Tuhan sungguh agung luhur luar biasa. Kebijaksanaan-Nya mengatur segala sesuatu dengan indahnya. Segala sesuatu mendapatkan tempatnya masing-masing dalam pola penyelenggaraan ilahi. Tuhan menyelaraskan segala sesuatu dan tiap-tiap orang di tempatnya masing-masing sesuai rencana-Nya bagi dunia. Ketika Allah Bapa memutuskan untuk mengutus Putra TunggalNya ke dalam dunia ini dan dilahirkan dari seorang perempuan, Ia menciptakan seorang perempuan agar layak menjadi Bunda dari Putra yang begitu agung.
Ketika kita menjumpai seorang anak yang sangat baik, pada umumnya kita berkata, `Pastilah ia mempunyai seorang ibunda yang sangat baik.' Kita menjabarkan kebaikan anak itu dengan kebaikan ibundanya. Kita percaya bahwa kebaikan ibundanyalah yang telah membentuk anak itu menjadi baik. Tetapi, dalam Misteri Inkarnasi, yang sesungguhnya terjadi adalah kebalikannya. Maria dari Nazaret adalah Bunda Allah yang sempurna karena Putranya, Yang adalah Allah, telah membentuknya demikian. Karena Putra Allah sepenuhnya kudus dan sempurna, Bunda Maria, Bunda-Nya menurut daging, haruslah kudus dan sempurna. Tuhan tidak melayangkan pandangan-Nya kepada segenap perempuan di seluruh penjuru dunia dan mencari-cari guna menemukan seorang yang paling sesuai menjadi Bunda PutraNya. Bunda Maria tidak dipilih Tuhan karena Ia mendapatinya sebagai yang paling sempurna di antara perempuan. Melainkan, Ia menjadikannya perempuan yang sempurna, sebab Ia telah memilihnya untuk menjadi Bunda PutraNya.”
“Sekarang, kalian yang sesat, kalian katakan (siapa saja kalian yang menyangkal bahwa Allah dilahirkan dari Santa Perawan), bahwa Maria, Bunda Tuhan kita Yesus Kristus, tak dapat disebut Bunda Allah, melainkan hanya Bunda Kristus dan bukan Bunda Allah - sebab orang, demikian kalian katakan, tak dapat melahirkan Dia yang lebih tua dari dirinya sendiri. Dan mengenai argumentasi yang samasekali bodoh ini… marilah kita buktikan melalui kesaksian-kesaksian ilahi keduanya bahwa Kristus adalah Allah dan bahwa Maria adalah Bunda Allah.” ~ Yohanes Kasianus
|
|
MARIA MENGANDUNG DALAM JIWANYA SEBELUM IA MENGANDUNG DALAM TUBUHNYA
oleh: St. Leo Agung, Paus (wafat thn 461)
 Seorang perawan dari kerajaan keluarga Daud dipilih. Ia akan melahirkan seorang kanak-kanak kudus, Dia yang sekaligus Allah dan manusia. Ia akan mengandung-Nya dalam jiwanya sebelum ia mengandung-Nya dalam tubuhnya. Di hadapan peristiwa yang begitu luar biasa ini ia tidak perlu merasa takut karena ketidakmengertiannya akan rancangan ilahi; malaikat mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi atas dirinya melalui Roh Kudus. Ia percaya bahwa tak akan ada kehilangan dalam hal keperawanan, ia yang segera akan menjadi Bunda Allah. Mengapakah ia harus patah hati terhadap bentuk perkandungan yang baru ini ketika kepadanya dijanjikan bahwa itu akan terjadi melalui kuasa Yang Mahatinggi? Ia percaya, dan imannya diteguhkan dengan kesaksian dari suatu perbuatan ajaib sebelumnya: melampaui segala pengharapan, Elisabet mengandung. Allah memungkinkan seorang perempuan mandul mengandung; Ia layak dipercaya ketika Ia menjanjikan hal yang sama kepada seorang perawan.
Putra Allah yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah, melalui Siapa segala sesuatu dijadikan, dan tanpa-Nya tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan, menjadi manusia untuk membebaskan manusia dari kematian kekal. Ia membungkuk rendah untuk mengangkat kerendahan kita tanpa kehilangan kemuliaan-Nya Sendiri. Ia tetap Ia adanya. Ia ingin mempersatukan kodrat seorang hamba dengan kodrat di mana Ia setara dengan Allah Bapa. Ia ingin mempersatukan kedua kodrat dalam suatu persatuan yang mengagumkan hingga kemuliaan dari yang lebih agung tiada akan melenyapkan yang lebih hina ataupun pengangkatan yang lebih rendah tidak akan menyuramkan keagungan yang lebih tinggi.
Apa yang menjadi milik masing-masing kodrat dipertahankan sepenuhnya dan bersatu dengan yang lain lewat satu Pribadi: kerendahan diangkat oleh keagungan, kelemahan oleh kekuatan, kefanaan oleh keabadian. Guna membayar hutang kondisi manusiawi kita, kodrat yang tak dapat menderita dipersatukan dengan kodrat yang rentan menderita, dan sungguh Allah dan sungguh Manusia menghampakan diri demi memungkinkan persatuan itu, yakni Tuhan. Ini dilakukan demi memungkinkan bentuk pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan manusiawi kita: pengantara yang satu dan sama antara Allah dan manusia dapat mati karena kodrat yang satu, dan dapat bangkit kembali karena kodrat yang lain. Jadi, adalah tepat, bahwa kelahiran yang mendatangkan keselamatan tidak mengakibatkan kerusakan pada integritas keperawanan; kelahiran Kebenaran pada saat yang sama adalah pelindung keperawanan.
Saudara-saudara terkasih, kelahiran macam ini tepat bagi Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah: suatu kelahiran di mana Ia adalah satu dengan kita dalam kodrat manusiawi tetapi jauh melampaui kita dalam ke-Allah-an-Nya. Andai Ia bukan sungguh Allah, Ia tiada akan dapat mendatangkan pemulihan bagi kita; andai Ia bukan sungguh manusia, Ia tiada akan dapat memberikan teladan kepada kita.
Dan demikianlah saat kelahiran Tuhan kita, para malaikat bermadah dalam sukacita: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan mereka memaklumkan damai kepada umat-Nya di bumi sementara mereka melihat Yerusalem surgawi dibangun dari segala bangsa-bangsa di dunia. Jika para malaikat di tempat tinggi begitu bersorak-sorai atas karya mengagumkan dari kebaikan Allah ini, betapa sukacita yang didatangkannya atas hati manusia yang rendah hati?
“Sabda yang diperanakkan Bapa di tempat yang tinggi, secara tak terkatakan, tak dapat dimengerti, tak terpahami, dan kekal abadi, adalah Ia yang dilahirkan pada masanya di bawah sini oleh Perawan Maria, Bunda Allah.”
~ Athanasius
|
|
IA YANG PERCAYA DENGAN IMAN, MENGANDUNG DENGAN IMAN
oleh: St Agustinus, Uskup (354-430)
 Merentangkan tangan-Nya ke arah para murid, Kristus Tuhan memaklumkan: Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku, barangsiapa melakukan kehendak BapaKu yang mengutus-Ku dialah saudara-Ku laki-laki dan saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku. Aku mendesak kalian untuk merenungkan kata-kata ini. Adakah Perawan Maria, yang percaya dengan iman dan mengandung dengan iman, yang terpilih dari siapa Juruselamat kita dilahirkan di antara manusia, yang diciptakan Kristus sebelum Kristus dijadikan di dalam dia - tidakkah ia melakukan kehendak Bapa? Perawan Maria sudah barang tentu melakukan kehendak Bapa, dan baginya jauh lebih berarti menjadi seorang pengikut Kristus daripada menjadi BundaNya, dan ia lebih diberkati sebagai pengikut-Nya daripada sebagai BundaNya. Baginya suatu kebahagiaan untuk mengandung dalam rahimnya seorang Putra yang akan ditaatinya sebagai Tuhannya.
Sekarang dengarkan dan lihatlah apakah kata-kata Kitab Suci selaras dengan apa yang telah aku katakan. Tuhan sedang lewat dan orang banyak mengikuti-Nya. Mukjizat-mukjizat-Nya memberi bukti akan kuasa ilahi, dan seorang perempuan berseru: Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau! Tetapi Tuhan, yang tak menghendaki orang mencari kebahagiaan hanya dalam hubungan jasmani semata, menjawab: Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya. Maria mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya, dan jadi ia diberkati. Maria mencamkan kebenaran Allah dalam benaknya, suatu hal yang lebih luhur dari mengandung tubuh-Nya dalam rahimnya. Kebenaran dan tubuh, keduanya adalah Kristus: Ia dipelihara dalam benak Maria sejauh Ia adalah kebenaran, Ia dikandung dalam rahimnya sejauh Ia adalah manusia; akan tetapi apa yang dipelihara dalam benak merupakan suatu tingkatan yang lebih tinggi dari apa yang dikandung dalam rahim.
Perawan Maria sekaligus suci dan terberkati, namun demikian Gereja lebih besar darinya. Maria adalah bagian dari Gereja, seorang warga Gereja, seorang anggota yang kudus, unggul - paling unggul, namun demikian tetap saja anggota dari keseluruhan tubuh. Tak diragukan lagi tubuh lebih besar dari Maria, yang adalah anggota tubuh. Tubuh ini memiliki Kristus sebagai kepalanya; kepala dan tubuh menjadi Kristus yang utuh. Dengan kata lain, kepala kita adalah ilahi - kepala kita adalah Allah.
Sekarang, saudara-saudara terkasih, perhatikanlah aku dengan seksama, sebab kalian juga adalah anggota-anggota Kristus; kalian juga adalah tubuh Kristus. Renungkanlah bagaimana kalian sendiri dapat menjadi seorang di antara mereka yang tentangnya Tuhan mengatakan: Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku. Adakah engkau heran bagaimana engkau dapat menjadi ibunda Kristus? Ia Sendiri mengatakan: Siapapun yang mendengarkan dan melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku. Menjadi saudara laki-laki dan saudara perempuan Kristus, kita dapat memahami ini sebab meski hanya ada satu warisan dan Kristus adalah satu-satunya Putra, namun kerahiman-Nya tiada akan membiarkan-Nya tinggal seorang diri. Adalah kehendak-Nya bahwa kita juga menjadi ahli-ahli waris Bapa, sesama ahli waris bersama Diri-Nya Sendiri.
Sekarang, setelah mengatakan bahwa kalian semua adalah saudara-saudara Kristus, adakah sekarang aku berani menyebut kalian ibunda-Nya? Jauh lebih tidak berani aku menyangkal sabda-Nya Sendiri. Katakanlah kepadaku bagaimana Maria menjadi Bunda Kristus, jika bukan dengan melahirkan anggota-anggota Kristus? Kalian, kepada siapa aku berbicara, adalah anggota-anggota Kristus. Dari siapakah kalian dilahirkan? “Dari Bunda Gereja”, aku dengar jawaban dari hati kalian. Kalian menjadi anak-anak dari ibunda ini pada saat pembaptisan, pada saat itu kalian dilahirkan sebagai anggota-anggota Kristus. Sekarang, kalian pada gilirannya, wajib menghampiri bejana baptis sebanyak mungkin dari antara kalian. Kalian menjadi anak-anak ketika kalian sendiri dilahirkan di sana, dan sekarang dengan membawa mereka yang lain untuk dilahirkan dengan cara yang sama, kalian memiliki kuasa di dalam diri kalian untuk menjadi ibunda Kristus.

“Jika Yesus Kristus, sang Kepala, dilahirkan olehnya [Perawan Maria] … sebagai konsekuensi anggota-anggota dari Kepala ini haruslah juga dilahirkan olehnya … Kepala dan anggota-anggota tubuh dilahirkan oleh Bunda yang sama.”
~ St. Louis de Montfort
|
|
PUJI-PUJIAN KEPADA MARIA, BUNDA ALLAH
oleh: St. Sirilus dari Alexandria (± 376-444)
 Aku melihat di sini suatu himpunan umat Kristiani yang bersukacita berkumpul bersama dalam keadaan siap sedia terhadap panggilan Maria, Bunda Allah yang Tersuci dan Perawan selamanya. Dukacita dahsyat yang menghimpitku berubah menjadi sukacita dengan kehadiran kalian, para Bapa Gereja yang terhormat. Sekarang, perkataan nan indah Nabi Daud sang pemazmur: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun,” telah menjadi kenyataan bagi kita.
Oleh sebab itu, Trinitas yang Mahakudus dan tak terpahami, kami menyalami Engkau yang demi panggilan-Mu kami telah datang berkumpul bersama di gereja Maria, Bunda Allah ini.
Maria, Bunda Allah, kami menyalamimu. Bejana Berharga, yang layak dihormati seluruh dunia, engkau adalah terang yang senantiasa bercahaya, mahkota keperawanan, simbol kebenaran, bait yang tak dapat rusak, tempat yang menampung Dia yang tiada memiliki tempat yang dapat menampungnya, Bunda dan Perawan. Oleh karena engkau, Injil suci dapat mengatakan: “Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN!”
Kami menyalamimu, sebab dalam rahimmu yang suci Ia, yang melampaui segala batasan, dikurung. Oleh karena engkau Tritunggal Mahakudus dimuliakan dan disembah; salib dianggap berharga dan dihormati di seluruh dunia; surga bersorak-sorai; para malaikat dan para malaikat agung bergembira; roh-roh jahat melarikan diri; iblis, si penggoda, dicampakkan dari surga; ras manusia yang jatuh ditinggikan; segenap makhluk yang dirasuki kegilaan berhala telah mendapatkan pengetahuan akan kebenaran; orang-orang percaya menerima baptisan suci; minyak kebahagiaan dicurahkan; Gereja didirikan di segenap penjuru dunia; orang-orang kafir dihantar pada pertobatan.
Apakah lagi yang dapat dikatakan? Oleh karena engkau terang Putra Tunggal Allah telah bercahaya atas mereka yang duduk dalam kegelapan dan dalam bayang-bayang maut; para nabi memaklumkan Sabda Allah; para rasul mewartakan keselamatan kepada kaum kafir; yang mati dibangkitkan kepada hidup, dan para raja memerintah dengan kuasa Tritunggal Mahakudus.
Siapakah gerangan yang dapat mengungkapkan kehormatan luhur Maria dalam kata-kata? Ia sekaligus Bunda dan Perawan. Aku dikuasai oleh ketakjuban akan mukjizat ini. Tentu saja tak seorang pun dapat dilarang tinggal dalam rumah yang telah dibangunnya bagi dirinya sendiri, namun demikian siapakah yang akan mendatangkan olok-olok dengan meminta seorang hamba sahajanya sendiri untuk menjadi ibundanya?
Jadi, lihatlah sukacita segenap alam raya. Kiranya persatuan Allah dan manusia dalam Putra Perawan Maria memenuhi kita dengan ketakjuban dan adorasi. Kiranya kita menjadi gentar dan menyembah Tritunggal yang tak terbagi sementara kita memadahkan pujian bagi Maria - perawan selamanya, bait Allah yang kudus, dan bagi Allah Sendiri, Putranya dan Mempelai yang tak Bercela. Bagi-Nya kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin.”
|
|
“Bunda Maria, Bunda kami, seluruh dunia menghormati engkau sebagai bait terkudus dari Allah yang hidup, sebab melalui engkau keselamatan dunia dimulai. Putra Allah dengan senang hati mengambil rupa manusia darimu. Engkau telah merobohkan dinding pemisah, penghalang antara surga dan bumi yang mengkungkung kami oleh karena ketidaktaatan Adam dan Hawa. Melalui engkau, surga bertemu bumi ketika keilahian dan kemanusiawian bersatu dalam satu pribadi, Allah Manusia.” ~ St. Bernardus
|
|
|
Maria, Ratu Kita, Bunda Kita
oleh:
St. Alfonsus de Liguori, Pujangga Gereja
|
"Cintailah Madonna dan berdoalah Rosario, sebab Rosarionya adalah senjata melawan kejahatan-kejahatan dunia sekarang ini."
~ Padre Pio
|
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|