|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Januari 2010
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
SUARA ORANG YANG BERSERU-SERU DI PADANG GURUN
oleh: St Agustinus, Uskup (354-430)
 Gereja menghormati kelahiran Yohanes sebagai suatu peristiwa yang kudus. Tidak ada pada kita peringatan yang demikian bagi seorang pun bapa yang lain; tetapi adalah signifikan bahwa kita merayakan kelahiran Yohanes dan Yesus. Hari ini tak dapat dibiarkan berlalu begitu saja. Dan bahkan andai penjelasanku tidak selaras dengan martabat pesta ini, kiranya kalian masih tetap merenungkannya secara mendalam dan mendapatkan manfaat darinya.
Yohanes dilahirkan dari seorang perempuan yang terlalu tua untuk melahirkan seorang anak; Kristus dilahirkan dari seorang perawan yang muda belia. Berita kelahiran Yohanes disambut dengan ketidakpercayaan, dan bapanya menjadi bisu. Berita kelahiran Kristus diyakini dan Ia dikandung melalui iman.
Demikianlah topik, sebagaimana yang aku sajikan, untuk dipelajari dan didiskusikan. Tetapi sebagaimana aku katakan sebelumnya, andai aku kekurangan waktu ataupun kemampuan untuk mempelajari makna dari suatu misteri yang begitu mendalam ini, Ia yang berbicara dalam dirimu, bahkan ketika aku tidak ada di sini, akan mengajarimu dengan terlebih baik; sebab Dia-lah yang kalian kontemplasikan dengan penuh devosi, yang kalian sambut ke dalam hati kalian, yang bagi-Nya kalian menjadi bait-Nya.
Jadi, Yohanes muncul sebagai batas di antara kedua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bahwa ia adalah semacam batas, Tuhan Sendiri memberikan kesaksian, ketika Ia berbicara mengenai Taurat dan para nabi hingga Yohanes Pembaptis. Dengan demikian Yohanes mewakili masa lampau dan adalah bentara dari masa baru yang akan datang. Sebagai wakil dari masa lampau, ia dilahirkan dari orangtua yang telah lanjut usia; sebagai bentara dari masa baru, ia dimaklumkan sebagai seorang nabi ketika masih berada dalam rahim ibunya. Sebab kala masih belum dilahirkan, ia melonjak dalam rahim ibunya atas kedatangan Santa Perawan Maria. Dalam rahim ibunya ia telah ditetapkan sebagai seorang nabi, bahkan sebelum ia dilahirkan; dimaklumkan bahwa ia akan menjadi perintis jalan bagi Kristus; bahkan sebelum mereka saling bertatap muka satu sama lain. Inilah peristiwa-peristiwa ilahi bahwa ia dilahirkan, ia menerima namanya, lidah bapanya dilepaskan. Lihatlah bagaimana peristiwa-peristiwa ini merefleksikan realitas.
Zakharia bisu dan kehilangan suaranya hingga Yohanes, perintis jalan Tuhan, dilahirkan dan Zakharia pun memperoleh kembali suaranya. Kebisuan Zakharia tak lain adalah masa nubuat yang tersembunyi, samar, dan terselubung sebelum khotbah Kristus. Atas kedatangan Yohanes, suara Zakharia dilepaskan, dan ini menjadi jelas pada saat kedatangan Dia yang dinubuatkan. Dilepaskannya suara Zakharia pada saat kelahiran Yohanes dapat disejajarkan dengan terbelahnya tabir menjadi dua pada saat penyaliban Kristus. Jika Yohanes memaklumkan kedatangannya sendiri, maka bibir Zakharia tidak akan dibuka. Lidah Zakharia dilepaskan sebab sang suara dilahirkan. Sebab ketika mewartakan kedatangan Tuhan, Yohanes ditanya: Siapakah engkau? Dan ia menjawab: Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun. Suaranya adalah Yohanes, tetapi Tuhan sejak pada mulanya adalah Sabda. Yohanes adalah suara yang bergaung hanya untuk suatu masa; Kristus, Sabda pada mulanya, adalah kekal.
|
|
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes...
Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia ... dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
(Lukas 1:13-17)
|
KESAKSIAN YESUS MENGENAI YOHANES PEMBAPTIS
dikutip dari: Injil Matius 11:7-15
 Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis:
Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau,
ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan - jika kamu mau menerimanya - ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
|
|
“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang Terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.”
(Yohanes 1:6-7)
|
HERODES MENCOBA LAGI BERBICARA DENGAN YOHANES
dari: penglihatan Beata Anna Katharina Emmerick (1774-1824)
Kemudian aku melihat Herodes duduk di semacam tumpuan di atas seekor keledai. Ia disertai oleh Herodias - isteri saudaranya - dengan siapa ia hidup bersama pada waktu itu. Herodias berdandan norak dan tak tahu malu, rambutnya keriting, gaunnya lebar dan melambai-lambai. Ia juga mengendarai seekor keledai dan dilayani oleh serombongan pelayan. Aku melihat mereka memasuki wilayah dekat pembaptisan. Sang isteri, tanpa turun, berhenti beberapa jauhnya; tetapi Herodes turun dan berjalan mendekat untuk berbicara dengan Yohanes yang, meski demikian, tak mengijinkannya datang lebih dekat dari yang sungguh perlu. Herodes berbantah dengan Yohanes sebab telah menjatuhkan hukuman ekskomunikasi terhadapnya tak lama sesudah ia menyerahkan kepada Yohanes dokumen pembelaan atas perkawinannya yang tak sah. Yohanes mengeluarkannya dari segala keikutsertaan dalam pembaptisan dan keselamatan dari Mesias, jika ia menolak memutuskan hubungan aibnya dengan isteri saudaranya. Herodes bertanya kepada Yohanes apakah ia tahu mengenai Seorang bernama Yesus dari Nazaret, yang telah dibicarakan di seluruh negeri, apakah ia membina hubungan dengan-Nya atau tidak dan apakah Orang itu adalah Dia yang kedatangan-Nya terus-menerus diwartakannya. Herodes mendesak Yohanes untuk tanpa ragu memberinya informasi mengenai hal-hal ini, sebab ia bermaksud mengajukan perkaranya di hadapan Dia. Yohanes menjawab bahwa Dia akan memberi Herodes keputusan sama seperti yang diberikannya, bahwa Herodes adalah dan akan senantiasa seorang pezinah, bahwa ia boleh saja mengajukan perkaranya ke manapun ia kehendaki, tetapi perkaranya akan tetap perzinahan, Ketika Herodes bertanya kepada Yohanes mengapakah ia tidak datang mendekat dan mengapakah ia hanya berbicara dari kejauhan, Yohanes menjawab, “Engkau buta sebelumnya, tetapi perzinahan ini telah membuatmu semakin buta. Semakin dekat aku kepadamu, semakin engkau terlebih buta. Tetapi apabila aku ada dalam kuasamu, engkau akan melakukan apa yang akan mendatangkan penyesalan bagimu.” Dengan kata-kata ini Yohanes menyampaikan nubuat atas kematiannya sendiri. Herodes dan isterinya sekarang pergi meninggalkan tempat dengan amat murka.
Waktunya semakin dekat bagi Yesus untuk datang ke pembaptisan dan aku melihat Yohanes amat galau pikirannya. Seolah waktunya sekarang semakin singkat. Cara bertindaknya tak lagi bersemangat, dan ia menjadi amat tertekan. Silih berganti orang-orang datang dari Yerikho, Yerusalem dan dari Herodes dengan tugas untuk mengusir Yohanes dari tempat pembaptisann. Pengikut Yohanes telah memancangkan perkemahan sekeliling tempat pembaptisan hingga jauh. Pendatang-pendatang baru menuntut Yohanes pindah ke sisi lain sungai Yordan. Prajurit-prajurit Herodes merusak pagar tanam-tanaman dan mengusir orang-orang pergi; tetapi mereka tidak bertindak jauh ke kemah Yohanes, yang terletak di antara dua barisan yang dibangun dari keduabelas batu. Perkataan Yohanes kepada para murid dalam peristiwa ini mencerminkan kegelisahan dan patah semangat. Ia sungguh amat merindukan Yesus segera menghadirkan diri untuk pembaptisan, sebab sesudah itu, demikian katanya, ia akan undur diri dari hadapan-Nya ke sisi seberang Yordan. Ia mengatakan kepada mereka bahwa ia tidak akan lama lagi bersama mereka; kata-kata ini amat mendukakan para murid, sebab mereka tidak menghendakinya meninggalkan mereka.
Kisah selengkapnya silakan baca:
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)
YOHANES PEMBAPTIS: “SAKSI” PERTAMA YESUS
dikutip dari: Pesan Angelus Paus Benediktus XVI, 2007
 Yohanes Pembaptis adalah perintis jalan, “suara” yang diutus untuk memaklumkan Inkarnasi Sabda. Karena alasan inilah, mengenangkan kelahiran Yohanes Pembaptis dalam realitanya berarti merayakan Kristus, kegenapan dari janji-janji segala nabi, dan dari antara para nabi Yohanes-lah yang terbesar, yang dipanggil untuk “mempersiapkan jalan” di hadapan Mesias (bdk. Matius 11:9-10).
Semua Injil mengawali kisah kehidupan Yesus di hadapan publik dengan kisah pembaptisan Yesus di Sungai Yordan oleh Yohanes. St Lukas menghadirkan Yohanes dalam kisah Injil dalam suatu kerangka sejarah yang serius. Buku saya “Yesus dari Nazaret” juga diawali dengan pembaptisan Yesus di Yordan, suatu peristiwa yang mendatangkan gaung dahsyat pada waktu itu.
Dari Yerusalem dan dari segenap penjuru Yudea orang banyak datang untuk mendengarkan Yohanes Pembaptis dan dibaptis olehnya di sungai, sementara mereka mengakukan dosa-dosa mereka (bdk. Markus 1:5). Kemashyuran Yohanes Pembaptis berkembang begitu rupa hingga banyak orang bertanya diakah sang Mesias. Tetapi Yohanes - sebagaimana ditekankan oleh penulis Injil - dengan tegas menyangkal: “Aku bukan Mesias” (Yohanes 1:20).
Namun demikian, ia masih “saksi” pertama Yesus, yang menerima pengajaran mengenai-Nya dari surga: “Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus” (Yohanes 1:33). Ini terjadi tepat ketika Yesus, setelah menerima pembaptisan, keluar dari air: Yohanes melihat Roh Kudus dalam rupa burung merpati turun ke atas-Nya.
Pada saat itulah ia “tahu” kepenuhan realita Yesus dari Nazaret dan mulailah “Ia dinyatakan kepada Israel” (Yohanes 1:31), dengan menyebut-Nya sebagai Putra Allah dan penebus manusia: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29).
Sebagai seorang nabi yang otentik, Yohanes memberikan kesaksian akan kebenaran tanpa kompromi. Ia mencela pelanggaran hukum-hukum Allah, bahkan ketika pelakunya adalah orang-orang yang berkuasa. Demikianlah, ketika ia mengecam Herodes dan Herodias karena perzinahan, ia harus membayarnya dengan nyawanya, memeteraikan pelayanannya kepada Kristus dengan kemartirannya.
Marilah kita memohon perantaraan Santo Yohanes Pembaptis bersama dengan perantaraan Santa Perawan Maria Tersuci agar Gereja pada masa kita tahu bagaimana menjadi senantiasa setia kepada Kristus dan memberikan kesaksian dengan gagah berani mengenai kebenaran-Nya dan kasih-Nya kepada segenap umat manusia.
... Marilah kita mohon karunia pertobatan sejati dan bertumbuh dalam kekudusan, agar hidup kita mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan mempercepat kedatangan kerajaan-Nya. Atas kalian semua saya menyampaikan berkat sukacita dan damai Tuhan!
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|