|
Pesan Fabianus Tibo Cs:
“Sekali Lagi, Pemerintah Jangan Memelihara Kejahatan.”
Berita tentang eksekusi mati terhadap Fabianus Tibo (60), Marinus Riwu (48) dan Dominggus da Silva (39), diagendakan Sabtu (12/8) pukul: 00.15 Wita itu, akhirnya batal, karena alasan teknis. Meski mengetahui jiwa trio asal Flores itu dalam keadaan terancam hukuman mati, Tibo yang adalah juru bicara dari ketiga terpidana mati itu melayangkan `protes' kepada Presiden SBY.
Dari balik ruang isolasi, Tibo melayangkan protes kepada Presiden SBY, agar menggunakan perintah suara hati, dari nuraninya yang paling dalam, untuk meninjau kembali putusan hukuman mati terhadap ketiganya (Tibo, Marinus dan Dominggus -red). Tibo menyesalkan keputusan eksekusi tersebut segera dilakukan, sedangkan pihaknya masih punya kesempatan untuk mengajukan grasi ke-II kepada Mahkamah Agung RI. Berikut komentar Tibo dari balik ruang isolasinya.
Apa komentar Pak Tibo soal eksekusi yang akan dijalankan?
Kami bertiga tidak mau menerima hukuman mati, karena bukan kami yang melakukan pembunuhan, melainkan kami `membantu menyelamatkan orang lain'. Untuk itu, kami minta kepada Bapak Presiden SBY, supaya proses perkara ini ditinjau kembali. Kenapa, orang yang membunuh, memperkosa dan yang membakar itu dibebaskan di luar, sementara kami yang hanya menolong orang yang benar-benar jiwanya terancam itu, justru kami dihukum mati, bagaimana itu hukum di Indonesia yang sebenarnya? Orang yang menolong manusia dengan jumlah ratusan jiwa, kok malah dihukum mati. Sedangkan mereka yang membunuh, memperkosa, membakar dan menjarah barang-barang milik orang lain kok dibebaskan? Saya ingin bertanya, di mana hukum di Indonesia. Saya mohon supaya Pemerintah (Bapak Presiden RI) untuk kembali memikirkan supaya perkara ini ditinjau kembali dengan hati nurani bapak presiden yang sedalam-dalamnya. Jadi, itu yang karni minta!
Pak Tibo, di hari-hari terakhir ini apa saja yang Anda lakukan, di Lapas?
Ya, kalau kami di dalam lembaga ini biasanya melakukan ibadah. Selain itu masih ada kegiatan lain seperti menganyam bakul, juga ada kesempatan untuk kami saling bergaul dengan sesama teman di dalam lapas ini. Kami di dalam lapas ini tidak ada yang istilah berantem, tidak saling bakuhantam, salah paham dengan teman-teman sesama penghuni lapas. Kami hanya merasa senasib di antara satu dengan yang lain di dalam lembaga ini. Kalau memang apa yang saya bicara ini tidak betul, silahkan tanya kepada bapak pimpinan Lapas. Enam tahun merupakan waktu yang cukup panjang untuk saling mengenal sesama penghuni Lapas. Kami sudah 6 tahun lebih di lembaga ini mungkin kami sudah berbuat yang tidak baik, maka silahkan tanya kepada bapak kepala lembaga atau para pegawai yang ada di Lapas ini.
Apakah Pak Tibo sedang menjalani isolasi di sana?
Ya, sekarang kami sudah tiga (3) hari menjalani isolasi.
Pak Tibo, apakah Anda ingin menyampaikan pesan?
Ya, saya meminta agar semua yang terkait, terutama kepada Bapak Presiden, secara hati nurani yang sedalam-dalamnya agar persoalan ini ditinjau kembali. Oknum-oknum yang terkait, yang membuat kejahatan itu segera ditangkap. Jangan pemerintah memelihara kajahatan. Jadi itu yang bisa saya sampaikan. ** desse
Sumber: Tabloid Rohani Populer Sabda, No. 85/thn IX/2006
|