|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
April 2008
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
GEREJA - DIDIRIKAN OLEH YESUS KRISTUS
dikutip dari: Katekismus Gereja Katolik, #763-766
 Tugas Putra dan alasan pengutusan-Nya ialah melaksanakan rencana keselamatan Bapa dalam kepenuhan waktu. “Sebab Tuhan Yesus mengawali Gereja-Nya dengan mewartakan kabar bahagia, yakni kedatangan Kerajaan Allah yang sudah berabad-abad lamanya dijanjikan dalam Kitab Suci” (LG 5). Untuk memenuhi kehendak Bapa, Kristus mendirikan Kerajaan surga di dunia. Gereja adalah “Kerajaan Kristus yang sudah hadir dalam misteri” (LG 3).
“Kerajaan itu menampakkan diri kepada orang-orang dalam sabda, karya dan kehadiran Kristus” (LG 5). Mereka yang menerima sabda Yesus “telah menerima Kerajaan Allah” (ibid). Benih dan awal Kerajaan ini adalah “kawanan kecil” (Luk 12:32) orang-orang, yang Yesus telah kumpulkan di sekeliling-Nya dan yang gembala-Nya adalah Dia Sendiri. Mereka membentuk keluarga Yesus yang sebenarnya. Mereka yang Ia himpun di sekitar-Nya, diajarkan-Nya satu cara bertindak yang baru dan satu doa khusus.
Tuhan Yesus memberi kepada persekutuan-Nya sebuah struktur yang akan tinggal sampai Kerajaan-Nya disempurnakan. Pada tempat pertama terdapat pilihan keduabelasan dengan Petrus sebagai pemimpin. Mereka mewakili keduabelas suku bangsa Israel dan dengan demikian merupakan batu-batu dasar Yerusalem Baru. Keduabelasan itu dan murid-murid yang lain mengambil bagian pada perutusan Kristus, pada kekuasaan-Nya, tetapi juga pada nasib-Nya. Melalui semua tindakan ini Kristus mendirikan dan membangun Gereja-Nya.
Tetapi Gereja muncul terutama karena penyerahan diri Kristus secara menyeluruh untuk keselamatan kita, yang didahului dalam penciptaan Ekaristi dan direalisasikan pada kayu salib. “Permulaan dan pertumbuhan itulah yang ditandakan dengan darah dan air, yang mengalir dari lambung Yesus yang terluka di kayu salib” (LG 3). “Sebab dari lambung Kristus yang beradu di salib, muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan” (SC 5). Seperti Hawa dibentuk dari rusuk Adam yang sedang tidur, demikian Gereja dilahirkan dari hati tertembus Kristus yang mati di salib.
“Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
~ Matius 16:18
|
|
GEREJA: SATU, KUDUS, KATOLIK DAN APOSTOLIK
dikutip dari “Konstitusi Dogmatis tentang Gereja”, #8
 Kristus, satu-satunya Pengantara, di dunia ini telah membentuk Gereja-Nya yang kudus, persekutuan iman, harapan dan cinta kasih, sebagai himpunan yang kelihatan. Ia tiada hentinya memelihara Gereja. Melalui Gereja Ia melimpahkan kebenaran dan rahmat kepada semua orang. Adapun serikat yang dilengkapi dengan jabatan hirarkis dan Tubuh Mistik Kristus, kelompok yang nampak dan persekutuan rohani, Gereja di dunia dan Gereja yang diperkaya dengan karunia-karunia sorgawi, janganlah dipandang sebagai dua hal; melainkan semua itu merupakan satu kenyataan yang kompleks, dan terwujudkan karena perpaduan unsur manusiawi dan ilahi. Maka berdasarkan analogi yang cukup tepat Gereja dibandingkan dengan misteri Sabda yang menjelma. Sebab seperti kodrat yang dikenakan oleh Sabda ilahi melayani-Nya sebagai upaya keselamatan yang hidup, satu dengan-Nya dan tak terceraikan daripada-Nya, begitu pula himpunan sosial Gereja melayani Roh Kristus, yang menghimpunkannya demi pertumbuhan Tubuh-Nya (lih Ef 4:16).
Itulah satu-satunya Gereja Kristus yang dalam Syahadat iman kita akui sebagai Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Sesudah kebangkitan-Nya Penebus kita menyerahkan Gereja kepada Petrus untuk digembalakan (lih Yoh 21:17). Ia mempercayakannya kepada Petrus dan para rasul lainnya untuk diperluaskan dan dibimbing (lih Mat 28:18 dst), dan mendirikannya untuk selama-lamanya sebagai “tiang penopang dan dasar kebenaran” (lih 1Tim 3:15). Gereja itu, yang di dunia ini disusun dan diatur sebagai serikat, berada dalam Gereja Katolik, yang dipimpin oleh pengganti Petrus dan para Uskup dalam persekutuan dengannya, walaupun di luar persekutuan itu pun terdapat banyak unsur pengudusan dan kebenaran, yang merupakan karunia-karunia khas bagi Gereja Kristus dan mendorong ke arah kesatuan katolik.
Seperti Kristus melaksanakan karya penebusan dalam kemiskinan dan penganiayaan, begitu pula Gereja dipanggil untuk menempuh jalan yang sama, supaya menyalurkan buah-buah keselamatan kepada manusia…. Gereja mewartakan salib dan wafat Tuhan, hingga Ia datang (lih 1Kor 11:26). Sementara itu Gereja diteguhkan oleh daya Tuhan yang telah bangkit, untuk dapat mengatasi sengsara dan kesulitannya, baik dari dalam maupun dari luar, dengan kesabaran dan cinta kasih, dan untuk dengan setia mewahyukan misteri Tuhan di dunia, kendati dalam kegelapan, sampai ditampakkan pada akhir zaman dalam cahaya yang penuh.
|
|
“Istilah biblis untuk Gereja [ekklesia] secara harafiah berarti “undangan untuk berkumpul”. Itu berarti himpunan orang-orang, yang dipanggil oleh Sabda Allah, supaya mereka membentuk satu Umat Allah, dan dipelihara oleh Tubuh Kristus, menjadi Tubuh Kristus sendiri.”
~ Katekismus Gereja Katolik, #777
|
GEREJA SEBAGAI KUMPULAN UMAT ALLAH
oleh: St Sirilus dari Yerusalem, Uskup (± 315-386)
 Gereja kita disebut Katolik atau umum sebab Gereja telah tersebar luas ke segenap penjuru dunia, dari ujung bumi yang satu ke ujung yang lain. Lagi, Gereja kita disebut Katolik sebab Gereja dengan sepenuhnya dan tak henti-hentinya mengajarkan segala ajaran yang wajib disampaikan kepada pengetahuan manusia, entah itu menyangkut hal-hal yang kelihatan atau yang tak kelihatan, realita surgawi atau hal-hal duniawi. Alasan lain bagi nama Katolik adalah bahwa Gereja membawa ke dalam ketaatan agama segala lapisan masyarakat, para penguasa dan rakyat, mereka yang berpendidikan dan yang tak berpendidikan. Dan akhirnya, Gereja layak mendapatkan gelar Katolik sebab Gereja menyembuhkan dan memulihkan secara tak terbatas segala macam dosa yang dapat dilakukan dalam jiwa atau dalam tubuh, dan karena Gereja memiliki dalam dirinya sendiri segala macam keutamaan yang dapat disebut, entah keutamaan itu dilakukan dalam perbuatan atau dalam perkataan atau dalam suatu bentuk karisma rohani.
Secara paling tepat disebut Gereja, yang berarti suatu “kumpulan dari mereka yang dipanggil,” sebab Gereja “memanggil” segenap umat manusia dan mengumpulkannya bersama, seperti yang disabdakan Tuhan dalam Imamat: Kumpulkanlah segenap umat di pintu kemah pertemuan. Patut juga diperhatikan bahwa kata “kumpulan” dipergunakan untuk pertama kalinya dalam Kitab Suci pada saat ketika Tuhan menunjuk Harun sebagai imam besar. Seperti dicatat dalam Kitab Ulangan, Tuhan bersabda kepada Musa: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku. Terdapat pernyataan lebih lanjut mengenai kumpulan dalam ayat mengenai kedua loh batu: TUHAN memberikan kepadaku kedua loh batu, yang ditulisi jari Allah, di mana ada segala firman yang diucapkan TUHAN kepadamu di gunung itu dari tengah-tengah api, pada hari perkumpulan; seolah ia mengatakan, bahkan dengan terlebih jelas, “pada hari ketika kalian dipanggil oleh Tuhan dan berkumpul bersama.” Pula, pemazmur mengatakan: Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah.
Di masa yang silam, pemazmur mendaraskan: Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu yang berasal dari sumber Israel! Tetapi sekarang Juruselamat telah membentuk suatu jemaah kudus yang kedua, Gereja Kristiani kita, dari orang-orang kafir. Mengenai inilah Ia berbicara kepada Petrus: Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kini, sementara gereja pertama yang ada di Yudea telah ditolak, gereja-gereja Kristus berlipatganda ke segenap penjuru dunia, dan mengenai mereka dikatakan dalam Mazmur: Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Mengenai Gereja Katolik yang kudus ini, Paulus menulis kepada Timotius: Sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.
|
|
“Gereja adalah satu-satunya, Katolik Roma! Dan jika hanya ada satu yang tersisa di atas muka bumi ini, pastilah ia Gereja yang satu, yang universal, yakni Gereja Katolik, Gereja Yesus Kristus yang atasnya alam maut tidak akan berkuasa.”
|
GEREJA KATOLIK DAN PERLAWANAN DARI DUNIA
oleh: Uskup Fulton Sheen
 Bukannya lebih dari seratus orang di Amerika Serikat yang membenci Gereja Katolik. Melainkan ada berjuta-juta orang yang membenci apa yang mereka yakini secara salah mengenai Gereja Katolik - yang, tentu saja, sesungguhnya berbeda dari yang mereka yakini. Berjuta-juta orang ini hampir tak dapat disalahkan karena membenci Katolik sebab Katolik “menyembah patung-patung”; sebab Katolik “menempatkan Bunda Maria sejajar dengan Allah”; sebab Katolik “mengatakan bahwa indulgensi adalah ijin untuk berbuat dosa”; sebab Paus “adalah seorang Fascist”; sebab Gereja adalah “pembela kapitalisme.” Andai Gereja mengajarkan atau meyakini salah satu dari hal-hal di atas, Gereja memang patut dibenci. Tetapi pada kenyataannya Gereja tidak meyakini atau mengajarkan bahkan satupun dari semua itu. Jadi, kebencian dari berjuta-juta orang itu ditujukan melawan kesesatan dan bukan kebenaran. Sesungguhnya, andai kita umat Katolik percaya akan segala ketidakbenaran dan dusta seperti yang dikatakan melawan Gereja, kemungkinan kita akan seribu kali lebih membenci Gereja daripada mereka.
Andai saya bukan seorang Katolik, dan sedang mencari-cari Gereja yang benar dalam dunia sekarang ini, pastilah saya akan mencari Gereja yang tidak bergaul baik dengan dunia; dengan kata lain, saya akan mencari Gereja yang dibenci dunia. Alasan saya dalam melakukan hal ini ialah, bahwa jika Kristus ada di salah satu dari gereja-gereja di dunia pada masa ini, pastilah Ia masih tetap dibenci seperti Ia dibenci ketika Ia di dunia sebagai manusia. Jika kalian rindu menemukan Kristus pada masa sekarang ini, maka carilah Gereja yang tidak bergaul baik dengan dunia. Carilah Gereja yang dibenci oleh dunia, seperti Kristus dibenci oleh dunia. Carilah Gereja yang dituduh sebagai ketinggalan jaman, seperti Tuhan kita dituduh sebagai tidak berpengetahuan dan tidak terpelajar. Carilah Gereja yang dicemooh manusia sebagai kelas bawah, seperti mereka mencemooh Tuhan kita sebab Ia berasal dari Nazaret. Carilah Gereja yang didakwa dipengaruhi setan, seperti Tuhan kita dituduh kerasukan Beelzebul, Pangeran Kegelapan. Carilah Gereja yang ditolak dunia karena memaklumkan infalibilitas, seperti Pilatus menolak Kristus karena Ia menyatakan Diri sebagai Kebenaran. Carilah Gereja yang di tengah kekalutan pendapat yang saling bertentangan, para anggotanya saling mengasihi seperti mereka mengasihi Kristus, dan menghormati suara Gereja sebagai suara Pendiri-nya Sendiri, dan maka prasangka pun merebak, bahwa jika Gereja tidak sehaluan dengan roh dunia, maka Gereja bukan duniawi, dan jika Gereja bukan duniawi, maka Gereja berasal dari luar dunia. Dan karena Gereja berasal dari luar dunia, Gereja dicintai secara tak terbatas dan secara tak terbatas pula dibenci seperti Kristus Sendiri…. Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja pada masa sekarang ini yang memiliki asal muasalnya dari jaman Kristus. Sejarah telah amat begitu jelas mengenai hal ini, sungguh mengherankan bagaimana begitu banyak orang tidak melihat kejelasan ini….”
|
|
“BERBAHAGIALAH MENJADI KATOLIK!”
Kita sebagai umat Katolik di Keuskupan Surabaya hendaknya melihat iman kita ini bukan sebagai kebetulan saja. Saya beriman akan Kristus dalam Gereja Katolik bukanlah kebetulan. Ada panggilan, ada tugas, ada misi hidup, karena terlebih dahulu menyadarinya sebagai anugerah Allah. Silakan mencari dan menemukan keindahan, kebahagiaan yang nampaknya tidak menarik tetapi sebenarnya penuh dengan kebijaksanaan hidup dari ajaran para rasul sampai sekarang dan akan datang. Singkatnya, berbahagialah menjadi Katolik dan berbanggalah karena kita punya misi hidup tertentu. Kristus yang kita wartakan adalah Dia yang tetap selamanya (1 Petrus 1:25).
~ Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono, 29 Juni 2007
|
UMAT BERIMAN KATOLIK
dikutip dari: Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, #14
 Maka terutama kepada umat beriman Katoliklah konsili suci mengarahkan perhatiannya. Berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi, konsili mengajarkan bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis (lih Mrk 16:16; Yoh 3:5). Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui baptis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.
Dimasukkan sepenuhnya ke dalam sertifikat Gereja mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan di dalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabunggkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan. Tetapi tidak diselamatkan orang, yang meskipun termasuk anggota Gereja namun tidak bertambah dalm cinta-kasih; jadi yang “dengan badan” memang berada dalam pangkuan Gereja, tetapi tidak “dengan hatinya”. Pun hendaklah semua Putera Gereja menyadari, bahwa mereka menikmati keadaan yang istimewa itu bukan karena jasa-jasa mereka sendiri, melainkan berkat rahmat Kristus yang istimewa pula. Dan bila mereka tidak menanggapi rahmat itu dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, mereka bukan saja tidak diselamatkan, malahan akan diadili lebih keras.
Para calon baptis, yang karena dorongan Roh Kudus dengan jelas meminta supaya dimasukkan ke dalam Gereja, karena kemauan itu sendiri sudah tergabung padanya. Bunda Gereja sudah memeluk mereka sebagai putera-puterinya dengan cinta kasih dan perhatiannya.
|
|
“Alangkah indahnya agama kita! Bukan mengeringkan hati (seperti yang disangka dunia), melainkan menghaluskannya sehingga membuat kita mampu mencintai; mencintai dengan cinta kasih yang hampir tak terbatas, sebab kita akan terus mencintai setelah hidup fana ini. Hidup sekarang ini diberikan kepada kita semata-mata untuk menyongsong tanah air surgawi, di mana kita akan berjumpa dengan orang-orang yang kita cintai semasa di dunia.”
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
|