|
Tanda Salib
1.
Tanda Salib merupakan senjata yang paling ampuh melawan setan. Sebab itu, Gereja menghendaki agar, bukan saja kita patut terus-menerus mencamkannya dalam benak kita guna mengingatkan betapa bernilainya jiwa kita dan betapa banyak jiwa kita telah berhutang kepada Yesus Kristus, melainkan juga kita patut menandai diri dengan Tanda Salib di setiap gerak laku kita: saat kita pergi tidur, saat kita terjaga di tengah malam, saat kita bangun, saat kita memulai suatu aktivitas, dan di atas segalanya, saat kita dicobai.
Dapat kita katakan bahwa seorang Kristiani yang membubuhkan Tanda Salib dengan tindak saleh sejati, begitulah istilahnya, dengan sepenuhnya sadar akan tindakan yang dilakukannya, membuat segenap neraka gemetar. Apabila kita membuat Tanda Salib, hendaknyalah kita melakukannya bukan karena sekedar kebiasaan belaka, melainkan dengan rasa hormat, dengan khusuk dan sepenuhnya sadar akan apa yang sedang kita lakukan. Ah, Tuhan terkasih, betapa kita dipenuhi dengan khidmad yang saleh apabila kita menandai diri dengan Tanda Salib, dan diingatkan bahwa kita sedang memaklumkan segala yang kita anggap kudus dan paling sakral dalam agama kita!
2.
Tanda Salib amat dahsyat bagi iblis, sebab dengan salib kita terhindar darinya. Hendaknyalah kita membuat Tanda Salib dengan hormat dan khidmad. Kita mulai dengan dahi: yakni kepala, ciptaan - Bapa; lalu hati: kasih, hidup, penebusan - Putra; lalu kedua bahu: kekuatan - Roh Kudus. Semuanya mengingatkan kita pada salib. Kita sendiri dijadikan dalam bentuk sebuah salib. Di surga kita akan diberi makan oleh napas Allah… Allah yang baik akan menempatkan kita sebagaimana seorang arsitek menempatkan batu-batu dalam sebuah bangunan - masing-masing pada tempatnya yang tepat. Jiwa-jiwa para kudus merupakan pondasi surga. Mereka merasakan suatu pancaran dari surga, di mana mereka mandi dan membenamkan diri… Sebagaimana para murid di Gunung Tabor tak melihat siapapun selain Yesus saja, demikianlah jiwa-jiwa rohani, di Tabor hati mereka tak lagi melihat suatupun selain Tuhan kita. Mereka adalah dua sahabat, yang tiada pernah bosan satu sama lain…
sumber : “The Armed Crosses by Saint John Vianney”; www.jesus-passion.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net atas ijin Catholic Spiritual Direction.”
|