|
Ziarah Iman bersama Para Kudus:
Juni
30 Juni
St. Bertrandus, Uskup dan Pengaku Iman
Bertrandus dilahirkan pada tahun 553. Terkenal sebagai imam yang pemurah, rela memberikan tanah warisannya kepada gereja dan orang-orang miskin. Ia ditahbiskan imam di Paris. Pada tahun 587 ia dipilih menjadi Uskup di Le Mans, sebuah kota kecil. Bertrandus menerima sejumlah tanah untuk kepentingan gereja. Tanah tersebut dimanfaatkannya untuk membangun gereja dan biara serta rumah penginapan bagi para peziarah. Bertrandus meninggal dunia pada tahun 625 dalam usia 70 tahun.
St. Theobaldus, Pertapa
Theobaldus dilahirkan pada tahun 1017 di Provins, Perancis. Ia mengagumi cara hidup dan perjuangan para kudus untuk mencapai kesempurnaan hidup Kristiani. Ia meninggalkan rumah pada tahun 1054. Ia pergi ke Luxemburg dan bekerja sebagai pembakar arang bagi tetangganya yang bekerja sebagai tukang besi. Namun ia terus menjalani hidup doa dan tapa secara diam-diam. Ia mengasingkan diri ke Salanigo untuk menjalani hidup tapa. Ia ditahbiskan menjadi imam agar lebih pantas menjalankan tugas-tugas misioner. Pada tanggal 30 Juni 1066, Theobaldus meninggal dunia karena sakit. Ia digelari kudus pada tahun 1073 oleh Paus Alexander II.
Renungan:
Murid-murid dari seorang rabi Yahudi mengeluhkan kejahatan di bumi. Mereka meminta nasihat sang Rabi mengenai bagaimana mengusir kejahatan. Sang Rabi menyuruh mereka mengusir kegelapan dalam bilik-bilik kecil. Mula-mula, sang Rabi menyuruh mereka mengusir dengan sapu; tidak berhasil. Kemudian dengan ranting; tidak berhasil pula kegelapan diusir. Kemudian sang Rabi berkata, “Anak-anaku, hendaknya kalian menghadapi tantangan kegelapan dengan menyalakan sebatang lilin.” Maka murid-murid sang Rabi masuk ke dalam bilik dan menyalakan lilin; kegelapan pun berhasil dihalau. Kejahatan berada di depan mata kita. Dua sikap menyelesaikannya. Pertama, mengeluh. Kedua, kita memakai cara yang salah. Sang Rabi mengajarkan agar kita mulai mengusir kejahatan dari diri kita sendiri dan mendorong perubahan dari dalam diri keluar ke masyarakat. Dengan demikian kita menjadi lilin. St Bertrandus dan St Theobaldus melakukan hal itu dan Tuhan memberkati mereka.
Sumber: “Ziarah Iman Pastor Jan Lali SVD, Renungan Harian Bersama Para Kudus Sepanjang Tahun”; diterbitkan oleh Penerbit Buku Sabda, Yayasan Sabda Bahagia; Jakarta 2005; tambahan dan edit oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
|