|
Mohon Bantuan Doa St Paulus dari Salib
(1)
Ya St Paulus dari Salib yang mulia, di dunia engkau adalah cermin kekudusan dan teladan tobat. Ya pahlawan kesucian, yang dipilih Allah untuk merenungkan siang dan malam Sengsara pedih Putra TunggalNya, dan untuk menyebarluaskan devosi ini melalui perkataan dan perbuatan, pula melalui sarana keluarga religiusmu. Ya Rasul, yang berkuasa dalam perkataan dan perbuatan, engkau melewatkan hidupmu di dunia demi membawa kembali ke kaki Salib jiwa-jiwa para pendosa malang yang tak terhitung banyaknya, sudilah sekali lagi engkau memandang penuh belas kasih dari Surga kepada jiwaku yang malang dan dengarkanlah permohonanku. Perolehkanlah bagiku cinta yang besar akan Sengsara Yesus, agar dengan terus merenungkan Sengsara-Nya aku dapat menjadikan Sengsara-Nya sengsaraku. Buatlah aku menyadari dalam Luka-luka Juruselamat-ku, kejahatan dosa-dosaku dan perolehkanlah bagi dosa-dosaku, sebagaimana dari sumber keselamatan, rahmat airmata duka dan ketetapan hati untuk meneladani tobatmu, jika aku tidak mencontoh teladan kekudusanmu. Perolehanlah bagiku juga, St Paulus, permohonan yang sekarang secara istimewa aku ajukan ke hadapanmu, sementara aku dengan rendah hati berlutut di hadapanmu … (sebutkan permohonan).
Di samping itu, perolehkanlah bagi Bunda Gereja yang Suci, kemenangan atas musuh-musuhnya; bagi para pendosa, anugerah pertobatan; bagi pada bidaah, rahmat untuk kembali dalam persatuan dengan iman Katolik. Dan akhirnya, sudilah menjadi perantara bagiku agar aku, dengan rahmat Allah, kelak dapat mati suci, dan akhirnya tiba di surga untuk menikmati bersamamu Kehadiran-Nya di Surga sepanjang kekekalan masa.
Amin.
(2)
Ya Santo Paulus dari Salib yang mulia, yang dengan merenungkan Sengsara Yesus Kristus mencapai tingkat kemuliaan yang begitu tinggi di dunia dan kebahagiaan di Surga, dan, dengan mewartakan Sengsara-Nya, menawarkan sekali lagi kepada dunia obat yang paling mujarab untuk segala penyakitnya. Perolehkanlah bagi kami rahmat untuk senantiasa mengukir Sengsara-Nya dalam lubuk hati kami, agar kami dapat menuai buah-buah yang sama pada waktunya dan sepanjang kekekalan masa.
Amin.
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net”
|