|
Kemenangan Kristus atas Neraka
dikutip dari Kota Mistik Allah, Bab X
oleh: Venerabilis Maria dari Agreda, mistikus & visionaris (1602-1672)
Lucifer dan roh-roh jahat pengikutnya sepanjang sejarah hidup dan mukjizat Juruselamat kita, tidak pernah dapat memastikan sepenuhnya apakah Tuhan adalah sungguh Allah dan Penebus dunia, dan dengan demikian bagaimanakah martabat Santa Maria Tersuci. Ini memang ditetapkan demikian oleh Penyelenggaraan Ilahi, agar seluruh misteri Inkarnasi dan Penebusan umat manusia dapat lebih pantas digenapi. Lucifer, meski tahu bahwa Allah akan menjadi manusia, namun tidak tahu sama sekali mengenai cara dan kondisi Inkarnasi…
Lucifer dan roh-roh jahat pengikutnya, begitu melihat Tuhan memanggul Salib di atas bahu-Nya yang kudus, ingin lari dan meceburkan diri ke dalam neraka; sebab pada saat itu mereka mulai merasakan dengan daya terlebih hebat karya-karya kuasa Ilahi-Nya. Dengan campur tangan ilahi, siksaan baru ini menyadarkan mereka bahwa Wafat Manusia tak berdosa ini, yang kebinasaan-Nya mereka persekongkolkan dan yang tak mungkin sekedar manusia biasa, memberikan ancaman kebinasaan besar atas mereka. Karenanya mereka bermaksud menyingkir, dan mereka berhenti menghasut kaum Yahudi dan para algojo, seperti yang telah mereka lakukan hingga saat itu.
Akan tetapi perintah Santa Perawan Maria, yang diberlakukan dengan kuasa ilahi, menahan mereka dan, memaksa mereka, yang dibelenggu bagai naga-naga yang paling ganas, untuk menyertai Kristus ke Kalvari. Ujung-ujung rantai misterius yang membelenggu mereka diserahkan ke dalam tangan Maria, Ratu agung yang, dengan kuasa Putra ilahinya, menggiring mereka semua dalam keadaan tak berdaya dan tertindas. Meski berulang kali mereka berupaya untuk meloloskan diri dan mengamuk dalam murka yang sia-sia, mereka tak dapat mengatasi kuasa Bunda surgawi. Bunda Maria memaksa mereka untuk datang ke Kalvari dan berdiri sekeliling Salib, di mana ia memerintahkan mereka untuk diam mematung dan menyaksikan akhir dari misteri agung yang berlangsung di sana demi keselamatan manusia dan kebinasaan mereka sendiri. (…)
Kemudian Juruselamat memaklumkan perkataan pertama, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34). Dengan kata-kata ini pangeran kegelapan sampai pada kepastian penuh bahwa Kristus Tuhan kita sedang berbicara kepada Bapa yang Kekal, bahwa Ia adalah Putra Allah dan sungguh Allah bersama Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, bahwa Ia telah mengijinkan kematian dalam kemanusiaan-Nya yang tersuci dan sempurna, yang dipersatukan dengan Ke-Allah-an demi keselamatan seluruh umat manusia; bahwa sekarang Ia mempersembahkan jasa-jasa-Nya yang mahaberharga tak terhingga demi pengampunan dosa-dosa segenap keturunan Adam, yang hendaknya mengambil manfaat darinya demi keselamatan mereka, tak terkecuali bahkan orang-orang biadab yang menyalibkan-Nya. Atas penemuan ini Lucifer dan roh-roh jahatnya berkobar dalam murka dan keputusasaan begitu rupa hingga mereka serta merta hendak mencampakkan diri secepat kilat ke kedalaman neraka, dan mengerahkan segenap kekuatan mereka demi melakukannya kendati Ratu yang berdaya kuasa.
Dalam perkataan kedua yang diucapkan oleh Tuhan kepada penyamun yang beruntung: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus," setan mengerti bahwa buah-buah Penebusan dalam pembenaran orang-orang berdosa berakhir dengan pemuliaan orang-orang benar. Mereka disadarkan bahwa sejak dari saat ini jasa-jasa Kristus akan mulai berkarya dengan suatu daya dan kekuatan baru, bahwa melaluinya dibukalah pintu-pintu gerbang Firdaus, yang telah ditutup oleh dosa pertama, dan bahwa mulai dari sekarang manusia akan masuk ke dalam kebahagiaan abadi dan menempati kursi-kursi surgawi yang telah disediakan bagi mereka, yang hingga sekarang masih mustahil bagi mereka. (…)
Dalam perkataan ketiga yang diucapkan oleh Tuhan kepada BundaNya: "Perempuan, inilah anakmu!" roh-roh jahat mendapati bahwa Bunda surgawi ini adalah sungguh Bunda Allah Manusia, Perempuan sama yang figur dan tanda nubuatnya telah diperlihatkan kepada mereka di langit pada saat penciptaan mereka, dan yang akan meremukkan kepala mereka sebagaimana dimaklumkan oleh Tuhan di firdaus duniawi. Mereka diberitahu mengenai martabat dan keunggulan Bunda agung ini atas segala makhluk, dan akan kuasanya yang bahkan sekarang mereka alami. Sebab mereka sejak dari awal dunia dan dari penciptaan perempuan pertama, telah mempergunakan segala kelihaian mereka demi menemukan siapakah kira-kira perempuan agung ini yang telah dimaklumkan di langit, dan sementara mereka sekarang mendapatinya dalam diri Maria, yang hingga saat itu tak mereka indahkan, naga-naga ini dicekam murka yang tak terkira…
Perkataan keempat Kristus disampaikan kepada Bapa yang Kekal: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Roh-roh jahat menemukan dalam kata-kata ini bahwa cinta kasih Allah kepada manusia sungguh tak terbatas dan abadi; hingga, demi mewujudkannya, Ia telah secara misterius menahan pengaruh ke-Allah-an atas kemanusiaan-Nya yang Tersuci, dengan demikian mengijinkan sengsara-Nya untuk mencapai tingkat terdahsyat dan untuk menimba darinya buah-buah yang paling berlimpah; bahwa Ia sadar dan dengan penuh kasih mengeluh bahwa Ia dijauhkan dari keselamatan sebagian umat manusia; betapa Ia siap untuk menderita lebih lagi, jika itu ditetapkan oleh Bapa yang Kekal…
Perkataan kelima Kristus, "Aku haus," menegaskan kemenangan Kristus atas setan dan para pengikutnya; mereka dikuasai amarah dan murka sebab Tuhan dengan jelas membiarkan mereka melihat kekalahan total mereka. Dengan perkataan ini mereka mengerti Ia berbicara kepada mereka: Jika apa yang Aku derita bagi manusia, jika kasih-Ku kepada mereka tampak luar biasa bagimu, yakinlah bahwa kasih-Ku kepada mereka masih belum terpuaskan, bahwa kasih-Ku akan terus merindukan keselamatan abadi mereka, dan bahwa air sengsara dan penderitaan yang banyak tak dapat memadamkannya (Kidung Agung 8:7). Betapa terlebih lagi Aku bersedia menderita bagi mereka, jika perlu, demi membebaskan mereka dari tirani iblis dan menjadikan mereka memiliki kuasa dan kuat melawan kejahatan dan kesombongan.
Dalam perkataan keenam Tuhan: "Sudah selesai," Lucifer dan komplotannya diberitahu bahwa misteri Inkarnasi dan Penebusan sekarang telah digenapi dan disempurnakan sepenuhnya seturut ketetapan kebijaksanaan ilahi. Sebab mereka dibuat merasa bahwa Kristus Penebus kita telah dengan taat melakukan kehendak Bapa yang Kekal; bahwa Ia telah menggenapi segala janji dan nubuat yang disampaikan kepada dunia oleh para Bapa di masa silam; bahwa kerendahan hati dan ketaatan-Nya telah menyilih kesombongan dan ketidaktaatan mereka sendiri di surga dengan tak hendak tunduk dan mengakui-Nya sebagai Superior mereka dalam daging; dan bahwa mereka sekarang melalui kebijaksanaan Allah dengan tepat direndahkan dan ditaklukkan oleh Tuhan Sendiri yang mereka lecehkan.
Martabat agung dan jasa-jasa tak terhingga Kristus menuntut bahwa tepat pada saat ini Ia hendaknya melaksanakan tugas dan kuasa Hakim atas para malaikat dan manusia, seperti yang dipercayakan kepada-Nya oleh Bapa yang Kekal. Sekarang Ia mempergunakan kuasa ini dengan melemparkan hukuman pada Lucifer dan segenap pengikutnya, bahwa, dikutuk ke api abadi, mereka serta-merta pergi ke dalam lorong-lorong neraka yang terdalam. Hukuman ini tercakup dalam pemakluman perkataan ketujuh: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Ku-serahkan nyawa-Ku" (Lukas 23:46)… Roh-roh jahat lari tebirit-birit dari Kalvari dan bergegas menuju bagian neraka yang paling dalam dengan terlebih cepat dan dahsyat dibandingkan kilasan kilat menembusi awan-awan kelabu.
Begitu Lucifer diijinkan untuk bertindak lebih lanjut dalam perkara ini dan bangkit dari ketakutan yang melumpuhkannya untuk sementara waktu, ia mulai mengajukan kepada roh-roh jahat pengikutnya rancangan-rancangan baru dari kesombongannya: (…) "Wahai manusia, yang begitu dikasihi dan dikaruniai oleh Allah-mu yang aku benci, dan dicintai begitu hebat oleh-Nya! Bagaimanakah aku menghalangi nasib baikmu? Bagaimanakah aku menimpakan atasmu kegetiranku, sebab aku tak dapat membinasakan kehidupan yang telah engkau terima? Apakah yang akan kita mulai sekarang, hai para pengikutku? Bagaimana kita akan memulihkan kembali kuasa kita? … Melawan hukum dari Penebus ini dan melawan mereka yang mentaatinya, aku bermaksud untuk mengarahkan segala amarah dan murkaku, dan aku akan dengan teramat getir menganiaya mereka yang mendengarkan ajaran Penebus ini dan yang menjadi pengikut-pengikut-Nya; melawan semua ini haruslah pertempuran kita yang tak kenal lelah dilancarkan hingga akhir dunia.
Bab X berakhir dengan perkataan berikut dari Santa Perawan Maria:
Gambaran yang serupa dan reproduksi yang hidup dari Kristus ini menghadapi roh-roh jahat dalam anak-anak pertama Gereja; roh-roh jahat begitu gentar hingga tak berani mendekat dan bergegas melarikan diri dari para rasul dan orang-orang benar yang disemangati ajaran-ajaran Putra ilahiku… Apa yang tampak dalam para kudus dan dalam umat Kristen saleh pada masa itu, akan terjadi pada masa-masa sekarang dengan segenap umat Katolik jika mereka mau menerima rahmat dan bekerjasama dengannya dan bukannya membiarkannya menjadi sia-sia, dan apabila mereka mencari jalan Salib; sebab Lucifer sama gentar akannya sekarang seperti pada masa-masa yang engkau tulis.
Tetapi segera cinta kasih, semangat dan devosi dalam banyak umat beriman mulai menjadi dingin, dan mereka melupakan berkat-berkat Penebusan; mereka menyerah pada kecondongan-kecondongan dan keinginan-keinginan daging mereka, mereka cinta kesia-siaan dan keserakahan, dan membiarkan diri mereka dipikat dan ditipu oleh muslihat palsu Lucifer, yang menyuramkan kemuliaan Juruselamat mereka dan memperdaya mereka masuk ke dalam jerat-jerat para musuh mereka yang mematikan. Kedurhakaan keji ini telah mencampakkan dunia ke dalam keadaan sekarang, dan telah mendorong roh-roh jahat untuk bangkit dalam kesombongan mereka melawan Allah, dengan berani menganggap diri pemilik dari segenap anak-anak Adam akibat kelalaian dan kesembronoan umat Katolik.
sumber : "The Victory of Christ Over Hell as reported by Mary of Agreda"; "Michael Journal" edisi Maret - April 2004; www.michaeljournal.org
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net”
|