|
Kerabat Santo Montfort
“Layanilah Allah dengan hati yang tak terbagi, sebab hati yang terbagi itu hancur.
Semuanya atau tidak sama sekali.” (Kidung 153)
APA ITU KSM?
KSM, yang adalah singkatan dari Kerabat Santo Montfort, adalah nama Indonesia untuk sebuah wadah internasional yang aslinya disebut Perserikatan Maria, Ratu Segala Hati. Yakni, wadah untuk semakin memperdalam hidup Kristiani umat, baik awam, religius maupun rohaniwan, dengan ikut ambil bagian dalam penghayatan ajaran rohani St Louis Marie de Montfort.
St Louis Marie de Montfort adalah seorang kudus yang hidup pada akhir abad ketujuhbelas dan awal abad kedelapanbelas di Perancis. Dalam Gereja, ia dikenal sebagai seorang yang berkobar-kobar mencari dan melayani “Yesus yang hidup dalam Maria”.
Para anggota kelompok KSM menjadikan hidup dan ajaran St Montfort sebagai inspirasi dan bagian utuh hidup kristiani mereka.
Dalam Montfort ditemukan banyak nilai yang senantiasa relevan, karenanya menyumbang pada pendalaman hidup Kristiani, juga untuk Gereja masa kini. Misalnya penekanan Montfort pada nilai tertinggi persatuan dengan Allah yang harus selalu dimohonkan dan diupayakan dalam hidup, pentingnya pengenalan dan persatuan yang mendalam dengan Yesus Kristus yang adalah Sang Kebijaksanaan Abadi yang menjelma dan disalibkan, ketaatan penuh kepada bimbingan Roh Kudus sebagai motor penggerak hidup rohani, perlunya persatuan rohani yang mesra untuk senantiasa membantu proses kelahiran kembali anggota-anggota Gereja, promosi keterlibatan dan kerjasama antara kaum awam dengan pemimpin Gereja dalam rangka karya misi, dan peningkatan perhatian yang semakin besar pada kaum miskin. Inilah antara lain nilai-nilai yang akan diresapkan dan dihayati para anggota KSM.
“Totus Tuus Ego Sum et omnia mea tua sunt. Aku milik-Mu semata-mata dan segala milikku adalah milik-Mu. Ya Yesus yang terkasih melalui Maria BundaMu yang Tersuci.” (Bakti Sejati 233)
UNTUK APA KSM?
KSM berupaya membentuk seorang Kristiani sejati. Kesejatian itu ditandai oleh pertumbuhan yang dinamis dalam rahmat kekudusan sesuai dengan kekudusan Allah yang berkenan Dia anugerahkan kepada setiap umat Kristiani sejak Permandiannya karena iman akan Yesus Kristus. Karenanya, “menjadi kudus” tidak lain berarti menjadi serupa dengan Kristus yang mencintai Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan, dan mencintai sesama seperti kita telah terlebih dahulu dicintai oleh Bapa Surgawi. KSM juga bertujuan untuk mengasah kepekaan akan bimbingan Allah Roh Kudus yang membimbing setiap umat beriman untuk semakin mengenal Yesus dan kehendak-Nya yang ilahi. Akhirnya, KSM juga bertujuan untuk menjadikan Gereja semakin hidup. Ini semua dimungkinkan dengan dihayatinya secara mendalam makna Sakramen Baptis dan arti janji yang diucapkan pada saat pembaptisan. Tepat “pendalaman” inilah yang hendak difasilitasi oleh tindakan “Pembaktian diri kepada Kristus lewat tangan Maria” yang dilakukan KSM; yang tiada lain berarti “pembaharuan yang sempurna dari janji-janji Baptis.”
“Ya Bundaku tersayang dan tercinta, bantulah aku agar mempunyai rohmu saja untuk mengenal Yesus Kristus dan kehendak ilahi-Nya. Kiranya aku hanya mempunyai jiwamu untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Kiranya aku hanya mempunyai hatimu untuk mencintai Allah seperti engkau dengan cinta yang murni dan berkobar-kobar.” (Rahasia Maria 68)
MANFAAT APA YANG DIDAPAT?
Ada banyak keuntungan menjadi anggota KSM. Dari sharing mereka yang telah menempuh jalan "pembaktian diri" ini, beberapa manfaat yang diperoleh adalah:
1. Pengetahuan iman didalami dan disegarkan.
2. Mengalami pertobatan batin oleh karena disapa Kristus yang hadir dan terlibat nyata dalam hidup kita.
3. Mengalami ketaatan yang semakin besar akan bimbingan Roh Kudus yang menyingkapkan kehendak Allah kepada kita.
4. Memiliki kerinduan dan cinta yang semakin berkobar-kobar kepada Allah yang terungkap dalam doa, khususnya doa Rosario, Ekaristi, pengakuan dosa, membaca Kitab Suci, menghayati kehidupan yang sederhana dan memberikan perhatian pada sesama, kesetiaan dalam hal-hal kecil.
5. Semakin mengalami buah-buah Roh Kudus seperti terdapat dalam Galatia 5: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, termasuk kerendahan hati, banyak mendengarkan, semakin memahami orang lain, dll.
APA KELEBIHAN KSM?
1. KSM adalah wadah yang terbuka bagi setiap orang yang telah dibaptis Katolik. Janji-janji Baptis inilah yang nantinya akan diperbaharui dalam KSM dan ini dilakukan melalui tangan Bunda Maria - “dia yang telah setia” - demi menjamin kesetiaan dan pertumbuhan dalam menghayatinya.
2. Seorang anggota KSM bebas untuk tetap terlibat dalam kegiatan di berbagai wadah gerejawi. Menjadi anggota KSM tidak mengimplikasikan terputusnya hubungan orang tersebut dengan kelompoknya atau tertutupnya kemungkinan untuk menggabungkan diri dalam kelompok lain. KSM bersifat terbuka.
3. Konsentrasi pembinaan KSM adalah pada spiritualitas. KSM tidak terutama dikenal dalam penampilannya di luar secara lahiriah, tetapi pada penghayatan batiniah dalam melakukan segala kegiatan. KSM menjadikan pembaktian diri sebagai jantung hati hidup setiap anggotanya.
4. Bentuk pelayanan boleh berbeda-beda, bahkan mungkin ada yang tidak dapat melayani ke luar karena berbagai keadaan. Tetapi, seorang anggota KSM tetap menghayati seluruh hidupnya dalam semangat yang sama. KSM terutama berkonsentrasi pada penancapan tiang-tiang pondasi iman yang kokoh.
APA KEKURANGAN KSM?
Diperlukan komitmen, baik untuk mengikuti proses pembinaan intensif selama setahun, pembinaan follow up selama 3 bulan, maupun untuk penghayatan selanjutnya. Komitmen merupakan sesuatu yang seringkali dihindari sebagian orang yang tidak berani mengambil resiko, tetapi merupakan konsekuensi yang harus ditempuh jika ingin menghayati tujuan untuk apa Allah menciptakan kita, menebus kita dan memelihara kita hingga saat ini, yaitu menjadi kudus dalam hidup di dunia ini dan mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya pada hidup yang akan datang. Maka, dari sudut pandang “tujuan” ini, komitmen sebetulnya bukanlah sebuah kekurangan, melainkan sebuah peluang untuk kemajuan atau pertumbuhan. Konkretnya, komitmen itu bisa dalam bentuk: menyediakan waktu selama dua jam dalam seminggu untuk mengikuti pendalaman rutin, ketekunan untuk membaca dan merenungkan bahan-bahan, kesetiaan mendoakan beberapa doa wajib, mengintensifkan penghayatan batiniah “Pembaktian diri”, yaitu hidup yang sepenuhnya dituntun Roh Kudus (melalui Maria), memilih Maria sebagai model dalam hidup kemuridan (bersama Maria), menceburkan diri dalam persatuan yang tetap dengan Maria (dalam Maria) dan mempersembahkan seluruh hidup untuk Maria (bagi Maria); agar semakin sempurna kita hidup melalui, bersama, dalam dan untuk Yesus Kristus, yang dengan-Nya kita harus menjadikan diri kita serupa demi kemuliaan Allah yang semakin besar!
KONTAK:
 Seminari Montfort "Pondok Kebijaksanaan"
Jl. Joyo Agung 100, RT / RW: 08 / 09
Joyo Grand, Malang 65144
Phone: 0341 558034, 558035
 Rumah Pimpinan Delegasi SMM Indonesia
Jl. Gunung Kencana 8 & 10
Bandung 40142
Phone: 022 2035443
 Novisiat Montfortan
Langgo
Kel. Carep
Kec. Langke Rembog
Ruteng - Flores, NTT 86511
|