|
Las Posadas
Perayaan Menyambut Natal
oleh Sr. Kathryn J. Hermes, fsp and Sr. Marlyn Monge
Las Posadas adalah tradisi perayaan Natal Meksiko yang populer. Posadas dirayakan pada sore, sembilan hari menjelang Natal, yaitu antara tanggal 16 hingga 24 Desember. Balada Posadas menceritakan kisah Maria dan Yosef yang mencari tempat bernaung (Luk 2:4-7). Posadas artinya “penginapan”.
Umat yang ikut ambil bagian dalam perayaan Posadas berkumpul bersama. Anak-anak didandani ala Maria dan Yosef. Orang dewasa, dengan membawa lilin mengiringi Yosef dan Maria (disebut los misterios). Di beberapa tempat bahkan disediakan keledai kecil juga. Mereka semua membentuk suatu arak-arakan dan bersiap pergi mencari posada (penginapan). Arak-arakan mengunjungi rumah-rumah (biasanya tiga rumah setiap sore) yang telah ditentukan sebelumnya. Maria, Yosef dan mereka yang ikut serta dalam prosesi mendatangi pintu rumah pertama sambil bernyanyi, “Adakah tempat bagi kami?” Orang-orang dalam rumah menjawab dengan bernyanyi pula, “Pergilah. Tak ada tempat bagi kalian.” Arak-arakan beralih ke rumah-rumah berikutnya, dan lagi-lagi mereka menolak memberikan tempat berteduh. Namun demikian, pada rumah terakhir, “pengurus penginapan” berbelas kasihan dan menyambut peziarah yang kelelahan itu. Mereka bernyanyi, “Mari masuk, peziarah kudus. Masuklah ke dalam tempat tinggal kami yang sederhana dan ke dalam hati kami. Malam ini sungguh membahagiakan, karena di sini, di bawah atap rumah kami, bernaung Bunda Allah.” Semua orang masuk ke dalam rumah dan perayaan dimulai. Biasanya disediakan makanan, minuman dan sepotong piñata bagi anak-anak.
BALADA POSADAS
1. Atas nama surga
aku mohon tempat bernaung,
sebab isteriku tercinta
tak lagi sanggup melangkah.
Tak ada tempat.
Pergilah, lanjutkan perjalananmu.
Aku tak hendak membuka pintu.
Mungkin saja engkau seorang penyamun.
Jangan usir kami,
berbelaskasihanlah.
Sebab Allah di surga
tak kan lupa mengganjari engkau.
Pergilah sekarang,
jangan usik kami.
Jika aku marah,
aku akan memukulmu.
2. Kami lelah letih
menempuh perjalanan jauh dari Nazareth;
saya seorang tukang kayu
nama saya Yosef.
Aku tak peduli siapa namamu,
biarkan aku melanjutkan tidurku;
kukatakan kepadamu
aku tak hendak membuka pintu.
Ratu surgawi
mohon tempat berteduh,
ya tuan yang baik,
hanya semalam saja.
Oh, jika seorang ratu
yang memohon itu,
bagaimana mungkin malam begini
ia berkelana seorang diri?
3. Isteriku, Maria,
adalah Ratu Surgawi
dan ia akan menjadi Bunda
dari Sabda Ilahi.
Engkaukah Yosef
dan isterimu Maria?
Mari masuklah, peziarah,
aku tak mengenali engkau.
Kiranya Allah mengganjari belaskasihanmu,
ya kalian yang berbaik hati;
dan memenuhi surga
dengan segala sukacita.
Diberkatilah rumah
yang pada hari ini memberi tumpangan
bagi sang Perawan murni
Maria yang menawan!
(Bait terakhir dinyanyikan saat arak-arakan memasuki rumah)
Mari masuk, wahai peziarah;
terimalah tempat ini.
Walau sederhana,
aku menawarkannya setulus hati.
Marilah bernyanyi penuh sukacita.
Marilah bersama merenungkan
Yesus, Maria dan Yosef
yang hari ini datang mengunjungi kita.
Posadas dapat dirayakan dengan berbagai macam cara. Meskipun perayaan tradisional Meksiko ini biasanya dirayakan setiap hari mulai tanggal 16 hingga 24 Desember, Posadas dapat pula diterapkan sesuai jadwal peserta.
Posadas dirayakan secara sederhana maupun meriah. Gunakan kreativitas untuk menghadirkan pengalaman yang memungkinan para partisipan merasa ikut ambil bagian dalam perjuangan Maria dan Yosef dalam mencari tempat penginapan. Pengalaman Posadas membawa orang masuk dalam pesan keselamatan Natal dengan cara istimewa yang penuh makna.
sumber : “Las Posadas A Bilingual Celebration for Christmas” by Sr. Kathryn J. Hermes, fsp and Sr. Marlyn Monge;
Published by Pauline Books & Media; Daughters of St. Paul. All Rights Reserved; www.daughtersofstpaul.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”
|