|
Wajah Setan
(di antara kerapuhan manusia)
oleh: P. Gregorius Kaha, SVD
Dalam kisah-kisah yang bertahun-tahun kita dengar, setan selalu tampil dengan wajah yang seram, menakutkan dan jelek. Maka orang akan ketakutan dan gemetar menghadapi godaan setan. Tetapi sebenarnya di balik kisah Kitab Suci kita, setan juga tampil dengan wajah ramah. Cara setan menggoda manusia kadang sangat halus dan lembut, membuat manusia terlena dan tak sadar. Setan memang punya banyak cara untuk menggoda manusia.
Di padang gurun Yesus dicobai setan. Tampilan iblis sangat halus dengan tawaran yang juga tidak kalah menarik: Roti, Diri sendiri dan Kuasa. Ada sesuatu yang perlu diamati secara baik, yakni ketika Kitab Suci berbicara tentang: “Yesus di bawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai.” Keterangan ini nampak sedikit mengejutkan; bagaimana mungkin Roh membawa Yesus ke sana untuk dicobai? Apakah ini rencana Allah; apakah Yesus masih diragukan, masih belum pantas, maka perlu diuji / dicobai oleh setan? Roh melakukan itu bukan karena Yesus masih diragukan, tetapi mau menunjukan kepada kita bahwa GODAAN atau COBAAN setan adalah bagian dari kehidupan manusia. Godaan iblis datang kepada semua orang, maka setiap kita harus menyadari bahwa setan / iblis ada di dunia, hidup di dunia dan bergiat terus-menerus untuk menjatuhkan manusia. Tujuan iblis adalah “Manusia melawan Allah”. Menurut Yesus, melawan setan harus dengan iman dan keyakinan yang dalam akan kuasa Allah itu sendiri. Maka manusia perlu komit pada prinsip imannya.
Ada tiga prinsip yang ditekankan Yesus, ketika peristiwa pencobaan terjadi atas DiriNya di padang gurun:
Prinsip pertama, manusia bukan hidup dari Roti saja. Ini adalah prinsip Yesus terhadap godaan setan untuk mengubah batu menjadi roti. Memang roti / makanan itu penting dalam kehidupan manusia, tetapi bukan berarti karena roti atau karena alasan cari makan orang berkhianat, orang mengorbankan orang lain, orang lupa Tuhan, orang tidak peduli pada kegiatan bersama. Isi dari prinsip pertama ini, “jangan cari makan” dengan mengorbankan Firman Tuhan.
Prinsip kedua, jangan engkau mencobai Tuhan Allah-mu. Ini adalah prinsip Yesus untuk menangkal tawaran setan supaya Ia terjun dari tempat yang tinggi, melakukan sesuatu yang luar biasa. Hal-hal yang luar biasa atau spektakuler itu perlu, tetapi bukan untuk itu orang menjadi percaya. Iman butuh proses, kadang proses itu nampaknya sangat sederhana dan biasa-biasa saja. Pamer kuasa dan kehebatan justru menunjuk pada rendahnya kualitas iman seseorang.
Prinsip ketiga, hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. Ini adalah prinsip Yesus untuk melawan tawaran iblis menyembah dia. Hanya Tuhan yang patut disembah, setan memang ingin supaya manusia lupa pada Tuhan, ingin supaya manusia tidak hanya mengikuti Tuhan dalam kebaikan tetapi juga keinginan jahat yang ditawarkan setan. Manusia menjadi rapuh; kadang percaya, kadang tidak.
Kisah pencobaan di padang gurun mengingatkan kita bahwa setan menggunakan banyak wajah untuk menjatuhkan kita. Menyadari kerapuhan diri dan berharap pada rahmat Tuhan adalah sikap awal untuk membangun prinsip iman yang jelas. Banyak kita jatuh dalam dosa karena tidak berpegang pada prinsip. Mari kita belajar terus dari Yesus - Guru yang kita kasihi. Selamat menjalankan masa tobat!
|