|
Dukacita Ketujuh
Dengan tergesa Tubuh yang tak bernyawa dibungkus dalam helaian kain lenan yang putih bersih. Nikodemus membawa minyak mur dan minyak gaharu yang diburatkan ke Tubuh-Nya sebelum dibalut dalam kain kafan. Dekat sana ada sebuah makam baru milik Yusuf dari Arimatea; di sanalah Yesus dibaringkan. Bunda Maria dan Yohanes serta para perempuan kudus mengarak-Nya dan melihat dengan terpaku saat batu makam yang besar digulingkan. Selesai sudah.
DOA KE-7 KAPLET:
Tujuh Duka Santa Perawan Maria
P: Ya Tuhan, datanglah menolongku;
U: Ya Kristus, bersegeralah menolongku.
P: Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,
U: seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Aku berdukacita atas engkau, ya Santa Perawan Maria, Bunda yang paling berduka, oleh sebab hantaman dahsyat yang menghancur-luluhkan hatimu yang paling lemah lembut saat pemakaman Yesus.
Bunda terkasih, dengan hatimu yang terbenam dalam kegetiran dukacita, perolehkanlah bagiku keutamaan ketekunan dan karunia kebijaksanaan.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin.
sumber : “The Seven Dolors”; Catholic Tradition; www.catholictradition.org
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Catholic Tradition”
|