|
SP Maria "Stella Maris"
Patung Bunda Maria Bintang Laut, Paroki Ritaebang, Solor
Gelar "Stella Maris" pertama kali muncul kembali pada abad ke-5 ketika St. Hieronimus menerjemahkan nama Ibrani Maria "Miryam", yang berarti "yang tersayang" juga "tetesan laut" ke dalam bahasa Latin "Stilla Maris". Maknanya di kemudian hari bergeser dari "tetesan laut" menjadi "bintang laut" ketika "Stilla Maris" menjadi "Stella Maris". Ini kemungkinan besar terjadi karena kesalahan transkripsi, atau dialek petani, dan gelar itu terus melekat selama berabad-abad.
Maria, Bintang Laut, telah menjadi gelar kesayangan bagi mereka yang mencari nafkah di dekat atau di lautan, karena Maria adalah penenang badai dan cahaya penuntun. Sebelum masa teknologi GPS, para pelaut mengandalkan bintang-bintang kunci semata untuk membantu mereka menavigasi ke mana mereka pergi. Selama Abad Pertengahan, Bintang Utara benar-benar mendapat nama "Stella Maris". Para pelaut selalu dapat mengandalkan Bintang Utara untuk membimbing mereka, karena bintang itu tetap berada di lokasi yang sama sepanjang malam. Demikian pula, Maria tetap teguh di surga membantu membimbing jiwa-jiwa dan menawarkan perlindungannya.
Sama seperti para pelaut berseru kepada Maria memohonnya menjadi pembimbing dan pelindung saat mereka menghadapi lautan berbadai, kita bisa melakukan hal yang sama saat sementara kita mengarungi lautan badai kehidupan. St. Bernardus dari Clairvaux menuliskannya dengan sangat indah,
"Jika angin pencobaan menerpa; Jika engkau dihempaskan ke batu-batu kesulitan hidup, pandanglah bintangnya, berserulah kepada Maria; jika engkau diombang-ambingkan gelombang kesombongan, ambisi, iri hati, persaingan, pandanglah ke bintangnya, berserulah kepada Maria. Jika kemarahan, atau ketamakan, atau keinginan daging dengan ganas menyerang bejana jiwamu yang rapuh, pandanglah bintangnya, berserulah kepada Maria."
Maria adalah bintang pembimbing kita kepada Yesus dan mampu menenangkan badai dalam kehidupan kita sendiri. Sama seperti para pelaut di Abad Pertengahan tidak memiliki akses ke sistem navigasi yang bisa menghantar mereka ke tempat yang aman selama perjalanan mereka, kita pun tidak memiliki akses ke peta yang akan menghantar kita langsung ke surga. Namun, kita bisa berseru kepada Maria, orang kudus terbesar di surga, untuk menghantar kita kepada Yesus dan ke pantai surga.
Disarikan dari berbagai sumber. Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
|