YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Juli 2009
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12


Tahun Imam
19 Juni 2009 ~ 19 Juni 2010


Jantung St Yohanes M Vianney yang tak mengalami kerusakan
Pada tanggal 19 Juni 2009 - Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus dan Hari Doa Sedunia bagi Pengudusan Imam - secara resmi Paus Benediktus membuka Tahun Imam. Dalam kesempatan Ibadat Vespers di Basilika St Petrus tersebut, beliau mendesak segenap imam untuk terus berjuang mencapai kekudusan dan mengatakan pelayanan para tertahbis sungguh amat diperlukan oleh Gereja dan dunia.

“Gereja membutuhkan imam-imam yang kudus, pelayan-pelayan yang membantu umat beriman mengalami kasih Allah yang Maharahim dan yang adalah saksi-saksi yang meyakinkan dari kasih itu,” demikian bapa suci.

Menyinggung kasus-kasus pelecehan seksual oleh segelintir imam, beliau memperingatkan akan “bahaya ngeri merusakkan mereka yang wajib kita selamatkan.”

“Tiada yang lebih mendukakan Gereja dan Tubuh Kristus begitu rupa sebagaimana dosa-dosa para pastornya, teristimewa mereka yang mengubah diri menjadi `pencuri dan perampok domba,' entah karena menyesatkan kawanannya dengan doktrin-doktrin pribadi, atau karena membelenggu kawanannya dalam perangkap dosa dan maut.”

Ribuan imam memadati basilika dalam ibadat sore yang diawali dengan prosesi reliqui jantung St Yohanes Maria Vianney, santo pelindung para pastor paroki. Tahun ini merupakan peringatan 150 tahun wafat St Yohanes Maria Vianney yang mewakili “teladan sejati seorang imam dalam pelayanan kawanan Kristus.” Dalam perayaan ini, paus juga memaklumkan St Yohanes Maria Vianney sebagai santo pelindung imam seluruh dunia.

Bapa Suci berhenti sejenak untuk berdoa di depan jantung sang santo, yang ditahtakan dalam sebuah reliquarium kaca dan emas. Dalam homili, Paus mengatakan bahwa jantung imam Perancis ini “berkobar-kobar dengan kasih ilahi,” kasih yang perlu diteladani para imam masa kini jika mereka hendak menjadi pastor yang berhasil guna.   

Selanjutnya, bapa suci mengatakan bahwa “intisari Kekristenan” ditemukan dalam Hati Yesus Yang Mahakudus: kasih Allah yang menyelamatkan, yang “mengundang kita untuk melangkah ke luar dari diri kita” dan”menjadikan diri kita sebagai persembahan kasih tanpa pamrih.”

“Hati Allah berdetak dalam belas kasihan,” demikian bapa suci.

Beliau mengatakan bahwa para imam tak pernah boleh lupa bahwa mereka ditahbiskan untuk “melayani, dengan rendah hati dan kuasa, imamat umum umat beriman.”

“Imamat kita merupakan perutusan yang amat diperlukan oleh Gereja dan dunia, yang menuntut kesetiaan penuh pada Kristus dan persatuan terus-menerus dengan-Nya. Sebab itu, menuntut bahwa kita terus mengupayakan kekudusan, seperti yang dilakukan St Yohanes Vianney.” Paus mengatakan bahwa formasi pastoral para imam sungguh penting bagi para imam modern, tetapi yang terlebih penting adalah “`pengetahuan kasih' yang dipelajari hanya lewat perjumpaan `dari hati ke hati' dengan Kristus.”

Liturgi diakhiri dengan Adorasi Sakramen Mahakudus, menekankan Ekaristi sebagai pusat hidup para imam. Dalam berkat penutup, bapa suci mengunjukkan Sakramen Mahakudus yang ditahtakan dalam monstrans dan dengannya membuat Tanda Salib atas segenap jemaat.


 Surat Paus Benediktus XVI dalam Mencanangkan Tahun Imam & Mengenangkan St Yohanes Maria Vianney
 Kisah Hidup St. Yohanes M. Vianney





“Tuhan adalah satu-satunya kekayaan yang, dengan pasti, rindu ditemukan umat manusia dalam diri seorang imam.”

~ Paus Benediktus XVI





TAHUN IMAM
dikutip dari: Surat Prefek Kongregasi Klerus, Kardinal Claudio Hummes

Pengumuman Tahun Imam ini telah mendapat sambutan yang hangat, khususnya dari para imam sendiri. Setiap Imam ingin menjalani hidup mereka dengan penuh komitmen, ketulusan dan semangat sehingga tahun itu pantas dirayakan di seluruh dunia - di keuskupan, paroki-paroki dan setiap komunitas lokal - di mana semua umat Katolik dapat berpartisipasi dengan penuh kegembiraan. Umat sangat mencintai para imamnya dan ingin melihat mereka bahagia, hidup suci dan penuh kegembiraan dalam karya pelayanan mereka setiap hari.

Tahun khusus bagi para Imam ini amat penting dan bermanfaat karena ini menjadi kesempatan di mana Gereja berbicara  kepada para imam, secara khusus, dan juga kepada semua umat beriman serta masyarakat luas melalui media masa bahwa Gereja berbangga dengan para imamnya, mencintai mereka, menghormati mereka, mengagumi cara hidup mereka dan bahwa Gereja  mengakui dengan penuh syukur karya pastoral  dan kesaksian hidup para  imamnya. Sungguh, para imam memiliki arti penting bukan hanya karena apa yang mereka kerjakan tetapi juga karena keberadaan mereka. Dengan perasan sedih harus diakui bahwa pada masa ini beberapa imam terlibat dalam kasus-kasus yang tidak sepantasnya. Adalah penting untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus semacam itu, melakukan proses hukum dan memberikan hukuman yang sesuai dengan kesalahan mereka. Akan tetapi, haruslah tetap diingat bahwa kasus-kasus ini terjadi pada segelintir kecil saja dari para imam. Sebagian besar para imam adalah orang-orang yang memiliki integritas pribadi, yang mengabdikan hidup mereka pada pelayanan suci, manusia pendoa dan semangat  kasih pastoral, yang mencurahkan seluruh diri mereka untuk menjalani tugas panggilan dan misi mereka, sering kali dengan penuh pengorbanan diri, tetapi selalu atas dasar cinta sejati kepada Yesus Kristus, Gereja dan umat, dalam solidaritas dengan orang miskin dan menderita. Dengan alasan itulah, Gereja merasa bangga dengan para imamnya di mana pun mereka berada.




INGATLAH….

Apabila imamnya santo, umatnya akan menjadi kudus.
Apabila imamnya kudus, umatnya akan menjadi baik.
Apabila imamnya baik, umatnya akan menjadi lumayan.
Apabila imamnya lumayan, umatnya akan menjadi biasa-biasa saja.
Apabila imamnya biasa-biasa saja, umatnya akan menjadi buruk.
Apabila imamnya buruk, umatnya akan masuk neraka.




IMAM MENURUT ST YOHANES MARIA VIANNEY

“Imam adalah jantung Hati Yesus.
Jika kamu melihat seorang imam, pikirkanlah Tuhan kita Yesus Kristus. ”

Betapa luar biasanya seorang imam! Seseorang yang menduduki tempat Tuhan - seseorang yang diperlengkapi dengan segala kuasa Allah....

St. Bernardus mengatakan bahwa segala sesuatu kita peroleh melalui Maria; kita juga boleh mengatakan bahwa segala sesuatu kita peroleh melalui imam. Ya, segala sukacita, segala rahmat, segala karunia surgawi. Seandainya kita tidak memiliki Sakramen Imamat, kita tidak akan memiliki Kristus. Siapakah yang menempatkan Ia di sana, dalam tabernakel? Imam. Siapakah yang menerima jiwamu pada saat jiwamu memasuki kehidupan? Imam. Siapakah yang memberi jiwamu makanan, memberinya kekuatan agar mampu menyelesaikan ziarahnya? Imam. Siapakah yang mempersiapkan jiwamu agar layak di hadapan Tuhan dengan membasuhnya, pada saat terakhir, dalam Darah Yesus Kristus? Imam - selalu imam. Dan apabila jiwamu sampai pada ajalnya, siapakah yang akan membangkitkannya, yang mohon agar jiwamu beristirahat dalam tenang dan damai? Sekali lagi imam. Kamu tidak akan dapat memikirkan satu berkat pun dari Tuhan tanpa sekaligus memikirkan juga gambaran seorang imam.

Pergilah mengaku dosa kepada Bunda Maria, atau kepada seorang malaikat; apakah mereka akan mengampuni dosa-dosamu? Tidak. Apakah mereka akan memberimu Tubuh dan Darah Kristus? Tidak. Santa Perawan tidak dapat menghadirkan Putra Ilahinya dalam Hosti. Mungkin kamu ada bersama dua ratus orang malaikat, tetapi mereka tidak dapat mengampuni dosa-dosamu. Tetapi imam, betapa pun sederhananya dia, mempunyai kuasa untuk melakukannya; ia dapat mengatakan kepadamu, “Pergilah dalam damai; saya mengampuni dosa-dosamu”. Oh, betapa mengagumkannya seorang imam! Imam sendiri tidak akan mampu memahami betapa besar kuasa yang diberikan kepadanya hingga ia tiba di surga kelak. Jika saja ia mampu memahaminya di dunia ini, ia akan mati, bukan karena ketakutan, melainkan karena cinta.

Rahmat-rahmat Tuhan lainnya tak akan ada gunanya bagi kita tanpa imam. Apakah gunanya sebuah rumah penuh emas berlimpah, jika tak ada seorang pun yang membukakan pintunya bagimu! Imam memiliki kunci harta pusaka surgawi; imamlah yang membukakan pintunya bagimu; imam adalah pelayan Allah yang baik, penyalur harta kekayaan-Nya. Tanpa imam, Wafat dan Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus tak akan ada artinya sama sekali. Lihat orang-orang tak ber-Tuhan itu; apakah gunanya Kristus telah wafat bagi mereka? Sayang sekali! Mereka tidak mendapat bagian dalam rahmat Penebusan; mereka tidak mempunyai imam yang membasuh jiwa-jiwa mereka dengan Darah-Nya!

Seorang imam bukanlah imam bagi dirinya sendiri; ia tidak dapat mengampuni dirinya sendiri; ia tidak dapat menerimakan sakramen-sakramen pada dirinya sendiri. Seorang imam bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan untukmu. Sesudah Tuhan, imam adalah segalanya. Biarkan suatu paroki tanpa imam selama dua puluh tahun; maka umat akan menyembah berhala. Apabila Pastor misionaris dan saya hendak pergi, kalian akan mengatakan, “Apa yang dapat kami lakukan di gereja? Tidak ada Misa; Tuhan tidak lagi ada di sana; lebih baik kami berdoa saja di rumah.” Jika orang hendak membinasakan agama Katolik, mereka akan mulai dengan menyerang para imam, sebab jika tidak ada lagi imam, tidak akan ada lagi kurban, dan jika tidak ada lagi kurban, tidak akan ada lagi agama.

selengkapnya ...

 Siapa itu Imam?




SURAT KEPADA PARA IMAM
dikutip dari: Surat Paus Yohanes Paulus II, Kamis Putih 1986

Bagi Yohanes Maria Vianney, Misa merupakan sukacita besar dan penghiburan bagi hidup imamatnya. Dengan cermat, kendati antrian begitu banyak peniten, ia melewatkan lebih dari seperempat jam dalam persiapan hening menjelang Misa. Ia merayakan Misa dengan khidmad, dan dengan jelas mengungkapkan adorasinya dalam konsekrasi dan komuni. Tepatlah ia mengatakan, “Penyebab dari kecerobohan imam adalah tidak memberikan perhatian pada Misa!”

Pastor dari Ars teristimewa sadar penuh akan kehadiran nyata Kristus yang tetap dalam Sakramen Mahakudus. Ia biasa melewatkan berjam-jam lamanya dalam adorasi di depan tabernakel, sebelum fajar atau pada sore hari. Sepanjang homili, kerap ia berpaling ke arah tabernakel, berseru penuh emosi, “Ia di sana!” Karena alasan ini pulalah ia, yang begitu miskin dalam imamatnya, tak ragu membelanjakan sejumlah besar uang guna memperindah gereja. Dampaknya yang mengagumkan adalah segera saja umat parokinya memiliki kebiasaan datang berdoa di depan Sakramen Mahakudus dan menemukan, seturut teladan pastor mereka, keagungan misteri iman.

Saudara-saudara imam terkasih, teladan Imam dari Ars mengundang kita untuk secara serius memeriksa batin: bagaimanakah kita menempatkan Misa dalam hidup kita sehari-hari? Adakah seperti pada hari Tahbisan kita - tindak pertama kita sebagai imam! - prinsip karya apostolik dan pengudusan pribadi kita? Bagaimanakah kita mempersiapkan diri menjelang Misa? Dan dalam merayakannya? Dalam berdoa di depan Sakramen Mahakudus? Dalam mendorong umat beriman untuk melakukan hal yang sama? Dalam menjadikan gereja-gereja kita Rumah Allah di mana kehadiran Allah menarik hati manusia pada masa kita yang terlalu sering memiliki gambaran akan suatu dunia yang tanpa Allah.





“Khotbah dan Katekese Yohanes Maria Vianney”

Kenangan Tahun Imam (2009 ~ 2010)

“Inilah sumber inspirasi, sumber konfirmasi, sumber formasi, sebagai referensi bagi setiap pengkhotbah, klerus maupun awam.
Sesudah 150 tahun wafatnya, biarlah suara hamba Allah yang saleh ini menggema kembali untuk memperkaya Gereja terus-menerus.”
~ P. Terry Th Ponomban, Pr

Penerbit: Yayasan Pustaka Nusatama


 Katekese St. Yohanes M. Vianney tentang Rahmat
 Katekese St. Yohanes M. Vianney tentang Pengharapan
 Katekese St. Yohanes M. Vianney tentang Mengasihi Allah
 Kumpulan Khotbah dan Katekese St. Yohanes M. Vianney




DOA ST FAUSTINA BAGI GEREJA YANG KUDUS DAN SEGENAP IMAMNYA

Ya Yesus-ku, aku mohon kepada-Mu atas nama Gereja semesta: Berilah Gereja-Mu kasih dan terang Roh-Mu, dan berilah kuasa atas perkataan para imam sehingga hati yang keras dapat dihantar pada pertobatan dan kembali kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan, berilah kami imam-imam yang kudus; Engkau Sendiri-lah yang memelihara mereka dalam kekudusan. Ya Imam Agung Ilahi, kiranya kuasa kerahiman-Mu menyertai mereka ke manapun mereka pergi dan melindungi mereka dari jerat serta perangkap si jahat yang terus-menerus mengincar jiwa-jiwa para imam. Kiranya kuasa kerahiman-Mu, ya Tuhan, menaungi mereka dan menaklukkan segala yang dapat menodai kekudusan para imam, sebab tiada yang mustahil bagi-Mu.

Yesus-ku, kekasih jiwa-Ku, aku mohon kepada-Mu kemenangan Gereja, berkat atas Bapa Suci dan atas segenap klerus, rahmat pertobatan bagi para pendosa yang masih bertegar hati. Dan aku mohon kepada-Mu berkat dan terang khusus, ya Yesus, bagi imam-imam kepada siapa aku mengakukan dosa-dosaku sepanjang hidupku.

Amin.

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”