|
KEHIDUPAN SESUDAH MATI
Mengapa Mendoakan Arwah?
 Mengapa Mendoakan Arwah?
Setiap bulan November kita mengadakan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Mengapa umat Katolik mendoakan arwah saudara-saudarinya yang telah meninggal dunia? Mohon penjelasan.
~ Anton
Kita mempunyai keyakinan bahwa dengan kematian, hidup seseorang tidak dilenyapkan melainkan hanya diubah, sebab dalam keadaan apapun, entah hidup atau mati, kita selalu bersama Tuhan dan milik Tuhan (bdk Roma 14:8). Itulah keyakinan Gereja sejak awal mula. Dalam misteri Paskah, yaitu peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus, kematian seluruh umat manusia menemukan jawaban dan maknanya. Bila orang meninggal dalam Kristus, maka orang “beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (2 Korinstus 5:8). Maka Gereja dengan mantap menyakini bahwa setiap orang yang meninggal dalam Kristus akan dibangkitkan oleh Allah bagi kehidupan bersama dengan-Nya untuk selama-lamanya. Gereja mengimani bahwa di satu pihak Kristus akan membangkitkan semua orang mati pada akhir zaman; akan tetapi di lain pihak setiap orang Kristiani telah ikut mengalami kebangkitan Kristus melalui pembaptisan dan terutama Ekaristi Kudus (bdk Yohanes 6:54; Roma 6:3-4; Kolose 2:12). Dengan demikian, dalam kehidupan sekarang ini kita sudah mulai mencicipi hidup abadi bersama Allah. Namun dengan kematian, hidup abadi bersama Allah itu dianugerahkan secara penuh oleh-Nya kepada setiap orang yang percaya kepada Kristus Putra-Nya. Dalam rangka perjalanan kepada kehidupan mulia secara penuh bersama Allah di surga itulah, Gereja mendampingi setiap warganya yang sedang menghadapi ajal dan yang telah meninggal dunia melalui segala macam doa dan olah kesalehan lainnya.
Dasar praktek doa Gereja untuk orang-orang yang sedang menghadapi ajal dan yang telah meninggal dunia selain terletak pada iman Gereja akan kebangkitan Kristus, dan karenanya akan kebangkitan orang-orang mati pula, juga terletak pada persekutun orang-orang kudus dalam Gereja. Untuk mereka yang telah meninggal dan yang masih menatikan kerahiman Allah inilah doa untuk arwah atau peringatan arwah diadakan. Doa ini lahir dari keyakinan bahwa Tuhan itu adalah Allah yang penuh belas kasihan dan kerahiman, dan bahwa sebagai persekutuan orang-orang kudus seluruh warga Gereja, entah yang masih hidup ataupun yang sudah mati, tetap saling berhubungan dan saling mendukung dalam doa dan cinta kasih (bdk LG 49). Pada hakikatnya, semua orang beriman dalam Gereja selalu berada dalam situasi solidaritas persekutuan. Persekutuan seluruh Gereja menunjuk kenyataan bahwa kehidupan iman dan juga keselamatan kita bukanlah masalah pribadi melainkan urusan bersama. Ikatan persekutuan orang beriman itu bukan hanya terjadi dalam sejarah hidup sekarang ini, tetapi juga dalam saat kematian dan saat mencapai kepenuhan keselamatan dari Allah di surga. Maka, kita boleh percaya bahwa di hadapan Allah yang berbelas kasih, atas dasar kemahakuasaan dan keabadian-Nya, setiap doa kita pasti mempunyai daya dan maknanya bagi mereka yang kita doakan.
|