|
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
Desember 2009
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." ~ 1 Timotius 4:12
YANG SULUNG DARI CIPTAAN BARU
oleh: St Gregorius dari Nyssa, Uskup (±330 - ±395)
 Kekuasan hidup telah dimulai, tirani maut diakhiri. Suatu kelahiran baru telah mengambil tempat, suatu kehidupan baru telah datang, suatu tata keberadaan baru telah muncul, kodrat kita telah diubah! Kelahiran ini tidak datang oleh generasi manusia, oleh keinginan seorang laki-laki, ataupun hasrat daging, melainkan oleh Allah.
Jika engkau heran bagaimana itu terjadi, aku akan menjelaskannya dalam bahasa yang sederhana. Iman adalah rahim yang mengandung kehidupan baru ini, pembaptisan adalah kelahiran kembali dengan mana kehidupan baru ini dibawa ke dalam terang hari. Gereja adalah perawatnya; ajaran-ajaran Gereja adalah susunya, roti dari surga adalah santapannya. Kehidupan baru ini dihantar ke kedewasaan dengan praktek keutamaan; dikawinkan dengan kebijaksanaan; melahirkan pengharapan. Rumahnya adalah Kerajaan Surga; warisan kekayaannya adalah sukacita firdaus; akhirnya, bukan maut, melainkan kehidupan yang terberkati dan abadi yang dipersiapkan bagi mereka yang layak.
Inilah hari yang dijadikan Tuhan - hari yang amat berbeda dari hari-hari yang dijadikan ketika dunia pertama kali diciptakan dan yang diukur dengan rentang waktu. Inilah awal dari suatu ciptaan baru. Pada hari ini, sebagaimana dikatakan para nabi, Tuhan menjadikan suatu surga baru dan suatu bumi baru. Dan apakah surga baru ini? demikian mungkin engkau bertanya. Ialah cakrawala iman kita dalam Kristus. Dan apakah bumi baru ini? Sebentuk hati yang baik, hati yang seperti bumi, yang meneguk air hujan yang jatuh atasnya dan menghasilkan panen yang berlimpah.
Dalam ciptaan baru ini, kekudusan hidup adalah matahari, keutamaan-keutamaan adalah bintang-bintang, kebajikan nyata adalah udara, dan kedalaman kekayaan kebijaksanaan dan pengetahuan adalah samudera. Doktrin dan ajaran-ajaran ilahi adalah rerumputan dan tanam-tanaman yang memberi makan kawanan Allah, umat yang digembalakan-Nya; ketaatan pada perintah Allah adalah buah yang dihasilkan oleh pohonnya.
Pada hari ini dijadikan seorang Manusia yang Benar, manusia yang dijadikan seturut gambar dan citra Allah. Sebab hari yang dijadikan Tuhan ini adalah permulaan dari dunia baru ini. Mengenai hari ini nabi mengatakan bahwa hari ini tidak seperti hari-hari lainnya, pun malam hari ini tidak seperti malam-malan lainnya. Namun demikian, kita masih belum berbicara mengenai pertempuran terdahsyat yang diakibatkannya. Hari ini membinasakan sengat maut dan mendatangkan kelahiran yang Sulung dari maut.
Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapa-mu, kepada AllahKu dan Allah-mu. O, betapa kabar gembira yang mengagumkan! Ia yang demi kita menjadi seperti kita demi menjadikan kita saudara dan saudari-Nya, sekarang menghadirkan ke hadapan BapaNya kemanusiaan-Nya Sendiri demi menarik segenap keluarga-Nya bersama-Nya.
|
|
“Sabda yang turun dari surga pada malam Natal adalah Putra Allah. Ia datang demi membuat kita ikut ambil bagian dalam warisan-Nya, sebagai anak-anak angkat. Sesungguhnya, sejak kedatangan Kristus, kita bukan lagi sekedar hamba, melainkan anak-anak lelaki dan perempuan. Tuhan adalah Bapa kita.”
~ B. James Alberione
|
|
|
Asal-mula Masa Adven
Lingkaran Adven: Lambang dan Maknanya
Mengapa Pesta Natal Dirayakan 25 Desember?
Siapakah Para Majus?
St Fransiskus dan Gua Natal
Kisah-kisah Natal
dan lain-lain
|
“Dari masa kanak-kanak Yesus dan hidup-Nya yang tersembunyi di Nazaret, kita beranjak ke hidup Yesus di hadapan umum. Di sini kontemplasi membawa kita kepada peristiwa-peristiwa yang secara khusus dapat disebut `peristiwa terang'. Memang, seluruh misteri Kristus adalah misteri terang. Yesus adalah `terang dunia' (Yoh 8:12). Tetapi kebenaran ini muncul secara khas selama tahun-tahun hidup Yesus di hadapan umum, di mana Ia memaklumkan Injil Kerajaan Allah.”
~ Paus Yohanes Paulus II, “Rosarium Virginis Mariae”
|
|
YESUS BERBINCANG DENGAN ELIUD, SI ESSENI, MENGENAI MISTERI2 PERJANJIAN LAMA DAN INKARNASI MAHAKUDUS
dari: penglihatan Beata Anna Katharina Emmerick (1774-1824)
Yesus melewatkan sepanjang hari dalam suatu percakapan yang amat rahasia dengan Eliud, yang mengajukan berbagai pertanyaan kepada-Nya mengenai misi-Nya. Yesus menjelaskan semuanya kepada orang lanjut usia ini, mengatakan bahwa Ia adalah sang Mesias, membicarakan garis silsilah manusiawi-Nya dan Misteri Tabut Perjanjian. Dari sana aku tahu bahwa sebelum terjadinya air bah, Misteri telah dibawa masuk ke dalam bahtera Nuh, bahwa Misteri telah diwariskan dari generasi ke generasi, dari waktu ke waktu lenyap, tetapi muncul kembali. Yesus mengatakan bahwa Maria pada saat kelahirannya telah menjadi Tabut Perjanjian dari Misteri ini. Kemudian Eliud, yang sepanjang percakapan kerap mengeluarkan berbagai gulungan tulisan dan menunjukkan ayat-ayat berbeda dari para nabi yang dijelaskan Yesus kepadanya, bertanya mengapakah ia, Yesus, tidak datang lebih awal ke dunia. Yesus menjawab bahwa Ia hanya dapat dilahirkan dari seorang perempuan yang dikandung dengan cara yang, andai bukan karena manusia jatuh ke dalam dosa, semua manusia seharusnya dikandung; dan bahwa sejak pasangan suami isteri pertama, tak ada suatu pasangan suami isteri pun yang didapati begitu murni, baik dari dirinya sendiri maupun dari leluhurnya, seperti Anna dan Yoakim. Kemudian Yesus membentangkan generasi-generasi terdahulu kepada Eliud dan menunjukkan kepadanya halangan-halangan yang menghambat Penebusan.
Dari percakapan ini, aku mengetahui banyak rincian mengenai Tabut Perjanjian. Bilamana Misteri dalam bahaya atau bilamana ada ancaman Misteri jatuh ke dalam tangan para musuh, Misteri dipindahkan oleh para imam; namun demikian, Tabut, tetap begitu kudus hingga para pelaku profanitas dihukum dan dipaksa untuk memulihkannya. Aku melihat bahwa keluarga, kepada siapa Musa mempercayakan pemeliharaan khusus Tabut, masih ada hingga masa Herodes. Pada masa Pembuangan Babel, Yeremia menyembunyikan Tabut dan benda-benda suci lainnya di Gunung Sinai. Sesudahnya, benda-benda itu tidak pernah ditemukan kembali, tetapi Misteri telah dipindahkan. Tabut kedua, di periode sesudahnya, dibangun seturut model pertama, tetapi tabut tidak menyimpan benda-benda suci yang disimpn dalam tabut pertama. Tongkat Harun, yang juga adalah bagian dari Misteri, ada dalam pemeliharaan kaum Esseni di Horeb. Sakramen Mahakudus, tetapi aku tak tahu oleh imam yang mana, ditempatkan kembali dalam tabut. Dalam lubang, yang sesudahnya menjadi Kolam Betsaida, disimpan api sakral. Aku melihat dalam gambar-gambar amat begitu banyak hal, yang dijelaskan Yesus kepada Eliud, dan aku mendengar sebagian dari perkataan-Nya, tetapi aku tak dapat mengingat semuanya.
Yesus menerangkan fakta bahwa Ia mengambil daging dari Benih terberkati yang diambil Tuhan dari Adam sebelum ia jatuh dalam dosa. Benih terberkati itu, yang menjadikan segenap Israel berkenan bagi-Nya, telah diturunkan melalui banyak generasi. Ia menjelaskan bagaimana kedatangan-Nya telah begitu kerap ditunda, bagaimana sebagian dari bejana-bejana terpiih telah menjadi tak layak. Aku melihat semua ini sebagai suatu realita. Aku melihat segenap leluhur Yesus dan bagaimana para Patriark kuno di saat ajalnya menyerahkan Berkat secara sakramental kepada anak pertama. Aku melihat bahwa roti dan minuman dari cawan suci yang diterima Abraham dari malaikat disertai janji seorang putera, Ishak, adalah simbol dari Sakramen Mahakudus dari Perjanjian Baru, dan bahwa kuasanya yang menghidupkan bergantung pada Tubuh dan Darah Mesias yang akan datang. Aku melihat para leluhur Yesus menerima sakramen ini, guna berperan serta dalam Inkarnasi Allah; dan aku melihat bahwa Yesus dari daging dan darah yang diterima-Nya dari para leluhur-Nya menetapkan suatu sakramen yang paling agung mulia demi bersatunya manusia dengan Tuhan.
Yesus berbicara banyak juga kepada Eliud mengenai kekudusan Anna dan Yoakim, dan mengenai perkandungan Maria secara adikodrati di bawah Gerbang Emas. Yesus mengatakan bahwa bukan dari Yosef, Ia telah dikandung, melainkan dari Maria menurut daging; bahwa Maria telah dikandung dari Berkat murni yang diambil dari Adam sebelum kejatuhannya dalam dosa, Berkat yang melalui Abraham diwariskan hingga diterima Yusuf di Mesir. Setelah wafat Yusuf, Berkat disimpan dalam Tabut Perjanjian, dan sesudahnya diambil kembali untuk dianugerahkan kepada Yoakim dan Anna.
Yesus mengatakan bahwa demi membebaskan manusia, Ia telah diutus dalam kelemahan-kelemahan manusiawi; bahwa Ia menerima dan merasakan semua yang dirasakan seorang manusia; bahwa seperti ular yang ditinggikan Musa di padang gurun, Ia akan suatu hari kelak ditinggikan di atas Gunung Kalvari di mana tubuh manusia pertama disemayamkan dalam kubur. Ia menyebut juga mengenai duka mendatang yang menanti-Nya dan mengenai kedurhakaan manusia.
Kisah selengkapnya silakan baca:
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)
|
|
Aku tak hanya mengalami kurban, salib dan kemartiran di hari-hari terakhir-Ku. Aku mengalami penderitaan yang demikian sejak dari saat Aku tiba di dunia, menjadi manusia dalam rahim yang sepenuhnya perawan dari BundaKu Yang Tak Bernoda, dalam penderitaan-penderitaan pertama, dalam sengsara pertama kemiskinan materiil dan diabaikan manusia, ketika Aku dilahirkan di kandang itu di Betlehem, dalam menumpahkan darah pertama dalam sunat, dalam pengungsian ke Mesir yang menggambarkan Tuhan yang dianiaya dan tampaknya ditindas oleh kedongkolan kesombongan seorang manusia yang jahat, dalam hidup tersembunyi di Nazaret dan dalam kepenatan hidup sehari-hari di hadapan umum. Sepanjang hidup-Ku di dunia adalah sebuah drama yang menyengsarakan; hari-hari terakhir hanyalah babak terakhir dari suatu akhir yang tragis. Aku adalah kurban sepanjang hidup-Ku dan Aku akan menjadi kurban sepanjang ada Komuni Kudus.
|
INKARNASI SABDA
oleh: St Atanasius, Uskup Agung Alexandria (297 - 373)
 Sabda Allah, yang bukan jasmani, yang tak dapat binasa dan yang tak fana, masuk ke dalam dunia kita. Tetapi, bukannya seolah Ia jauh dari dunia hingga waktu itu. Sebab tidak ada suatu bagian pun dari dunia yang pernah ada tanpa kehadiran-Nya; bersama BapaNya, Ia terus-menerus memenuhi segala sesuatu dan tempat.
Karena kasih-Nya yang lemah-lembut kepada kita, Ia datang kepada kita, dan kita melihat ini dalam cara Ia menyatakan DiriNya secara terbuka kepada kita. Karena belas kasihan-Nya terhadap cacat-cela dan kelemahan umat manusia, dan tergerak oleh kebinasaan kita, Ia tak dapat membiarkan dan melihat maut berkuasa atas kita; Ia tak menghendaki ciptaan binasa dan karya BapaNya dalam menciptakan manusia menjadi sia-sia. Sebab itu, Ia mengenakan atas DiriNya Sendiri suatu tubuh, yang tak berbeda dari tubuh kita sendiri, sebab Ia tak hendak hanya sekedar dalam suatu tubuh atau hanya untuk dapat dilihat.
Andai Ia hanya sekedar ingin dapat dilihat, Ia sungguh dapat mengenakan suatu tubuh yang lain, yang lebih mulia. Tetapi, malahan Ia mengenakan tubuh kita dalam segala realitanya.
Dalam sang Perawan Ia membangun sebuah bait bagi DiriNya Sendiri, yakni sebentuk tubuh; Ia menjadikan tubuh ini sebagai sarana-Nya Sendiri di mana Ia tinggal dan menyatakan Diri. Dengan cara ini, Ia menerima dari manusia suatu tubuh seperti tubuh kita, dan, sebab kita semua tunduk pada kebinasaan maut, Ia menyerahkan tubuh-Nya ini kepada maut bagi semua orang, dan dengan kasih yang melampaui segalanya mempersembahkannya kepada Bapa. Ia melakukan ini demi mematahkan hukum kebinasaan yang dijatuhkan atas segenap umat manusia, sebab semua mati dalam Dia. Hukum, yang telah memberdayakan kekuatannya atas tubuh Tuhan, tak lagi memiliki kuasa atas para pengikut-Nya. Lagipula, inilah cara di mana Sabda akan memulihkan umat manusia ke keabadian, setelah manusia jatuh dalam kebinasaan, dan memanggilnya kembali dari kematian kepada kehidupan. Ia sama sekali menaklukkan kuasa maut terhadap manusia - bagai api melahap habis sekam - dengan sarana tubuh yang telah dikenakan-Nya dan dengan rahmat kebangkitan. Inilah alasan mengapa Sabda mengenakan suatu tubuh yang dapat mati, yakni agar tubuh ini, yang bersatu dengan Sabda yang di atas segalanya, dapat memuaskan tuntutan maut sebagai ganti segenap umat manusia. Sebab Sabda tinggal dalam tubuh itu, tubuh itu akan tetap tak dapat binasa, dan segenap manusia akan dibebaskan selamanya dari kebinasaan oleh rahmat kebangkitan.
Dalam kematian, Sabda mempersembahkan suatu kurban yang tak bercela dari tubuh yang dikenakan-Nya. Dengan wafat bagi yang lain, Ia segera menghalau maut bagi segenap umat manusia.
Dengan cara ini Sabda Allah, yang di atas segalanya, membaktikan dan mempersembahkan bait-Nya, sarana yang adalah tubuh-Nya, bagi kita semua, sebagaimana disabdakan-Nya, dan dengan kematian-Nya Sendiri melunasi hutang yang belum terbayar. Putra Allah yang kekal, dipersatukan dengan segenap uamt manusia dengan kesamaan kodrat, dengan demikian memenuhi segala keadilan untuk memulihkan manusia ke keabadian dengan janji kebangkitan. Kebinasaan maut tak lagi berkuasa atas manusia, syukur kepada Sabda, yang telah datang untuk tinggal di antara manusia melalui tubuh-Nya.
|
|
“Demikianlah Ekaristi menggenapi pemulihan yang dimulai di palungan. Sebab itu bersukacitalah pada hari yang indah ini, di mana matahari Ekaristi muncul. Janganlah pernah rasa syukurmu memisahkan palungan dari altar, Sabda yang menjadi daging dari Allah-Manusia yang menjadi roti hidup dalam Ekaristi.”
~ St Petrus Yulianus Eymard
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: yesaya.indocell.net”
|