Ziarah Iman bersama Para Kudus:

November

1 November

HR Semua Orang Kudus  

Tidaklah mungkin Gereja merayakan pesta setiap santo-santa tiap-tiap hari sepanjang tahun liturgi. Terlalu banyak orang kudus yang harus dirayakan satu persatu. Sebab itu Gereja kudus menetapkan pesta semua orang kudus bersama-sama pada satu hari. Paus Bonifasius mempersembahkan Gedung Pantheon Romawi kepada Santa Perawan Maria Terberkati dan para kudus. Dalam perkembangan selanjutnya ditetapkan tanggal 1 November sebagai Hari Raya semua orang kudus atau santo-santa. (lihat Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman oleh: P. William P. Saunders)

Renungan:

Para kudus adalah orang-orang yang berbahagia. Mereka berbahagia bersama Santa Perawan Maria Bunda Gereja dalam kemuliaan Allah. Mereka memuji dan memuliakan Allah sembari berdoa bagi Gereja yang masih mengembara, yakni kita yang masih tinggal di dunia. Sebab, meski tempat kita berbeda, Gereja Jaya di surga dan kita yang masih mengembara di dunia ada dalam persekutuan iman yang satu, iman kepada Kristus. Sebab itu, sungguh baik kita memohon bantuan doa para kudus agar kita melangkah maju di jalan yang lurus dan agar kita bertekun sampai ajal seperti teladan mereka.


2 November

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Perayaan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman berasal dari Santo Odilo, Abbas Biara Cluny. Peringatan arwah semua orang beriman ini dimaksudkan untuk meringankan penderitaan mereka yang sudah meninggal dunia tetapi belum masuk ke surga, melainkan masih di api penyucian. Kita Gereja Pejuang di dunia ini memuliakan dan memohon bantuan doa Gereja Jaya, yakni mereka yang sudah jaya mulia di surga. Dan kita Gereja Pejuang mendoakan Gereja Menderita yang masih bersengsara dalam api pencucian. Pada peringatan arwah semua orang beriman, para imam diperkenankan mempersembahkan hingga tiga Misa Arwah demi keselamatan kekal mereka. Kita mempersembahkan doa, penderitaan, dan matiraga kita dalam persatuan dengan semua orang beriman bagi para arwah yang masih menderita sementara di api penyucian.

Perayaan bermakna rohani. Umat Allah, baik itu para kudus di surga, kita di dunia, dan saudara kita yang di api penyucian berada dalam satu persekutuan dalam Kristus. Kristus telah wafat, Kristus telah bangkit, Kristus akan kembali. Bersama semua saudara dalam persekutuan para kudus, kita menantikan kedatangan Penebus dan Tuhan kita yang akan mengubah tubuh kita yang fana menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Itulah pngharapan yang menghibur kita, sebab bagi umat beriman hidup hanyalah diubah, bukan dilenyapkan. Dan sesudah roboh rumah kita di dunia ini, tersedia bagi kita kediaman abadi di surga.

Renungan:

Santo Paulus berkata, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17). Kita percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Kematian akan berlalu dan kebangkitan akan datang untuk selama-lamanya. Jadi, tidak ada alternatif bagi orang yang percaya akan Kristus. Mereka akan bangkit dan hidup bersama Kristus untuk selama-lamanya. Sebab itu, hiduplah selalu sesuai sabda Yesus: Terjadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga, agar kita: (1). layak dan berkenan bagi Allah; (2) menghasilkan banyak buah; (3) bertumbuh dalam pengetahuan akan Allah; (4) dikuatkan oleh kuasa Allah; (5) bersyukur selalu untuk segala sesuatu.


3 November

 St. Martin de Porres, Pengaku Iman

Martin de Porres dilahirkan di kota Lima, Peru, pada tanggal 9 Desember 1579. Ia anak seorang bangsawan Spanyol dengan seorang perempuan Negro. Sejak kecil ia menunjukkan kesalehan hidup. Ia tekun berdoa dan mengikuti Kurban Kudus Misa. Ia memberikan perhatian pada orang-orang miskin. Semula Martin ingin menjadi dokter, karenanya ia bekerja pada seorang ahli bedah. Pada usia 15 tahun ia mohon diterima bekerja sebagai pelayan di Biara Rosario sebab menganggap diri terlalu hina untuk menjadi seorang biarawan. Pada akhirnya, karena kesalehan hidupnya pemimpin biara memperkenankan Martin menjadi bruder. Tugas utamanya adalah membagikan makanan, pakaian, dan obat-obatan kepada kaum miskin. Ia juga menjadi pendidik dan pembimbing bagi anak-anak terlantar, serta penghibur bagi orang-orang sakit. Bruder saleh ini menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 3 November 1639 dalam usia 59 tahun. Ia digelari `beato' pada tahun 1837 oleh Paus Gregorius XVI dan dinyatakan `kudus' pada tanggal 6 Mei 1962 oleh Paus Yohanes XXIII. St Martin de Porres diangkat menjadi pelindung para pejuang anti-diskriminasi.

Renungan:

Adalah realita bahwa kehidupan di dunia ini penuh dengan orang miskin. Mereka miskin dan hina bukan karena mereka menghendaki demikian, melainkan karena stuktur sosial ekonomi yang tidak adil, di mana yang kuat menindas yang lemah terutama di sektor ekonomi. Dalam kondisi seperti itu, Gereja sangat membutuhkan orang-orang yang mempunyai semangat membela dan melayangi orang-orang kecil yang dipermiskin dan dipinggirkan oleh penguasa dan pengusaha. Kita butuh orang-orang yang mempunyai komitmen melayani mereka yang miskin seperti yang dilakukan Santo Martin de Porres, sebagaimana juga diteladankan oleh Yesus Kristus Sendiri yang memberi contoh keberpihakan-Nya kepada mereka yang kecil dan lemah. Umat Kristen yang mengaku mengimani dan hidup dalam Kristus, hendaknya bertindak seturut teladan Yesus, sebagaimana dilakukan Santo Martinus.


4 November

 St. Karolus Borromeus, Uskup dan Pengaku Iman

Karolus Borromeus dilahirkan di Arona, Italia Utara pada tahun 1539. Sesudah menjadi sarjana hukum Gereja dan negara pada usia 22 tahun, dia diangkat menjadi kardinal oleh pamannya, Paus Pius IV. Ia bekerja keras mempersiapkan dan menyukseskan Konsili Trente yang memperbaharui kehidupan Gereja. Pada tahun 1565, Karolus Borromeus diangkat menjadi Uskup Agung Milano. Ia mengunjungi semua paroki dalam keuskupan agungnya yang luas. Ia menyelenggarakan rapat dengan para imam guna melaksanakan keputusan-keputusan konsili. Sebagai bagian dari program pembaharuan yang mendalam, ia mendirikan seminari-seminari untuk pendidikan yang baik bagi calon imam. Ia berhasil menghidupkan kembali semangat umat dan memberikan perhatian besar kepada mereka, khususnya ketika pada tahun 1576-1577 kota Milano dilanda wabah sampar. Ia meninggal dunia pada tahun 1584 dalam usia 46 tahun.

Renungan:

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri ... Hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu” (1 Petrus 5:2-3). Santo Petrus mengajak para rekan sejawatnya untuk menggembalakan umat dengan suka rela. Jaminannya adalah kemuliaan yang tak akan binasa. Santo Karolus Borromeus mentaati semua nasihat Santo Petrus, paus pertama. Sebagai seorang imam dan sarjana hukum Gereja dan negara, ia berperan besar dalam menyangkal serangan-serangan kaum Protestan dan membantu suksesnya Konsili Trente. Untuk melaksanakan keputusan-keputusan konsili, ia mendirikan seminari-seminari untuk pendidikan calon imam. Karya pastoralnya dijiwai dengan hidup doa, kesederhanaan dan cinta kasih serta belas kasihan kepada umat. Pada tahun 1576, ketika kota Milano diserang wabah sampar, Karolus Borromeus menjadikan tempat kediamannya sebagai tempat penampungan para korban penyakit sampar. Sekarang ini banyak rumah sakit yang mengangkat Santo Borromeus sebagai pelindungnya, misalnya Rumah Sakit St Carolus di Jakarta dan Rumah Sakit Borromeus di Bandung.


5 November

 St. Elisabet dan St. Zakharia

Kisah hidup Elisabet dan Zakharia serta peran mereka dalam sejarah keselamatan Allah dapat kita ketahui dengan singkat dari Injil, terutama Injil Lukas 1:5-80. Injil menceritakan bahwa Elisabet adalah sanak Santa Perawan Maria, Bunda Yesus. Elisabet dan Zakharia, keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Tetapi, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia berkenan mendengarkan doa mereka yang dengan tekun dilambungkan, dan memberikan seorang putera bagi mereka. Bukan sekedar putera, tetapi ia akan tumbuh besar dan menjadi bentara Allah yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi sang Mesias. Putera mereka adalah Yohanes Pembaptis, suara yang berseru-seru di padang gurun.

Renungan:

Doa Tuhan, yang lebih kita kenal sebagai Doa Bapa Kami, adalah intisari paling sempurna dari seluruh Injil. Ketika Tuhan mengajarkan rumusan doa ini, Ia menambahkan, Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9). Maka setiap orang dapat menyampaikan pelbagai macam doa ke surga sesuai dengan kebutuhan masing-masing, asal memulainya dengan Doa Tuhan yang merupakan doa utama. Doa Tuhan adalah doa Gereja yang sebenarnya. Doa Tuhan adalah bagian pokok dari ibadat pagi dan sore dan dari sakramen-sakramen inisiasi Kristen: Pembaptisan, Ekaristi, dan Penguatan. Sebagai bagian dari Perayaan Ekaristi, Doa Tuhan menyatakan sifat “eskatologis” dari permohonannya dalam harapan kepada Tuhan, “sampai Ia datang” (1 Kor 11:26).


6 November

 B. Nuno Pareira, Pengaku Iman

Nuño Alvares Pereira
Beato Nuno Pareira dilahirkan pada tanggal 24 Juni 1360. Ketika menjabat panglima angkatan perang Portugis, ia membela hak atas pewaris takhta kerajaan yang sah. Pada tahun 1423 ia mengundurkan diri dan masuk Biara Karmelit di Lisbon dengan mengambil nama Nuno dari St Maria. Bruder yang saleh ini terkenal akan kehidupan doa, mati raga dan devosi kepada Santa Perawan Maria. Ia mendirikan biara di Lisbon. Beato Nuno wafat pada tahun 1431 dan pada tahun 1918 dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XV.

St. Leonardus, Pengaku Iman.

Santo Leonardus amat populer di Eropa Barat pada abad pertengahan. Leonardus dilahirkan dalam keluarga bangsawan di Corroy, dekat Orleans, Perancis, pada permulaan abad keenam. Ia masuk dinas militer dan di kemudian hari mengundurkan diri lalu belajar berdoa dan berkarya untuk Tuhan di bawah bimbingan Santo Remigius. Ia dikaruniai kemampuan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di antaranya, ia menyelamatkan permaisuri Raja Clovis dari masalah kehamilan yang sulit. Sebagai ucapan terima kasih, raja memberinya sebidang tanah yang luas dekat tempatnya bertapa di Noblac. Di tanah itu Leonardus mendirikan biara. Leonardus juga mendapatkan hak istimewa dari raja untuk kapanpun membebaskan tahanan manapun yang ia anggap pantas. Leonardus wafat di biaranya pada pertengahan abad keenam. St Leonardus dijadikan pelindung para ibu yang mengandung dan para tahanan.

Renungan:

"Bapa Kami yang Ada di Surga":
1. Kita dapat menyapa Allah sebagai Bapa karena Putra Allah yang telah menjadi manusia menyatakannya kepada kita.
2. Dalam berdoa “Bapa Kami” kita mengakui Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus yang semula kekal selamanya.
3. “Surga” tidak berarti tempat, tetapi keagungan Allah dan kehadiran-Nya di dalam hati orang yang benar. Surga adalah rumah Bapa, yakni tanah air kita yang sesungguhnya. Kita mengejarnya dan sekarang kita sudah termasuk di dalamnya (Katekismus GK).


7 November

 St. Willibrodus, Uskup dan Pengaku Iman

Willibrodus
Herkulanus
Santo Willibrodus dilahirkan di Northumbria, Inggris, pada tahun 658. Pada usia 20 tahun ia melanjutkan studinya ke Irlandia di bawah bimbingan St Egbertus. Sesudah ditahbiskan sebagai imam, bersama St Swidbertus dan sepuluh biarawan Inggris lainnya, ia mendarat di Frisia dan mewartakan Kabar Gembira di Eropa Utara yang penduduknya masih kafir. Setelah berkarya selama lima tahun, pada tanggal 22 November 695 Willibrodus ditahbiskan menjadi Uskup Agung untuk wilayah Frisia oleh Paus Sergius. Pada tanggal 7 November 739 Willibrodus wafat dalam usia 81 tahun dalam Biara Echternach, Luxemburg yang didirikannya.

 St. Herkulanus dan St. Ernestus, Martir

Santo Ernestus adalah seorang abbas dari Zwiefalten, Jerman. Mendengar dari St Bernardus bahwa Yerusalem akan jatuh ke tangan kaum Muslim, ia meninggalkan biaranya untuk membela Tanah Suci dari pendudukan Arab dan mengamankan serta melindungi para peziarah yang mengunjungi tempat-tempat suci. Ernestus bersama beberapa orang lainnya ditangkap, disiksa dan dibunuh di Mekkah pada tahun 1148.

Santo Herkulanus adalah Uskup Perugia, Italia yang disiksa dengan keji dan dipenggal kepalanya oleh orang-orang Goth ketika orang-orang kafir ini merebut Perugia, Italia. Jenazahnya tidak membusuk. Ia wafat pada tahun 549.

Renungan:

Tujuh Permohonan dalam Doa Bapa Kami:

Roh Putra menyampaikan tujuh permohonan dalam Doa Bapa Kami. Tiga yang pertama menyangkut penghormatan, pengudusan nama-Nya dan kedatangan kerajaan-Nya serta pemenuhan kehendak-Nya. Empat yang lain berkaitan dengan kepentingan kita: mohon rezeki, pengampunan dosa, pendampingan dalam perjuangan, agar memperoleh kemenangan atas yang baik dari yang jahat.

Permohonan pertama: “Dimuliakanlah Nama-Mu.” Dimuliakanlah lazim diterjemahkan dengan “dikuduskanlah nama-Mu.” Permohonan yang pertama ini diajarkan oleh Yesus dalam suasana keinginan, kerinduan, serta penantian, di mana Allah dan manusia ikut terlibat. Permohonan ini langsung membenamkan kita dalam misteri ke-Allah-an-Nya, ke dalam karya keselamatan umat manusia. Allah sebenarnya tidak bisa lebih dimuliakan lagi, tidak bisa lebih dikuduskan lagi nama-Nya, karena Allah sudah Mahamulia dan Mahakudus. Yang masih harus dikuduskan adalah ciptaan-Nya, terutama kita manusia. Nama-Nya dimuliakan oleh manusia. Kekudusan Allah adalah pusat misteri Allah yang kekal.


8 November

 St. Teoktista, Pengaku Iman

Empat Sekawan dengan Mahkota Kemartiran
St Teoktista adalah seorang biarawati muda yang diculik oleh orang Arab, tetapi berhasil meloloskan diri dan hidup sebagai pertapa di dalam hutan selama 35 tahun. Sesaat sebelum meninggal, ia ditemukan oleh seorang pemburu yang kemudian membawakan komuni kudus kepadanya. Ia wafat pada abad ke-9.

St. Klaudius dkk, Martir

Klaudius, Nikostratus, Simporian, dan Kastorus dikenal sebagai para pemahat Kristen yang ulung. Hasil pahatan mereka termasyhur di kalangan bangsawan Romawi. Suatu hari Kaisar Diokletianus memesan sebuah patung berhala bernama Aeskulapius. Mereka menolak memahat patung berhala itu. Oleh karenanya mereka ditangkap, disiksa dan ditenggelamkan ke dalam Sungai Tiber pada tahun 302. Jenazah mereka kemudian ditemukan dan dimakamkan di gereja “Empat Sekawan dengan Mahkota Kemartiran (The Four Crowned Martyrs)” yang ada dalam gereja di Roma. Bersama mereka dikenangkan juga Simplisianus. Empat martir lainnya yang juga dikenangkan sebagai Empat Sekawan dengan Mahkota Kemartiran adalah: Severus, Severianus, Karpoforus dan Victorinus yang wafat dimartir dua tahun sebelumnya.


Renungan:

“Datanglah Kerajaan-Mu”

1. Dalam Perjanjian Baru, “Kerajaan” mempunyai makna abstrak “kekuasaan” dan makna konkret “wilayah kerajaan.” Kerajaan Allah sudah ada dan sudah dekat dalam Sabda yang menjelma menjadi Manusia. Kerajaan Allah dimaklumkan dalam seluruh Injil dan sudah datang dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Sejak perjamuan malam terakhir, kerajaan Allah sudah datang dalam bentuk Ekaristi; Ia ada di tengah-tengah kita. Kerajaan Allah akan datang dalam kemuliaan bila Kristus datang dalam kemuliaan-Nya dan menyerahkannya kepada Bapa. Berarti Kristus Sendiri adalah Kerajaan Allah itu, kepada siapa kita dapat berseru setiap hari dalam kerinduan kita.

2. Permohonan ini adalah “Maranatha,” seruan roh dan mempelai: “Datanglah Tuhan Yesus.”

3. Doa Tuhan berbicara terutama tentang kedatangan kerajaan Allah yang definitif bila Kristus datang kembali di akhir zaman. Kerinduan ini mendesak Gereja untuk mempersiapkan kedatangan Allah di akhir zaman. Sejak Pentakosta, kedatangan kerajaan Allah adalah karya Roh Kudus yang melanjutkan karya Kristus di dunia dan menyelesaikan segala pengudusan (Doa Syukur Agung IV).

4. “Kerajaan Allah” adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Kita hidup sekarang dalam zaman pencurahan Roh Kudus. Dengan ini mulailah perjuangan yang menentukan antara daging dan roh. Yesus datang untuk memaklumkan kerajaan Allah. Kerajaan Allah juga berarti pemerintahan Allah, kekuasaan Allah yang meliputi seluruh ciptaan.


9 November

 St. Theodorus Tiro, Martir

St Theodorus Tiro adalah seorang prajurit Kristen. Bersama temannya ia ditugaskan menjaga keamanan wilayah Pontus, Asia Kecil sekitar Laut Hitam. Ketika dipaksa untuk ikut dalam korban kepada dewa-dewa kafir Romawi, ia menolak dengan tegas. Satu-satunya yang ia sembah hanyalah Kristus. Oleh karenanya ia ditangkap, disiksa dan dibakar hidup-hidup pada tahun 306. Di Bukit Palatium, Roma, didirikan gereja untuk menghormati Theodorus sebagai martir Kristus. Makamnya sendiri terdapat di Euchaita, Asia Kecil.

Renungan:

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilika ini merupakan basilika agung yang pertama. Lambang kemerdekaan dan perdamaian setelah tiga abad lebih Gereja berada dalam penghambatan dan penganiayaan oleh kaisar-kaisar Romawi. Pemberkatan yang kita rayakan hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan kedamaian itu. Ketika Kaisar Konstantinus bertobat, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibundanya - Santa Helena - mendorongnya dan membantu dalam usaha membangun gereja-gereja itu. Sekitar tahun 324 Kaisar Konstantinus Agung mendirikan sebuah gereja besar di Lateran. Hari ini kita merayakan ulang tahun pemberkatan Gereja Basilik St Yohanes di Lateran itu.

Gereja tempat kita berkumpul melambangkan Gereja umat Allah, Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu? Basilik Gereja Santo Yohanes di Lateran adalah Gereja Katedral Uskup Roma. Uskup Roma adalah paus sendiri sebagai kepala tertinggi umat Katolik di seluruh dunia. Di setiap dioses atau keuskupan, gereja katedral adalah induk dari semua gereja dalam keuskupan tersebut.


10 November

 St. Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Leo dilahirkan dekat Roma. Sewaktu diutus ke Perancis pada tahun 440, ia dipilih menjadi Paus. Ia hidup dalam suatu masa yang penuh pergolakan. Suku-suku bangsa dari bagian utara menyerang Roma dan ajaran-ajaran sesat mengancam kesatuan Gereja. Sebagai seorang gembala yang baik, ia memperhatikan nasib umat. Dengan resiko nyawanya sendiri, Paus Leo menghadap Panglima Attila dan membujuknya agar tidak menyerang kota Roma. Banyak orang selamat karena usaha Paus Leo Agung. Dalam Konsili Kalsedon, beliau berhasil memulihkan kembali kesatuan Gereja. Paus Leo Agung wafat pada tanggal 10 November 461, sesudah memimpin Gereja dalam kurun waktu duapuluh satu tahun. Pada setiap masa, Gereja menghadapi pelbagai macam persoalan dan kesulitannya sendiri. Para paus berusaha sekuat tenaga mengatasinya sebaik mungkin dengan cara masing-masing dan dalam tanggung jawab terhadap keselamatan Gereja. Apakah kita bertindak sesuai dengan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita?

Renungan:

Attila “Kutuk Tuhan” (Scourge of God) dan Genserik, pemimpin Wandal, sekitar tahun 450 memporak-porandakan daratan Eropa. Dua kali Roma terhindar dari pengrusakan dan perampokan berkat keberanian Paus Leo Agung. Paus sendiri menghadapi mereka dengan gagah berani. Paus juga adalah seorang pembela iman yang agung. Pengajarannya yang jelas mengenai misteri iman segera mengurangi pengaruh jahat bidaah-bidaah dan menjadi kerangka acuan Konsili Kalsedon. Kekayaan rohani diwartakannya melalui khotbah-khotbah dan buku-buku doanya. Tuhan mengikat perjanjian damai dengannya dan mengangkat dia menjadi pemimpin umat dan memberinya martabat imam agung. Sebagai gembala yang baik, ia siap menyerahkan nyawanya untuk domba-dombanya. Dalam Gereja Katolik, semua imam yang berkedudukan sebagai pastor, uskup, kardinal dan menggembalakan umat selalu secara khusus berfungsi sebagai Kristus gembala yang baik.


11 November

 St. Martinus, Uskup

Martinus dilahirkan di Sabaria, Pannonia, Hungaria Barat sekitar tahun 316 dari keluarga kafir. Pada usia muda ia masuk tentara. Dalam rangka mengemban tugas, ia sampai di Perancis. Suatu peristiwa yang dialaminya menghantar Martinus menerima pembaptisan. Pada usia 18 tahun ia menjadi anak Tuhan sebab Roh Kudus memimpin hidupnya. Pada usia 20 tahun, ia meninggalkan dinas ketentaraan Romawi dan menjadi rahib di bawah bimbingan Santo Hilarius. Pada tahun 371, ia ditahbiskan menjadi Uskup Tours di Prancis. Meski menjabat uskup, ia tetap menjalani kehidupan sebagai seorang rahib; bahkan ia masih mendirikan biara di Liguge. Pada akhir abad keempat, orang-orang kota hampir semuanya menjadi Kristen, tetapi orang-orang di pedalaman masih kafir. Maka, Martinus pun mulai mewartakan Injil di pedalaman. Uskup yang kudus ini wafat pada tanggal 8 November 397. Cinta kasih Kristus dapat mengubah hidup kita agar hati kita terbuka bagi-Nya. Adakah hati kita terbuka bagi cinta kasih Allah?

Renungan:

Dalam perjalanan dinas ke kota Amiens di musim dingin, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis yang kedinginan di pintu gerbang kota. Si pengemis mengulurkan tangan meminta sedekah. Martinus tidak membawa uang di sakunya. Tergerak oleh belas kasihan, ia membelah mantolnya menjadi dua, lalu diberikannya yang sebagian kepada si pengemis. Ketika kembali, banyak orang menertawakan Martinus karena mantolnya yang aneh. Malam itu juga Yesus menampakkan diri kepada Martinus si katekumen. Martinus melihat Yesus Sendiri mengenakan sebagian mantol yang diberikannya kepada sang pengemis. Segera Martinus minta dibaptis dan mengudurkan diri dari dinas militer Romawi. Ia kemudian menjadi rahib, ditahbiskan menjadi imam dan ditahbiskan menjadi Uskup Tours. Mantol Martinus menjadi simbol amal kasih kepada Kristus lewat sesama manusia. Tuhan bersabda, “Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku” (1 Samuel 2:35). “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40). Tuhan sabda-Mu adalah kebenaran abadi.


12 November

 St. Yosafat, Uskup dan Martir

Yohanes Kuncewicz dilahirkan pada tahun 1580 di Ukraina. Orangtuanya Orthodox, tetapi ia lebih tertarik kepada Gereja Katolik. Ia menerima jubah dan mengucapkan kaul sebagai biarawan Santo Basilikus di Vilna pada tahun 1604 dengan mengambil nama Yosafat. Sesudah ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1609, ia berupaya memajukan persatuan Gereja. Ia mendirikan dan memulihkan beberapa biara yang menjadi pusat usaha pendekatan Gereja-gereja Yunani dan Latin. Pada tahun 1617, dalam usia tigapuluh delapan tahun, Yosafat ditahbiskan sebagai Uskup Agung Polotsk, Lithuania. Uskup Yosafat giat berkotbah dan sering mengunjungi para imamnya guna menyemangati mereka. Pada tanggal 12 November 1623, dalam kunjungan ke Vitebsk, Yosafat dibunuh oleh orang-orang yang menentang usaha kerasulannya. Santo Yosafat berjuang dengan giat tanpa melihat hasil usahanya. Kristus wafat di salib tanpa melihat hasil usaha-Nya. Namun usaha itu tidak sia-sia sebab Kristus telah bangkit dari alam maut. Apakah kita berani bekerja bagi Kristus dan Gereja-Nya meski tanpa melihat hasilnya?

Renungan:

Yosafat seorang uskup yang giat berusaha menciptakan persatuan Gereja. Ia bahkan berani mempertaruhkan nyawa untuk itu. Pada tanggal 12 November 1623, setelah merayakan misa, beberapa orang yang anti persatuan dengan Paus di Roma masuk ke dalam kediamannya. Mereka menyerang dan membunuh Yosafat dan jenazahnya dibuang ke dalam Sungai Dvina. Lima tahun kemudian, jenazah Uskup Yosafat ditemukan dalam keadaan tidak rusak, meski pakaiannya telah hancur; selama sembilan hari dipertontonkan kepada umat, jenazahnya memancarkan bau harum bunga mawar dan lili. Kemartirannya membuka mata sebagian orang untuk kembali bertobat dan bersatu dengan Roma. Pada tahun 1637, jenazah Uskup Yosafat diperntontonkan, juga pada tahun 1767, tetap dalam keadaan tidak rusak. Akhirnya jenazahnya dibawa ke Basilika St Petrus di Roma dan disemayamkan di sana.


13 November

 St. Stanislaus Kostka, Pengaku Iman

Stanislaus Kostka dilahirkan pada tahun 1550 dalam sebuah keluarga bangsawan di Polandia. Bersama Paul - kakaknya -, ia dikirim orangtuanya belajar di sebuah kolese Yesuit di Wina, Austria. Stanislaus masih berusia 14 tahun kala itu. Ia seorang remaja yang lugu, periang dan peramah. Sehari dua kali ia mengunjungi kapel untuk berdoa dan ia tidak pernah lalai mendaraskan rosario setiap hari. Paul memperlakukan adiknya dengan kasar dan kejam. Ketika Stanislaus jatuh sakit dan dalam keadaan kritis, Paul melalaikan tanggung jawab terhadap adik kandungnya itu. Sulit mendatangkan imam, sebab Stanislaus indekos di rumah sebuah keluarga Protestan. Stanislaus berdoa kepada Tuhan dengan perantaraan Santa Barbara yang tak akan membiarkan seorang pun yang memohon perantaraannya meninggal tanpa menyambut sakramen. Doanya segera dikabulkan. Santa Barbara menampakkan diri didampingi dua malaikat untuk menghantarkan Komuni Kudus kepadanya. Santa Maria bersama Kanak-kanak Yesus menampakkan diri juga dan menyembuhkannya. Sebagai ucapan syukur kepada kerahiman ilahi, Stanislaus bertekad masuk Serikat Yesus. Pada bulan Oktober 1567, Stanislaus menerima jubah Yesuit. Sepuluh bulan lamanya ia menjalani novisiat dengan sangat baik. Ia seorang novis yang amat saleh meski masih muda usianya. Kesehatannya yang rapuh membuat Stanislaus rentan jatuh sakit. Ia berdoa dengan sungguh agar diperkenankan masuk ke surga pada Hari Raya Maria Diangkat ke Surga. Ia jatuh sakit pada tanggal 9 Agustus dan diwahyukan kepadanya bahwa permohonannya dikabulkan. Stanislaus Kostka wafat pada tanggal 15 Agustus 1568. Setelah wafatnya, banyak orang sakit menjadi sembuh dengan perantaraannya. Tiga tahun setelah wafatnya, jenazah Stanislaus didapati tidak rusak. Pada tahun 1604 Stanislaus Kostka dimaklumkan sebagai beato dan pada tahun 1726 sebagai santo. Santo Stanislaus Kostka dijadikan pelindung para pelajar dan mahasiswa.

Renungan:

Iman seorang beriman, terlebih iman kepercayaan seorang Kristiani, menjadikan orang beriman itu dekat dengan Tuhan Allah-nya. Iman bagi orang beriman laksana dian atau lilin yang bernyala siang dan malam. Iman, harapan, dan cinta kasih kepada Kristus dalam Ekaristi mengutus Santa Barbara membawa Komuni Kudus kepada Stanislaus. Imannya juga yang menggerakkan hati Santa Perawan Maria bersama Kanak-kanak Yesus untuk menyembuhkannya. Terlebih untuk menjemput dan menghantarnya masuk ke surga pada pesta SP Maria, 15 Agustus 1568, di usia 18 tahun. Dalam usia muda belia sudah menjadi kudus berkat iman yang selalu bernyala.


14 November

 St. Yosef Maria Pignatelli, Pengaku Iman

Yosef Maria Pignatelli dilahirkan dalam keluarga bangsawan di Saragosa, Spanyol pada tahun 1737. Ketika usianya 16 tahun, ia masuk Serikat Yesus di Taragona dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1763 dalam usia 25 tahun. Yosef Pignatelli ditugaskan di antara orang-orang miskin di Saragosa. Dalam imannya yang kokoh akan penyelenggaraan ilahi, ia dengan teguh dan tabah menghadapi kemelut yang melanda serikatnya. Ketika Serikat Yesus semakin terdesak dan akhirnya dibubarkan oleh Paus, Yosef menguatkan iman para saudara dan membantu dengan segala daya upaya agar Serikat Yesus dihidupkan kembali. Sebab itu ia disebut sebagai tokoh “Pembangun Kembali Serikat Yesus”. Yosef Maria Pignatelli wafat di Roma pada tanggal 11 November 1811 karena penyakit tuberculosis yang lama dideritanya. Pada tahun 1954 ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII.

Renungan:

“Jadilah Kehendak-Mu.”

1. Doa Gereja atas nama Tuhan Yesus Kristus sunggah besar kekuatannya, terutama dalam Ekaristi. “Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.”
2. Adalah kehendak Allah bahwa semua orang diselamatkan. Allah bukan hanya sabar, tetapi Mahabesar. Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (II Petrus 3:9). Kehendak Allah yang universal itu mencakup segala perintah dan ajakan sosial manusiawi. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yohanes 13:34). Dari surga, Allah mengasihi semua orang, maka di dunia tiap-tiap orang harus mengasihi.
3. Kehendak Allah telah terlaksana secara sempurna di dalam Yesus Kristus dan oleh Yesus Kristus. Karena Yesus telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita” (Galatia 1:4). Santo Paulus menandaskan, Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus” (Ibrani 10:10). Maka ketika berdoa dalam sakrat maut di Taman Getsemani, Yesus berkata, “Tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu-lah yang terjadi” (Lukas 22:42). Apakah kita juga berani berdoa: Bukan kehendakku melainkan kehendak-Mu yang terjadi?
4. Apakah kita mampu melaksanakan kehendak Allah seperti Kristus? Manusia penuh keterbatasan. Pasti tidak bisa. Kita hanya bisa dalam persatuan dan kesatuan dengan Kristus sendiri.


15 November

 St. Albertus Magnus, Uskup dan Pujangga Gereja

Albertus dilahirkan di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman, pada tahun 1206. Sejak kecil ia mencintai alam semesta dan kekayaannya. Ia tahu dan hafal hampir semua nama bunga, binatang hutan, batu alam dan bintang di langit. Kelak ia menulis banyak buku tentang ilmu alam yang sampai sekarang masih dikagumi orang. Albertus belajar di Universitas Padua, Italia. Kemudian ia masuk Ordo Dominikan dan ditempatkan di Koln. Rekan-rekan biara melihat bahwa Albert pandai dan bijaksana. Albert menjadi mahaguru tersohor di Paris dan di Koln. Ia dijuluki doktor universalis karena menghasilkan buah pena yang banyak dan meliputi segala ilmu. Thomas Aquinas adalah salah satu muridnya. Albert mempelajari buku-buku sarjana Yunani dan Arab. Ia diangkat menjadi uskup. Tetapi tidak lama mengundurkan diri supaya bisa belajar dan mengajar lagi. Albertus dikenal rendah hati dan suci hidupnya. Ia menaruh devosi kepada Sakramen Mahakudus. Lebih dari 50 buku berhasil ditulisnya. Albertus Magnus (= Agung) wafat pada tanggal 15 November 1280.

Renungan:

Dalam pesona hidup rohani berdasarkan iman, ajaran wahyu dan hidup intelektual, berdasarkan ilmu pengetahuan dan filsafat, terdapat keserasian yang sempurna. Tuhan dimuliakan dan manusia dibahagiakan. Itulah tujuan sang Pencipta. Itulah nuansa Roh kebijaksanaan dan pengertian yang membuat Albertus membuka mulutnya untuk mewartakan karya agung Allah. Albertus juga tidak lupa memuaskan sesamanya dengan santapan rohani dan jasmani seperti diungkapkan oleh Lukas 12:42, Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Apa yang dilakukan Albertus Agung dilanjutkan juga oleh muridnya, Thomas Aquinas. Dan karya agung Santo Albertus Agung itu diteruskan oleh ratusan ribu imam, biarawan dan biarawati Kristen serta kaum awam lainnya. Pujilah Tuhan hai seluruh bumi!


Sumber: “Ziarah Iman Pastor Jan Lali SVD, Renungan Harian Bersama Para Kudus Sepanjang Tahun”; diterbitkan oleh Penerbit Buku Sabda, Yayasan Sabda Bahagia; Jakarta 2005; tambahan dan edit oleh YESAYA: yesaya.indocell.net