Ziarah Iman bersama Para Kudus:

Agustus

16 Agustus

 St. Benediktus Joseph Labre, Pengaku Iman

Benediktus Yoseph Labre dilahirkan pada tanggal 26 Maret 1748 di Perancis. Didikan keras ayah menjadikannya seorang pekerja keras, cermat, cekatan dan beriman. Benediktus bercita-cita menjadi imam. Ia mendapatkan bimbingan dari pamannya yang adalah seorang imam: P Peter Francois Labre. Karena gangguan kesehatan dan usia yang terlalu muda, Benediktus tidak diterima. Ia kemudian menjadi rasul awam selama tiga tahun di Palestina. Ia menjadi peziarah. Dalam renungan waktu tujuh tahun antara tahun 1770-1777, Benediktus berjalan dengan kaki telanjang menjelajahi semua kota besar di Eropa Barat (Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia), lalu menetap di Roma. Ia memilih status sebagai seorang pengemis yang hidup dari belaskasihan sesama. Ia berziarah mengunjungi gereja-gereja untuk berdoa dan merayakan Ekaristi. Benediktus Yoseph Labre dikagumi banyak orang karena kesalehannya, tetapi juga diejek dan ditertawakan banyak orang. Berkat kesalehan hidup, Benediktus dikaruniai banyak penglihatan ajaib. Pada awal masa puasa tahun 1783, ia jatuh sakit dan wafat pada hari Jumat Agung, 16 April 1783. Seabad kemudian, Paus Leo XIII (1878-1903) memberinya gelar kudus.

Renungan:

Hidup meditasi menciptakan insan unggulan yang tuntas rohani dan jasmani: akal-budi dan pikiran, kehendak, kemauan dan hati nurani. Kesulitan dan pelbagai tantangan hidup, pencobaan dan godaan menjadikan meditasi lebih kuat dan mantap. Manusia demikian akan disegani oleh sesamanya, dihormati dan diberkati oleh Tuhan Allah-nya. Ia akan memberikan diri dan jiwa untuk mengagungkan karya Tuhan dan segala ciptaan-Nya, dan juga menghantar orang untuk menyelami rahasia ciptaan Allah. Karena Allah akan berbicara secara langsung kepada manusia dan mereka akan mendengar pesan Allah tentang kehidupan saat ini dan yang akan datang.


17 Agustus

Kemerdekaan Indonesia

Berkat rahmat Allah yang Mahakuasa dan didorong oleh keinginan yang luhur, pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaanya. Pernyataan itu timbul dari keyakinan bahwa setiap bangsa berhak atas kemerdekaan dan bahwa penjajahan harus dihapuskan dari permukaan bumi. Pada saat itu dicita-citakan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pemerintahan negara berkewajiban memajukan kesejahteraan umum, membina kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Cita-cita itulah yang tertulis dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan merupakan suatu karunia Allah tetapi juga suatu tugas. Kita dipanggil kepada kemerdekaan, tetapi janganlah kita mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup seturut nafsu. Melainkan hendaklah kita mengabdi dalam cinta kasih dan berbuat baik kepada semua orang.

Renungan:

Kemerdekaan adalah hak, tetapi janganlah kita mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup seturut nafsu. Misalnya, nafsu sombong, angkara murka, marah, tamak, kikir, iri hati, cabul dan malas. Akibatnya, badai krisis moneter dan ekonomi serta ketidakpercayaan melanda, dan penderitaan menerjang bangsa kita sekarang ini. Tetapi kita percaya bahwa Kristus tetap setia. Melalui St. Petrus, Roh Kudus, Roh Kristus dan Gereja, menyerukan ajakan: “Hiduplah sebagai orang merdeka” (1 Petrus 2:16). Banyak putera-puteri Indonesia yang beriman menghayati serta mengamalkan kemerdekaan itu lahir batin 100%. Hidup dijalani untuk memuliakan Allah; pengabdian pada Tuhan diungkapkan melalui pengabdian dalam pelayanan pada keluarga, Gereja, bangsa dan negara. Ia bangga atas salib Kristus seperti diajarkan oleh St. Paulus, Aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia” (Galatia 6:14). Kita harus bangga akan salib Tuhan kita Yesus Kristus, pohon keselamatan, kehidupan dan kebahagiaan. Kita akan mengalami hidup bahagia di dunia, mati bahagia dan dihantar masuk kerumah Bapa di surga.


18 Agustus

 St. Helena, Pengaku Iman

Helena dilahirkan di Turki sekitar tahun 250. Anak pengusaha rumah penginapan ini menikah dengan Konstantinus Klorus. Pada tahun 274, mereka dikarunia seorang putera, yakni Konstantinus Agung yang dilahirkan di Naissus. Konstantinus Klorus meninggal dunia pada tahun 308 dalam suatu ekspedisi ke Britania. Puteranya, Konstantinus menjadi Kaisar Romawi Barat. Pada tahun 312, Konstantinus menang dalam peperangan melawan Maxentius. Kemenangan ini, menurut kisah, berdasarkan campur tangan ilahi. Konstantinus melihat suatu penglihatan ajaib lukisan Yunani “Tuoto Nika” yang artinya, “dalam tanda ini engkau akan menang.” Karena kemenangannya di bawah panji salib, agama Kristen diakui sebagai agama negara. Konstantinus dan ibunya menjadi Kristen. Kosntantinus mendirikan banyak gereja. Semua orang Kristen yang masih dalam penjara dibebaskan, dan semua kekayaan Gereja yang dijarah dikembalikan, pula ia menghadiahkan banyak tanah kepada Gereja. Helena sendiri, di usia senja, berziarah ke Tanah Suci Yerusalem pada tahun 324 untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberi banyak rahmat berkat kepada keluarganya. Dalam ziarah suci itu Helena berusaha mencari, dan akhirnya menemukan, salib Yesus. St Helena wafat pada tahun 330; jenazahnya dimakamkan dalam makam keluarga kaisar.

Renungan:

Jerih payah St Helena membuahkan hasil: tiga buah salib ditemukan di sebuah sumur dekat Bukit Golgota di Yerusalem. Bahkan paku-pakunya pun masih ada. Yang menjadi pertanyaan: apakah ketiga salib itu adalah salib bersejarah yang dicari? Lalu, yang manakah salib Kristus? Dengan bantuan Uskup Makarios ketiga salib itu disentuhkan berturut-turut pada seorang perempuan yang menderita sakit tak tersembuhkan. Begitu salib ketiga disentuhkan, perempuan yang sakit itu secara ajaib menjadi sembuh. Itulah salib Kristus! Sebab amat gembira, Helena meminta puteranya mendirikan sebuah gereja di atas bukit Golgota untuk menyimpan Salib Suci. Ia memotong sebagian salib untuk dikirim ke Roma dan Konstantinopel. Dua buah gereja lain dibangun di Betlehem.


19 Agustus

 St. Yohanes Eudes, Pengaku Iman

St Yohanes dilahirkan di Rye, Perancis pada tanggal 14 November 1601. Sejak remaja, ia memiliki devosi mendalam kepada Bunda Maria. Pada tahun 1623, Yohanes menggabungkan diri sebagai anggota gerakan mistik yang dikenal dengan nama Oratorium. Para anggotanya mempersatukan diri dengan Tuhan melalui bacaan dan renungan Kitab Suci serta pewartaan sabda di sebuah kolese Yesuit. Di Paris, Yohanes melanjutkan pendidikannya. Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas, cekatan dan saleh. Pada tahun 1625 Yohanes ditahbiskan menjadi imam. Khotbah-khotbah dan retret-retret Yohanes menyentuh banyak orang. Tuhan meneguhkannya dengan banyak mukjizat. Yohenes memiliki devosi yang kuat kepada Hati Yesus yang Mahakudus dan Hati Maria yang Tak Bernoda. Ia mendirikan Kongregasi Yesus dan Maria serta Kongregasi Suster-suster Gembala Baik. St Yohanes Eudes wafat pada tanggal 19 Agustus 1680. Ia dinyatakan santo pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI (1922-1939). Penyerahan seluruh dunia kepada Hati Tak Bernoda Maria oleh Paus Pius XII merupakan suatu penghormatan besar kepada Santo Yohanes Eudes.

Renungan:

Pada awal ciptaan, manusia ditempatkan di puncak gunung yang tinggi. Sesudah malapetaka dan dosa, mulailah degradasi hidup moral sampai ke neraka. Tuhan adalah Mahakasih dan Maharahim; Ia mengutus Putra tunggalNya untuk mengangkat umat manusia dari lembah dosa. Berkat misteri Paskah, wafat dan kebangkitan-Nya, setiap orang diangkat kembali dan dipimpin masuk ke dalam surga. Itulah salah satu makna dari undangan Yesus, “Datanglah kepada-Ku.” Rahmat dan berkat itulah yang dialami oleh para kudus, termasuk St Yohanes Eudes dan calon-calon imam dipelbagai seminari yang didirikannya. Salah satu cabang Kongregasi Suster-suster Gembala Baik ada di Jatinegara, Jakarta.


20 Agustus

 St. Bernardus, Abbas dan Pujangga Gereja

Bernardus semula hidup tidak teratur. Tetapi semenjak kematian ibunya remaja itupun bertobat. Ia kemudian masuk pertapaan yang dipimpin St Stefanus Harding. Bersama 12 rekan sebiara ia mendirikan pertapaan di Clairvaux. Dalam bimbingan Roh Kudus pertapaan itu berkembang pesat di seluruh Eropa. Karenanya, St Bernardus disebut sebagai pendiri kedua Ordo Cistercian setelah Santo Stefanus Harding. Bernardus membela hak Paus Inosensius II (1130-1143) dari rong-rongan paus tandingan Anakletus pada tahun 1130. Bernardus menentang pandangan-pandangan salah Petrus Abelard dan menulis banyak buku tentang pelbagai hal. Paus Eugenius III (1145-1153), bekas anak didiknya di pertapaan Clairvaux, mengutus Bernardus ke Jerman dan Perancis untuk berkotbah menentang ajaran sesat Albigensia. Khotbah, ajaran, serta tulisan St Bernardus mengilhami mistisisme abad petengahan. St Bernardus wafat pada tahun 1153, dinyatakan “kudus” pada tahun 1174 dan dimaklumkan sebagai Pujangga Gereja dan Bapa Terakhir Gereja pada tahun 1830.

Renungan:

Hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik(Yakobus 3:17). Butir-butir mutiara dalam konteks hikmat Santo Yakobus menjadi darah dan daging Santo Bernardus, Abbas, Pujangga Gereja, dan Bapa Terakhir Gereja. Darimanakah Santo Bernardus mendapatkan butir-butir mutiara rohani itu? Sumbernya tak lain adalah Kitab Suci. Apabila sudah capai menulis dan mengajar, Bernardus pun menarik diri dan membenamkan diri dalam Kitab Suci. Ia beristirahat sejenak bersama Kitab Suci. Ayat-ayat Kitab Suci seringkali disisipkan dalam percakapan-percakapannya. Apabila ia berkotbah terbayanglah seluruh perikop dalam ingatannya. Ia mengenal Kitab Suci dan dijiwai oleh Kitab Suci seperti para nabi.


21 Agustus.

 St. Pius X, Paus dan Pengaku Iman

Yoseph Sarto dilahirkan di kampung Riese, dekat Venesia pada tahun 1835. Ia menjadi seorang imam yang sangat disayangi oleh umat. Di kemudian hari, Yoseph ditabhiskan menjadi Uskup Mantua dan lalu Uskup Agung Venesia. Pada tahun 1903 ia dipilih menjadi Paus dan memilih nama Pius X. Semboyan hidupnya ialah memulihkan segalanya dalam Kristus. Dengan rendah hati, sederhana, tetapi tegas, ia mengajak umat beriman untuk memperbaharui diri dalam Kristus, khususnya dengan menyambut tubuh Kristus. Ia juga menaruh perhatian besar pada pembaharuan liturgi. Paus Pius X wafat pada tanggal 20 Agustus 1914.

Renungan:

Kristus gembala yang baik menguji Simon Petrus sampai tiga kali. Kristus tahu benar bahwa Petrus mengasihi-Nya hingga rela mengurbankan nyawa. Tetapi, peristiwa ini terjadi agar semua orang yang mengikuti panggilan khusus menjadi pengikut Kristus atau abdi-abdiNya: paus, para uskup, imam, biarawan, biarawati akan ditopang oleh Kristus dengan Roh KudusNya agar tetap setia pada panggilan. Bila ada yang tidak setia, itu adalah akibat tidak adanya kerja sama pribadi dengan rahmat Tuhan. Mengasihi Yesus lebih dari segala-galanya berarti lebih mengikuti kehendak Allah daripada kehendak sendiri. Sampai tiga kali Petrus menyatakan bahwa ia mengasihi Kristus, sebagai silih atas tiga kali penyangkalannya. Paus Pius X adalah satu dari antara penerus Petrus. “Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin dan saya ingin mati secara miskin pula.”


22 Agustus.

SP Maria Ratu

Pesta Santa Perawan Maria Ratu ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1954. Peristiwa iman ini melestarikan komemorasi konsekrasi Gereja kudus dan seluruh umat manusia oleh Paus Pius XII kepada Hati Maria yang Tak Bernoda pada tahun 1942, ketika Perang Dunia tengah berkecamuk. Pesta SP Maria Ratu dirayakan seminggu sesudah HR Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga. Santa Perawan Maria kita hormati sebagai Ratu karena Maria adalah Ratu Surga dan Bumi. Kepada Kristus diberikan kemuliaan, kekuasaan dan kehormatan. Maka pantaslah BundaNya beroleh bagian dalam kemuliaan itu. Maria mendampingi Kristus bagai permaisuri mendampingi raja. Marilah kita dengan hati gembira menghormati Maria, Ratu kita, dengan lagu pujian tetapi terlebih lagi dengan laku langkah kita. Adakah kita telah cukup berusaha untuk hidup seturut teladan Maria?

Renungan:

Maria menjadi Ratu karena Putranya adalah Raja Surga dan Bumi. Kuasa Kristus meliputi seluruh dunia dan seluruh alam semesta. Maria menjadi Ratu Surga dan Bumi; itulah salah satu hak istimewa Maria. Ia adalah insan terberkati. Ia mendapatkan segala ganjaran dan berkat rahmat yang dilimpahkan Tuhan kepada segenap para kudus dan para malaikat. Ia mendapatkan segala kemuliaan dengan segala rahmat dan berkat yang ia miliki. Martabat ratu itulah tanda kemuliaanya. Ia memandang wajah Allah sebesar imannya. Terberkatilah engkau sesuai dengan imanmu. Maria mendapatkan segala kebaikan Tuhan. Allah memberi DiriNya kepada setiap orang, tetapi kepada Maria, Allah memberi DiriNya terlebih unggul sesuai dengan pengabdian Maria yang total semasa hidupnya. Ketaatan Maria pada kehendak Allah sungguh sempurna. Sekarang Maria berbahagia dan bersukacita dalam Tuhan.


23 Agustus.

 St. Rosa da Lima, Perawan

Santa Rosa dilahirkan di Peru, Amerika Selatan pada tahun 1586. Orangtuanya merencanakan perkawinannya dengan seorang pemuda pilihan mereka. Tidak kurang dari 10 tahun Rosa harus berjuang menolak keinginan orangtuanya. Ia memilih masuk ordo ketiga St Dominikus. Para anggota tidak berkomunitas, tetapi hidup mandiri. Rosa menjalani suatu cara hidup matiraga yang sangat keras guna mengikuti jejak Kristus. Ia mendirikan sebuah pondok di kebun orangtuanya dan hidup sebagai seorang pertapa hingga berusia 28 tahun. Sebagian besar waktu ia pergunakan untuk berdoa dan bertapa. Pantang dan puasa yang amat keras membuat tubuhnya menjadi lemah. Selama tiga tahun terakhir masa hidupnya, Rosa tinggal bersama keluarga Don Gonzalo de Massa yang dikenal baik. Rosa dipandang sebagai seorang perempuan kudus dengan suatu corak hidup yang luar biasa. Rosa wafat pada tanggal 24 Agustus 1617 di Lima. Ia dimaklumkan kudus oleh Paus Klemens X pada tanggal 2 April 1671.

Renungan:

Kerajaan Allah ibarat harta terpendam yang tidak terlihat. Hanya orang yang berkemauan baik berhasil menemukan kehendak Allah demi keselamatan kekal; maka ia rela mengorbankan segala sesuatu demi harta terpendam itu. Unsur-unsur kerajaan Allah adalah cinta kasih, keadilan, kebenaran, damai dan kemerdekaan sejati. Mutiara terindah. Panggilan menjadi warga Kerajaan Allah dapat kita ibaratkan dengan mutiara dari pelbagai jenis. Setiap orang dipanggil untuk memuliakan Allah dan menyelamatkan sesamanya dengan cara hidup tertentu seperti yang dikehendaki Allah. Itulah mutiara terindah baginya. Jadi, hidup sebagai warga kerajaan Allah dan mengabdi Allah secara khusus adalah mutiara terpendam dan mutiara teduh. Santa Rosa da Lima adalah salah satu kesaksian yang nyata.


24 Agustus.

 St. Bartolomeus, Rasul.

Bartolomeus adalah Natanael yang disebut dalam Injil. Ia dimaklumkan Yesus sebagai seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Menurut ceritera kuno, sesudah wafat dan kebangkitan Yesus, Bartolomeus mewartakan Injil di Siria, Persia, India dan terutama di Armenia di mana ia wafat sebagai martir. Ada yang mengatakan ia mati disalibkan, ada juga yang mengatakan tubuhnya dikuliti. Jenazahnya dimakamkan dalam Gereja St Batolomeus di Roma.

Renungan:

Yesus menyebut Bartolomeus sebagai seorang Israel sejati. Orangnya serius dan tidak mudah dipengaruhi. Ia mempunyai visi sendiri. Yesus mengatakan bahwa Ia mengenal Natanael atau Bartolomeus seutuhnya. Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. Natanael percaya, Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel! Yohanes dalam Injilnya menggambarkan Bartolomeus sebagai seorang yang jujur, tulus dan spontan, tetapi juga agak sinis terhadap hal-hal yang tidak bisa diterimanya. Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Natanael percaya dan ia pun mengikuti Yesus secara total. Bagaimanakah penilaian Yesus terhadap diri kita? Marilah membuang segala kepalsuan dari dalam hati kita agar dapat memberi kesaksian tentang Kristus di lingkungan hidup kita.


25 Agustus.

 St. Yosef dari Calasanz, Pengaku Iman.

St Yosef dilahirkan di Aragon, Spanyol pada tahun 1556. Suatu penyakit kritis yang dialami pada tahun 1582 membuatnya merefleksikan kembali hidupnya. Akhirnya, Yosef memutuskan untuk memberikan segala harta miliknya dan menjadi seorang imam. Ia ditahbiskan pada tahun 1583 dan diutus berkarya di kalangan umat di pegunungan Pirenea. Kemudian, pada tahun 1592 ia pergi ke Roma. Ia menolong siapa saja yang membutuhkan tenaganya, seperti merawat mereka yang sakit, membantu mereka yang malang, mengunjungi mereka yang dalam tahanan dan membantu mereka yang berziarah. Ia mendirikan sebuah tarekat yang dikenal dengan nama Tarekat Imam-Imam Piarist. Ia membuka sekolah bagi anak-anak gelandangan yang berkeliaran di jalan-jalan kota. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah pertama di Eropa-Roma yang tidak memungut biaya. Yosef dijuluki orang sebagai “tugu dan teladan kekuatan.” Yosef dari Calasanz wafat pada tanggal 25 Agustus 1648. Pada tahun 1767 ia dinyatakan “kudus” oleh Paus Klemens XIII dan pada tahun 1948 dimaklumkan sebagai pelindung sekolah-sekolah Kristen oleh Paus Pius XII.

Renungan:

Yesus menghadirkan dan menampakkan Allah. Barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku” (Yohanes 12:45). Salah satu syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Allah adalah menjadi seperti anak-anak. “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 19:14). Anak-anak kecil belum berbuat dosa; mereka suci dan murni.
Kesucian hidup manusia menurut Sabda Bahagia:
orang yang berdukacita dalam semangat tobat
orang yang lemah-lembut
orang yang murah hati
orang yang yang suci hati
orang yang membawa damai
orang yang menderita karena Kristus.
Hidup St Yosef dari Calasanz adalah transparansi dari kesucian anak-anak yang dijabarkan lewat delapan Sabda Bahagia.


26 Agustus.

 St. Zepherinus, Paus dan Martir.

Zepherinus dipilih menjadi paus pada tahun 199. Pada masa kepemimpinannya Gereja mengalami penganiayaan oleh Kaisar Lucius Septinus Severus yang berlangsung ganas dan tak kenal ampun. Dalam bimbingan Roh Kudus, Paus Zepherinus dengan setia dan penuh ksih sayang mendampingi para tahanan dan umat. Tugas lainnya yang berat adalah usaha mempertobatkan kembali orang-orang beriman yang murtad. Ia berupaya keras menegakkan iman yang benar. Paus Zepherinus wafat sebagai martir Kristus pada tahun 217. Jenazahnya dimakamkan di pekuburan Santo Kallistus Roma.

Renungan:

Hidup Yesus Putra Manusia tidak berakhir dengan drama tragedi di Golgota, tetapi dengan peristiwa mulia kebangkitan. Itulah satu dasar iman yang memberi harapan hidup bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Gereja kudus meyakini hal itu dan mengalaminya sepanjang seluruh perjalanan sejarahnya. Kebangkitan dihayati dengan berbagai cara. Beribu orang telah mati demi memberi kesaksian akan Kristus yang bangkit. Zepherinus merupakan salah seorang dari komunitas Gereja awali yang menetapkan dasar-dasar perjalanan Gereja selanjutnya. Darah para martir menyuburkan Gereja. Sekali lagi Gereja tanpa penderitaan bukanlah Gereja Kristus. Terpujilah para martir.yang kini berjaya di surga.


27 Agustus.

 St. Monika, Janda.

Santa Monika dilahirkan pada tahun 331 dalam sebuah keluarga Kristen di Tagaste, Afrika. Ia dinikahkan dengan Patrisius, seorang pegawai tinggi yang pemarah dan pemabuk. Seorang dari ketiga anaknya, Agustinus, mengikuti cara hidup ayahnya. Monika senantiasa sabar dan lembut hati menghadapi masalah keluarga ini. Ia menaruh harap pada Tuhan-nya dengan tak kunjung henti berdoa siang malam bagi pertobatan suami dan anaknya. Doa yang tekun berkenan bagi Tuhan. Patrisius bertobat menjelang kematiannya. Berkat bantuan Uskup Ambrosius, Agustinus juga bertobat. Di kemudian hari Agustinus malahan menjadi Uskup dan Pujangga Gereja. Monika wafat di Ostia Roma. Teladan hidup Santa Monika mengajarkan kepada kita untuk berdoa dengan tak kunjung henti.

Renungan:

Doa dan cucuran air mata Monika selama 20 tahun membuahkan hasil. Patrisius, suaminya, bertobat. Begitu juga Agustinus, puteranya, akhirnya dibaptis menjadi seorang Kristen. Itulah kebahagiaan Monika. Ia wafat dalam pelukan puteranya yang sudah bangkit bersama Kristus dalam pembaptisan. Di sini pengalaman si janda Naim dan putera tunggalnya berulang lagi. Yesus, seorang Nabi Besar, muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Yesus tetap sama. Ia mengakhiri cucuran airmata janda di Naim; Ia juga mengakhiri cucuran airmata Monika. Yesus tetap sama kemarin, hari ini dan selama-lamanya.


28 Agustus

 St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja..

St Agustinus dilahirkan di Tagaste, Afrika pada tahun 354. Ibunya, St Monika, mengajarinya iman Kristen. Tetapi Agustinus malahan menjadi pengikut aliran Manikeisme. Ia pindah ke Roma, lalu ke Milan. Berkat doa St Monika dan bimbingan St Ambrosius, Agustinus bertobat dan dibaptis pada usia 30 tahun. Di kemudian hari ia ditahbiskan menjadi imam, lalu dimahkotai menjadi Uskup Hippo selama 34 tahun. Dengan khotbah-khotbah serta tulisan-tulisannya, Agustinus mengusir kegelapan ajaran sesat dan meneguhkan iman yang benar. Khotbah-khotbah dan tulisan-tulisannya itu membawa pengaruh besar bagi Gereja, sehingga ia dimaklumkan sebagai Pujangga Gereja. Ia mendirikan Ordo St Agustinus. Sebagai uskup, Agustinus juga menaruh perhatian besar pada umatnya yang miskin. Dia mendirikan rumah sakit di Afrika Utara demi kepentingan umatnya. Agustinus wafat pada tanggal 28 Agustus 430, ketika bangsa Vandal mengepung Hippo. Jenazahnya berhasil diselamatkan dan dimakamkan di Basilik St Petrus.

Renungan:

Allah Pencipta menciptakan semua orang sebagai anak-anak-Nya. Segala kuasa yang ada pada seseorang itu sebenarnya adalah kuasa Allah. Manusia sebenarnya hanya mengamalkan dan melaksanakannya demi kesejahteraan dan keselamatan sesama. Kuasa seorang bapa, guru dan pemimpin semuanya adalah milik Tuhan. Allah menegaskan bahwa hanya satu Raja Penyelamat yaitu Yesus Kristus. Semua manusia adalah bersaudara, sebab itu hendaknya semua manusia saling melayani satu sama lain. Tugas suci dan mulia ini telah diemban oleh St Agustinus sejak ia menjadi Kristen, terlebih sejak ia menjadi imam dan uskup selama 34 tahun. Agustinus menuliskan perjalanan imannya dalam buku yang terkenal “Pengakuan-pengakuan”.


29 Agustus

Wafatnya St. Yohanes Pembaptis..

Yohanes Pembaptis dikenal sebagai bentara Kristus. Ia anak Zakharia dan Elisabet. Seperti Yesus, Yohanes juga merupakan buah berkat. Hidupnya dilewatkan di padang gurun; makanannya belalang dan madu hutan. Pekerjaan utamanya adalah mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan mengajak semua orang bertobat. Ia menegur Raja Herodes karena mengambil Herodias, isteri saudaranya, bagi dirinya. Karena teguran itu Yohanes ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Herodes yakin bahwa Yohanes adalah seorang yang jujur dan suci. Tetapi atas hasutan Herodias, akhirnya pada pesta ulang tahun raja, Yohanes dipenggal kepalanya. Yohanes wafat karena membela kebenaran dan keadilan. Peristiwa ini terjadi pada tahun 31.

Renungan:

Yohanes adalah seorang aneh dalam segala cara hidupnya. Ia berpakaian bulu unta yang kasar, makanannya belalang dan madu hutan, kata-katanya tajam memerahkan telinga. Ia disebut sebagai suara yang berseru-seru di padang pasir, di padang belantara dan di padang gurun. Seruan utamanya adalah mengenai pertobatan. Misi ini disampaikan kepada semua orang termasuk Herodes. Ia mengajak Herodes untuk bertobat. Bukan pertama-tama karena ia mengambil isteri saudaranya, tetapi karena Herodes memang harus bertobat dari cara hidupnya yang sia-sia. Tetapi Herodes malah geram dan memasukkannya ke dalam penjara. Karena hasutan Herodias, Yohanes dipenggal dan kepalanya ditempatkan di atas sebuah baki. Ini merupakan nasib seorang nabi. Mereka yang berbicara tentang kebenaran akan dibungkam di balik penjara atau dibungkam dengan suatu cara tertentu. Pada masa ini kita membutuhkan orang-orang seperti Yohanes yang berani menyerukan kebenaran dan membela keadilan.


30 Agustus

 St. Heribertus, Uskup..

Heribertus dilahirkan di Worms, Jerman, pada tahun 970. Ia dididik dalam bimbingan Abbas Gorsse, pemimpin Biara Benediktus Loreaine. Pendidikan di biara ini membawanya berkenalan dengan kehidupan membiara. Setelah ditahbiskan pada tahun 994, Raja Otto III mengangkatnya sebagai penasehat rohani sekaligus penasehat politik kerajaan. Pada tahun 999 Heribertus diangkat sebagai Uskup Agung Koln. Ketika Raja Otto III wafat, terjadi pertentangan antara Heribertus dan pewarisnya, Raja St Heindrich II; bahkan ia sempat dijebloskan ke dalam penjara. Tetapi selanjutnya Heribertus diangkat sebagai salah seorang penasehat raja. Sebagai imam, Heribertus memberikan banyak perhatian pada karya-karya sosial; ia mendirikan biara dan gereja di Rhine. St Heribertus wafat pada tahun 1021.

Renungan:

Kita mengabdi kepada Allah dan sesama. Yang terbesar harus menjadi yang terkecil dan pemimpin haruslah menjadi seperti pelayan. Dengan demikian kamu boleh turut bersenang-senang dengan Aku pada waktu Aku menjadi raja. Kita percaya, setiap orang diciptakan untuk menikmati kebahagiaan surga. Pada hari kebangkitan, orang baik akan bangkit dengan mulia untuk hidup kekal di surga. Amatlah bijaksana untuk selalu ingat akan pengadilan terakhir! Itulah salah satu dorongan bagi St Heribertus yang mengabdi sebagai orang kecil, sebagai pelayan dalam cinta kasih kepada Tuhan dan sesamanya. Sekarang ia meraja bersama Kristus dalam kehidupan kekal.


31 Agustus

 St. Raymundus Nonnatus, Pengaku Iman

Raymundus Nonnatus (1204-1240) atau Raymundus “yang tidak dilahirkan” mempunyai kisah kelahiran yang unik. Ibunya meninggal dunia sebelum ia dilahirkan, sehingga demi menyelamatkan sang bayi, orang terpaksa membedah rahim ibunya. Raymundus yang tidak dilahirkan ini, di kemudian hari banyak “melahirkan” budak belian ke alam kebebasan.

Raymundus berasal dari keluarga bangsawan di Portella, Catalonia, Spanyol. Setelah melewati banyak kesulitan, ia diterima Santo Petrus Nolaskus dalam Tarekat Mercederian. Mula-mula Raymundus ditugaskan selama tiga tahun di Barcelona. Kemudian ia dikirim ke Aljazair, Afrika Utara untuk menebus para budak dan tawanan Kristen dari tangan orang-orang Islam. Ia dibekali banyak uang untuk menebus mereka. Karena kehabisan uang, ia merelakan diri menjadi sandera demi membebaskan para budak; lalu ia bekerja keras sambil mewartakan Injil. Perbuatannya itu membuat murka orang-orang di sana. Raymundus ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara selama delapan bulan sebelum akhirnya dibebaskan dengan uang tebusan. Paus Gregorius IX sangat kagum akan ketabahan dan keberanian Raymundus mewartakan Injil Kristen di antara orang-orang Islam. Paus mengangkatnya menjadi Kardinal dan mengundangnya ke Roma. Dalam perjalanan menuju Roma, Raymundus terserang penyakit dan menghembuskan nafas terakhirnya di Cardona, dekat Barcelona pada tanggal 31 Agustus 1240.

Renungan:

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19). Nubuat Nabi Yesaya ini pertama dipenuhi dalam diri Yesus Kristus Sendiri. Selanjutnya nubuat ini berbicara tentang tugas dan perutusan Gereja kudus sebab Gereja bersifat misioner. Santo Raymundus Nonnatus mengalami juga bisikan roh ini, dan yakin bahwa ia dipanggil dan diutus untuk mewartakan Injil kepada banyak orang. Bagaimana denganmu? Inilah seruan Paus Yohanes Paulus II, “Bertobatlah sebab awal yang baru sudah tiba.”
.

Sumber: “Ziarah Iman Pastor Jan Lali SVD, Renungan Harian Bersama Para Kudus Sepanjang Tahun”; diterbitkan oleh Penerbit Buku Sabda, Yayasan Sabda Bahagia; Jakarta 2005; tambahan dan edit oleh YESAYA: yesaya.indocell.net