|
KESABARAN ALLAH:
Undangan Pertobatan bagi Manusia
oleh: P. Gregorius Kaha, SVD
“Permulaan yang sederhana ini jangan mengecilkan hati kita.
Pohon yang raksasa mulai dengan benih kecil dan orang yang paling
perkasa pada mulanya seorang bayi yang lemah dan tak berdaya.”
~ Arnold Janssen, Pendiri tarekat SVD
Menurut para penulis Injil Sinoptik, fokus pewartaan Yesus Kristus adalah Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah. Kerajaan Surga dan Kerajaan Allah merupakan gagasan yang sama hanya dipakai secara berbeda oleh penginjil. Matius yang menulis Injilnya untuk orang Yahudi selalu menggunakan istilah Kerajaan Surga, sedangkan Markus dan Lukas, yang menulis Injil untuk orang-orang non-Yahudi menggunakan istilah Kerajaan Allah dengan harapan agar lebih dapat dimengerti dan dipahami. Walau demikian, inti pewartaan jelas: Yesus Kristus datang mewartakan dan memperkenalkan Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah itu di tengah dunia, dan untuk tujuan itulah Yesus mengajar orang banyak dengan menggunakan perumpamaan.
Ada yang sangat menarik. Ternyata semua perumpaman tentang Kerajaan Surga itu dimulai dengan cerita-cerita sederhana tentang pengalaman hidup sehari-hari: benih di ladang, nelayan di laut, mata uang yang hilang, gembala di padang, bapa yang baik; semua unsur / hal itu sangat dekat dengan kehidupan manusia. Sesuatu yang luar biasa, dimulai dengan yang biasa-biasa saja.
Gambaran macam itu yang kita tangkap dalan Injil minggu ini. Kerajaan Surga itu seumpama benih yang ditabur di ladang; seumpama biji sesawi; seumpama ragi. Apa arti perumpaman ini juga dijelaskan Yesus kepada para murid. Menurut hemat saya, salah satu inti dari perumpamaan tersebut adalah bahwa Allah dengan sabar dan bijaksana mengatur alam ini dan mengarahkan semuanya kepada tujuan keselamatan. Lihat pesan sangat tajam dari Injil, betapa sabarnya Tuhan menunggu benih yang kecil itu bertumbuh, menjadi besar dan berbuah. Dengan penuh cinta Ia membiarkan gandum bertumbuh bersama rumput ilalang sampai tiba musim panen.
Kalau ingin membuat simpul sederhana sebagai pesan bagi kehidupan iman kita sehari-hari, beberapa point ini bisa direnungkan:
Sebagai pencipta dan pengatur kehidupan, Allah melihat bahwa kehadiran yang jahat menjadi peluang bagi yang baik untuk menunjukkan apa yang sedang diperbuat dan apakah ia tetap kuat dan setia dalam keyakinannya. Seperti emas diuji dalam dapur api demikian manusia diuji di tengah kesulitan dan tantangan hidup.
Biarpun Allah Mahakuasa, Ia tidak pernah menggunakan kekuasaan-Nya untuk membinasakan orang jahat / pendosa, melainkan memberi kesempatan yang terus menerus kepada orang berdosa untuk bertobat. Kata pemazmur: “Sungguh agung Engkau dan megah karya-Mu, Engkau-lah Allah dan tiada yang lain.”
Kesulitan hidup, kelemahan manusia, kekosongan dan kekeringan dalam iman, bahkan keluhan dan kegagalan, kadang perlu dilihat sebagai sebuah kesempatan berharga untuk membiarkan Roh Allah mengisi hidup kita, membiarkan Allah berkarya di dalam kita dan mengubah semua derita menjadi sukacita.
|