Apakah Roh Kudus Berkarya Dalam Diri Mereka yang Tak Dibaptis?
oleh: P. John Bartunek, LC, ThD


Saya pikir saya mengerti, kurang lebih, bagaimana Roh Kudus berkarya dalam hidup kita. Tapi dalam suatu persekutuan doa baru-baru ini, muncul pertanyaan yang membuat saya bertanya-tanya. Seseorang menanyakan apakah Roh Kudus berkarya atau tidak dalam diri mereka yang tidak dibaptis jika mereka mohon Roh Kudus untuk tinggal dalam diri mereka atau memberi mereka kekuatan dalam situasi sulit. Pertanyaan ini muncul ketika kami sedang mendiskusikan bagaimana rahmat Tuhan dapat menyentuh hidup mereka yang belum pernah mendengar tentang Yesus. Mohon pencerahan.


Saya senang engkau mengajukan pertanyaan di atas. Ini mengingatkan kita bahwa harta melimpah refleksi teologis yang dihimpun Gereja kita selama berabad-abad bukanlah sekedar ikhtisar yang tidak relevan. Refleksi ini telah berkembang secara sistematis, guna membantu kita memahami lebih dan lebih baik lagi bagaimana Allah bekerja, agar kita dapat bekerjasama dengan-Nya lebih dan lebih efektif lagi.

Pertama-tama, perlu diingat bahwa Tuhan tidak terbatas bekerja hanya melalui sakramen-sakramen saja. Oleh karenanya, Ia dapat menjadikan orang-orang kudus tanpa sakramen-sakramen jika Ia berkehendak demikian; Ia dapat mencurahkan rahmat-Nya ke dalam jiwa-jiwa bilamana dan kapanpun Ia menghendakinya. Akan tetapi, pada saat yang sama, Ia Sendiri menetapkan sakramen-sakramen sebagai suatu cara yang normal dan biasa untuk mengkomunikasikan rahmat-Nya. Sebab itu, meremehkan atau menganggap sakramen sekedar suatu pilihan, merupakan kepongahan dari pihak kita. Tuhan menetapkan sakramen-sakramen sebab dalam kebijaksanaan-Nya Ia tahu bahwa kodrat manusiawi selalu mengalami dan mengekspresikan realita-realita spiritual melalui realita-realita material. Dan demikianlah, sesuatu yang nyata, real, berubah dalam jiwa kita pada saat pembaptisan: Tuhan datang untuk tinggal dalam kita, mengangkat kita sebagai anak dan sesungguhnya mengubah (mengangkat) jiwa kita ke tingkat yang dalam dan ontologis. Dengan kata lain, bukannya tanpa arti apakah seseorang dibaptis atau tidak.


“Tipe-tipe” Baptisan

Gereja telah sejak dahulu menjelaskan bahwa rahmat pembaptisan ini dapat dicurahkan dalam tiga cara: melalui keabsahan pelayanan Sakramen Baptis, melalui baptisan dengan darah, dan baptisan karena kerinduan.

 Baptis Darah menunjuk pada kemartiran seseorang yang wafat demi iman Kristen sebelum sungguh menerima Sakramen Baptis. Dalam kasus ini, dampak kemartiran meliputi sebagian dampak pembaptisan: pengampunan sepenuhnya dosa dan hak istimewa segera masuk surga. Konsep Baptis Darah ini menjadi fokus sepanjang abad-abad pertama kehadiran Gereja. Sepanjang banyak gelombang aniaya oleh Romawi, kaum laki-laki dan perempuan yang masih katekuman (menerima pengajaran iman dan persiapan baptis), dan kaum kafir yang serta-merta bertobat dan menerima iman (sebagai misal, setelah menyaksikan kegagah-beranian seorang martir) seringkali dibantai bersama kaum Kristen yang telah dibaptis.  

 Baptis Kerinduan sedikit berbeda, sedikit lebih misterius. Baptis kerinduan juga setara dengan baptis sakramental, dan karenanya cukup untuk mendatangkan keadaan rahmat dan janji keselamatan. Namun demikian, keadaan dengan mana itu terjadi hanya Tuhan yang tahu. Beginilah Konsili Vatican II menjelaskannya: “Mereka dapat mencapai keselamatan jika tanpa kesalahan dari pihak mereka sendiri tidak mengenal Kabar Gembira Kristus atau Gereja-Nya, namun secara tulus mencari Allah dan, digerakkan oleh rahmat, berjuang dalam upaya-upaya mereka untuk melaksanakan kehendak-Nya sebagaimana yang dimengerti mereka melalui suara hati nurani” (Konstitusi Dogmatik tentang Gereja,16).

Sebagaimana dapat kita lihat, kita sama sekali tak dapat memahami segala cara mengagumkan dengan mana Tuhan berkarya dalam jiwa-jiwa kita orang berdosa. Karya-karya Tuhan begitu kaya-raya!


“Tipe-tipe” Rahmat

Sehubungan dengan pertanyaan spesifik di atas, mengenai seorang yang tak dibaptis memohon pertolongan Roh Kudus, baiklah kita mengingat kembali beberapa tipe rahmat.

 Rahmat Pengudusan (keadaan dalam persahabatan dengan Kristus, diangkat anak oleh Allah, ditebus dari dosa asal). Rahmat ini dicurahkan ke dalam hidup kita pada saat pembaptisan, dan rahmat bertambah, atau diperdalam, melalui doa, ketaatan pada kehendak Allah, dan sakramen-sakramen lain.

 Rahmat Sakramental, suatu peneguhan atau daya guna spesifik yang unik dari masing-masing sakramen. Sebagai misal, rahmat sakramental Sakramen Tobat adalah pengampunan dosa-dosa pribadi dan peneguhan kehendak kita atas ketaatan di masa mendatang. Rahmat Sakramental Sakramen Perkawinan adalah ikatan perkawinan yang membantu pasangan bertumbuh dalam persatuan dengan Tuhan melalui pengamalan persatuan mereka satu sama lain, dll.

 Rahmat Aktual, adalah tambahan pertolongan adikodrati yang datang menolong kita dalam situasi tertentu. Ketika kita berbicara mengenai “rahmat”, inilah yang biasanya kita maksudkan - suatu terang dari Roh Kudus, suatu dosis tambahan kesabaran ketika saya sungguh membutuhkannya…. Rahmat aktual ini berbeda dari rahmat pengudusan. Jadi, apabila seorang yang non-baptis, yang kemungkinan tidak memiliki rahmat pengudusan, memohon pertolongan Roh Kudus, mereka memohon rahmat ini, rahmat aktual. Dan Allah selalu sedia menganugerahkan rahmat aktual, meski kita tidak memohonnya, guna mendekatkan kita kepada-Nya.

Perbedaan-perbedaan ini mungkin tampak rumit. Tetapi, janganlah kehilangan pandangan seutuhnya karena hanya memperhatikan hal-hal yang kecil. Merenungkan begitu banyak cara dengan mana Allah menjangkau kita dan terlibat dalam hidup kita, mengingatkan kita akan yang terpenting: bahwa Ia adalah Bapa, yang dengan penuh kasih peduli pada detail-detail terkecil dunia kita yang kecil dan terbatas.


Damai Kristus, P John Bartunek, LC


sumber : Does the Holy Spirit work in the un-baptized?” by Father John Bartunek, LC; Copyright © 2009 Catholic Spiritual Direction; http://rcspiritualdirection.com/blog
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net atas ijin Catholic Spiritual Direction