151. DI RUMAH SUSANA DI KANA. PEJABAT ISTANA.  


1 Mei 1945

Yesus mungkin sedang menuju danau. Ia tentunya telah tiba di Kana dan mengayunkan langkah kaki-Nya menuju rumah Susana. Sepupu-sepupu-Nya ada bersama-Nya. Sementara mereka di rumah dan beristirahat dan bersantap, Yesus, kepada Siapa para kerabat dan para sahabat mendengarkan seperti yang seharusnya mereka lakukan, mengajar orang-orang baik itu dengan cara yang sangat sederhana. Ia juga menghibur suami Susana; Susana kelihatannya sedang sakit dan ia sesungguhnya tidak hadir. Dan selagi aku mendengar mereka terus-menerus berbicara mengenai betapa banyak Susana menderita, seorang laki-laki berpakaian indah masuk dan prostratio di kaki Yesus.

"Siapakah kau? Apakah yang kau inginkan?"

Sementara laki-laki itu masih mendesah dan menangis, tuan rumah menarik Yesus pada pinggiran jubah-Nya dan berbisik: "Dia adalah seorang pejabat Tetrarch [= raja wilayah]. Jangan terlalu percaya padanya."

"Bicaralah. Apakah yang kau inginkan dari-Ku?"

"Guru, aku mendengar bahwa Engkau sudah kembali. Aku telah menantikan-Mu seperti seorang menantikan Allah. Bersegeralah datang ke Kapernaum. Puteraku sakit parah hingga hidupnya tinggal hitungan jam. Aku melihat Yohanes, murid-Mu. Ia mengatakan padaku bahwa Engkau akan datang ke sini. Mari, sudi datanglah segera, sebelum terlambat."   

"Apa? Dapatkah kau, seorang pelayan dari penganiaya Yang Kudus di Israel, percaya pada-Ku? Kalian tidak percaya pada Perintis Jalan sang Mesias. Jadi, bagaimana kalian dapat percaya pada Mesias?"

"Benar. Kami bersalah karena ketidakpercayaan dan kekejian. Tapi, berbelas-kasihanlah terhadap seorang ayah! Aku kenal Khuza. Aku telah melihat Yohana. Aku melihatnya sebelum dan sesudah mukjizat. Dan aku percaya pada-Mu."

"Tepat! Kalian adalah keturunan yang begitu tidak percaya dan keji hingga kalian tidak akan percaya tanpa tanda-tanda dan mukjizat. Kau tidak punya kualitas dasar yang dibutuhkan untuk mendapatkan suatu mukjizat."

"Benar. Semuanya itu benar. Tapi seperti dapat Engkau lihat… Aku percaya pada-Mu sekarang dan aku memohon pada-Mu: datanglah ke Kapernaum segera! Aku akan menyiapkan sebuah perahu untuk-Mu di Tiberias, supaya Engkau dapat tiba lebih cepat. Tapi, sudi datanglah sebelum anakku mati!" dan dia pun menangis pilu.

"Aku tidak datang sekarang. Tapi pulanglah ke Kapernaum. Puteramu sembuh sejak dari saat ini dan dia akan hidup."

"Semoga Allah memberkati Engkau, Tuhan-ku. Aku percaya pada-Mu. Tapi sebab aku ingin seluruh kaum keluargaku menyambut-Mu ketika Engkau datang ke Kapernaum, sudi datanglah ke rumahku."

"Aku akan datang. Selamat jalan. Damai sertamu."

Laki-laki itu bergegas keluar dan segera sesudahnya derap langkap seekor kuda dapat terdengar.

"Tapi apakah anak itu sungguh sembuh?" tanya suami Susana.

"Apakah mungkin bagimu untuk berpikir bahwa Aku berbohong?"

"Tidak, Tuhan-ku. Tapi Engkau di sini dan anak itu di sana."

"Tidak ada batas, tidak ada jarak bagi roh-Ku."

"Baik, jadi Tuhan-ku, Engkau telah mengubah air menjadi anggur dalam pesta perkawinanku, sudi ubahlah airmataku menjadi senyum bahagia. Sembuhkanlah istriku Susana."

"Apakah yang akan kau berikan kepada-Ku sebagai gantinya?"

"Sejumah uang sebanyak yang Engkau inginkan."

"Aku tidak akan mencemari apa yang kudus dengan darah Mamon. Aku bertanya pada rohmu apakah yang akan diberikan rohmu kepada-Ku."

"Diriku sendiri, jika Engkau menghendakinya."

"Dan jika Aku minta, tanpa keraguan sedikit pun, suatu pengurbanan yang besar?"

"Tuhan-ku, aku mohon pada-Mu untuk memberikan kesehatan jasmani kepada istriku dan pengudusan kami semua. Aku pikir bahwa aku tak dapat mengatakan bahwa suatu pun akan terlalu banyak untuk mendapatkan itu…"

"Kau sangat menderita karena istrimu. Tapi jika Aku memulihkan kesehatannya dan Aku menjadikannya murid-Ku untuk selamanya, bagaimanakah pendapatmu?"

"Itu… Engkau berhak melakukannya dan bahwa… aku akan meneladani Abraham dalam kesiapannya untuk berkurban."

"Kau benar. Dengarkanlah, semuanya: saat Kurban-Ku sudah dekat. Bagai suatu aliran air, ia berlari cepat dan tanpa henti menuju laut. Aku harus menyelesaikan apa yang harus Aku lakukan. Dan kekerasan hati manusia sangat banyak merintangi ladang misi-Ku. BundaKu dan Maria Alfeus akan ikut bersama-Ku ketika Aku pergi di antara orang-orang yang belum mengasihi Aku atau tidak akan pernah mengasihi Aku. Kebijaksanaan-Ku tahu bahwa para perempuan akan dapat membantu sang Guru dalam ladang-ladang macam itu. Aku telah datang untuk menebus juga para perempuan dan di abad mendatang, pada masa-Ku, para perempuan akan terlihat melayani Tuhan dan para pelayan Tuhan sebagai imam-imam perempuan. Aku telah memilih para murid-Ku. Tapi untuk memilih para perempuan yang tidak bebas, aku harus meminta para ayah dan para suami untuk melakukannya. Apakah kau setuju?"

"Tuhan, aku mencintai Susana. Dan sejauh ini aku mencintainya lebih sebagai tubuh daripada sebagai jiwa. Tetapi sesudah pengajaran-Mu, sesuatu telah berubah dalam diriku dan aku melihat istriku sebagai suatu jiwa di samping suatu tubuh. Suatu jiwa adalah milik Allah dan Engkau adalah Mesias, Putra Allah. Aku tak dapat menyangkal hak-Mu atas apa yang menjadi milik Allah. Jika Susana ingin mengikuti Engkau, aku tidak akan menentangnya. Aku hanya mohon pada-Mu untuk mengerjakan mukjizat yang akan menyembuhkan tubuhnya dan perasaanku…"

"Susana sudah sembuh. Dalam beberapa jam lagi dia akan datang ke sini untuk memberitahukan kepadamu betapa bahagianya dia. Biarlah jiwanya mengikuti dorongan hatinya tanpa menyinggung apa yang baru saja Aku katakan. Kau akan lihat bahwa jiwanya akan datang kepada-Ku secara spontan bagai suatu nyala api yang berkobar. Tapi karena itu, kasihnya sebagai seorang istri tidak akan layu. Sebaliknya akan naik hingga ke tingkat yang paling tinggi, yang adalah saling mengasihi satu sama lain dengan bagian yang lebih baik: yakni dengan jiwa kalian."

"Susana adalah milik-Mu, Tuhan. Dia akan segera mati perlahan dengan sangat menyakitkan. Dan begitu dia mati, aku akan kehilangan dia untuk selamanya di dunia ini. Tapi seperti kata-Mu, aku akan masih memilikinya di sisiku, untuk membimbingku di jalan-Mu. Allah memberikan dia padaku, dan Allah mengambilnya kembali dariku. Terpujilah Yang Mahatinggi dalam memberi dan mengambil."          
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku 2                     Daftar Istilah                      Halaman Utama