Bab 5
Kain. Anak-anak Allah. Raksasa-raksasa


Aku melihat Kain di Bukit Zaitun menyusun rancangan untuk membunuh Habel. Setelah dilakukannya rancangannya, ia mengembara di lokasi yang sama, ketakutan dan dengan galau menanam pohon-pohon dan mencabutinya kembali. Kemudian aku melihat suatu Figur mulia dalam rupa seorang manusia bermandikan cahaya menampakkan diri kepadanya. “Kain,” kata-Nya, “di manakah Habel adikmu?” Kain pada mulanya tidak melihat Figur itu, tetapi ketika ia melihat-Nya, ia berbalik dan menjawab, “Aku tidak tahu. Ia tidak diserahkan dalam asuhanku.” Tetapi ketika Allah menjawab bahwa darah Habel berteriak kepada-Nya dari tanah, Kain semakin gelisah, dan aku melihat ia berdebat panjang dengan Allah. Allah mengatakan bahwa tanah dikutuk untuk Kain; tanah tidak akan membuahkan hasil baginya, dan bahwa ia harus segera lari dari tempat di mana ia sekarang tinggal. Kain menjawab bahwa di mana-mana orang akan mencari dan membunuhnya. Sudah ada banyak manusia di bumi. Kain sudah sangat tua dan mempunyai anak-anak. Habel juga meninggalkan anak-anak, dan ada saudara laki-laki maupun perempuan, anak-anak Adam. Tetapi Allah menjawab bahwa tidak akan terjadi demikian; bahwa barangsiapa membunuh Kain akan dibalas tujuh kali lipat, dan Allah menempatkan suatu tanda pada Kain supaya ia jangan dibunuh siapapun. Keturunan Kain lambat laun memiliki kulit yang berwarna. Anak-anak Ham juga lebih coklat kulitnya dibandingkan anak-anak Sem. Ras-ras yang lebih luhur selalu memiliki warna kulit yang lebih terang. Mereka yang dibedakan dengan suatu tanda khusus menurunkan anak-anak dengan tanda yang sama; dan sebab kejahatan meningkat, tanda juga bertambah banyak hingga akhirnya memenuhi seluruh tubuh, dan kulit manusia menjadi semakin dan semakin gelap. Tetapi, pada awalnya tak ada manusia yang sungguh-sungguh hitam; lambat laun saja mereka menjadi demikian.

Allah menunjukkan kepada Kain suatu wilayah ke mana ia harus melarikan diri. Dan sebab Kain mengatakan, “Jadi, adakah Engkau akan membiarkanku kelaparan?” - (tanah dikutuk baginya) - Allah menjawab tidak, bahwa Kain akan makan daging hewan. Allah juga mengatakan bahwa suatu bangsa akan bangkit dari Kain, dan bahwa kebaikan juga akan datang darinya. Sebelum ini manusia tidak makan daging.

Kain pergi dan membangun sebuah kota yang ia namai menurut nama anaknya, Henokh.

Habel dibunuh di Lembah Yosafat di seberang Bukit Kalvari. Banyak pembunuhan dan kejahatan terjadi di sana pada periode sesudahnya. Kain membunuh Habel dengan semacam tongkat yang ia pergunakan untuk memecah batu-batu kecil dan gumpalan-gumpalan tanah ketika bercocok tanam di ladang. Tongkat itu pastilah terbuat dari batu yang keras, sebab dibentuk seperti sebuah pangkur, gagangnya terbuat dari kayu.

Janganlah kita membayangkan dunia sebelum Air Bah seperti sekarang ini. Palestina sama sekali tidak begitu terpecah-belah oleh lembah-lembah dan jurang-jurang. Dataran jauh lebih luas dan gunung-gunung tidak setinggi sekarang. Bukti Zaitun pada masa itu hanyalah suatu dataran yang agak sedikit lebih tinggi. Gua Palungan Betlehem - juga seperti di kemudian hari - adalah sebuah gua liar, namun pemandangan sekelilingnya berbeda.

Manusia pada masa-masa awal itu terlebih besar perawakannya, meski bukannya tidak proporsional. Kita akan memandang mereka dangan takjub, bukan dengan takut, sebab mereka jauh lebih elok perawakannya dibandingkan manusia di masa sesudahnya. Di antara patung-patung marmer kuno yang aku lihat di banyak tempat dalam gua-gua bawah tanah, dapat ditemukan figur-figur serupa.  

Kain memimpin anak-anaknya dan cucu-cucunya ke wilayah yang ditunjukkan kepadanya, dan di sanalah mereka terpisah. Mengenai Kain sendiri, aku tak pernah melihat sesuatu lagi yang mendatangkan dosa. Hukumannya kelihatannya adalah kerja keras, namun tanpa hasil. Tak suatupun yang secara pribadi diusahakannya berhasil. Aku melihat ia dicemooh dan diejek oleh anak-anaknya dan cucu-cucunya, dan diperlakukan buruk dalam segala hal. Namun demikian mereka mengikuti Kain sebagai pemimpin mereka, meski sebagai seorang yang celaka. Aku melihat Kain dihukum amat berat, tetapi tidak dikutuk.

Salah seorang keturunan Kain adalah Tubal-Kain, leluhur para seniman dan leluhur para raksasa. Aku sering melihat bahwa, ketika para malaikat jatuh, sejumlah malaikat mempunyai saat tobat dan karenanya tidak jatuh serendah yang lain. Di kemudian hari, roh-roh yang jatuh ini berdiam di sebuah gunung yang tinggi, terpencil dan sama sekali tak terjangkau manusia, yang lokasinya pada masa Air Bah menjadi sebuah lautan, Laut Hitam, aku pikir. Mereka diperkenankan menyebarkan pengaruh jahat mereka atas manusia secara proporsional sebab manusia semakin jauh menyimpang dari Allah. Sesudah Air Bah mereka menghilang dari wilayah itu dan dikurung di udara. Mereka tidak akan dicampakkan ke dalam neraka sebelum hari terakhir.

Aku melihat keturunan Kain menjadi semakin dan semakin tak bertuhan dan hidup seturut hawa nafsu. Mereka berdiam semakin dan semakin jauh ke punggung gunung di mana roh-roh yang jatuh berada. Roh-roh itu merasuki banyak dari antara para perempuan, menguasai mereka sepenuhnya, dan mengajarkan kepada mereka segala macam seni bujuk rayu. Anak-anak mereka amat besar ukurannya. Mereka memiliki bakat dan kecakapan dalam segala hal, dan mereka menyerahkan diri sepenuhnya pada roh-roh jahat sebagai alatnya. Dengan demikian, bangkitlah di atas gunung ini dan menyebar jauh sekitarnya, suatu bangsa yang jahat yang dengan kejahatan dan bujuk rayunya berusaha menjerat ketutunan Set juga ke cara hidup mereka yang rusak lakunya. Kemudian Allah memaklumkan kepada Nuh mengenai rencana-Nya untuk mengirimkan Air Bah. Selama pembangunan bahtera, Nuh harus banyak menderita hebat akibat ulah orang-orang ini.

Aku melihat banyak hal sehubungan dengan bangsa raksasa. Mereka dapat dengan mudah mengangkut batu-batu besar ke atas gunung-gunung; mereka dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan. Mereka dapat berjalan tegak memanjat pepohonan dan tembok-tembok sebagaimana aku lihat pada orang-orang yang dirasuki kuasa iblis. Mereka dapat mengadakan hal-hal yang paling mengagumkan; mereka dapat melakukan apapun yang mereka kehendaki; tetapi semuanya murni magis dan ilusi belaka dengan perantaraan roh-roh jahat. Karena itulah aku begitu ngeri akan segala bentuk magis dan nujum. Orang-orang ini dapat membentuk segala macam patung dari batu dan logam; tetapi pengetahuan akan Allah tak ada lagi pada mereka. Mereka mencari dewa-dewa dalam makhluk-makhluk sekeliling mereka. Aku melihat mereka menggurat-gurat sebuah batu, membentuknya menjadi sebuah patung yang begitu rupa dan lalu menyembahnya. Mereka menyembah juga suatu binatang yang mengerikan dan segala macam hal tercela. Mereka tahu segala hal; mereka dapat melihat segala hal; mereka terampil dalam mempersiapkan racun; mereka mempraktekkan sihir dan segala bentuk kejahatan. Para perempuannya menciptakan musik. Aku melihat mereka berkeliaran di antara suku-suku yang lebih baik dan berusaha merayu orang-orang ke kekejian mereka. Mereka tidak memiliki rumah-rumah tempat tinggal; tidak ada kota-kota, tetapi mereka mendirikan menara-menara bundar raksasa dari batu yang berkilat. Di bawah menara-menara itu terdapat bangunan-bangunan kecil yang menghantar ke gua-gua besar di mana mereka melakukan kejahatan mereka yang mengerikan. Dari atap bangunan-bangunan ini, wilayah sekelilingnya dapat terlihat, dan dengan mendaki ke dalam menara dan melihat melalui teropong-teropong, orang dapat melihat hingga di kejauhan. Tetapi tidak seperti melihat melalui teropong-teropong yang dibuat untuk melihat dengan jelas benda-benda di kejauhan. Kuasa teropong yang aku ceritakan di sini, diakibatkan oleh perantaraan setan. Mereka yang melihat melalui teropong dapat melihat di mana suku-suku yang lain tinggal. Kemudian mereka bergerak menyerbu dan menaklukkan suku-suku itu dan dengan semena-mena menjarahi segala yang ada di depan mereka. Roh semena-mena ini mereka praktekkan di mana-mana. Aku melihat mereka mengurbankan anak-anak dengan mengubur mereka hidup-hidup dalam tanah. Allah meruntuhkan gunung itu pada masa Air Bah.

Henokh, leluhur Nuh, menentang bangsa yang jahat itu dengan ajaran-ajarannya. Ia banyak menulis. Henokh seorang yang amat baik dan penuh syukur kepada Allah. di banyak tempat di lapangan-lapangan terbuka, ia mendirikan mezbah-mezbah batu dan di sana hasil-hasil bumi melimpah. Ia mengucap syukur kepada Allah dan mempersembahkan kurban kepada-Nya. Terutama dalam keluarganya agama dipelihara dan diwariskan kepada Nuh. Henokh diangkat ke surga. Di sana ia menanti di pintu gerbang masuk; dari sana bersama seorang lain (Elia) ia akan datang kembali sebelum hari terakhir.

Keturunan Ham juga memiliki hubungan serupa dengan roh-roh jahat sesudah Air Bah, dan dari hubungan yang demikian muncul begitu banyak orang-orang jahat dan ahli nujum, begitu banyak orang-orang hebat dunia, begitu banyak orang-orang masyhur, sembrono dan nekat.

Semiramis sendiri adalah keturunan kaum jahat, sebab itu ia cemerlang dalam segala hal terkecuali bekerja demi keselamatannya.

Di kemudian hari, di sana bangkit suatu kaum lain yang dihormati sebagai dewa-dewa oleh kaum kafir. Para perempuan yang pertama-tama membiarkan diri dikuasai oleh roh-roh jahat, sepenuhnya sadar akan kenyataan itu, meski yang lain tak menyadarinya. Para perempuan ini memilikinya (dasar-dasar kerasukan) dalam diri mereka bagai darah dan daging, bagai dosa asal.


sumber : “The Lowly Life And Bitter Passion Of Our Lord Jesus Christ And His Blessed Mother Together With The Mysteries Of The Old Testament: from the visions of Blessed Anne Catherine Emmerich”

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net”
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Dosa dan Konsekwensinya        previous  Halaman Sebelumnya     Halaman Selanjutnya  next      up  Halaman Utama