Bab 2
Janji Akan Penebus


Setelah Jatuhnya Manusia dalam dosa, Allah memaklumkan kepada para malaikat rencana-Nya untuk memulihkan bangsa manusia.

Aku melihat takhta Allah. Aku melihat Tritunggal Mahakudus dan suatu gerakan dalam Pribadi-pribadi Allah. Aku melihat kesembilan paduan suara dan Allah mengumumkan kepada mereka cara dengan mana Ia akan memulihkan bangsa manusia yang jatuh. Aku melihat sukacita dan sorak-sorai tak terkira para malaikat dalam menyambutnya.

Aku melihat bukit Adam yang kemilau, yang dari batu-batu berharga, muncul di hadapan takhta Allah, seolah dibopong oleh para malaikat. Bukit itu berjenjang-jenjang dan bertambah besar, menjadi sebuah takhta, sebuah menara dan meluas ke segala penjuru hingga merengkuh segala sesuatu. Aku melihat kesembilan paduan suara malaikat mengelilinginya, dan di atas para malaikat di surga, aku melihat gambaran Perawan. Bukanlah Maria pada waktunya, melainkan Maria dalam kekekalan, Maria dalam Allah. Sang Perawan memasuki menara, yang terbuka untuk menyambutnya, dan ia tampak menjadi satu dengannya. Kemudian aku melihat muncul dari Tritunggal Mahakudus suatu penampakan yang juga masuk ke dalam menara.

Di tengah para malaikat, aku melihat semacam monstrans di mana semua sedang bekerja. Bentuknya seperti sebuah menara, dan padanya ada berbagai ragam pahatan-pahatan misterius. Di dekatnya, di masing-masing sisi, berdiri dua figur, tangan-tangan mereka yang saling berpegangan memeluk menara. Di setiap saat, menara bertambah besar dan bertambah indah. Aku melihat sesuatu dari Allah melewati paduan suara malaikat dan masuk ke dalam monstrans. Sesuatu itu adalah Yang Kudus dan bercahaya; semakin mendekati monstrans Sesuatu itu menjadi semakin jelas. Tampak bagiku, Sesuatu itu adalah benih Berkat Allah untuk suatu keturunan yang murni yang telah diberikan kepada Adam, akan tetapi ditarik kembali pada saat Adam hendak mendengarkan perkataan Hawa dan menyantap buah terlarang. Itulah Berkat yang sekali lagi dianugerahkan kepada Abraham, yang ditarik dari Yakub, oleh Musa disimpan dalam Tabut Perjanjian, dan akhirnya diterima oleh Yoakim, ayahanda Maria, agar Maria dapat murni dan tak bercela dalam perkandungannya sebagaimana Hawa keluar dari lambung Adam yang tengah tidur pulas. Monstrans itu sendiri juga masuk ke dalam menara.

Aku melihat pula sebuah piala yang dipersiapkan oleh para malaikat. Piala itu bentuknya sama seperti yang dipergunakan pada Perjamuan Malam Terakhir, dan piala itu juga masuk ke dalam menara. Di sebelah kanan menara, aku melihat seolah pada tepi sebuah awan emas, anggur dan gandum yang saling terjalin bagai jari-jari dua tangan yang terjalin. Dari sana muncul sebuah cabang, sebuah pohon silsilah lengkap, di atas dahan-dahannya terdapat figur-figur kecil laki-laki dan perempuan yang saling bergandengan tangan satu sama lain. Bunganya yang tertinggi adalah Palungan dengan Kanak-kanak.

Kemudian aku melihat dalam gambar-gambar misteri Penebusan dari Janji hingga ke kegenapan waktu dan, di gambar-gambar sampingnya, aku melihat pengaruh-pengaruh yang berlawanan sedang bekerja. Akhirnya, di atas batu karang yang kemilau, aku melihat sebuah gereja besar nan indah. Itulah Gereja Katolik yang satu dan kudus, yang mengandung kehidupan dalam dirinya, yakni keselamatan seluruh dunia. Hubungan dari gambar-gambar ini satu dengan yang lain dan peralihannya dari satu ke yang lain sungguh mengagumkan. Bahkan apa yang jahat dan menentang hingga akhir dalam penglihatan, bahkan apa yang ditolak oleh para malaikat sebagai tidak pantas, dibuat tunduk pada perkembangan Penebusan. Dan juga, aku melihat Bait kuno muncul dari bawah; suatu bangunan yang amat besar dan seperti sebuah gereja, tetapi tanpa menara. Bait itu digeser minggir ke satu sisi oleh para malaikat dan di sana bait itu berdiri miring. Aku melihat sebuah kerang remis yang besar [simbol pemujaan berhala dan mitologi] menampakkan diri dan berupaya memaksa masuk ke dalam bait kuno; tetapi ia pun dengan segera dipinggirkan.

Aku melihat, muncul sebuah menara yang besar dan terpotong [piramid Mesir]; melalui pintu-pintu gerbangnya yang banyak, figur-figur seperti Abraham dan anak-anak Israel masuk. Itu bermakna perbudakan mereka di Mesir. Menara itu didorong minggir, pula suatu menara Mesir lainnya dalam bentuk anak-anak tangga. Menara terakhir ini merupakan simbolisme astrologi dan tenung. Lalu muncul sebuah kuil Mesir. Kuil ini didorong minggir seperti yang lainnya, dan tinggal berdiri dalam keadaan bengkok.

Akhirnya, aku melihat suatu penglihatan di bumi seperti yang telah ditunjukkan Allah kepada Adam; yakni bahwa seorang Perawan akan muncul dan memulihkan baginya keselamatan yang telah dihilangkannya. Adam tidak tahu bilamana hal itu akan terjadi, dan aku melihat dukanya yang pedih sebab Hawa hanya melahirkan anak-anak lelaki baginya. Namun, pada akhirnya ia mendapatkan seorang puteri.

Aku melihat Nuh dan persembahannya pada waktu ia menerima Berkat dari Allah. Kemudian aku mendapatkan penglihatan-penglihatan mengenai Abraham, Berkatnya dan janji akan seorang putera, Ishak. Aku melihat Berkat turun dari anak sulung ke anak sulung, dan selalu disampaikan dengan suatu tindakan sakramental. Aku melihat Musa pada malam keberangkatan Israel dari Mesir mengambil harta Misteri, Yang Kudus, yang Tak diketahui siapapun selain Harun. Aku melihat Misteri sesudahnya dalam Tabut Perjanjian. Hanya Para Imam Besar dan orang-orang kudus tertentu mengetahuinya melalui suatu wahyu dari Allah. Aku melihat diteruskannya Misteri ini melalui leluhur Yesus Kristus hingga ke Yoakim dan Anna, pasangan paling murni dan paling suci yang pernah hidup, dan dari siapa dilahirkan Maria, Perawan Tak Bernoda. Dan lalu aku melihat Maria menjadi Tabut Perjanjian Allah yang hidup.


sumber : “The Lowly Life And Bitter Passion Of Our Lord Jesus Christ And His Blessed Mother Together With The Mysteries Of The Old Testament: from the visions of Blessed Anne Catherine Emmerich”

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net”
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Dosa dan Konsekwensinya        previous  Halaman Sebelumnya     Halaman Selanjutnya  next      up  Halaman Utama