... Kesaksian Catalina mengenai Misa Kudus


78) Sementara selebran hendak menyampaikan berkat, Santa Perawan Tersuci mengatakan: "Perhatikan, berhati-hatilah… [Banyak dari] kamu membuat suatu tanda kuno dan bukannya Tanda Salib. Ingat bahwa berkat ini dapat menjadi yang terakhir yang kamu terima dari tangan seorang imam. Kalian tidak tahu apakah sesudah meninggalkan tempat ini kamu akan mati atau tidak. Kamu tidak tahu apakah kamu akan beroleh kesempatan untuk menerima suatu berkat dari imam yang lain. Tangan-tangan yang dikonsekrasikan itu memberimu berkat dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Sebab itu, buatlah Tanda Salib dengan hormat, seolah itu adalah yang terakhir dalam hidupmu."  

79) Betapa banyak kita kehilangan dengan tidak memahami dan tidak ikut ambil bagian setiap hari dalam Misa Kudus! Mengapakah kita tidak melakukan suatu upaya untuk memulai hari setengah jam lebih awal agar dapat bergegas ke Misa Kudus dan menerima segala rahmat yang Tuhan ingin limpahkan atas kita?

80) Aku sadar bahwa tidak semua orang dapat pergi ke Misa harian karena tugas kewajiban mereka, tetapi setidaknya dua atau tiga kali dalam seminggu. Dan kendati demikian, begitu banyak yang menghindarkan diri dari pergi ke Misa pada hari Minggu, menggunakan alasan-alasan yang paling remeh: bahwa mereka punya seorang anak kecil, atau dua, atau sepuluh sehingga mereka tidak dapat pergi ke Misa. Bagaimana orang dapat mengatasinya apabila mereka punya bentuk-bentuk komitmen penting lainnya? Mereka membawa semua anak-anak bersama mereka, atau mereka bergantian dengan suami pergi pada jam yang satu dan istri pada jam yang lain, tetapi mereka memenuhi kewajiban mereka terhadap Allah.

81) Kita punya waktu untuk belajar, untuk bekerja, untuk bersenang-senang, untuk beristirahat, tetapi KITA TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK PERGI KE MISA KUDUS SETIDAKNYA PADA HARI-HARI MINGGU.

82) Yesus memintaku untuk tinggal bersama-Nya beberapa menit lebih lama sesudah Misa usai. Ia berkata:

83) "Janganlah bergegas keluar begitu Misa usai; tinggallah beberapa saat bersama-Ku. Nikmatilah dan biarkan Aku menikmati kebersamaan denganmu…"

84) Semasa kanak-kanak aku mendengar seseorang mengatakan bahwa Tuhan tinggal bersama kita selama lima atau sepuluh menit, sesudah Komuni. Aku bertanya pada-Nya saat itu:

85) "Tuhan, berapa lama Engkau sesungguhnya tinggal bersama kami sesudah Komuni?"

86) Aku pikir bahwa Tuhan pastilah menertawakan kebodohanku sebab Ia menjawab: "Sepanjang kamu ingin Aku bersamamu. Jika kamu berbicara kepada-Ku sepanjang hari, mempersembahkan kepada-Ku beberapa patah kata sementara kamu sibuk dengan pekerjaan sehari-harimu, Aku akan mendengarkanmu. Aku selalu bersama kalian semua. Adalah kamu yang meninggalkan Aku. Kamu meninggalkan Misa dan kamu selesai dengan hari kewajibanmu. Kamu memelihara hari Tuhan dan selesai. Kamu tidak berpikir bahwa Aku rindu ikut ambil bagian dalam kehidupan keluargamu bersamamu, setidaknya pada hari itu.

87) Di rumah-rumah kalian, kalian punya suatu tempat untuk segala sesuatunya dan suatu ruang untuk setiap aktivitas: ruang untuk tidur, yang lain untuk memasak, yang lain untuk makan, dll., dll.. Yang manakah tempat yang kalian peruntukkan bagi-Ku? Pasti bukan sekedar suatu tempat di mana kalian menempatkan sebuah gambar suci yang berdebu sepanjang waktu, melainkan suatu tempat di mana setidaknya lima menit dalam sehari, keluarga berkumpul untuk mengucap syukur atas hari itu dan atas anugerah hidup, untuk memohon kebutuhan-kebutuhan mereka hari itu, untuk memohon berkat, perlindungan, kesehatan… Segala sesuatunya punya tempat dalam rumah-rumah kalian, terkecuali Aku.

88) Manusia merencanakan hari mereka, pekan mereka, semester mereka, liburan mereka, dst.. Mereka tahu kapan mereka akan beristirahat, kapan mereka akan pergi ke bioskop atau ke pesta, atau mengunjungi nenek atau cucu, teman-teman mereka, anak-anak, atau pergi bersenang-senang. Berapa banyakkah keluarga yang mengatakan setidaknya sebulan sekali: `Inilah hari giliran kita pergi dan mengunjungi Yesus dalam Tabernakel,' dan seluruh keluarga datang untuk bercakap-cakap dengan-Ku? Berapa banyakkah yang duduk di hadapan-Ku dan berbincang dengan-Ku, menceritakan pada-Ku apa-apa yang terjadi sejak kali terakhir, menceritakan pada-Ku masalah-masalah, kesulitan-kesulitan mereka, memohon pada-Ku apa yang mereka butuhkan… mengijinkan-Ku ikut ambil bagian dalam hal-hal mereka? Berapa kali?

89) Aku tahu semuanya. Aku membaca bahkan rahasia-rahasia terdalam hati dan pikiranmu. Tetapi Aku menikmati kamu menceritakan kepada-Ku mengenai segala halmu, mengijinkan-Ku ikut ambil bagian sebagai seorang anggota keluarga, sebagai sahabat yang paling karib. Betapa banyak rahmat yang manusia gagal menerimanya dengan tidak memberikan pada-Ku suatu tempat dalam hidupnya!"

90) Ketika aku tinggal bersama-Nya pada hari itu dan pada banyak hari-hari lainnya, Ia terus memberikan pengajaran-pengajaran kepada kita, dan pada hari ini aku ingin membagikannya dengan kalian dalam misi ini yang telah dipercayakan kepadaku. Yesus mengatakan:

91) "Aku ingin menyelamatkan anak-anak-Ku sebab saat pembukaan pintu Surga telah dirembesi dengan terlalu banyak sakit…" "Ingatlah bahwa tak seorang ibu pun pernah memberi makan anaknya dengan dagingnya sendiri. Aku telah melampaui ke tingkat ekstrim Kasih yang demikian demi menganugerahkan jasa-jasa-Ku kepada kalian semua."

92) "Misa Kudus adalah DiriKu Sendiri yang melestarikan hidup-Ku dan kurban-Ku di Salib di antara kalian. Tanpa jasa-jasa hidup-Ku dan Darah-Ku, apakah yang akan kalian miliki untuk mempersembahkan diri kalian sendiri di hadapan Bapa? Ketiadaan, kemalangan dan dosa…"

93) "Kalian seharusnya mengungguli para Malaikat dan para Malaikat Agung dalam keutamaan, sebab mereka tidak memiliki sukacita menyambut-Ku sebagai santapan seperti kalian. Mereka minum setetes dari mata air, tetapi kalian, yang memiliki rahmat untuk menyambut-Ku, mempunyai seluruh samudera raya untuk diminum."

94) Hal lain yang Tuhan bicarakan dengan sedih adalah mengenai orang-orang yang pergi ke perjumpaan mereka dengan-Nya karena kebiasaan, jiwa-jiwa itu yang telah kehilangan keterpesonaan dari setiap perjumpaan dengan-Nya. Yesus mengatakan bahwa rutinitas mengubah sebagian orang menjadi begitu suam-suam kuku hingga mereka tidak punya sesuatu yang baru untuk dikatakan kepada Yesus ketika mereka menyambut-Nya.

95) Ia berbicara mengenai tak sedikit jiwa-jiwa yang telah dikonsekrasikan yang kehilangan antusiasme jatuh cinta kepada Tuhan, dan mengubah panggilan mereka menjadi suatu perdagangan, suatu profesi yang untuknya mereka memberi tidak lebih dari apa yang dituntut dari mereka, tetapi tanpa perasaan…

96) Kemudian Tuhan berbicara kepadaku mengenai buah-buah yang harus dihasilkan dari setiap Komuni dalam diri kita. Sungguh terjadi bahwa ada orang-orang yang menyambut Tuhan setiap hari namun tidak mengubah hidup mereka. Mereka menghabiskan berjam-jam dalam doa dan melakukan banyak karya, dst., dst., tetapi hidup mereka tidak ikut berubah, dan suatu hidup yang tidak terus mengubah dirinya sendiri tidak dapat menghasilkan buah-buah sejati bagi Tuhan. Jasa-jasa yang kita terima dalam Ekaristi harus menghasilkan buah-buah pertobatan dalam diri kita dan buah-buah cinta kasih kepada saudara dan saudari kita.

97) Kita, kaum awam, mempunyai peran yang sangat penting dalam Gereja kita. Kita tidak berhak tinggal diam di hadapan perintah yang Tuhan berikan kepada kita sebagai laki-laki dan perempuan yang telah dibaptis untuk pergi dan memaklumkan Kabar Gembira. Kita tidak berhak untuk menyerap segala pengetahuan ini dan tidak membagikannya dengan yang lain, dan membiarkan saudara saudari kita kelaparan sementara kita punya begitu banyak roti di tangan kita.

98) Kita tidak dapat menyaksikan Gereja kita hancur sementara kita dengan nyaman tinggal di paroki-paroki dan rumah-rumah kita, dengan menerima dan menerima begitu banyak dari Tuhan: Sabda-Nya; homili imam; ziarah; Kerahiman Ilahi dalam Sakramen Rekonsiliasi; persatuan mengagumkan dan santapan Komuni Suci; dan khotbah-khotbah yang disampaikan oleh para pengkhotbah yang ini dan itu.

99) Dengan kata lain, kita menerima begitu banyak dan tidak memiliki keberanian untuk meninggalkan zona nyaman kita dan pergi ke penjara, ke lembaga rehabilitasi dan berbicara kepada mereka yang paling membutuhkan. Mengatakan kepada mereka untuk tidak menyerah, bahwa mereka dilahirkan Katolik dan bahwa Gereja mereka membutuhkan mereka di sana, menderita, sebab penderitaan ini akan berguna untuk menebus yang lain-lainnya, sebab kurban itu akan memperolehkan bagi mereka kehidupan kekal.

100) Kita tidak sanggup pergi ke rumah-rumah sakit, kepada mereka yang sakit parah, dan mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi demi menolong mereka dengan doa kita sepanjang masa pergulatan itu antara yang baik dan yang jahat, dan demi membebaskan mereka dari jerat dan pencobaan iblis. Setiap orang yang di ambang ajal menghadapi ketakutan, dan mereka merasa terhibur dengan sekedar kita meraih tangan mereka dan berbicara kepada mereka, berbicara mengenai kasih Allah dan bahagia yang menantikan mereka di Surga, dekat dengan Yesus dan Maria, dekat dengan orang-orang terkasih mereka yang telah meninggal dunia.

101) Waktu yang kita jalani tidak mengijinkan kita untuk berpihak pada perilaku acuh tak acuh. Kita harus menjadi perpanjangan tangan dari para imam kita dan pergi ke tempat yang tak terjangkau oleh mereka. Tetapi guna membekali diri kita sendiri dengan keberanian untuk melakukannya, kita harus menyambut Yesus, hidup bersama Yesus, dan menyantap Yesus.

102) Kita takut untuk memberikan komitmen sedikit lebih jauh. Padahal, ketika Tuhan bersabda, "Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu," itu adalah mengenai semuanya, saudara dan saudari. Artinya adalah mencari Kerajaan Allah dengan segala cara yang mungkin dan melalui segala sarana yang ada, dan… membuka tangan kita demi menerima SEMUANYA sebagai tambahan! Ini karena Ia adalah Tuan, Yang mengganjari dengan yang terbaik; satu-satunya Ia Yang memberikan perhatian penuh pada kebutuhan-kebutuhanmu yang paling remeh sekali pun!


103) Saudara dan saudari, terima kasih telah mengijinkanku melaksanakan misi yang telah dipercayakan kepadaku dengan sampainya halaman-halaman ini ke tangan kalian.

104) Kali mendatang kalian pergi ke Misa Kudus, hayatilah. Aku tahu bahwa Tuhan akan menggenapi bagimu janji-Nya bahwa "Misamu tidak akan pernah lagi sama seperti sebelumnya," dan ketika kamu menyambut-Nya, kasihilah Dia! Alamilah kemanisan merasakan dirimu sendiri beristirahat pada hati-Nya, yang ditembusi bagimu demi meninggalkan bagimu Gereja-Nya dan BundaNya; demi membukakan bagimu pintu-pintu Rumah BapaNya, supaya kamu dapat merasakan sendiri Kasih Kerahiman-Nya melalui kesaksian ini, dan berusaha untuk membalas dengan kasihmu yang kecil dan tak berarti.

105) Semoga Allah memberkatimu pada Masa Paskah ini.
Saudarimu dalam Yesus Yang Hidup,

Catalina

Misionaris Awam dari
Hati Ekaristik Yesus
Apostolate of the New Evangelization (ANE)
www.Jesucristovivo.org (in Spanish)



Sumber: “The Holy Mass - The Testimony of Catalina”; Love and Mercy Publications; www.loveandmercy.org

Dipersilakan menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net”
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Kesaksian Yesus dan Maria                                         Halaman Utama