Gambar-Gambar Seputar Salib
oleh: P. William P. Saunders *
Saya mempunyai sebuah salib kuno dengan tengkorak dan tulang bersilang di bawah salib. Apakah artinya? Juga, apakah artinya INRI? Saya mendengar orang mengucapkannya seolah satu kata.
~ seorang pembaca di Fairfax

Keduanya, INRI maupun tengkorak dan tulang bersilang, disebut-sebut dalam kisah sengsara Tuhan kita. Pertama-tama, INRI adalah singkatan dari istilah Latin Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum yang artinya “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Ketika menjatuhkan hukuman mati pada Tuhan kita, Pontius Pilatus menyuruh agar prasasti yang ditulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani (Yohanes 19:20) ini dipasang di atas kayu salib di atas kepala Tuhan kita. Masing-masing Injil memberikan kesaksian mengenai prasasti ini, meski dengan versi yang agak sedikit berbeda. Dalam Intil St Yohanes: Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi; Injil St Matius: Inilah Yesus Raja orang Yahudi; Injil St Markus: Raja orang Yahudi”; dan Injil St Lukas: Inilah raja orang Yahudi. Karena Yohanes berdiri bersama Bunda Maria di kaki salib, injilnya adalah yang paling tepat, meski pada intinya semua Injil saling bersesuaian mengenai apa yang ditulis.

Poin menarik lainnya muncul dalam karya-karya seni yang menggambarkan kisah penyaliban. Terkadang prasasti ini dieja lengkap (tak sekedar INRI), tetapi dengan ejaan dari belakang ke depan. Para seniman sadar bahwa tulisan Ibrani dibaca dari kanan ke kiri, bukan dari kiri ke kanan seperti tulisan Latin.

Akhirnya, penggunaan ketiga bahasa - Ibrani, Latin dan Yunani - berfungsi ganda. Pertama-tama, ketiganya adalah bahasa yang dipergunakan di Yerusalem pada masa penyaliban. Kedua, Ibrani adalah bahasa umat terpilih dari Perjanjian Lama; Latin dan Yunani adalah bahasa-bahasa kaum kafir dan Kekaisaran Roma. Yesus datang untuk menyelamatkan bukan hanya orang-orang Yahudi melainkan juga orang-orang kafir, sehingga pemakluman itu mengingatkan kita bahwa Kurban adalah untuk segenap umat manusia. Sementara kuasa-kuasa dunia ini menganggap-Nya sebagai seorang raja duniawi, Yesus, yang disalibkan dan bangkit, adalah Raja yang menaklukkan dosa dan maut, dan yang kerajaan-Nya tak akan berakhir.

Selanjutnya, tengkorak dan tulang bersilang bermakna ganda. Pertama-tama, Yesus disalibkan di luar kota lama Yerusalem di Golgota, yang dalam bahasa Ibrani berarti Tempat Tengkorak. Keempat Injil semuanya memberikan kesaksian atas fakta ini: Matius 27:33, Markus 16:22, Lukas 23:33, dan Yohanes 19:17. Kata “Golgota” adalah bentuk Aram dari kata Ibrani “gulgoleth”, artinya “tengorak”. Kata Latin “calva”, juga berarti “tengkorak”, adalah akar kata dari “Kalvari”.

Kedua, tradisi kuno mengisahkan bahwa tempat ini adalah juga tempat Adam dimakamkan, karenanya digambarkan dengan tengkorak dan tulang bersilang. Sekarang, di Gereja Makam Suci di Yerusalem, Orthodox Yunani mendirikan sebuah kapel di atas bukit batu Kalvari itu sendiri, dan tempat di mana salib berdiri ditandai dengan cakram perak tepat di bawah altar. Di sebelah kanan altar terdapat retakan di bukit batu. Injil St Matius mencatat bahwa ketika Kristus wafat disalib, terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka” (Matius 27:52). Retakan terjadi dari atas sampai ke bawah ke Kapel Adam (dalam Gereja Makam Suci) di mana menurut tradisi Adam disemayamkan dan di mana Darah Mahasuci Yesus menetes di atas tulang-tulang dan tengkoraknya. Di sini, Darah Mahasuci Kristus yang memancar dari Hati Kudus Tuhan kita akan menjadi suatu aliran penebusan, yang menyentuh semua, bahkan Adam sendiri. Kristus, Adam yang baru, yang taat pada kehendak Bapa Surgawi hingga mati, menaklukkan dosa yang dilakukan ketika Adam yang pertama tidak taat pada Allah. Pintu-pintu surga yang ditutup akibat dosa Adam, sekarang dibuka oleh kurban Tuhan kita.

Kedua simbol ini yang ditempatkan pada salib membantu kita ingat bahwa kurban Tuhan kita di salib merupakan tindak kasih teragung Allah yang dinyatakan kepada kita. Sebab itu, setiap kali kita memandang Tuhan kita yang tersalib, sepatutnyalah kita digerakkan oleh kasih mengatakan sebagaimana dikatakan St Fransiskus dari Assisi, “Kami menyembah Engkau, ya Kristus, dan memuji-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.”


* Fr. Saunders is pastor of our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Christendom's Nortre Dame Graduate School in Alexandria.
sumber : “Straight Answers: Images Surrounding the Crucifix” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2006 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net atas ijin The Arlington Catholic Herald.”