|
Apakah Kita Mengabaikan Kepala Keluarga Kudus?
oleh: Broeder John M. Samaha, S.M.
Seberapa banyakkah kita mengenal dan menghargai dia yang adalah suami Bunda sang Penebus dan yang adalah bapa dari Putra sang Perawan? Seberapa banyakkah kita menghormatinya?
Bagi sebagian besar dari kita, hal ini sungguh memalukan. St Yosef sering kali dilupakan. Kitab Suci berbicara sedikit saja tentangnya. Kita memberinya hanya sedikit saja perhatian. Sungguh jarang kita mempromosikan devosi kepadanya.
Yosef kerap kali menjadi anggota Keluarga Kudus yang terlupakan. Apakah kita masih ingat, semasa kanak-kanak kita biasa menuliskan “Y.M.Y.” di bagian atas kertas sekolah minggu kita? Hal itu dimaksudkan untuk mengingatkan kita supaya mohon bantuan Yesus, Maria dan Yosef dalam mengerjakan pekerjaan kita. Kita membayangkan para anggota Keluarga Kudus saling berdampingan.
Patut diingat bahwa Maria dan Yosef adalah pasangan suami isteri. Sementara menghormati keperawanan Maria yang abadi, janganlah kita mengabaikan hak istimewa dan kebahagiaan Yosef menjadi suami Maria. Di abad-abad yang lampau, banyak karya seni yang menggambarkan Yosef sebagai seorang yang telah lanjut usia. Kemungkinan besar hal ini dilakukan demi mengenyahkan sanggahan akan keperawanan Maria. Sesungguhnya, hal ini cenderung merendahkan hubungan kasih antara Maria dan Yosef sebagai suami isteri. Kendati kecenderungan yang demikian dalam jamannya, St Theresia Avila bersikeras bahwa Yosef adalah seorang pemuda. Sekarang kita mendapati pendekatan positif dalam Prefasi Misa demi menghormati St Yosef: “Dengan kasih seorang suami, ia menghormati Maria, Bunda Allah yang perawan.”
Pada tahun 1962, bahkan sebelum pembaharuan liturgis Vatikan Kedua, Paus Yohanes XXIII menambahkan ke dalam Kanon Misa Romawi (sekarang Doa Syukur Agung I) nama Yosef segera sesudah nama Maria. Suatu hari kelak kiranya Gereja akan menyertakan nama Yosef sesudah nama isterinya dalam setiap Doa Syukur Agung.
Karena Yosef adalah suami Maria, maka ia adalah juga bapa Yesus. Kita tahu bahwa ia bukanlah bapa Yesus secara fisik. Tetapi dalam kisah Injilnya mengenai Yesus hilang di Bait Allah, St Lukas mencatat Maria berkata kepada Yesus, “Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau” (Luk 2:48). Preafasi Misa dalam menghormati St Yosef memaklumkan: “Dengan kasih kebapaan ia melindungi Yesus Kristus PutraMu, yang dikandung dari kuasa Roh Kudus.”
Andai orang mungkin berpikir bahwa kebapaan Yosef bukanlah yang sesungguhnya atau yang sejati, sebab ia tidak secara jasmani memperanakkan Yesus, biarlah orang itu berbicara dengan para orangtua angkat, teristimewa mereka yang sekaligus melahirkan anak-anak dan mengadopsi anak-anak yang lain. Mereka akan membuatnya tahu betapa sejatinya kebapaan Yosef.
Yosef memainkan peran amat penting sementara Yesus “bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Dalam tradisi Yahudi, kanak-kanak hingga berusia lima tahun atau usia tertentu, berada dalam pemeliharaan khusus dan didikan para ibu mereka. Tetapi, di atas usia tersebut, kanak-kanak berada di bawah bimbingan khusus para bapa mereka. Yosef, karena kewajiban dan hak istimewa yang dianugerahkan kepadanya, adalah rabbi Keluarga Kudus untuk mengajarkan kepada Yesus iman dan praktek Yahudi. Yosef memimpin keluarganya dalam beribadat kepada Tuhan di rumah mereka di Nazaret. Saat bersantap, baik Maria maupun Yesus memandang kepada Yosef di ujung meja yang memanjatkan doa syukur dan berkat. Setiap tahun ketika malam agung Paskah dirayakan, Yesus belia memainkan peranan-Nya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ritual kepada Yosef: Bapa, mengapakah malam ini berbeda dari malam-malam lainnya? Lalu, Ia bersama Maria mendengarkan Yosef yang bercerita tentang peristiwa-peristiwa Keluaran yang jaya dan penjelasan akan makna anak domba paskah. Kelak di kemudian hari Yesus akan mendengar Yohanes Pembaptis memaklumkan DiriNya, Putra Yosef dan Maria, sebagai Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa-dosa dunia.
Ketika Yesus telah cukup usia, Yosef memperkenalkan-Nya dengan ibadat sinagoga. Yesus senantiasa setia dan taat pada ritual-ritual rumah ibadat sepanjang hidup-Nya. Yosef juga mengajarkan kepada Yesus keahlian seorang tukang kayu. Melalui kecakapan-Nya ini Yesus menopang hidup-Nya dan juga BundaNya, setelah wafat Yosef.
Pengalaman manusiawi Yesus akan kebapaan dipetik-Nya dari hubungan-Nya dengan Yosef. Ketika Yesus mengajarkan, “Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?” pastilah yang ada dalam benak-Nya saat itu adalah bagaimana lemah lembut dan penuh kasih sayang Yosef kepada-Nya sementara Ia tumbuh dewasa.
Ketika Yesus mengisahkan perumpamaan tentang anak yang hilang, kemungkinan Yosef-lah yang menjadi model dari bapa yang penuh belas kasihan itu. Sementara Yesus menceritakan bagaimana sang bapa memeluk serta mencium puteranya yang tadinya hilang, mungkin Ia sedang mengenangkan bagaimana Yosef memeluk serta mencium-Nya saat menemukan-Nya kembali setelah Ia hilang di Bait Allah selama tiga hari.
Ketika Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana berdoa, Ia memulainya dengan sebutan kasih yang sama yang Ia pergunakan untuk menyebut Yosef sepanjang hidup-Nya, abba. Kasih-Nya yang begitu besar kepada Yosef sungguh nyata dalam banyak peristiwa dalam Injil. Yosef telah menanamkan kesan yang luar biasa dalam diri Yesus.
Tetapi, adakah kita memikirkan St Yosef? Madah pujian baginya begitu sedikit jumlahnya pun jarang didaraskan.
Dalam tradisi Katolik sejumlah gelar puji-pujian telah diberikan kepada St Yosef. Ia adalah pelindung para pekerja, pelindung keluarga, pelindung mereka yang menghadapi ajal, dan pelindung Gereja Semesta. Gelar-gelar inilah yang paling penting dari daftar panjang gelarnya.
Namun demikian, hanya ada dua hari saja yang dipersembahkan kepada St Yosef dalam kalender liturgi: Hari Raya St Yosef, Suami Santa Perawan Maria pada tanggal 19 Maret (yang selalu jatuh pada Masa Prapaskah dan tidak pernah dirayakan pada hari Minggu) dan Peringatan (di Indonesia Peringatan Fakultatif !) St Yosef, Pekerja pada tanggal 1 Mei. Sementara pada Pesta Keluarga Kudus, yang jatuh pada hari Minggu sesudah Natal, sosok St Yosef nyaris tinggal bayangan di balik sosok Yesus dan Maria.
Sungguh amat patutlah kita menyampaikan penghormatan khusus kepada St Yosef. Sungguh, ia layak mendapatkannya.
sumber : "Are We Overlooking the Head of the Holy Family?" by Brother John M. Samaha, S.M.; The Marian Library/International Marian Research Institute, Dayton, Ohio; www.udayton.edu/mary
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
|