P. John Bartunek, LC, ThD


Pater John Bartunek, LC, ThD, mendapatkan gelar Sarjana Muda dalam bidang Sejarah dari Stanford University pada tahun 1990, lulus cum laude dan Phi Beta Kappa. Ia berasal dari latar belakang Kristen evangelis dan menjadi anggota Gereja Katolik pada tahun 1991. Setamat universitas, ia bekerja sebagai seorang guru sejarah sekolah menengah atas, sutradara drama dan pelatih baseball. Selanjutnya, ia beralih profesi sebagai seorang aktor professional di Chicago selama satu tahun sebelum akhirnya menggabungkan diri dalam Kongregasi Legioner Kristus pada tahun 1993. Ia menerima gelar gerejawi dalam Filsafat dan Theologi dan berkarya dalam pelayanan kaum muda dan universitas. Ia ditahbiskan sebagai seorang imam Katolik pada tahun 2003 dan mendapatkan gelar doktor dalam bidang Theologi Moral pada tahun 2010.

Pater John Bartunek memberikan dukungan rohani dalam pembuatan filmThe Passion of the Christ” karya Mel Gibson sementara melakukan penelitian yang kemudian dituangkannya dalam sebuah buku yang kemudian menjadi best seller “Inside the Passion” (2005), satu-satunya pemegang otoritas resmi dalam menyampaikan penjelasan di belakang layar film tersebut. P Bartunek memberikan sumbangan pemikiran dalam berita-berita seputar masalah religius di CNN, Fox, dan BBC. Ia tampil dalam Larry King Live, Hannity and Colmes, dan program radio Laura Ingraham. Ia juga berperan sebagai humas pers berbahasa Inggris untuk Sinode Para Uskup mengenai Ekaristi pada tahun 2005 yang diselenggarakan Vatican.

Bukunya yang terkenal, diterbitkan oleh Circle Press pada tahun 2007, adalah: “The Better Part: A Christ-Centered Resource for Personal Prayer”.  Dengan penerbit yang sama ia juga menerbitkan dua judul lain: “Meditations for Mothers” dan A Guide to Christian Meditation”. Pater John Bartunek sekarang tinggal di New York, di mana ia mengajar Sejarah Gereja dan menjabat Pemimpin Circle Media (penerbit majalah The National Catholic Register and Faith and Family) sementara terus melanjutkan karya apostoliknya dalam tulis-menulis.

sumber : Catholic Spiritual Direction; www.rcspiritualdirection.com/blog