10 Cara Membantu Pastor Paroki
oleh: Debra Laraway
P. Goris dan Lisa.

Suatu artikel miring tentang imam mungkin tidak menyenangkan hati imam, tetapi kata-kata dan perbuatan-perbuatan umatnya dapat melukai hatinya.

Dalam surat-suratnya, rasul Paulus berulangkali mendorong umat Kristiani untuk “berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Gal 6:10), dan “ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Ef 4:32). Santo Paulus tidak pernah membuat pengecualian dalam nasehat-nasehatnya mengenai bagaimana seharusnya umat Kristiani memperlakukan satu sama lain. Nasehat-nasehatnya berlaku bagi semua orang dalam komunitas Kristiani, mulai dari pastor hingga umat yang datang Misa hanya pada hari Natal saja.

Sebagian besar dari kita tidak dapat berbuat banyak menghadapi perlakuan media terhadap para imam, tetapi kita dapat melakukan sesuatu terhadap bagaimana para imam paroki kita diperlakukan. Santo Paulus mengatakan, “Jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” (1 Kor 12:26)

Sepuluh saran di bawah ini semoga menambah sukacita dalam kehidupan berparoki.

1.   Mari berdoa bagi para pastor paroki kita secara rutin. Doronglah yang lain untuk melakukan hal yang sama.

2.   Mengatakan pada pastor paroki apabila kita menyukai sesuatu yang ia lakukan, atau apabila kita merasa tersentuh oleh suatu homili tertentu.

3.   Ingatlah bahwa ada hal-hal tertentu yang berada di luar wewenang seorang pastor paroki. Keuskupan di mana paroki berada menetapkan banyak kebijakan yang harus ditaati paroki. Kadang kala keputusan-keputusan dibuat berdasarkan informasi yang sifatnya rahasia.

4.   Apabila kita menawarkan diri untuk melakukan sesuatu secara sukarela, maka sudah sepantasnya jika kita melakukannya dengan tekun dan dengan segenap kemampuan kita. Jika pekerjaan kita tersebut tampaknya tidak diperhatikan, itu berarti kita telah melakukannya dengan baik sehingga pastor paroki tidak merasa perlu untuk membicarakannya lebih lanjut; ia tahu bahwa ia dapat mengandalkan kita.

5.   Apakah paroki sudah mempunyai petugas-petugas khusus untuk menangani masalah administrasi dan keuangan? Keberadaan mereka membantu pastor paroki agar memiliki lebih banyak waktu untuk melayani umat.

6.   Bersikap ramah terhadap awam yang bertanggung jawab atas segala keperluan harian paroki. Pelayanan mereka memungkinkan pastor paroki menjadi gembala umat dan bukannya administrator.

7.   Ingatlah bahwa setiap orang membutuhkan perubahan suasana dari kegiatan rutin sehari-hari. Apabila pastor paroki sedang cuti / bebas tugas, bermurah hatilah untuk mengajaknya retret, mengundangnya ke rumah, melakukan kegiatan olah raga, dll. Berikan waktu dengan senang hati.

8.   Berhati-hati akan apa yang kita katakan kepada pastor paroki atau tentang pastor paroki di hadapan anak-anak. Mereka akan meniru sikap kita.

9.   Suatu saat, pastor paroki akan melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak berkenan di hati kita, atau mungkin mengatakan “tidak” atas suatu permintaan kita. Sebelum kita menulis surat atau meneleponnya, terlebih dahulu kita berdoa mohon bimbingan Tuhan dan merenungkan apa yang telah dikatakan atau dilakukannya, kemudian tunggu beberapa hari. Jika kita masih merasa perlu membicarakan hal tersebut dengan pastor paroki, bersikaplah sopan. Kaum awam mempunyai hak dan kewajiban untuk mengemukakan pendapat mereka tentang apa saja selama demi kebaikan Gereja. Namun demikian, kaum awam juga mempunyai kewajiban untuk menunjukkan sikap hormat kepada pastor mereka.

10. Ingatlah bahwa para imam paroki kita adalah juga manusia. Sekali waktu mereka juga melakukan kesalahan-kesalahan dan mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya mereka ucapkan, sama seperti kita semua. Dalam suratnya yang kedua kepada umat di Korintus, Paulus memberikan nasehat mengenai mereka yang menyebabkan kesedihan: “kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.” (2Kor 2:7-8)


DOA BAGI KOMUNITAS:

Ya Tuhan Yesus, jadikan kami satu, peliharalah kami agar tetap satu - saling melihat, mendengar, memperhatikan serta peka. Bantulah kami memperhatikan anak-anak kami, mendengarkan orangtua kami, serta peka satu terhadap yang lain. Ajarilah kami untuk mengerti bahwa kehendak-Mu-lah kami menjadi satu. Ajarilah kami untuk mengerti bahwa bukan kebersamaan dan keharmonisan yang mempersatukan kami, melainkan Yesus Kristus yang mempersatukan kami semua, sehingga kami menjadi satu dan akan tetap menjadi satu. Amin.

Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada Paroki __________, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara Paroki __________ memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi Paroki __________ dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman, supaya oleh kekuatan Roh Kudus Paroki __________ berlimpah-limpah dalam pengharapan. Amin. (berdasarkan Rm 15:5-6.13)


DOA BAGI IMAM:

Allah damai sejahtera kiranya memperlengkapi __________  dengan segala yang baik, sehingga __________ melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam __________ apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. (berdasarkan Ibr 13:20-21)

Bapa, aku berdoa supaya __________ dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh-Mu, sehingga Kristus diam di dalam hati __________  oleh iman; dan __________  berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya __________  dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya __________  dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Amin. (berdasarkan Ef 3:16-19)  

Semoga kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Putra Bapa, akan menyertai __________  dalam kebenaran dan kasih. Amin. (berdasarkan 2Yoh 1:3)  


sumber : “Ten Ways to Support Your Parish Priest” by Debra Laraway; Copyright 1997-2002 Domestic Church Communications Ltd.; www.domestic-church.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”