Komuni Kudus-ku yang Pertama
Oleh P. Richard Lonsdale *

* Tulisan ini dipersembahkan dengan penuh kasih untuk saudaraku, P. Donald Lonsdale,
yang telah bersama Allah di surga.

Di hari ulang tahunmu mungkin teman-teman dan sanak saudara memberimu hadiah. Mungkin kamu juga menerima banyak hadiah pada hari Natal. Hadiah apakah yang paling indah yang pernah diberikan kepadamu?

HadiahMungkin kamu akan berkata, mainan yang hebat, games atau baju yang keren. Atau mungkin kalian akan menyebutkan hal-hal yang lain. Baiklah, sebentar lagi kamu akan menerima hadiah yang paling hebat dan paling mengagumkan dari segala macam hadiah.

Hadiah paling indah yang dapat diberikan seseorang kepadamu adalah dirinya sendiri. Games dan mainan bisa jadi membosankan jika kamu tidak punya teman bermain. Kamu akan merasa kesepian jika kamu tidak punya teman.

Itulah hadiah yang hendak diberikan Yesus kepadamu. Ia akan datang dan senantiasa tinggal bersamamu. Ia akan tinggal bersamamu selamanya! Dan karena Yesus adalah Allah, Ia dapat membantumu di mana saja dan kapan saja kamu membutuhkan pertolongan.

Bagaimana mungkin Yesus melakukannya? Itu semua karena rahmat Komuni Kudus yang akan segera kamu terima dalam Perayaan Misa. Setelah Komunimu yang Pertama, kamu boleh menerima Komuni Kudus di Gereja Katolik mana pun di seluruh dunia! Dan jika kamu menderita suatu penyakit yang parah, seorang imam atau diakon akan datang membawakan Yesus untukmu kapan saja kamu membutuhkan-Nya.

Kamu harus mempersiapkan diri untuk menerima hadiah yang sungguh istimewa ini. Saya akan menunjukkan hal-hal penting yang perlu kamu persiapkan. Guru agama atau pendamping Bina Iman serta romo parokimu akan membantumu mempersiapkan diri.

SAKRAMEN
BAGAIMANA MENERIMA KOMUNI
SESUDAH MENERIMA KOMUNI
DAFTAR ISTILAH
LEMBAR PEMERIKSAAN BATIN


 SAKRAMEN

Kita mulai dengan dari mana hadiah yang istimewa ini berasal serta apa artinya.

Bahasa IsyaratPertama-tama, Komuni Kudus adalah Sakramen. Sakramen adalah semacam “Bahasa Isyarat”. Pernahkan kamu bertemu dengan seseorang yang mempunyai bahasa ibu yang berbeda denganmu? Mungkin kamu tidak mengerti apa yang ia katakan kepadamu, tetapi kamu dapat berbicara dengannya menggunakan tanganmu untuk membuat gerak isyarat. Gerak isyarat itu dapat sederhana seperti mengusap-usap perutmu jika kamu lapar atau mengisyaratkan "OK" dengan menjentikkan ibu jari dan jari tengahmu.

Tuhan menggunakan bahasa isyarat khusus dalam ke-Tujuh Sakramen. Tuhan menggunakan kata-kata, tindakan-tindakan dan benda-benda seperti air, roti dan anggur, agar Ia dapat berbicara langsung kepada jiwa kita. Dengan demikian semua orang dapat mengerti kehendak Tuhan, meskipun bahasa ibu mereka berbeda-beda. Yang mengagumkan dari bahasa isyarat Tuhan ialah bahasa isyarat-Nya memiliki kuasa untuk melakukan apa yang dikatakannya. Sebagai contoh, Komuni Kudus memberi makan tubuh kita dan juga memberi makan jiwa kita!

Ke-Tujuh Sakramen ditetapkan oleh Yesus. Ia sendiri-lah yang memberi kuasa pada masing-masing sakramen. Sakramen Komuni Kudus ditetapkan-Nya pada saat Perjamuan Malam Terakhir.

Perjamuan Malam Terakhir


Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."

Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang." (Injil menurut Santo Markus, Bab 14, ayat 22-25)

Yesus mengatakan kepada kita “Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini.” Sejak itu Gereja Katolik merayakannya berulang kali. Ketika seorang imam mempersembahkan roti dan anggur pada waktu Misa serta mengulangi kata-kata Yesus, suatu mukjizat terjadi : roti menjadi Tubuh Kristus dan anggur menjadi Darah Kristus.

Konsekrasi

Yesus sungguh-sungguh hadir sama seperti Ia hadir 2000 tahun yang lalu!

 BAGAIMANA MENERIMA KOMUNI
Komuni Kudus sama di semua Gereja Katolik di seluruh dunia. Tetapi cara umat menerima Komuni Kudus dapat berbeda-beda. Guru agama atau pendamping Bina Iman serta romo parokimu akan menunjukkan kepadamu bagaimana cara menerima Komuni Kudus di tempatmu. Meskipun cara umat menerima Komuni dapat berbeda-beda, tetapi intinya tetap sama.

PERLAKUKAN YESUS DENGAN HORMAT

Karena yang kamu terima adalah Tubuh dan Darah Kristus, kamu harus menunjukkan sikap hormat kepada-Nya. Jika kamu melakukan dosa yang serius, kamu perlu mengaku dosa terlebih dahulu. Bacalah Lembar Pemeriksaan Batin sebelum kamu mengaku dosa.

Hendaknya kamu tidak makan apa pun sekurang-kurangnya satu jam sebelum menerima Komuni Kudus. Komuni dibagikan hampir pada bagian akhir Misa, jadi kamu tidak perlu kuatir. Jika kamu kurang yakin tentang waktu, kamu juga tidak perlu kuatir. Tuhan tidak menggunakan stopwatch!

Pikirkan apa yang hendak kamu lakukan. Tuhan akan datang kepadamu dengan suatu cara yang amat istimewa. Kenangkan kasih-Nya kepadamu dan kasihmu kepada-Nya. Sambutlah Tuhan dalam hidupmu. Pandanglah imam sementara ia membagikan komuni kepadamu. Komuni bukan saat yang tepat untuk memandangi orang-orang lain atau mencari-cari anggota keluarga serta teman-temanmu. Di bawah ini adalah contoh doa yang diucapkan sebelum menerima Komuni Kudus:
 
DOA SEBELUM KOMUNI

Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup,
yang oleh karena kehendak Bapa
dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
telah menganugerahkan hidup kepada dunia berkat kematian-Mu.
Demi Tubuh dan Darah-Mu yang Terkudus
bebaskanlah aku dari segala dosa-dosaku dan dari segala yang jahat.
Bantulah aku agar selalu taat pada perintah-perintah-Mu,
dan jangan biarkan aku terpisah dari pada-Mu.
Engkau yang bersama dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus,
hidup dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin


MENERIMA TANGGUNG JAWAB KOMUNI

Komuni Kudus yang PertamaImam akan berkata kepadamu, “Tubuh Kristus.” Haruslah kamu menjawab “Amin.” Artinya kamu sungguh percaya bahwa kamu menerima Tubuh-Nya. Amin adalah kata Ibrani yang kurang lebih artinya, “Saya setuju” atau “Sesungguhnya demikian.”

Ketika kamu maju untuk menerima Tubuh Kristus, tumpangkan tangan kiri di atas tangan kanan. Setelah kamu menerima Tubuh Kristus, ambillah dengan tangan kananmu dan segera masukkan ke dalam mulutmu.

Jika kamu menerima Tubuh dan Darah Kristus, ambil Tubuh Kristus dari
Sibori yang disodorkan oleh imam, celupkan sedikit pada anggur dalam piala dan segera masukkan Hosti ke dalam mulutmu. Berhati-hatilah agar anggur tidak sampai tercecer.

Sementara kamu kembali ke tempat dudukmu, arahkan pandanganmu pada jalan yang hendak kamu lewati, tetapi arahkan pikiranmu kepada Yesus. Ia adalah orang yang paling penting di seluruh dunia dan Ia telah datang kepadamu untuk menjadi Sahabatmu.


 SESUDAH MENERIMA KOMUNI

Sekarang tibalah kamu pada bagian yang terindah. Tuhan ada bersamamu dalam suatu cara yang indah dan mengagumkan. Berbicaralah kepada Tuhan yang ada di dalammu. Mungkin kamu memiliki doa-doa yang sudah dituliskan untukmu, atau kamu hendak berdoa menggunakan kata-katamu sendiri. Di bawah ini adalah contoh doa yang diucapkan sesudah menyambut komuni.

 DOA SESUDAH KOMUNI

Dengan rendah hati aku mohon kepada-Mu, Allah yang Maha Kuasa,
karena Engkau telah memperbaharui aku dengan sakramen-Mu
biarlah aku melayani Engkau dengan layak
dengan hidup sesuai dengan kehendak-Mu.
Aku mohon anugerah ini
dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus, Putera-Mu,
Yang hidup dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin


Tuhan telah berbicara kepadamu melalui Bahasa Isyarat-Nya yang penuh kuasa. Ia mengatakan, “Aku ingin bersamamu selalu. Aku ingin memberimu kekuatan untuk tumbuh dalam kasih kepada sesama, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Yesus akan tinggal bersamamu selama kamu kehendaki. Terimalah Komuni Kudus setiap kali kamu ambil bagian dalam Misa. Sungguh, menerima Komuni Kudus adalah suatu hak yang teramat istimewa.

Jika, karena suatu sebab, kamu tidak dapat menerima Komuni Kudus dalam Misa, kamu tetap perlu menerima Komuni Batin. Kamu dapat melakukannya dengan mengucapkan doa ini atau doa serupa ini:

 DOA KOMUNI BATINDoa Menerima Komuni

Yesus-ku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.
Seolah-olah Engkau telah datang,
Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;
jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.


Usahakanlah menerima Komuni Kudus sesering mungkin. Jika kamu menghadiri Misa dua kali dalam sehari, kamu boleh menerima Komuni dua kali. Ingatlah, kamu bersekutu dengan Yesus!


 DAFTAR ISTILAH

KOMUNI
:
Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasikan dalam Misa Kudus.

KOMUNIO
:
bersatu dengan orang lain dalam suatu ikatan persahabatan.

KONSEKRASI
:
Mempersembahkan dan menguduskan. Imam mengkonsekrasikan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

EKARISTI
:
Bahasa Yunani yang artinya “Ucapan Syukur”. Kita mengucap syukur kepada Tuhan atas hadiah yang istimewa, yaitu Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur.

KUDUS
:
Suci, tidak seperti hal-hal biasa, tetapi seperti Allah.

HOSTI
:
Nama dari roti yang telah diubah menjadi Tubuh Kristus.

MISA
:
Upacara di mana dilakukan konsekrasi. Misa berasal dari bahasa Latin yang artinya “misi”. Kita mempunyai misi atau tugas untuk mewartakan Kasih Allah kepada segenap umat manusia ke seluruh dunia.

IMAM
:
Seorang pria yang telah ditahbiskan (diberi kuasa) oleh Bapa Uskup. Hanya seorang imam atau seorang Uskup boleh mengkonsekrasikan roti dan anggur.

MONSTRANS
:
Artinya “tempat kaca”. Gereja menggunakan monstrans untuk menghormati Yesus dalam rupa Sakramen Mahakudus. Hosti ditempatkan dalam monstrans dan umat menyembahnya. Devosi ini disebut Adorasi / Penyembahan Sakramen Mahakudus.

sumber : News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”