|
26 TAHUN MASA PONTIFIKAT
SANTO BAPA YOHANES PAULUS II
MENGABDI HINGGA TITIK TERAKHIR
Tubuh yang dulu gagah kuat, kini rapuh dan gemetar dimakan usia serta didera penyakit. Di tengah isu dan tekanan sebagian pihak yang menghendaki pengunduran dirinya, Bapa Suci menegaskan kembali penyerahan dirinya, “Totus Tuus”. Katanya, “Apakah Yesus pada saat-saat akhir penderitaan-Nya turun dari salib?”
|
|
KEMBALI KEPADA SANG PENCIPTA
Akhirnya, “hamba dari para hamba Tuhan” yang setia itu kembali kepada Tuan-nya pada hari Sabtu, tanggal 2 April 2005 pukul 21.37 (waktu Roma), dalam usia 84 tahun. Beliau dimakamkan pada hari Jumat, 8 April 2005 pukul 10.00 di grotto bawah tanah Basilika St Petrus.
“Tak seorang pun dari kita dapat melupakan bagaimana pada Minggu Paskah terakhir dalam hidupnya, Bapa Suci, dalam keadaan sakit, sekali lagi muncul di jendela Istana Apostolik dan untuk terakhir kalinya menyampaikan berkat “urbi et orbi”. Kita dapat yakin bahwa Paus kita yang terkasih, pada hari ini, berdiri di muka jendela rumah Bapa, bahwa ia melihat kita dan menyampaikan berkatnya kepada kita semua. Ya, berkatilah kami, Bapa Suci. Kami mempercayakan jiwamu terkasih kepada Bunda Allah, Bundamu, yang membimbingmu setiap hari dan yang akan menghantarmu sekarang ke dalam kemuliaan abadi Putranya, Tuhan kita Yesus Kristus.” ~ Homili pada Misa Pemakaman Paus Yohanes Paulus II
|
Misa Requiem
8 April 2005
|
|
|
BARANG-BARANG KENANGAN
|
|
TANAH KENANGAN: Kotak perak berisi tanah dari sebelas tempat yang paling dicintai Paus di Wadowice, Polandia. Kotak ini disertakan dalam pemakaman.
|
CINCIN KEPAUSAN:
Dua cincin emas 22,4 karat milik Paus ini dihancurkan sebelum pemilihan Paus baru.
|
|
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
|