YESAYA      
Perhentian I

YESUS DIJATUHI HUKUMAN MATI


 Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu, sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia.


Dengan bermahkotakan duri dan berbalutkan mantol ungu, para prajurit menghadirkan-Ku lagi di hadapan Pilatus. Tiada mendapati dalam DiriKu suatu kejahatan pun agar ia dapat menjatuhkan hukuman atas-Ku, Pilatus mencari jalan untuk membebaskan-Ku. Dalam keadaan-Ku yang menyedihkan, ia mempertontonkan-Ku di hadapan khalayak ramai dan mengusulkan bagaimana jika ia membebaskan-Ku dan menghukum Barabas, seorang penyamun dan pembunuh yang terkenal bengis, sebagai ganti-Ku. Massa menjawab dengan suara bulat: “Hukum mati Dia dan lepaskanlah Barabas!”

Jiwa-jiwa yang mengasihi-Ku, lihatlah bagaimana mereka membandingkan-Ku dengan seorang penjahat besar, bagaimana mereka menempatkan-Ku lebih rendah dari yang paling jahat dari antara manusia. Renungkanlah sejenak akan kemartiran Hati-Ku yang tak terkatakan, yang melihat Diri-Nya direndahkan di bawah Barabas. Aku adalah yang paling dibenci dari antara segala manusia, dan Aku dijatuhi hukuman mati sebagai seorang penjahat besar yang tercela.

Pilatus telah memaklumkan hukuman mati. Anak-anak kecil-Ku, renungkanlah baik-baik betapa Hati-Ku berduka….


 Yesus, yang paling taat, lemah lembut dan rendah hati, kasihanilah kami.

Perhentian II ...

Sumber: “The Stations of the Cross”; The Great Crusade of Love and Mercy, Inc., P.O. Box 857, Lithonia, Georgia 30058 USA; www.greatcrusade.org atau www.loveandmercy.org

Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”