Darah Yesus Yang Mahasuci
Darah Yesus Yang Mahasuci
Darah Mahasuci yang hidup dan berdenyut di jari Yulia
Darah Yesus Yang Mahasuci diturunkan di atas meja di rumah Yulia pada tanggal 8 Feb 2003
Pada tanggal 13 September 2002, dilakukan penelitian atas contoh Darah Yesus Yang Mahasuci yang tercurah dari Hati-Nya Yang Mahakudus di Green Cross Hospital di Kwangju dan di Naju Hospital. Hasil penelitian dari kedua rumah sakit menyatakan hal yang sama, yaitu bahwa darah adalah darah manusia dengan golongan darah AB.  

Darah Yesus Yang Mahasuci, yang dicurahkan pada tanggal 15 Agustus 2002, mencair kembali, menetes, dan ditempatkan dalam sebuah kotak plastik pada tanggal 19 Oktober 2002.



   Yesus Membuka Hati-Nya Yang Mahakudus
   "Siapakah yang Mau Menambal Hati-Ku yang Terkoyak?"


    Yesus Membuka Hati-Nya Yang Mahakudus (11 Juni 2001)

Aku berjuang melawan sakit, sepanjang malam tak dapat tidur. Kemudian, antara sadar dan tidak, aku melihat Bunda Maria menangis dengan pilu di bukitnya dekat Naju. Terkejut, aku segera bangun dan melihat jam. Pukul 5 pagi. Tahu bahwa Bunda Maria memanggilku ke bukit, aku membangunkan seorang relawan dan kami pergi ke bukit.

Seperti biasa apabila aku datang ke Bukit Santa Perawan Maria, pertama-tama aku berdoa di depan patung Yesus yang berdoa di Taman Getsemani. Kemudian aku berlutut, berdoa dan bermeditasi di tempat di mana Ekaristi yang aku terima berubah rupa menjadi Daging dan Darah yang kelihatan dan berbentuk hati, dalam Misa yang dipersembahkan oleh Yang Mulia Uskup Roman Danylak dan dua orang imam lainnya pada tanggal 22 September 1995. Sementara terkenang dengan jelas akan apa yang terjadi pada hari itu, aku berpikir bahwa “Ekaristi adalah Daging dan Darah Yesus yang hidup; potongan daging yang dicabik dari Hati Yesus Yang Mahakudus, yang berkobar-kobar karena cinta, dan yang diberikan-Nya kepada kita,” dan aku berdoa demi pertobatan para pendosa dan demi pengudusan para imam.

Pada saat itu, aku mengalami ekstasi dan melihat banyak orang memalingkan mukanya dari Tuhan dan dalam keadaan dosa. Terutama, orang-orang, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, tanpa ragu mengejar kenikmatan dan berbuat dosa ketidakmurnian. Setiap kali mereka melakukannya, Hati Yesus Yang Mahakudus tercabik-cabik. Bukan itu saja! Bahkan beberapa klerus dan kaum religius, yang seharusnya meleburkan diri dalam Kasih Allah dan mewartakan-Nya, tidak hidup seturut kehendak-Nya, melainkan mengumbar kesenangan, berbuat dosa dan menjadikan Hati Yesus Yang Mahakudus terkoyak.

Lebih lagi, anak-anak yang telah terpanggil, tidak hidup menurut kehendak Tuhan, malahan menembusi Hati-Nya Yang Mahakudus dengan anak-anak panah yang tak terbilang banyaknya. Karena mereka berusaha menjadi lebih hebat satu dari yang lainnya, mereka memadu kekuatan dengan setan kesombongan, iri hati dan dengki, mereka saling membenci, saling bermusuhan dan bahkan melakukan pembunuhan-pembunuhan. Sekujur Tubuh Kristus menjadi penuh berlumuran darah.

Pada saat itu aku berkata kepada Yesus, “Tuhan! aku tidak layak dan lemah, tetapi aku rindu ambil bagian dalam sengsara-Mu, walau yang kulakukan tak berarti.” Kristus mengatakan, “Bersediakah engkau menanggung sakit demi silih atas apa yang dilakukan orang-orang berdosa?” Jawabku, “Ya, Tuhan, bahkan jika itu dapat menjadi sedikit saja penghiburan bagi Tuhan dan bagi Bunda Maria, serta membantu para pendosa bertobat.”

Sejak saat itu, aku menerima sakit karena ditusuk-tusuk dengan tongkat besi, sakit karena didera dengan tongkat, sakit karena ditimpuk batu, dan lain-lain. Rasa sakit di bagian bawah tubuhku demi silih bagi dosa-dosa ketidakmurnian sungguh tak dapat digambarkan sakitnya. Aku hampir pingsan dibuatnya. Kemudian Kristus, yang berlumuran darah, berbicarra dengan suara yang sedih, tetapi penuh kasih.

YESUS:
Terima kasih, kekasih-Ku, jiwa kecil yang menyenangkan! Janganlah khawatir akan apa pun sebab engkau telah terlibat dalam rencana-rencana-Ku. Banyak anak-anak-Ku di dunia ini, yang berada di ambang kebinasaan, mereka dilingkupi suatu badai dahsyat dan dihadapkan pada mara bahaya yang sangat hebat. Mereka telah menjadi buta secara rohani dan tidak menyadarinya (bahaya). Bunda-Ku telah menyampaikan kepada mereka permohonan yang sangat dengan mengerahkan berbagai daya upaya dan cara guna menyelamatkan mereka. Tetapi, bahkan banyak klerus dan kaum religius ragu-ragu dan tanpa prinsip, bukannya menolong dan melindungi. Mereka bahkan berada di pihak mereka yang menganiaya Aku dan Bunda-Ku, dan mencampuri karya-karya yang Aku dan Bunda-Ku lakukan. Apakah ini bukan suatu kekejian dan kebekuan hati? Orang-orang pengecut dan tak dapat dipercaya itu menggemakan apa yang dikatakan orang lain tanpa dirinya sendiri mengerti, dan dengan demikian menyumbat Gereja. Ini (situasi) tak beda dari makam yang tak kelihatan. Bahkan sebagian besar anak-anak yang telah terpanggil tidak dapat membedakan tipu daya iblis yang licik dan mereka bergerak semakin jauh dari Allah, melakukan berbagai macam dosa, memuaskan diri dalam kesenangan dan bahkan menikmati chatting yang tidak pantas di internet, dan sesungguhnya berada dalam dosa ketidakmurnian, dan bukannya menjadi rasul-rasul Hati Yesus Yang Mahakudus yang menerangi dunia ini yang telah menjadi hitam kelam. Mereka merobek-robek Hati-Ku dan Hati Bunda-Ku menjadi berkeping-keping, dan bukannya memulihkan luka-luka-Nya.

Kemudian Yesus membuka Hati-Nya Yang Mahakudus yang telah terkoyak, “Sekarang, lihatlah!” Dari Hati-Nya potongan-potongan Daging dan tetesan-tetesan Darah berhamburan.

Puteriku terkasih! Sekarang inilah saat sebelum jatuhnya penghukuman. Itulah sebabnya mengapa Bunda-Ku menahan kuat-kuat tangan Allah Bapa, yang telah terangkat tinggi-tinggi, menahan piala murka, memohon dengan sangat kepada-Nya dan kepada-Ku dengan airmata. Itulah sebabnya mengapa Aku mendesak anak-anak di dunia untuk segera bertobat  dengan mengadakan berbagai macam tanda di Naju, Korea, seperti yang belum pernah Aku perlihatkan sebelumnya, demi keselamatan mereka, tetapi anak-anak yang bergegas datang kepada-Ku dan kepada Bunda-Ku sangatlah sedikit jumlahnya.

Oh, para putera dan puteri-Ku yang terpanggil! Aku telah sepenuhnya membuka Hati-Ku Yang Mahakudus dan menyerahkan bahkan tetes darah dan tetes air terakhir demi kalian. Mulai sekarang, kalian akan mengalami disalahmengerti dan dianiaya dan terluka dalam Gereja yang terpecah sementara mewartakan Aku dan Bunda-Ku, tetapi tetaplah berjaga dan berdoa, tanpa pernah lupa bahwa Bunda-Ku dan Aku senantiasa menyertai kalian, dan persembahkanlah dengan senang hati bahkan sengsara yang berdarah. Berjuanglah keras agar tidak hanya anak-anak yang terpanggil saja, tetapi juga segenap anak-anak di dunia agar sepenuhnya meleburkan diri dalam Hati-Ku Yang Mahakudus dan dalam Hati Bunda-Ku Yang Tak Bernoda, capailah persatuan sama seperti Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah Satu, dan jadilah kudus.

Wartakanlah kepada semua orang bahwa jalan pintas agar sampai pada kekudusan dan mencapai persatuan adalah dengan mengubah hidup kalian menjadi doa, dan maju terus dengan gagah berani dengan kebijaksaaan dan keberanian Daud muda, agar setiap jiwa tanpa kecuali, dapat diselamatkan dalam sukacita kehidupan harmonis bersama para kudus.

Jiwa-jiwa kecil-Ku terkasih yang terpanggil! Sejak lama Aku berharap segenap hati agar Misa dipersembahkan di tempat ini di mana Bunda-Ku bersama kalian, tetapi keinginan-Ku itu diacuhkan.

Namun demikian, haruslah kalian tetap berjaga dan berdoa, karena tak lama lagi akan segera diwartakan bahwa Aku sungguh hidup dan bernapas dalam Ekaristi dan Aku hadir di dalam-Nya dengan Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an-Ku.

Bahkan anak-anak yang seharusnya dekat pada-Ku dan mewartakan Aku, telah memalingkan muka terhadap pesan-pesan dan tanda-tanda yang Bunda-Ku dan Aku sampaikan kepada mereka dan telah melupakan kesederhanaan mahaluhur Ekaristi, yang adalah Substansi-Ku dan melupakan Injil, serta berusaha menjelaskan Aku dengan pembicaraan yang muluk-muluk dan logika yang rumit. Tidakkah ini seperti membodohi orang-orang sederhana?

Sekarang, semua anak-anak di dunia yang terkasih! Ingatlah, bahwa karena Aku adalah jalan dan hidup, tak seorang pun dapat masuk dalam Kerajaan Surga tanpa melalui Aku. Persembahkanlah bunga-bunga kecil yang adalah penyangkalan diri demi pertobatan orang-orang berdosa, seperti Musa menyerahkan hak waris mahkota kerajaan dan Abraham menyerahkan Ishak.

Aku akan menganugerahkan kepada kalian apa pun yang kalian minta dengan sungguh-sungguh demi Aku, tetapi doa yang hanya komat-kamit belaka tidak dapat menggerakkan Bapa-Ku, Bunda-Ku, ataupun Aku. Sekarang, karena tak ada waktu lagi untuk ragu-ragu ataupun berlambat, bersegeralah memadukan segala kekuatan kalian dan mulailah suatu awal yang baru. Hendaklah kalian mengasihi, bahkan mereka yang berwajah manusia tapi berhati binatang, seperti kamu mengasihi Aku. Jika kalian menggalang kekuatan dengan iblis perpecahan, kalian tak pantas mengatakan bahwa kalian sungguh mengenal Aku. Sebab itu, tetaplah berjaga-jaga dan berdoa setiap saat agar kalian tidak membangun kekuatan dengan iblis perpecahan. Berusahalah dengan tak kunjung henti untuk mengubah hidup kalian menjadi doa dan beroleh buah-buah dari pohon kehidupan abadi. Aku memberkati kalian semua dengan kasih yang menyala-nyala dari Hati-Ku Yang Mahakudus.

Ketika Yesus selesai berbicara, aku tak dapat melihat-Nya  lagi. Tiba-tiba datanglah angin kencang yang berdebu, aku berjuang agar tidak terseret olehnya. Segera, muncul suatu sinar bercahaya dari langit dan angin kencang berdebu itu berhenti. Aku tekejut melihat Bunda Maria di langit dengan sinar cemerlang bagaikan matahari di sekeliling kepalanya. Relawan yang bersamaku membantuku duduk. Sejenak kemudian, sinar itu tak tampak lagi. (Hari itu berawan).

Waktu itu, relawan bergumam, “Oh!” dan pergi ke lokasi di mana Mukjizat Ekaristi terjadi pada tanggal 22 September 1995. Tiba-tiba ia berseru, “Ah! Ada banyak sekali darah segar di jalan. Pastilah baru saja turunnya.” Aku pergi ke tempat itu juga.

Oh! Alangkah tanda yang sungguh menakjubkan… Ada banyak darah segar di jalan, di sekeliling meja di mana foto-foto Mukjizat Ekaristi pada tanggal 22 September 1995 dipajang. Darah yang tercecer di beberapa bebatuan adalah darah kental dan bergerak seolah-olah bernapas.

Kami tertegun tanpa kata di hadapan kasih Allah yang mahadahsyat dan misteri yang sungguh menakjubkan ini. Kami hanya duduk dan menangis. Beberapa saat kemudian, aku berusaha bangkit dan berjalan, tapi tak dapat. Jadi, aku merangkak ke pendopo terdekat dan menjadi sadar bahwa bagian bawah tubuhku cedera parah; di sekujur tubuhku ada tanda-tanda bekas sodokan yang diakibatkan tongkat besi, dan banyak memar; pinggulku bengkak hebat. Aku merasa sakit yang luar biasa dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun demikian, aku tersenyum penuh sukacita, sebab aku diijinkan ikut ambil bagian dalam sengsara Kristus, walaupun tak berarti, dan juga karena pemikiran bahwa lebih banyak pendosa akan bertobat sebab Kristus membuka Hati-Nya dan mencurahkan darah di tempat di mana Ekaristi berubah rupa menjadi Daging dan Darah yang kelihatan.

Saat aku mencelupkan jariku dalam Darah Mahasuci yang segar, Darah terus berdenyut, menarik jariku dengan suatu ritme dan dengan suatu kekuatan, bagaikan hati seorang yang hidup. Suatu ketika, Darah bahkan memercik. Kami menghitung denyut Darah, jumlahnya 87 kali per menit. Denyut nadiku 72. Denyut nadi berbeda-beda di antara mereka yang hadir (sebagian datang kemudian ke bukit). Teristimewa ketika Yulio, suamiku, menyentuh jariku, Darah Yang Mahasuci di ujung jariku memercik-mercik beberapa saat bahkan dengan bersuara. Semua orrang yang melihatnya sungguh amat takjub

Tuhan! Segala pujian, syukur, kemuliaan dan sembah sujud bagi-Mu! Kiranya syukur terima kasih kami tak pernah menjadi kering! Amin.


    "Siapakah yang Mau Menambal Hati-Ku yang Terkoyak?" (15.08.02)

Di tempat yang sama di Bukit Santa Perawan Maria di mana Mukjizat Ekaristi berubah rupa menjadi Daging dan Darah yang kelihatan dalam bentuk hati dalam mulutku, yang terjadi dalam Misa yang dipersembahkan oleh Uskup Dominic Su pada tanggal 26 Agustus 1995 dan juga dalam Misa yang dipersembahkan oleh Uskup Roman Danylak pada tanggal 22 September 1995, dan di mana Yesus mencurahkan Darah-Nya Yang Mahasuci yang hidup dan berdenyut pada tanggal 11 Juni 2002. Hari ini, aku diberitahu bahwa Darah Yesus Yang Mahasuci dicurahkan lagi dalam jumlah besar antara pukul 10 dan 10.15 pagi. Aku bergegas pergi ke bukit. Bukannya sekedar dicurahkan, bagiku tampaknya Darah Yesus Yang Mahasuci dihujankan. Di sana sudah ada Uskup Dominic Su dan dua orang imam dari Malaysia bersama banyak peziarah dari Jepang, Hongkong, Indonesia, Korea dan negara-negara lain, menyaksikan Darah Yesus Yang Mahasuci dan berdoa. Sebagian di antara mereka menangis.

Aku berlutut di hadapan Darah Yesus Yang Mahasuci dan mulai bermeditasi, aku menangis terisak-isak dan mempersembahkan airmataku. Aku tak dapat mengendalikan air yang meleleh dari mata maupun hidungku. Sesaat kemudian, aku mengalami ekstasi dan menyaksikan penglihatan-penglihatan yang mengerikan.

Begitu banyak orang berada dalam keadaan dosa. Dan yang paling mengagetkan, beberapa imam dan kaum religius, dan bahkan beberapa petinggi gereja berbuat dosa. Yesus, mengenakan jubah putih dan mantol merah, dengan kesakitan memandang mereka. Setiap kali mereka berbuat dosa Hati Yesus Yang Mahakudus ditembusi tanpa ampun oleh pedang-pedang dan tombak-tombak tajam, Ia disalibkan lagi; Ia didera dan dicambuk. Teristimewa ketika para petinggi gereja dan anak-anak yang terpanggil mendera-Nya, Yesus tak dapat membuka mata-Nya dan Ia mengerang kesakitan; saat itu dada-Nya terbuka dan Hati-Nya Yang Mahakudus mulai mengucurkan darah. Bukan hanya itu saja! Bahkan gumpalan darah dan air bercampur darah tercurah dari hati-Nya . Sungguh suatu penglihatan yang amat menyedihkan hingga tak mampu aku melihatnya dengan mata terbuka. Kemudian Yesus berseru kuat-kuat, “Siapakah yang mau menambal Hati-Ku yang terkoyak? Aku minta setidak-tidaknya engkau, yang mengenal Aku, menambal hati-Ku yang telah terkoyak.” Dan Ia meneteskan airmata darah. Yesus mulai berbicara, memandangku dengan mata yang memelas.

YESUS:
Jiwa kecil-Ku terkasih! Wartakanlah ini agar mereka yang mempunyai mata yang dapat melihat dan telinga yang dapat mendengar, semuanya datang untuk melihat dan mendengar. Inilah kasih yang berkobar-kobar dalam Hati-Ku Yang Mahakudus, yang tak dapat dipisahkan (bahkan jika orang berusaha memisahkan anak-anak-Ku dari Kasih-Ku), yang tinggi, dalam dan luas. Agar anak-anak di dunia bertobat, membebaskan diri dari ketidakpercayaan, saling mengampuni satu sama lain, dan dengan demikian diselamatkan, Aku melimpahkan kasih ini, tanpa menyisakannya sedikit pun, demi permohonan yang sangat dari Bunda-Ku, agar Bapa Surgawi menghapuskan penghukuman yang hendak diturunkan-Nya dengan adil.

Puteriku yang menyenangkan! Tanpa mengeluh, bahkan ketika engkau diserang dan dianiaya dengan berbagai macam desas-desus keji yang tak beralasan dan kata-kata yang tak masuk akal, dan ketika tubuh dan akal budimu sepenuhnya terluka, engkau dengan senang hati mempersembahkan segala luka dan sakit itu, yang rasanya seperti dibunuh dua kali, sebagai kurban, silih dan kasih demi pertobatan para pendosa. Aku tergerak oleh kasihmu yang berjalin erat dengan kepercayaanmu yang penuh pada-Ku dan total penyerahan dirimu pada-Ku, Aku tak dapat tidak menurunkan rahmat-rahmat atas dunia ini.

Pada saat itu aku melihat para klerus, kaum religius dan kaum awam, yang telah menjawab “Amin” kepada panggilan Yesus dan Bunda Maria, juga dipakukan pada Salib, menerima penghinaan-penghinaan yang hebat, menerima penderaan, dan segala macam aniaya, dan mereka mengerang, sementara mereka mewartakan kasih Kristus dan Bunda Maria. Segera sinar memancar dari langit dan bercahaya atas mereka semua, dan para malaikat datang serta menghibur mereka, memampukan mereka untuk mempersembahkan segala sakit dan derita mereka dengan senang hati. Yesus berbicara kembali dengan penuh kasih.

YESUS:
Puteri-Ku yang amat sangat Ku-kasihi! Seperti engkau lihat sekarang, jiwa-jiwa ini, yang telah dipanggil dan telah menjawab “Amin”, bersama-sama dengan engkau, telah menerima penghinaan dan caci maki, dituduh secara keji dan dianiaya dengan berbagai macam cela yang tak beralasan. Meskipun mereka mengalami kesulitan dan menanggung sengsara di dunia ini, mereka akan menikmati kemuliaan, memadahkan Alleluia dan diberkati dengan segala sukacita, kasih dan damai di samping-Ku dan Bunda-Ku di kehidupan yang akan datang. Sebab itu, dalam masa yang amat mendesak ini, agar jangan memberi kesempatan kepada iblis, bantulah anak-anak di dunia ini untuk mengubah hidup mereka menjadi doa agar semua dapat diselamatkan.

Anak-anak yang terpanggil! Dan segenap anak-anak di dunia! Sekarang malam semakin larut, tanda bahwa fajar akan segera tiba. Agar surga baru dan dunia baru dapat terwujud, Aku menghendaki kalian agar segera bangun dari tidur; menanggapi kasih tak terhingga yang mahamulia, yang dinyatakan melalui tanda-tanda yang Aku dan Bunda-Ku sampaikan secara terus-menerus demi menyelamatkan dunia; terimalah pesan-pesan kasih yang (Aku dan Bunda-Ku) tak hentinya serukan hingga tenggorokan Kami berdarah; dan persembahkanlah dengan senang hati, bahkan hal-hal yang kecil dan sepele, tanpa menyia-nyiakan satu pun darinya atau menganggapnya remeh, dan ubahlah hidup kalian menjadi doa.

Maka, jika kalian bergegas datang kepada-Ku melalui Bunda-Ku dengan rendah hati sebagai jiwa-jiwa kecil, Aku dan Bunda-Ku akan menjaga serta melindungi kalian terhadap bencana alam apa pun yang akan terjadi, dan kalian akan lolos dari malapetaka api yang menyala-nyala karena keadilan, dan akan menjadi saksi atas suatu fajar yang baru.

Tetapi, jika kalian terus-menerus menyimpang dari kasih dan kebenaran-Ku yang mahaluhur, dengan menyalah-gunakan kehendak bebas kalian, bersikeras pada iman kalian sendiri yang sesat, kalian akan dihakimi sebagai berkas-berkas ilalang pada Penghakiman Terakhir dan dicampakkan ke dalam api belerang yang berkobar-kobar dengan dahsyat. Apakah gunanya penyesalan pada saat itu?

Sebab itu, seperti kalian lihat dan rasakan Darah-Ku Yang Mahasuci, yang mahamulia, yang Aku curahkan, tanpa menyisakan sedikit pun, dengan membuka Hati-Ku Yang Mahakudus bagi kalian semua, bersandarlah sepenuhnya (pada-Ku) dengan iman dan kepercayaan yang total dan dengan syukur dan cinta, wartakanlah kasih yang mahaluhur ini kepada semua orang. Jika mereka menerimanya dengan rendah hati dan bertobat, mereka akan memperoleh kasih-Ku yang tak terbatas dan belas kasihan dan diberkati dengan kebahagiaaan abadi pada saat terakhir.

Kemudian, dengan mata-Nya memancarkan Kasih, Yesus memandang kepada para klerus, kaum religius dan kaum awam yang bekerja demi Kristus dan Santa Perawan Maria dari Naju dan berbicara kembali.

YESUS:
Imam-imam-Ku yang telah menjawab “Amin” pada panggilan Bunda-Ku! Tidakkah Bunda-Ku, yang amat sangat mengasihi kalian, mengatakan bahwa kalian sungguh sangat menyenangkan hingga ia dapat memandang kalian tanpa membuat matanya sakit? Darah Mahasuci yang tercurah dari luka-luka Hati-Ku Yang Mahakudus, seperti yang baru saja Aku perlihatkan kepada kalian, merupakan tanda belas kasihan-Ku yang tak terbatas dan kasih yang begitu besar dan persahabatan bagi semua anak di dunia, dan juga tanda kehadiran-Ku. Siapakah yang bahkan berani memikirkan atau membayangkan kasih yang berkobar-kobar seperti ini yang berasal dari sumber ilahi Hati-Ku Yang Mahakudus? Hati-Ku telah menjadi serupa gunung berapi yang bernyala-nyala dengan dahsyat karena banyak anak-anak di dunia yang bergantung pada-Ku dan pada Bunda-Ku seperti bergantung pada pelampung saja, yaitu hanya pada saat mereka dalam kesesakan, tetapi kembali pada cara hidup mereka yang menyedihkan begitu mereka menerima rahmat-rahmat yang mereka minta.

Oleh sebab itu Aku minta kalian, yang telah dipanggil sebagai imam-imam-Ku, untuk menyatakan kuasa kasih dengan lebih giat dan mewartakan kepada seluruh dunia, bersama dengan jiwa kecil-Ku, yang telah dipilih namun berulang kali menyatakan bahwa ia tak layak dan tak pantas, kasih-Ku yang terhingga dalam Hati-Ku Yang Mahakudus yang bernyala-nyala, dan dengan demikian membantu mereka semua untuk menyadari bahwa Hati-Ku Yang Mahakudus, yang bernyala-nyala dan yang telah mencurahkan seluruh darah dan air-Nya, tanpa menyisakan sedikit pun, adalah pengungsian bagi semua pendosa di dunia dan perwujudan sempurna keselamatan.

Jika kalian mewartakan kasih yang berkobar-kobar dalam Hati-Ku Yang Mahakudus, yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata, sehingga semua anak di dunia menerima pesan-pesan kasih dari-Ku dan dari Bunda-Ku, merenungkan dalam-dalam luka-luka di Hati-Ku Yang Mahakudus yang terkoyak, dan mengubah hidup mereka menjadi doa, hal ini akan merupakan suatu karunia sukacita yang besar bagi-Ku dan bagi Bunda-Ku dan menjadi catut kasih yang akan mencabut paku-paku tajam yang senantiasa menembusi (Hati-Ku) karena ketidaksetiaan para imam-Ku dan anak-anak yang telah dipanggil secara istimewa.

Imam-imam-Ku terkasih dan anak-anak yang terpanggil! Janganlah takut akan apa pun juga meskipun kesesakan menimpa kalian sementara kalian mewartakan Aku dan Bunda-Ku, sebab jiwa-jiwa yang berserah dan mendekatkan diri pada kasih yang tak terhingga dan pada belas kasihan yang bernyala-nyala dalam Hati-Ku Yang Mahakudus akan ikut ambil bagian dalam kasih-Ku dan diselamatkan. Bersegeralah mewartakan (Kami) dengan kepercayaan penuh pada-Ku yang akan menopang kalian sebagai pribadi-pribadi yang tak akan pernah menyerahkan ketulusan hati kalian bahkan dalam saat kesesakan dan dengan kesadaran akan martabat kalian sebagai orang-orang yang telah diselamatkan dan yang menyelamatkan.

Sadarilah kenyataan penting bahwa kalian telah dipanggil untuk mewartakan kepada seluruh dunia bahwa sekarang inilah saat genting itu, saat bulir-bulir gandum yang baik dan berkas-berkas ilalang dipisahkan, agar jangan sampai satu jiwa pun di antara segenap anak di dunia dicampakkan, melainkan semuanya bertobat, diselamatkan dan memadahkan kemuliaan kepada Tuhan. Taatilah kehendak-Ku dan kehendak Bunda-Ku dengan lemah lembut dan tanpa menunda-nunda lebih lama lagi. Berinisiatiflah dalam berkarya menyelamatkan dunia yang malang ini, yang menyongsong kehancuran dan kebinasaan.

Sebab kalian datang mendekat pada-Ku melalui Bunda-Ku, sebagai orang-orang kecil, seperti anak-anak, dan mewartakan Aku dan Bunda-Ku, kalian akan diberkati dengan kebahagiaan kekal di hadapan tahta-Ku dalam kerajaan-Ku pada hari terakhir.


sumber : “Mary's Ark of Salvation”; www.najumary.net
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Blessed Mother's House, Naju - Korea”