SP Maria dari Naju

Santa Perawan Maria, Bunda Sang Penebus, mulai menangis melalui patung Bunda Maria milik Yulia Kim di Naju, Korea, pada tanggal 30 Juni 1985. “Naju” dalam karaketer Mandarin berarti kota sutera. Naju memang merupakan kota kecil, tetapi damai dan indah bagaikan hamparan sutera.

Sejak itu, Bunda Maria menyampaikan banyak pesan dan tanda-tanda mukjizat, mendesak anak-anaknya di dunia untuk segera bertobat atas dosa-dosa mereka dan kembali kepada Tuhan, Gereja-Nya, Kebenaran-Nya, dan Kasih-Nya, agar Ia dapat menyembuhkan jiwa-jiwa mereka yang penuh dosa serta memulihkan kembali hidup rohani mereka. Teristimewa Bunda Maria mohon dengan sangat kepada kita agar kita setia pada Warisan Iman yang dipercayakan Kristus kepada Gereja-Nya dua ribu tahun yang silam, dan agar kita saling mengasihi serta saling mengampuni satu sama lain. Bunda Maria juga meminta kita untuk menghormati hidup manusia sejak saat pembuahan dalam rahim ibu.

Bunda Maria menghendaki agar masing-masing kita berbalik dari kehidupan yang berpusat pada diri sendiri kepada kehidupan untuk melayani Tuhan, yaitu membela serta mewartakan Kebenaran-Nya, serta menyebarluaskan Kasih-Nya kepada siapa saja di seluruh dunia.


   Pesan-pesan dan Tanda-tanda Ajaib di Naju
   SP Maria Meneteskan Airmata
   SP Maria Meneteskan Airmata Darah
   SP Maria Meneteskan Minyak Wangi
   Mukjizat Ekaristi
   Hosti Kudus & Piala
   Darah Yesus Yang Mahasuci
   Sengsara Mistik Yulia
   Sumber Mata Air Rahmat
   Bukit Santa Perawan Maria
   Pesan-pesan Kasih Yesus dan Bunda Maria
   Luka-Luka Berdarah Sengsara Jalan Salib
   Hasil Penelitian Terhadap Darah Yang Mahasuci
   Siapa itu Yulia Kim?


    Pesan-pesan dan Tanda-tanda Ajaib di Naju


1.
PESAN-PESAN DARI YESUS DAN BUNDA MARIA

Yulia Kim pertama kali menerima pesan Bunda Maria pada tanggal 18 Juli 1985. (Menarik disimak bahwa penampakan Bunda Maria pertama kali kepada St. Katarina Labouré dari Medali Wasiat di Paris, Perancis, juga terjadi pada tanggal yang sama, yaitu 18 Juli tahun 1830).

Sejak itu, Yulia menerima banyak pesan dari Yesus dan dari Bunda Maria dengan selang waktu yang tak tetap. Terkadang, Yulia menerima lebih dari satu pesan pada hari yang sama; di lain waktu, dengan selang waktu beberapa minggu atau bahkan bulan sebelum ia menerima pesan berikutnya. Terkadang, Yulia menerima pesan-pesan tersebut dalam ekstasi; di lain waktu, saat ia sadar. Pesan terakhir diterima Yulia pada tanggal 16 Februari 2003.

2.
AIRMATA DAN AIRMATA DARAH DARI PATUNG BUNDA MARIA

Bunda Maria pertama kali meneteskan airmata pada tanggal 30 Juni 1985, sementara airmata darah dimulai pada tanggal 19 Oktober 1986. Bunda Maria menangis selama total tepat 700 hari hingga tanggal 14 Januari 1992. Menurut Rm Raymond Spies, pembimbing rohani Yulia, angka 700 mengandung arti penekanan yang kuat serta terus-menerus. Contoh air mata darah telah diuji dalam laboratorium medis dan dinyatakan sebagai darah manusia.

3.
MINYAK WANGI
Minyak dengan bau harum mewangi yang kuat, serupa (tapi tak sama) dengan harum mawar, mulai memancar dari patung Bunda Maria pada tanggal 24 November 1992 dan berlangsung terus-menerus selama tepat 700 hari hingga tanggal 23 Oktober 1994. Selama rentang waktu itu, Kapel di mana patung ditempatkan hingga sekarang, secara terus-menerus dipenuhi bau harum. Baru-baru ini, minyak wangi menetes beberapa kali ke atas tanah di Bukit Santa Perawan Maria dekat Naju ketika Yulia dan para peziarah melakukan Jalan Salib.

4.
HARUM MAWAR
Kadang kala harum mawar yang kuat memenuhi Kapel sepanjang malam saat diadakan doa malam; di lain waktu, hanya muncul sesaat saja. Sebagian orang mencium harum ini dari air yang berasal dari sumber mata air di Bukit SP Maria, dari buku yang mencatat pesan-pesan kasih, dari foto-foto, dsbnya. Sebagian lainnya mencium harum mawar sementara mereka menuliskan kesaksian mereka. Kadang, harum tersebut hanya tercium oleh orang-orang tertentu saja (yang mungkin sedang mengalami pertobatan atau penyembuhan fisik).

5.
MUKJIZAT EKARISTI

Mukjizat Ekaristi meliputi perubahan rupa dari Ekaristi Kudus menjadi Daging dan Darah yang kelihatan mata. Mukjizat ini terjadi lewat Yulia, di Gereja Paroki Naju dan Kapel, di Bukit Santa Perawan Maria di Naju, di Gereja Katedral di Sibu - Malaysia, di sebuah kamar hotel di Roma, di Gereja St. Fransiskus di Lanciano - Italia, di Gereja St. Antonius di Kailua, Hawai, dan di kapel pribadi Bapa Suci di Vatikan. Yang paling akhir terjadi di Gereja Paroki Naju pada tanggal 19 Oktober 1996.

6.
MUKJIZAT TURUNNYA HOSTI KUDUS

Mukjizat ini terjadi delapan kali di Kapel dan di bukit di Naju. Yang paling akhir terjadi di Bukit SP Maria pada tanggal 1 Januari 2002. Beberapa dari Hosti Kudus yang turun secara ajaib itu disimpan di Keuskupan Agung Kwangju dan yang lainnya disantap sesuai instruksi uskup atau imam.

7.
STIGMATA

Luka-luka berdarah yang kelihatan muncul secara ajaib pada tubuh Yulia (telapak tangan, kaki dan lambung) beberapa kali. Stigmata bertahan selama beberapa hari dan kemudian lenyap. Biasanya, stigmata terjadi saat Yulia sedang ikut mengalami sengsara Yesus di Salib. Para dokter memeriksa kondisi Yulia dan menyatakan bahwa luka-lukanya dan juga pendarahannya tidak dapat dijelaskan secara medis.

8.
TURUNNYA DARAH YESUS YANG MAHASUCI

Antara tanggal 9 November 2001 hingga 15 Agustus 2002, Darah Yesus Yang Mahasuci turun secara ajaib di Bukit SP Maria beberapa kali. Darah Yesus Yang Mahasuci tercecer di atas ribuan batu-batu kecil. Yulia menyaksikan bagaimana Hati Yesus Yang Mahakudus tercabik-cabik karena dosa-dosa manusia dan karena penolakan manusia untuk bertobat; Darah dan potongan-potongan Daging jatuh tercecer dari Hati Yesus Yang Mahakudus. Dari salah satu bebatuan yang dikumpulkan pada tanggal 15 Agustus 2002, Darah yang Mahasuci didapati berubah-ubah antara cair dan mengental. Batu-batuan yang bernoda darah disimpan di Naju.

9.
PENYEMBUHAN2 JASMANI DAN ROHANI YANG TAK TERHITUNG BANYAKNYA

Air dari sumber mata air di Bukit SP Maria telah berulang kali menjadi sarana penyembuhan. Seringkali Yulia menanggung sakit yang sama seperti yang diderita oleh orang yang sedang disembuhkan penyakitnya.

Banyak orang mendapatkan kembali cinta kasih dan kedamaian dalam keluarga-keluarga mereka serta kembali pada Sakramen-sakramen Gereja.

sumber : “Mary's Ark of Salvation”; www.najumary.net
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Blessed Mother's House, Naju - Korea