YESAYA    
Edisi YESAYA   |   Bunda Maria   |   Santa & Santo   |   Doa & Devosi   |   Serba-Serbi Iman Katolik   |   Artikel   |   Suara Gembala   |   Warta eRKa   |   Yang Menarik & Yang Lucu   |   Anda Bertanya, Kami Menjawab
Doa Iman, Harapan dan Kasih




Doa Iman
“Ya Allah-ku, aku percaya bahwa Engkau bersemayam dalam hatiku, tinggal dalam diriku, dan hadir dalam sahaya yang bodoh ini. Seandainya aku hanya bodoh saja...! Sesungguhnya aku telah menghina Engkau, mendurhakai Engkau; karena itu, aku kurang daripada bodoh...! Hewan dan ternak tidak menghina Engkau, tetapi aku ini telah berani menghina Engkau. Meskipun demikian, Engkau tetap rela tinggal dalam diriku. Sebenarnya patutlah aku Kau-binasakan. Namun, aku tetap hidup, aku yang penuh kesombongan dan cinta diri...! Ya Allah-ku, kendati sekian banyak cacat celaka, aku ingin bersembah sujud kepada-Mu yang hadir dalam diriku. Aku percaya bahwa Engkau diam dalam diriku.

Dengan bantuan rahmat-Mu aku hendak memperkuat serta memperdalam iman kepercayaanku agar jangan sampai aku tenggelam dalam hal-hal yang bukan Engkau. Bersama dengan orang buta dalam Injil aku berseru kepada-Mu, “Tuhan, semoga aku dapat melihat!” (Luk 18:42). Semoga selaput mataku gugur (bdk. Kis 9:18). Sudilah menyembuhkan aku yang buta ini. Sinarilah aku dengan terang-Mu supaya aku dapat melihat Engkau dalam segala sesuatu dan dapat melihat segala sesuatu dalam Engkau berkat cahaya hadirat-Mu.”


Doa Harapan
“Ya Allah-ku, aku berharap pada-Mu. Engkau Mahabaik tanpa batas. Engkau sudi tinggal dalam diriku.... Tetapi, bagaimana aku berani menaruh harapanku pada diri-Mu, aku makhluk yang hina dan penuh noda ini, orang yang tidak tahu terima kasih? Sesungguhnya aku harus berkata bersama dengan Santo Petrus, Tuhan, pergilah daripadaku, karena aku ini seorang berdosa (Luk 5:8).

Ya Tuhan, jangan sampai itu terjadi! Aku percaya bahwa Engkau telah datang ke dalam dunia ini. Aku ingat akan firman-Mu bahwa Engkau datang bukan untuk memanggil orang benar, yang tidak membutuhkan seorang Penebus, melainkan orang berdosa (bdk. Mrk 2:17). Aku ini orang berdosa dan alasan itulah yang kuketengahkan di hadapan-Mu. Aku ini orang berdosa dan karena itu aku berani berharap pada diri-Mu.

Aku tidak hanya menaruh harapanku pada diri-Mu. Aku sungguh yakin bahwa Engkau tetap besertaku dan tinggal dalam diriku, hari ini, besok, dan untuk selamanya, seturut kata Santo Paulus ini, Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita dan “Aku yakin bahwa baik maut maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun makhluk lain tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rm 8:31.38-39).

Ya Allah-ku, mulai sekarang ini aku percaya akan pertolongan-Mu. Aku tidak gentar akan apa pun juga: dunia, neraka, daging dapat menantang aku ... tidak mengapa, karena Engkau menyertai aku. Engkau Imanuel, “Allah menyertai kita”, Engkau Allah-ku dan segala hartaku, Deus meus et omnia...


Doa Kasih
“Bagaimana aku dapat menyatakan cintaku kepada-Mu, ya Tuhan? Telah sekian kali aku menghina Engkau! Andaikan aku membandingkan diri dengan suatu garis, wajarlah garis itu lurus dan tak terputus. Demikian seharusnya lurus dan tak terputus arah cintaku kepada-Mu, ya Allah, karena Engkau mencipta aku untuk mencintai Engkau. Tetapi, aku ini ibarat beberapa titik, yang jarang dan jauh satu sama lain. ltulah gambaran cinta yang kusajikan bagi-Mu. Apalagi perbuatan paling perkasa dan rasa hati yang paling murni untuk sebagian terbesar digerogoti oleh kesombongan dan cinta diri.

Betapa jarang aku bersyukur kepada-Mu yang mengejar aku dengan kasih-Mu! Akan tetapi, pada hari ini juga aku menyerahkan diriku kepada-Mu, ya Tuhan. Dari dalam lubuk hati aku berseru, Ya Tuhan, Engkau telah mengalahkan aku. Engkau telah wafat karena mengasihi aku. Sekarang aku mau hidup karena cinta kepada-Mu. Mungkin aku belum dapat berkata bahwa aku sudah mencintai Dikau, namun sekurang-kurangnya aku ingin mencintai Engkau!”

(Dikutip dari buku “Cinta dan Keheningan”, Malang: Karmelindo, 2004. Buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca).

Bapa Kami ... Salam Maria ... Kemuliaan ...