|
"SURPRISING REQUEST"
Surabaya, 10 Juli 2007
Saya terperanjat kala siang itu google search engine menghantar saya ke alamat berikut: http://www.catholicherald.com/eddesk/04ed/ed040122.htm. “Surprising Request”, demikian judul surat dari meja redaksi Arlington Catholic Herald, Amerika Serikat, yang isinya membuat saya sungguh merasa surprised!
Surat Redaksi tertanggal 22 Januari 2004 itu berkisah mengenai Indonesia dengan segala kekerasan dan aksi teroris yang kala itu tengah merajalela di negeri ini. Menariknya, di tengah paparan, redaksi menulis, “In the midst of all this violence, it was a little surprising the other day to receive an email from an Indonesian woman asking for permission to reprint articles she read online in the Arlington Catholic HERALD.” Tak salah lagi, itulah surat yang pernah saya layangkan sebagai webmaster YESAYA beberapa waktu sebelumnya.
Semakin lanjut membaca, semakin saya merasa terharu; bukan karena ada nama saya di sana. Melainkan karena surat diakhiri dengan suatu pengharapan besar yang tersirat di sana. “In a small way, we hope that Father Saunders' translated columns will assist in Indonesia's ongoing peace process,” tulisnya.
Saya tercenung. Pengharapan yang sedemikian besar? Siapa saya? Siapa Yesaya? Apakah yang sesungguhnya diperbuat Yesaya sehingga orang merasa dapat meletakkan pengharapan yang sedemikian besar? Pengharapan yang bukan sebatas paroki, sebatas Surabaya, sebatas Jawa, melainkan seluas Indonesia! Kata-kata ini terus terlintas di benak saya, “Will assist in Indonesia's ongoing peace process.” Bagaimana hal itu mungkin terjadi?
Sementara asyik merenungkannya, tiba-tiba alam pikiran membawa saya ke Suara Gembala yang ditulis Rm Gregorius Kaha SVD, pastor pembimbing rohani Yesaya, hari Minggu yang lalu. “Jadikanlah dirimu lilin-lilin kecil dengan cahaya Yesus Kristus,” tandasnya. Lebih lanjut, beliau menulis, “Seperti Kristus yang hadir memberi pengharapan, demikian pula sebagai orang yang percaya kita sepatutnya tampil sebagai penuntun dan pembawa damai. Semoga apa yang kita lakukan walaupun kecil / sederhana / kadang tidak dilihat dan pasti nampaknya tidak berarti di mata dunia, bisa menjadi sumbangan berharga untuk membangun keadaan yang lebih baik.”
Saya mengerti sekarang. Dan betapa saya merasa semakin dikuatkan dan diteguhkan dalam pengharapan. Lebih jauh saya berpendapat bahwa pengharapan di atas bukan dipercayakan kepada kami saja di Yesaya untuk lebih mengabdi dalam pelayanan yang nyaris tidak ada artinya ini: yang hanya mengumpulkan dan menterjemahkan bahan! Melainkan juga pengharapan ini dipercayakan kepada sekalian para pengunjung setia Yesaya. Sejauh manakah artikel-artikel yang telah diterjemahkan Yesaya telah menyentuh hidup kita? Adakah artikel-artikel itu mampu membantu menyalakan dan mengobarkan cahaya Yesus Kristus dalam diri kita? Adakah orang-orang lain dapat melihat terang Yesus Kristus yang memancar dari diri kita itu?
“Kamu adalah terang dunia (Mat 5:14),” tegas Yesus. Beranikah kita menerima tantangan ini: ikut berperan-serta - dengan segala macam cara, bakat dan kemampuan, kelebihan dan kekurangan, serta keunikan masing-masing kita, dalam bimbingan Gereja - untuk mewujudkan Indonesia yang damai sejahtera?
Tuhan memberkati kita,
Webmaster
|