Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Juli 2016




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: JULI 2016


MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1



Am. 8:4-6,9-12
Mat. 9:9-13
2



Am. 9:11-15
Mat. 9:14-17
3
HM Biasa XIV


Yes. 66:10-14c
Gal. 6:14-18; Luk. 10:1-12,17-20
4

Hos. 2:13,14b-15,18-19
Mat. 9:18-26
5


Hos. 8:4-7,11-13
Mat. 9:32-38
6



Hos. 10:1-3,7-8,12
Mat. 10:1-7
7

Hos. 11:1,3-4,8c-9
Mat. 10:7-15
8



Hos. 14:2-10;
Mat. 10:16-23
9


Yes. 6:1-8
Mat. 10:24-33
10
HM Biasa XV


Ul. 30:10-14
Kol. 1:15-20
Luk. 10:25-37
11



Yes. 1:11-17
Mat. 10:34 - 11:1
12


Yes. 7:1-9
Mat. 11:20-24
13



Yes. 10:5-7,13-16
Mat. 11:25-278
14

Yes. 26:7-9,12,16-19
Mat. 11:28-30
15


Yes. 38:1-6,21-22,7-8
Mat. 12:1-8
16


Mi. 2:1-5
Mat. 12:14-21
17
HM BIasa XVI


Kej. 18:1-10a
Kol. 1:24-28; Luk. 10:38-42
18

Mi. 6:1-4,6-8
Mat. 12:38-42
19


Mi. 7:14-15,18-20
Mat. 12:46-50
20



Yer. 1:1,4-10
Mat. 13:1-9
21

Yer. 2:1-3,7-8,12-13
Mat. 13:10-17
22

Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17
Yoh. 20:1,11-18
23


Yer. 7:1-11
Mat. 13:24-30
24
HM Biasa XVII


Kej. 18:20-33
 Kol. 2:12-14
Luk. 11:1-13
25



2Kor. 4:7-15
Mat. 20:20-28
26


Sir. 44:1,10-15
Mat. 13:16-17
27



Yer. 15:10,16-21
Mat. 13:44-46
28



Yer. 18:1-6
 Mat. 13:47-53
29

Yer. 26:1-9
Mat. 13:54-58, atau Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42
30


Yer. 26:11-16,24
Mat. 14:1-12
31
HM Biasa XVIII


Pkh. 1:2; 2:21-23
Kol. 3:1-5.9-11
Luk. 12:13-21
1


Yer 28:1-17
Mat 14:13-21
2

Yer 30:1-2,12-15,18-22
Mat 14:22-36 atau 15:1-2,10-14
3


Yer 31:1-7
Mat 15:21-28
4


Yer 31:31-34
Mat 16:13-23
5

Neh 1:15;2:2; 3:1.6.7
Mat 16:24-28
6



Hab 1:12-2:4
Mat 17:14-20




"AKU ADALAH KASIH... KERAHIMAN... DAMAI"
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2

"Apa? Kenapa? Bahaya apakah yang Engkau lakukan? Palestina punya banyak rabi yang berbicara di mana mereka kehendaki. Mengapakah Engkau tidak diijinkan melakukannya?"

"Janganlah menyelidiki, Kleopas. Engkau tua dan bijak. Janganlah menempatkan racun pengetahuan pahit ke dalam hatimu."

"Mungkin Engkau mengkhotbahkan suatu doktrin baru, yang karena penilaian yang salah, dianggap membahayakan oleh ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi? Apa yang kami tahu mengenai Engkau kelihatannya tidak… bukan begitu Simon? Mungkin kami tidak tahu semuanya. Menurut-Mu, dalam hal Doktrin apa?" tanya Hermas.

"Dalam pengetahuan pasti mengenai Dekalog. Dalam kasih dan kerahiman. Kasih dan Kerahiman, napas dan darah Allah ini, merupakan hukum bagi sikap-Ku dan Doktrin-Ku. Dan Aku mengamalkannya dalam segala situasi sulit-Ku setiap hari."

"Tapi itu bukan suatu kesesatan! Itu kebaikan."

"Itu dianggap sebagai dosa oleh ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi. Tapi Aku tak dapat salah dalam menyatakan misi-Ku, pula tak dapat Aku tidak mentaati Allah Yang mengutus-Ku sebagai 'Kerahiman' ke atas bumi. Masa penuh Kerahiman telah tiba setelah berabad-abad Keadilan. Keadilan adalah saudari Kerahiman. Mereka dilahirkan dari rahim yang sama; akan tetapi sebelumnya Keadilan lebih kuat sementara yang lainnya hanya mengurangi kekerasannya - sebab Allah tak dapat dilarang untuk mengasihi - sekarang Kerahiman adalah ratu dan Keadilan bersukacita, sebab Keadilan sangat berduka harus menghukum! Jika kalian merenungkan situasinya dengan sepantasnya, kalian akan dengan mudah melihat bahwa keadilan dan kerahiman selalu ada sejak Manusia memaksa Allah untuk bersikap keras. Kenyataan bahwa umat manusia masih ada merupakan bukti dari apa yang Aku katakan. Hukuman Adam itu sendiri bercampur dengan kerahiman. Allah dapat saja membakar mereka menjadi abu dalam dosa mereka. Tapi, Ia menganugerahi mereka silih. Dan Ia menjadikan seorang Perempuan, penyebab yang baik, yang bersinar di mata perempuan itu, penyebab segala yang jahat, yang berduka sebab menjadi penyebab kejahatan. Dan Ia menganugerahkan kepada keduanya, anak-anak dan pengetahuan akan keberadaan. Kepada Kain, sang pembunuh, bersama dengan keadilan Ia memberikan tanda itu, yang adalah kerahiman, agar dia jangan dibunuh. Dan Ia memberikan Nuh kepada umat manusia yang rusak, agar ia dapat menyelamatkan manusia dalam bahtera dan Ia lalu mengikrarkan perjanjian damai abadi. Tidak akan ada lagi bah yang membinasakan. Keadilan dikalahkan oleh Kerahiman. Apakah kalian ingin kembali menelusuri Sejarah Suci bersama-Ku hingga sampai ke saat-Ku? Kalian akan melihat semakin dan semakin besar gelombang kasih yang saling susul-menyusul satu sesudah yang lainnya. Sekarang samudera Allah penuh dan samudera itu mengangkat kalian, wahai umat manusia, ke atas airnya yang jernih tenang, mengangkat kalian dalam keadaan bersih dan indah ke Surga, dan berkata kepada kalian: 'Aku mengembalikanmu kepada BapaKu.'"

Ketiga orang itu tenggelam dalam keterpesonaan akan begitu banyak terang kasih. Kemudian Kleopas mendesah: "Memang demikian. Tapi hanya Engkau seorang yang seperti itu! Tapi, apakah yang akan terjadi pada Yusuf? Apakah mereka seharusnya mendengarkannya? Akankah mereka mendengarkannya?"

Tak seorang pun menjawab.

Kleopas berbicara kepada Yesus: "Guru, seorang laki-laki dari Emaus telah jatuh ke dalam suatu dosa berat. Ayahnya, di masa silam, menceraikan istrinya, yang kemudian pergi ke Antiokhia dan tinggal di sana besama saudara laki-lakinya, yang memiliki sebuah pusat perniagaan. Dia tidak pernah bertemu dengan perempuan itu, yang, untuk alasan yang tidak aku selidiki, diceraikan hanya beberapa bulan sesudah perkawinan. Dia tidak pernah diberitahu mengenai perempuan itu, sebab nama perempuan itu tentu saja sudah dihapuskan dari rumah itu. Ketika dia tumbuh dewasa dan mewarisi kekayaan dan usaha dagang ayahnya, dia memutuskan untuk menikah dan setelah bertemu dengan seorang perempuan di Yope, yang memiliki suatu pusat perniagaan yang kaya, dia menikahinya. Sekarang aku tidak tahu bagaimana, tapi kemudian menjadi rahasia umum bahwa perempuan itu adalah anak dari istri pertama ayahnya. Oleh karenanya, itu merupakan suatu dosa berat, meski, dari sudut pandangku, asal-usul perempuan itu amat kurang jelas. Yusuf, yang dikutuk, seketika itu juga kehilangan damainya baik sebagai seorang percaya maupun sebagai seorang suami. Dan meski dengan sangat menyesal telah menceraikan istrinya, yang mungkin saudarinya, yang sangat berduka hingga dia terserang demam dan meninggal dunia, Yusuf tidak dimaafkan. Dalam segala kesadaran nurani aku katakan bahwa, andai dia tidak punya musuh-musuh yang sangat menginginkan hartanya, dia tidak akan dipukul sebegitu dahsyat. Apakah yang akan Engkau lakukan?"   

"Suatu kasus yang sangat berat, Kleopas. Mengapakah kau tidak mengatakannya kepada-Ku ketika kau datang menemui-Ku?"

"Aku tidak ingin menjauhkan-Mu dari sini…"

"Oh! Tapi Aku tidak akan dijauhkan oleh hal-hal demikian! Sekarang dengarkanlah. Dari sudut pandang materiil, telah terjadi incest. Dan sebagai konsekuensinya ada hukuman. Tapi suatu kesalahan merupakan suatu dosa moral, hanya ketika ada kehendak untuk berbuat dosa. Apakah orang itu secara sadar melakukan incest? Kau katakan tidak. Baiklah, di manakah dosanya? Aku maksud, kesalahannya dalam keinginan untuk berbuat dosa? Masih perlu dipertimbangkan kesalahan dari hidup-bersama dengan anak perempuan ayahnya. Tapi kau katakan bahwa itu tidak jelas pasti apakah dia memang anak perempuan ayahnya. Dan bahkan meski ya, maka kesalahannya berakhir dengan berakhirnya hidup-bersama mereka. Dan itu jelas berakhir karena keduanya, baik karena perceraian dan karena kematian si perempuan sesudah itu. Oleh karenanya, Aku berkata bahwa laki-laki itu harus diampuni atas perbuatannya yang kelihatan sebagai dosa. Dan Aku katakan bahwa sebab tidak ada kepastian akan adanya incest, kepastian yang ada dan diketahui seluruh dunia, orang seharusnya merasa kasihan atas perkara tragis ini, yang asal mulanya kembali ke hak cerai yang diberikan Musa guna menghindari lebih banyak kejahatan, jika bukan kejahatan yang lebih berat. Aku tidak menyetujui hak itu, sebab suami dan istri, entah mereka menikah bahagia atau tidak bahagia, seharusnya hidup-bersama, tanpa ada perceraian, yang mendorong perzinahan dan situasi-situasi macam sekarang ini. Dan lebih jauh, Aku ulangi, jika kalian ingin tegas, kalian harus berlaku sama rata terhadap setiap orang. Pertama-tama terhadap diri kalian sendiri dan lalu terhadap para penguasa. Tapi sepanjang pengetahuan-Ku, terkecuali sang Pembaptis, tak seorang pun yang angkat bicara melawan dosa kerajaan. Apakah mereka yang menghukum, kebal terhadap dosa-dosa serupa atau bahkan dosa yang lebih parah, atau apakah nama mereka atau kuasa mereka mendatangkan selubung atas mereka, bak mantol kemegahan yang melindungi tubuh mereka, yang sering kali tidak sehat karena kejahatan-kejahatan mereka?"  

"Engkau benar, Guru. Memang demikian. Tapi, sesungguhnya, siapakah Engkau?..." kedua teman si kepala sinagoga itu serempak bertanya.          

Yesus tidak berkesempatan menjawab sebab pintu terbuka dan Simon, ayah mertua Kleopas muda masuk.

"Selamat datang. Ada kabar apa?"

Mereka semua penuh rasa ingin tahu hingga tak seorang pun berpikir tentang sang Guru lagi…

"Baiklah… dia telah dikutuk. Mereka bahkan tak hendak menerima persembahan kurbannya. Yusuf telah diputuskan dari Israel."

"Di manakah dia?"

"Di sana. Dia menangis. Aku telah berusaha berbicara kepada mereka yang paling berkuasa. Tapi mereka menolakku seolah aku ini seorang kusta. Sekarang… Tapi… Orang ini hancur. Baik kekayaannya maupun jiwanya. Apakah yang bisa dilakukannya?"

Yesus bangkit berdiri dan pergi menuju pintu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Kleopas tua berpikir bahwa Ia telah tersinggung sebab diacuhkan dan berkata: "Oh! maafkan aku, Guru! Tapi aku sangat sedih hingga pikiranku kacau. Sudi tinggallah di sini!"

"Aku akan tinggal, Kleopas. Aku hanya akan pergi menemui laki-laki malang itu. Ayo, jika kau mau, ikut bersama-Ku." Yesus pergi keluar menuju aula.

Ada sejengkal tanah di depan rumah, dengan beberapa petak-bunga kecil, dan di depannya ada jalanan. Seorang laki-laki tergeletak di ambang pintu. Yesus menghampirinya dengan kedua tangan-Nya terentang. Di belakang-Nya semua lainnya yang antusias ingin melihat.

"Yusuf, tak adakah seorang pun yang mengampunimu?" Yesus berbicara dengan teramat lemah lembut. Laki-laki itu terkejut mendengar suatu suara baru yang kedengaran begitu lemah lembut, sesudah banyak suara yang mengutukinya. Dia mendongak penuh keheranan.

"Yusuf, tak adakah seorang pun yang mengampunimu?" tanya Yesus sekali lagi dan Ia membungkuk untuk meraih tangan si lelaki, berusaha membangkitkannya.

"Siapakah Engkau?" tanya sobat malang itu.

"Aku Kerahiman dan Damai."

"Tidak ada lagi kerahiman ataupun damai untukku."

"Selalu ada dalam pangkuan Allah. Pangkuan Allah penuh dengannya, teristimewa untuk anak-anak yang tidak bahagia."

"Tapi dosaku begitu rupa hingga aku terpisah dari Allah. Engkau tentunya seorang yang baik, tapi tinggalkan aku sendiri, agar Engkau tidak tercemar."

"Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku ingin memberimu damai."

"Tapi aku… Siapakah Engkau?"

"Sudah Aku katakan padamu: Kerahiman dan Damai. Aku sang Juruselamat, Aku Yesus. Bangkitlah. Aku dapat melakukan apa yang Aku kehendaki. Dalam nama Allah Aku melepaskanmu dari kecemaranmu yang tidak disengaja. Kejahatan yang lain tidak ada. Aku adalah Anak Domba Allah Yang menghapus dosa-dosa dunia. Seluruh pengadilan telah diberikan kepada-Ku oleh Bapa Yang Kekal. Barangsiapa percaya akan sabda-Ku akan memiliki hidup yang kekal. Mari, anak Israel yang malang. Segarkanlah tubuhmu yang letih dan perkuatlah rohmu yang berduka. Aku akan mengampuni bahkan dosa-dosa yang jauh lebih berat. Tidak. Hati yang putus asa tidak akan datang dari-Ku! Aku adalah Anak Domba tak bercela, tapi Aku tidak akan lari dari domba-domba yang terluka, takut kalau-kalau Aku akan tercemar. Sebaliknya, Aku mencari mereka dan membawa mereka bersama-Ku. Terlalu banyak orang telah sama sekali hancur akibat ketegasan pengadilan yang berlebihan dan juga tidak adil. Celakalah mereka yang menghantar suatu roh pada keputus-asaan oleh sebab kekakuan mereka yang tanpa toleransi! Mereka tidak bertindak demi kepentingan Allah, melainkan kepentingan Setan. Sekarang Aku telah melihat seorang pelacur, yang antusias untuk menebus dirinya, dihalau dari sang Penebus, Aku telah melihat seorang kepala sinagoga dianiaya oleh sebab dia seorang benar. Sekarang aku melihat seorang yang dibuat terpuruk untuk suatu kesalahan yang tak disengaja. Aku melihat terlalu banyak hal dilakukan di mana kejahatan dan kepalsuan tumbuh subur. Dan bagai sebuah tembok yang didirikan dengan menempatkan satu bata di atas bata lainnya dan dengan demikian membentuk suatu penghalang, demikianlah hal-hal yang telah Aku lihat, dan Aku telah melihat terlalu banyak dalam satu tahun, sebuah tembok kekerasan yang dibangun antara Aku dan mereka. Celakalah mereka ketika tembok itu sepenuhnya selesai dibangun dengan material yang disuplai oleh mereka! Ambillah ini, makanlah dan minumlah. Kau kehabisan tenaga. Lalu, besok kau akan kembali kepada-Ku. Janganlah takut. Ketika kau kembali dalam keadaan mental yang damai, kau akan bebas untuk menentukan masa depanmu. Sekarang kau tak dapat melakukannya dan akan berbahaya membiarkanmu melakukannya."

Yesus telah membawa laki-laki itu ke ruang makan dan memaksanya untuk duduk di kursi-Nya. Ia lalu melayaninya dan kepada Hermas dan Simon, Ia berkata: "Itulah Doktrin-Ku. Itu dan tidak ada yang lain. Dan Aku tak hanya mengkhotbahkannya. Aku mempraktekkannya. Biarlah mereka yang haus akan Kebenaran dan Kasih datang kepada-Ku."


Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"


Anak Domba Allah: dari Kitab Keluaran sampai Kitab Wahyu oleh: P. William P. Saunders
Mary Had A Little Lamb





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"PUISI MANUSIA-ALLAH"
Maria Valtorta (1897-1961)

II. TAHUN PERTAMA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
135.
Di Betania di Rumah Simon Zelot
136.
Hari Raya Pentahbisan Bait Allah di Rumah Lazarus Bersama Para Gembala
137.
Kembali ke "Air Jernih"
138.
Seorang Murid Baru. Keberangkatan ke Galilea
139.
Di Pegunungan Dekat Emaus
140.
Di Rumah Kleopas, Kepala Sinagoga

III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
141.
Pengajaran kepada Para Murid dalam Perjalanan Menuju Arimatea
142.
Pengajaran kepada Para Murid dalam Perjalanan Menuju Samaria
143.
Photinai, si Perempuan Samaria
144.
Bersama Penduduk Sikhar
145.
Evangelisasi di Sikhar
...
   Daftar Istilah




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang luar biasa. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya. Engkau sendiri, Nak, telah melihat reaksi-reaksi marah Setan…. Kau telah melihat pertentangan hingga banyak imam menolak karya ini. Ini juga membuktikan, Nak, bahwa ia yang tidak mengenali dalam Puisi itu aroma Ilahi, parfum adikodrati, memiliki jiwa yang terbeban dan suram."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Ya. Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta, sepuluh jilid. Bunda Maria mengatakan bahwa Puisi Manusia-Allah adalah kebenaran. Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)






 "Kasih Allah bagi umat-Nya sungguh luar biasa besar hingga seolah Allah melawan Diri-Nya Sendiri, kasih-Nya melawan keadilan-Nya."


~ Paus Emeritus Benediktus XVI, God Is Love





PAUS FRANSISKUS: KERAHIMAN DAN KEADILAN
(General Audience, Saint Peter's Square, 3 February 2016)

Kitab Suci menghadirkan Allah kepada kita sebagai kerahiman yang tak terhingga dan sebagai keadilan yang sempurna. Bagaimanakah kita menyatukan keduanya? Bagaimanakah orang menyatukan realita kerahiman dengan tuntutan keadilan? Mungkin kelihatannya keduanya saling bertentangan satu sama lain; tetapi sesungguhnya tidaklah demikian, sebab tepat adalah Kerahiman Allah yang menghantar keadilan sejati pada kegenapannya. Tapi keadilan macam apakah yang sedang kita bicarakan ini?

Jika kita berpikir mengenai administrasi hukum pengadilan, kita lihat bahwa mereka yang menganggap diri sebagai kurban ketidakadilan akan datang kepada seorang hakim dalam suatu pengadilan dan memohon agar keadilan ditegakkan. Itu adalah pengadilan retributif, yang mendatangkan suatu hukuman atas pihak yang bersalah, seturut prinsip bahwa kepada tiap-tiap orang haruslah diberikan haknya. Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Amzal: "Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian" (11:19). Yesus, juga berbicara mengenainya dalam perumpamaan tentang seorang janda yang terus-menerus pergi kepada seorang hakim dan memohon kepadanya: "Belalah hakku terhadap lawanku." Namun demikian, jalan ini tidak menghantar pada keadilan sejati sebab dalam kenyataannya tidak menaklukkan kejahatan, melainkan sekedar memeriksanya. Hanya dengan menanggapi kejahatan dengan kebaikan, kejahatan akan dapat sungguh diatasi.    

Jadi, ada cara lain dalam melaksanakan keadilan, seperti yang disampaikan Kitab Suci kepada kita sebagai jalan agung yang harus ditempuh. Yakni suatu proses yang bebas dari campur tangan pengadilan dan memberikan kesempatan kepada kurban untuk menghadapi secara langsung orang yang bersalah serta mengundangnya pada pertobatan, dengan membantu si bersalah untuk mengerti bahwa dia melakukan kejahatan, dan dengan demikian menggugah hati nuraninya. Dengan cara ini, dengan pada akhirnya bertobat dan mengakui kesalahannya, si bersalah dapat membuka diri pada pengampunan yang ditawarkan oleh pihak yang dilanggar haknya. Dan ini sangat indah: sesudah diyakinkan bahwa apa yang diperbuat adalah salah, hati terbuka pada pengampunan yang ditawarkan kepadanya. Inilah cara untuk menangani konflik dalam keluarga, dalam hubungan antara pasangan suami-istri atau antara orangtua dan anak-anak, di mana pihak yang disakiti mengasihi pihak yang bersalah dan berupaya untuk menyelamatkan ikatan yang mempersatukan mereka. Jangan putus ikatan itu, hubungan itu.

 Sudah tentu, ini suatu proses yang sulit; menuntut bahwa pihak yang disakiti siap untuk mengampuni dan menginginkan kebaikan serta keselamatan pihak yang menyakiti. Hanya dengan cara ini keadilan dapat menang jaya, sebab dengan demikian, jika si bersalah mengakui kejahatan yang dilakukannya dan berhenti melakukannya, maka tidak akan ada lagi kejahatan; dan dia yang tidak benar menjadi seorang yang benar, sebab dia diampuni dan dibantu untuk menemukan kembali jalan kebaikan. Dan inilah di mana pengampunan dan kerahiman datang.     

Demikianlah Allah bertindak terhadap kita orang-orang berdosa. Tuhan terus-menerus menawarkan pengampunan-Nya kepada kita dan membantu kita untuk menerimanya dan untuk menyadari perbuatan salah kita guna membebaskan kita darinya. Sebab Allah tidak menghendaki kebinasaan kita, melainkan keselamatan kita. Allah tak hendak menghukum siapapun! Salah seorang dari kalian mungkin bertanya: "Tapi Pater, tidakkah Pilatus pantas binasa? Apakah Allah menghendaki itu?" Tidak! Allah ingin menyelamatkan Pilatus, juga Yudas, juga setiap orang! Ia, Allah Kerahiman, ingin menyelamatkan setiap orang! Kesulitannya adalah dalam mengijinkan-Nya memasuki hati kita. Setiap patah kata dari para nabi merupakan seruan penuh kasih yang mencari pertobatan kita. Inilah apa yang dikatakan Allah melalui Nabi Yehezkiel: "Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik…? Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup' (18:23; bdk. 33:11), itulah yang berkenan bagi Allah!

Inilah hati Allah, hati seorang Bapa yang mengasihi dan menghendaki anak-anaknya hidup dalam kebaikan dan dalam kebenaran, dan agar dengan demikian mereka dapat hidup mencapai kepenuhannya dan berbahagia. Hati seorang Bapa yang melampaui konsep keadilan kita yang kerdil, guna membuka bagi kita cakrawala kerahiman-Nya yang tanpa batas. Hati-Nya adalah hati seorang Bapa yang tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, seperti dikatakan dalam Mazmur (103:9-10). Hati-Nya tepat adalah hati bapa yang ingin kita jumpai ketika kita pergi mengaku dosa. Mungkin ia akan mengatakan sesuatu demi membantu kita memahami dosa kita dengan lebih baik, tapi kita semua pergi untuk mendapatkan seorang bapa yang menolong kita untuk mengubah hidup kita; seorang bapa yang memberikan kepada kita kekuatan untuk terus maju; seorang bapa yang mengampuni kita dalam nama Allah. Itulah sebabnya mengapa menjadi seorang bapa pengakuan merupakan suatu tangung-jawab yang sangat penting, sebab anak laki-laki itu, anak perempuan itu, yang datang kepadamu hanya mencari seorang bapa. Dan kalian, para imam dalam pengakuan dosa, kalian ada di sana dalam posisi Bapa yang melaksanakan keadilan dengan kerahiman-Nya.


Allah yang Berbelas Kasih oleh: P. Yohanes Gani Sukarsono, CM




SAKRAMEN REKONSILIASI: PENGADILAN KERAHIMAN ILAHI
Nasehat-nasehat Rohani St Yohanes Maria Vianney

  "Andai kita sungguh memahami apa artinya menjadi anak Allah, kita tak akan sanggup melakukan yang jahat… menjadi anak Allah, oh, betapa martabat yang sungguh indah!"

  "Kerahiman Ilahi adalah bagaikan suatu aliran yang melimpah; yang membasuh hati sementara ia mengalir."

  "Bukan orang berdosa yang kembali kepada Allah untuk memohon pengampunan, melainkan Allah yang berlari mengejar si orang berdosa dan membuatnya kembali kepada-Nya."

  "Marilah kita memberikan sukacita ini kepada Bapa Yang Mahabaik: marilah kita kembali kepada-Nya… dan kita akan berbahagia."

  "Allah Yang Mahabaik selalu siap untuk menerima kita. Kesabaran-Nya menantikan kita!"

  "Ada orang-orang yang memberikan hati yang dingin kepada Bapa Yang Kekal. Oh, betapa kelirunya mereka! Bapa Yang Kekal, demi melucuti keadilan-Nya, memberi PutraNya hati yang sungguh luar biasa baik: sebab kau tak akan dapat memberikan apa yang tak kau miliki…"

  "Ada orang-orang yang mengatakan: 'Aku sudah melakukan terlalu banyak dosa, Allah Yang Baik tak akan dapat mengampuni aku. Ini adalah sama sekali hujat. Adalah sama seperti memberikan batasan pada kerahiman Allah, yang sesungguhnya tanpa batas: yang tak terhingga."

  "Kesalahan-kesalahan kita adalah bagaikan butir-butir pasir di hadapan gunung besar kerahiman Allah."

  "Ketika imam memberikan absolusi, kita hendaknya memikirkan satu hal saja: bahwa darah Tuhan Yang Mahabaik dicurahkan atas jiwa kita demi membasuhnya, menyucikannya dan menjadikannya seindah setelah pembaptisan."

  "Allah Yang Mahabaik, pada saat absolusi, melemparkan dosa-dosa kita ke balik punggung-Nya, yakni, Ia melupakannya, menghapuskannya: dosa-dosa itu tidak akan pernah muncul kembali."

  "Kita tidak akan lagi membicarakan dosa-dosa yang telah diampuni. Dosa-dosa itu sudah dihapuskan, dosa-dosa itu sudah tidak ada lagi!"


"Jalan Kasih Ilahi" ~ Sr. Josefa Menendez
Devosi Kerahiman Ilahi ~ St. Faustina Kowalska
Doa untuk Mengandalkan dan Percaya pada Kerahiman Ilahi oleh St. Pio dari Pietrelcina  





 "Datanglah kalian semua kepada-Ku dan jangan takut, sebab Aku Mengasihi kalian semua… Aku akan membasuh kalian dalam Darah-Ku dan kalian akan menjadi lebih putih dari salju. Segala pelanggaranmu akan dibenamkan ke dalam air di mana Aku sendiri yang akan membasuhmu, dan tidak akan ada suatu pun yang akan dapat mengambil dari Hati-Ku Kasihnya untukmu."

~ Yesus, "Jalan Kasih Ilahi"

Sakramen Rekonsiliasi




Serombongan umat berkunjung ke rumah Tuhan. Akan tetapi, kendati sudah lama menunggu di ruang tamu, Tuhan belum muncul juga. Ternyata Tuhan sedang ada di belakang; Ia sedang mencuci. Karena tak sabar lagi, mereka akhirnya bertanya, "Tuhan, mengapa mencuci lama sekali?"

Dari belakang Tuhan menjawab, "Nodanya bandel sekali, susah hilang! Sudah berkali-kali Aku gosok dan cuci, masih juga tidak mau hilang!"

"Tuhan, kalau memang nodanya tidak bisa hilang, buang saja. Kan bisa beli yang baru."

"Sebenarnya sih, bisa Aku buang saja. Tapi Aku tidak sampai hati, kalau-kalau dengan usaha-Ku yang lebih keras, noda masih bisa dibersihkan."

"Tuhan, kalau boleh tahu, apa sih yang sedang Tuhan cuci?"

"Aku sedang mencuci jiwa-jiwa kalian!"

"Oh! Kalau begitu, silakan Tuhan cuci dulu sampai bersih. Kami pamit pulang dulu."

Dan rombongan pun berlalu.  


Si Bebek








Yang Baru:
Berkat Sakramentali
 Edisi YESAYA Juni 2016


Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Juli 2016