Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi April 2016




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: APRIL 2016


MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


Kis. 4:1-12
Yoh. 21:1-14
2


Kis. 4:13-21
Mrk. 16:9-15
3
HM Paskah II

Kis. 5:12-16
Why. 1:9-11a,12-13,17-19
Yoh. 20:19-31
4


Yes. 7:10-14; 8:10
Ibr. 10:4-10
Luk. 1:26-38
5


Kis. 4:32-37
Yoh. 3:7-15
6



Kis. 5:17-26
 Yoh. 3:16-21
7


Kis. 5:27-33
Yoh. 3:31-36
8




Kis. 5:34-42
Yoh. 6:1-15
9



Kis. 6:1-7
 Yoh. 6:16-21
10
HM Paskah III

Kis. 5:27b-32,40b-41; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19 (Yoh. 21:1-14)
11



Kis. 6:8-15
Yoh. 6:22-29
12



Kis. 7:51-8:1a
Yoh. 6:30-35
13



Kis. 8:1b-8
Yoh. 6:35-40
14



Kis. 8:26-40
Yoh. 6:44-51
15




Kis. 9:1-20
Yoh. 6:52-59
16


Kis. 9:31-42
Yoh. 6:60-69
17
HM Paskah IV


Kis. 13:14,43-52
 Why. 7:9,14b-17
 Yoh. 10:27-30
18


Kis. 11:1-18
 Yoh. 10:1-10
19



Kis. 11:19-26
Yoh. 10:22-30
20


Kis. 12:24-13:5a
 Yoh. 12:44-50
21



Kis. 13:13-25
Yoh. 13:16-20
22


Kis. 13:26-33
Yoh. 14:1-6
23



Kis. 13:44-52
Yoh. 14:7-14
24
HM Paskah V

Kis. 14:21b-27
Why. 21:1-5a
Yoh. 13:31-33a,34-35
25



1Ptr. 5:5b-14
Mrk. 16:15-20
26



Kis. 14:19-28
Yoh. 14:27-31a
27



Kis. 15:1-6
Yoh. 15:1-8
28



Kis. 15:7-21
Yoh. 15:9-11
29



Kis. 15:22-31
Yoh. 15:12-17
30



Kis. 16:1-10
Yoh. 15:18-21
1
HM Paskah VI


Kis. 15:1-2,22-29
Why. 21:10-14.22-23; Yoh. 14:23-29
2



Kis. 16:11-15
Yoh. 15:26-16:4a
3


1Kor. 15:1-8
Yoh. 14:6-14
4


Kis. 17:15,22-18:1
Yoh. 16:12-15
5
HR Kenaikan Tuhan
Kis. 1:1-11
Ef. 1:17-23atau Ibr. 9:24-28; 10:19-23
 Luk. 24:46-53
6


Kis. 18:9-18
Yoh. 16:20-23a
7



Kis. 18:23-28
Yoh. 16:23b-28




"JANGAN MENGUCAPKAN SAKSI DUSTA"
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2

… "Dikatakan: 'Jangan mengucapkan saksi dusta.' Apakah yang lebih memuakkan dari seorang pendusta? Tak dapatkah kita katakan bahwa dia secara keji bersekongkol dengan ketidakmurnian? Tentu saja kita dapat. Seorang pendusta, Aku berbicara mengenai seorang pendusta dalam perkara-perkara serius, adalah keji. Ia membunuh reputasi dengan lidahnya. Jadi dia tidak berbeda dari seorang pembunuh. Tidak: dia lebih dari seorang pembunuh. Seorang pembunuh membunuh hanya tubuh. Seorang pendusta membunuh juga nama baik, kenangan akan seseorang. Dia, karenanya, pembunuh ganda. Dia adalah pembunuh yang tidak dihukum sebab dia tidak menumpahkan darah, tapi dia melukai reputasi baik orang yang difitnahnya maupun seluruh keluarga. Dan Aku tidak akan mempermasalahkan kasus seorang yang mengakibatkan kematian sesamanya dengan bersumpah palsu. Bara Gehenna sudah disusun di atas orang macam itu. Aku hanya akan membicarakan mereka yang menyampaikan insinuasi [= tuduhan tidak langsung] palsu dengan mengatakan kebohongan dan mengacaukan orang-orang lain melawan seorang yang tak bersalah. Mengapakah mereka melakukan itu? Entah karena dengki, tanpa alasan, atau karena serakah demi mendapatkan apa yang dimiliki orang lain, atau karena takut.

Kedengkian. Hanya teman Setan yang mendengki. Seorang yang baik tidak mendengki. Tidak pernah. Untuk suatu alasan apapun. Bahkan meski dia dihina dan disakiti, dia mengampuni. Dia tidak pernah mendengki.

Kedengkian adalah kesaksian yang diberikan oleh suatu jiwa yang sesat atas dirinya sendiri dan merupakan kesaksian terbaik sehubungan dengan seorang yang tak bersalah. Sebab kedengkian adalah pemberontakan yang jahat melawan yang baik. Barangsiapa baik tidak butuh diampuni.

Keserakahan. Dia punya apa yang aku tidak punya. Aku menginginkan apa yang dipunyai. Tapi hanya dengan memfitnahnya aku dapat memperoleh kedudukannya. Dan aku akan melakukannya. Akankah aku berdusta? Apakah masalahnya? Akankah aku mencuri? Apakah masalahnya? Akankah aku merusakkan seluruh keluarga? Apakah masalahnya? Dari banyak pertanyaan yang diajukan seorang pendusta licik kepada dirinya sendiri, dia lupa, atau dia ingin melupakan satu pertanyaan. Yakni: 'Dan jika aku ketahuan?' Dia tidak menanyakan pertanyaan macam itu pada dirinya, sebab sebagai kurban kesombongan dan ketamakan, dia seperti orang yang matanya tertutup. Dia tidak melihat bahayanya. Dia juga seperti seorang yang mabuk. Dia dimabukkan oleh anggur setani dan tidak berpikir bahwa Allah lebih kuat dari Setan dan akan menuntut balas demi orang yang difitnah. Si pendusta sudah menyerahkan dirinya sendiri pada Kepalsuan dan dengan bodoh mengandalkan perlindungannya.

Takut. Seringkali manusia memfitnah demi membela dirinya sendiri. Adalah bentuk yang paling umum dari kepalsuan. Kejahatan sudah dilakukan. Kita takut kejahatan itu akan diketahui sebagai perbuatan kita. Lalu, dengan menyalahgunakan dan menyelewengkan kepercayaan yang masih dimiliki orang-orang lain terhadap kita, kita merusak keadaan, dan kita menimpakan pada orang lain, yang kejujurannya saja yang kita takuti, perbuatan jahat yang kita lakukan. Kita juga melakukannya, sebab terkadang sesama kita secara tidak sengaja menjadi saksi atas perbuatan jahat kita, dan kita ingin aman dari kesaksiannya yang pada akhirnya akan muncul. Jadi kita mendakwanya guna menjadikannya tidak disukai dan dengan demikian, jika dia berbicara, tak seorang pun akan percaya kepadanya.

Berlakulah pantas! Dan kalian tidak akan pernah memerlukan kepalsuan macam itu. Tidakkah kalian berpikir, ketika kalian berdusta, betapa suatu beban berat telah kalian timpakan atas diri kalian sendiri? Berat sebab takluk secara sukarela pada roh jahat, sebab rasa takut terus-menerus akan ketahuan, dan sebab perlu mengingat-ingat dusta itu, juga sesudah bertahun-tahun, dan dalam segala keadaan dan detail sebagaimana dusta itu dikatakan, agar tidak melawan diri sendiri. Betapa kerja bagai seorang budak! Andai saja itu membantumu untuk mendapatkan Surga! Tapi, malahan sebaliknya hanya berguna untuk mempersiapkan tempat di neraka!

Jujurlah. Betapa elok bibir seorang yang tidak mengenal dusta! Dia mungkin miskin, kasar, tak dikenal? Dia, betulkah? Tapi dia masih seorang raja. Sebab dia tulus hati. Dan ketulusan hati adalah lebih mulia dari emas dan mahkota, dan meninggikan orang di atas orang banyak lebih dari sebuah tahta, dan mendapatkan lebih banyak orang-orang baik daripada yang dimiliki seorang raja. Keakraban dengan seorang yang tulus hati membangkitkan perasaan aman dan nyaman. Sementara persahabatan dengan seorang yang serong hati, atau bahkan sekedar dekat dengan seorang macam itu, membangkitkan perasaan tidak enak. Sebab kebenaran segera datang kepada terang dengan seribu satu cara, mengapakah dia yang berdusta tidak memikirkan bahwa sesudahnya dia akan selalu dicurigai? Bagaimanakah orang dapat percaya akan apa yang dia katakan?

Bahkan meski dia mengatakan kebenaran, dan orang yang mendengarnya ingin mempercayainya, akan selalu ada keraguan: 'Apakah dia berdusta juga sekarang?' Kalian mungkin bertanya: 'Di manakah kesaksian palsu?' Setiap dusta adalah kesaksian palsu. Bukan hanya yang resmi.

Jadilah sederhana, seperti Allah dan seorang kanak-kanak. Jujurlah setiap saat dalam hidupmu. Apakah kalian ingin dianggap baik? Jadilah sungguh demikian. Bahkan meski seorang penyebar fitnah ingin mengatakan yang jahat tentangmu, seratus orang baik akan mengatakan: 'Tidak. Itu tidak benar. Dia baik. Perbuatan-perbuatannya berbicara mengenai dia.'

Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"


Perlukah Bersumpah? oleh P. William P. Saunders





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"PUISI MANUSIA-ALLAH"
Maria Valtorta (1897-1961)

II. TAHUN PERTAMA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
119.
Yesus di "Air Jernih": "Aku-lah Tuhan, Allah-mu."
120.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan Ada Padamu Allah Lain di Hadapan-Ku."
121.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan Menyebut Nama Tuhan, Allah-Mu, dengan Sembarangan."
122.
Yesus di "Air Jernih": "Hormatilah ayahmu dan ibumu."
123.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan Berzinah."
124.
Si "Perempuan Berkerudung" di "Air Jernih"
125.
Yesus di "Air Jernih": "Kuduskanlah Hari Sabat."
126.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan membunuh." Kematian Doras.
127.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu." Ketiga Murid Pembaptis.
128.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan mengingini isteri sesamamu."
129.
Yesus di "Air Jernih". Ia Menyembuhkan Seorang Romawi Gila dan Berbicara kepada Orang-orang Romawi
130.
Yesus di "Air Jernih": "Jangan mengucapkan saksi dusta."      
...
   Daftar Istilah




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang luar biasa. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya. Engkau sendiri, Nak, telah melihat reaksi-reaksi marah Setan…. Kau telah melihat pertentangan hingga banyak imam menolak karya ini. Ini juga membuktikan, Nak, bahwa ia yang tidak mengenali dalam Puisi itu aroma Ilahi, parfum adikodrati, memiliki jiwa yang terbeban dan suram."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Ya. Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta, sepuluh jilid. Bunda Maria mengatakan bahwa Puisi Manusia-Allah adalah kebenaran. Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)






 "Mulutmu adalah mulut Kristus; oleh karenanya sepatutnyalah engkau tidak - aku tidak berbicara mengenai perkataan fitnah ataupun bohong - sepatutnyalah engkau tidak membukanya untuk percakapan omong kosong, mulut yang sepatutnya diperuntukkan hanya bagi puji-pujian kepada Allah dan mengajar sesamamu."  

~ St. Anselmus dari Cantrbury




DOSA LIDAH ~ JAHATNYA FITNAH
Sebuah Pelajaran Berharga dari St Filipus Neri

Suatu hari seorang perempuan datang kepada St Filipus Neri dan mengaku sudah berdosa dengan memfitnah. "Apakah engkau sering jatuh dalam dosa ini?" tanya sang santo. "Ya, Pater, sangat sering," jawab si perempuan. "Anakku," kata orang kudus kita, "dosamu besar tapi kerahiman Allah masih jauh terlebih besar. Sebagai penitensi, lakukanlah seperti ini: Pergilah ke pasar terdekat dan beli seekor ayam yang baru disembelih dan masih lengkap bulu-bulunya. Lalu berjalanlah, seembari mencabuti bulu-bulu ayam itu sementara engkau berjalan. Setelah selesai, kembalilah padaku."

Sangat tercenganglah perempuan itu mendapatkan penitensi yang sangat aneh. Dia menjawab, "Aku akan taat, Pater." Segera, dia membeli unggas itu dan memulai perjalanannya dengan sembari mencabuti bulu-bulu ayamnya. Sebentar saja dia sudah kembali, antusias untuk menceritakan ketepatannya dalam melaksanakan penitensi dan segera ingin tahu penjelasan yang akan disampaikan sang imam.

"Ah," kata sang santo. "Kau telah sangat patuh melaksanakan perintah pertamaku. Sekarang laksanakan perintah kedua. Telusuri kembali jalanan yang kau lalui dan kumpulkan kembali satu per satu semua bulu-bulu yang kau cecerkan."

"Tapi, Pater!" seru si perempuan malang. "Itu mustahil. Angin telah menerbangkannya ke segala penjuru, bagaimanakah aku sekarang dapat mengumpulkannya kembali."

"Baiklah, anakku, jawab sang santo. "Kata-kata fitnahmu adalah seperti bulu-bulu yang diterbangkan angin. Bulu-bulu itu telah diserakkan ke segala penjuru. Tariklah kembali sekarang jika kau dapat. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi."






 "Mulut seorang yang rendah hati berbicara mengenai kebenaran; tetapi dia yang berbicara melawan kebenaran adalah seperti hamba yang menampar wajah Tuhan."  

~ St. Markus, Pertapa




LIDAH SI PENYEBAR FITNAH
oleh: St. Yohanes Maria Vianney

Barangsiapa yang malang, yang ada di bawah kuasa lidah si penyebar fitnah adalah bagaikan biji jagung di bawah batu penggiling di tempat penggilingan: ia akan digilas, diremukkan, dan sama sekali dihancurkan. Lidah si penyebar fitnah akan menanamkan dalam dirimu pikiran-pikiran yang tak pernah engkau miliki; mereka akan meracuni segala tindakan dan perbuatanmu. Apabila ada padamu kesalehan untuk rindu melaksanakan kewajiban agamamu, engkau dikatakannya sebagai seorang munafik belaka, seorang malaikat di gereja dan seorang iblis di rumah. Apabila engkau melakukan perbuatan-perbuatan baik atau karya belas kasih, mereka akan menganggap ini tak lebih dari sekedar kesombongan dan agar engkau mendapatkan perhatian. Apabila engkau tidak hidup duniawi dan tidak tertarik pada perkara-perkara dunia, engkau dikatakannya sebagai seorang yang aneh dan eksentrik dan tak bersemangat. Apabila engkau mengurus urusan pribadimu sendiri dengan cermat, dikatakannya engkau tak lain adalah seorang yang kikir.

Biarlah aku berbicara lebih jauh, anak-anakku, dan mengatakan bahwa lidah si penyebar fitnah adalah bagaikan ulat yang menggerogoti buah yang baik - yaitu, perbuatan-perbuatan terbaik yang dilakukan orang - dan berusaha membalikkannya menjadi sesuatu yang buruk.

Lidah si penyebar fitnah adalah ulat yang mencemari bunga-bunga yang terindah dan di atasnya meninggalkan jejak kotorannya yang menjijikkan.


Perkataan Cemar - Belum Cukupkah Kita Mendengarnya? oleh: Dr. James H. Toner
Mengapa Kata-Kata yang Tidak Pantas itu Dosa? oleh P. William P. Saunders
Dosa Berat Hujat oleh P. William P. Saunders





 "Berhati-hatilah dalam banyak berbicara, sebab banyak bicara mengenyahkan dari jiwa pemikiran-pemikiran kudus dan persatuan dengan Allah."  

~ St. Dorotheus




GOSIP ADALAH SUATU BENTUK PEMBUNUHAN

Paus Fransiskus memulai homilinya pada tanggal 13 September 2013 dengan menggemakan perkataan Yesus dalam Injil, "Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?"

"Mereka yang mengamalkan hidup dengan menghakimi sesamanya, berbicara buruk mengenai sesamanya, adalah orang-orang munafik, sebab mereka kurang dalam hal kekuatan dan keberanian untuk melihat kelemahan dan kekurangan diri mereka sendiri."

Dalam surat pertamanya, St Yohanes Rasul menegaskan bahwa "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya."

"Seorang pembunuh Kristiani… Bukan saya yang mengatakan ini, melainkan Tuhan. Dan tak ada ruang untuk tingkatan-tingkatannya. Jika kalian berbicara buruk mengenai saudaramu, kalian membunuh saudaramu. Dan setiap kali kita melakukan ini, kita meniru tindakan Kain, pembunuh pertama dalam Sejarah."

Lebih lanjut, Paus mendorong orang-orang Katolik agar "menjaga lidah mereka" dan melawan godaan untuk mengatasi perselisihan dengan "caci-maki, fitnah, dan menjelekkan orang lain." "Gosip," demikian Paus, "selalu punya sisi kriminal. Tidak ada gossip yang tak berdosa."

Dengan mengutip St Yakobus Rasul, Paus menegaskan bahwa lidah diciptakan untuk memuliakan Allah, "tapi ketika kita menggunakan lidah kita untuk mengatakan yang jahat mengenai saudara atau saudari kita, kita menggunakannya untuk membunuh Allah… gambaran Allah dalam diri saudara kita."

Paus menambahkan bahwa meski ada sebagian orang yang percaya bahwa orang-orang tertentu pantas digosipkan, bukanlah begitu caranya. Sebaliknya, Bapa Suci mendorong kita untuk "Pergi dan berdoa untuknya! Pergi dan lakukan penitensi untuknya! Dan lalu, jika perlu, berbicaralah kepada orang itu yang mungkin dapat mencari solusi untuk mangatasi masalahnya. Tapi jangan gosipkan kepada semua orang!"

"Mengerti? Tidak ada gosip, tidak ada iri hati, tidak ada cemburu! Mengerti?"

"St Paulus tadinya adalah seorang pendosa, dan mengenai dirinya sendiri ia berkata: 'Aku tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya.'" Paus menantang kita, umat Kristen, dengan mengatakan bahwa mungkin tak seorang pun dari kita adalah seorang penghujat, tetapi "jika kita pernah bergosip kita sudah pasti seorang penganiaya dan seorang ganas."    

"Saya memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan kepada kita semua rahmat untuk menjaga lidah kita, untuk waspada akan apa yang kita katakan mengenai orang lain. Ini adalah suatu penitensi kecil, tapi membuahkan hasil yang berlimpah," demikian Bapa Suci.












Yang Baru:
Edisi YESAYA Maret 2016


Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : April 2016