Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi September 2015




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: SEPTEMBER 2015
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1



1Tes. 5:1-6,9-11
 Luk. 4:31-37
2


Kol. 1:1-8
Luk. 4:38-44
3


Kol. 1:9-14
 Luk. 5:1-11
4



Kol. 1:15-20
Luk. 5:33-39
5


Kol. 1:21-23
Luk. 6:1-52
6
HM Biasa XXIII


Yes. 35:4-7a
 Yak. 2:1-5
Mrk. 7:31-37
7


Kol. 1:24 - 2:3
Luk. 6:6-11
8

Mi. 5:1-4a
atau Rm. 8:28-30
Mat. 1:1-16,18-23
9



Kol. 3:1-11
Luk. 6:20-26
10


Kol. 3:12-17
 Luk. 6:27- 38
11


1Tim. 1:1-2,12-14
Luk. 6:39-42
12



1Tim. 1:15-17
Luk. 6:43-49
13
HM Biasa XXIV



Yes. 50:5-9a
Yak. 2:14-18
Mrk. 8:27-35
14



Bil. 21:4-9
Flp. 2:6-11
Yoh. 3:13-17
15

1Kor. 12:31-13:13
 atau Ibr. 5: 7-9
Yoh. 19:25-27
atau Luk. 2:33-35
16



1Tim. 3:14-16
Luk. 7:31-35
17



1Tim. 4:12-16
 Luk. 7:36-50
18



1Tim. 6:2c-12
Luk. 8:1-3
19




1Tim. 6:13-16
 Luk. 8:4-15
20
HM Biasa XXV


Keb. 2:12,17-20
 Yak. 3:16-4:3
Mrk. 9:30-37
21



Ef. 4:1-7,11-13
Mat. 9:9-13
22

Ezr. 6:7-8,12b,14-20
Luk. 8:19-21
23



Ezr. 9:5-9
Luk. 9:1-6
24



Hag. 1:1-8
Luk. 9:7-9
25



Hag. 2:1b-9
 Luk. 9:19-22
26


Za. 2:1-5,10-11a
 Luk. 9:43b-45
27
HM Biasa XXVI



Bil. 11:25-29
Yak. 5:1-6
Mrk. 9:38-43,45,47-48
28





Za. 8:1-8
Luk. 9:46-50
29


Dan. 7:9-10,13-14 atauWhy. 12:7-12a
Yoh. 1:47-51
30





Neh. 2:1-8
Luk. 9:57-62
1
Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Luk. 10:1-12 atau: Yes. 66:10-14b atau 1Kor. 12:31-13:13; Mat. 18:1-4
2




Kel. 23:20-23a
Mat. 18:1-5,10
3




Bar. 4:5-12,27-29
Luk. 10:17-24
4
HM Biasa XXVII

Kej. 2:18-24
Ibr. 2:9-11
Mrk. 10:2-16 (Mrk. 10:2-12)  
5


Yun. 1:1-17; 2:10
Luk. 10:25-37
6

Yun. 3:1-10
 Luk. 10:38-42
7


Kis. 1:12-14
 Luk. 1:26-38
8



Mal 3:13-20a
Luk. 11:5-13
9


Yl. 1:13-15; 2:1-2
Luk. 11:15-26
10


Yl. 3:12-21
 Luk. 11:27-28





AGLAE, SEORANG PELACUR ROMAWI
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2


Di pintu ada seorang perempuan muda yang berpakaian tidak sopan. Dia cantik. "Tuan-ku, apakah Kau mau masuk ke dalam rumah? Masuklah."

Yesus menatapnya setajam seorang hakim, tapi tak mengatakan apa-apa.

Tetapi Yudas, didukung oleh semua yang lain. "Masuklah, perempuan tak tahu malu! Janganlah mencemari kami dengan napasmu, perempuan jalang."

Perempuan itu memerah mukanya dan menundukkan kepala. Dia hendak menghilang sebab dipermalukan dan dicemooh oleh para berandal dan oleh mereka yang lewat.

"Siapakah yang begitu murni sehingga dapat mengatakan: 'Aku tidak pernah menginginkan apel yang ditawarkan oleh Hawa?'" tanya Yesus dengan tajam dan Ia menambahkan: "Tunjukkan dia kepada-Ku dan Aku akan menyebutnya seorang kudus. Tidak ada? Baik, jadi, jika bukan karena jijik, tapi karena kelemahan, kalian merasa tak dapat pergi mendekati perempuan ini, kalian boleh pergi. Aku tidak akan memaksa orang-orang yang lemah masuk ke dalam pergulatan yang tak seimbang. Perempuan, Aku ingin masuk. Rumah ini milik seorang kerabat-Ku dan yang Aku kasihi."

"Masuklah, Tuan-ku, jika Kau tidak jijik kepadaku."

"Biarkan pintu terbuka, supaya dunia dapat melihat dan tidak mempergunjingkannya..."

Yesus menjadi serius dan penuh wibawa. Perempuan itu, tunduk, membungkuk di hadapan-Nya dan tidak berani bergerak...

"Tuan-ku!"

"Perempuan."

"Nama-Mu, Tuan-ku."

"Yesus."

"Aku tidak pernah mendengarnya. Aku seorang Romawi: seorang aktris dan penari. Aku seorang yang cakap hanya dalam percabulan. Apakah arti nama-Mu? Namaku Aglae dan... dan itu berarti:  kejahatan."

"Nama-Ku berarti: Juruselamat."

"Bagaimana Engkau menyelamatkan? Dan siapakah yang Engkau selamatkan?"

"Mereka yang antusias untuk diselamatkan. Aku menyelamatkan dengan mengajarkan untuk menjadi murni, untuk lebih memilih menderita daripada kehormatan, untuk menginginkan yang baik apapun resikonya," Yesus berbicara tanpa kebencian, bahkan tanpa berpaling kepada perempuan itu."

"Aku sesat…"

"Aku adalah Dia yang mencari yang sesat."

"Aku mati."

"Aku adalah Dia yang memberi Hidup."

"Aku kenajisan dan kepalsuan."

"Aku Kemurnian dan Kebenaran."

"Engkau juga Kemurahan Hati, Engkau tidak menatapku. Engkau tidak menyentuhku, Engkau tidak menginjak-injakku. Kasihanilah aku…"

"Pertama-tama, kau harus mengasihani dirimu sendiri. Jiwamu."

"Apa itu jiwa?"

"Adalah apa yang membuat manusia menjadi allah dan bukan binatang. Kejahatan dan dosa membunuhnya, dan begitu jiwa terbunuh, manusia menjadi binatang yang menjijikkan."

"Apakah mungkin bagiku untuk bertemu dengan-Mu lagi?"

"Siapa yang mencari Aku, menemukan Aku."

"Di manakah Engkau tinggal?"

"Di mana hati membutuhkan dokter dan obat-obatan untuk menjadi jujur kembali."

"Kalau begitu… aku tidak akan bertemu dengan-Mu lagi… aku tinggal di tempat di mana tidak ada dokter, obat-obatan ataupun kejujuran dikehendaki."

"Tak suatupun mencegahmu untuk datang ke tempat di mana Aku berada. Nama-Ku akan diteriakkan di jalan-jalan dan akan sampai kepadamu. Selamat tinggal."

"Selamat tinggal, Tuan-ku. Ijinkan aku memanggil-Mu 'Yesus'. Oh! Bukan demi keakraban!... Tapi agar sedikit keselamatan dapat datang kepadaku. Aku Aglae, ingatlah aku."

"Ya. Selamat tinggal."


YESUS BERSABDA:

"Perempuan itu adalah tepung. Tepung di mana Yang Jahat telah mencampurkan bubuk nerakanya. Aku adalah ragi. Yakni, sabda-Ku adalah ragi. Tapi jika terlalu banyak sekam dalam tepung, atau jika pasir, atau kerikil atau abu dicampurkan ke dalam tepung, mungkinkah membuat roti dengannya, bahkan meski raginya baik? Tidak mungkin. Adalah perlu untuk dengan sabar menyingkirkan sekam, abu, kerikil dan pasir dari tepung.

Kemudian datanglah Kerahiman dan menawarkan saringan pertama… Yang pertama: dibuat dengan kebenaran-kebenaran dasar yang singkat, yang dapat dipahami oleh dia yang terjerat dalam jaring ketidaktahuan sama sekali, kejahatan dan tidak mengenal Allah. Jika jiwa menerimanya, maka pemurnian pertama dimulai. Saringan kedua terjadi melalui sarana saringan jiwa itu sendiri, yang membandingkan dirinya dengan Diri yang menyingkapkan DiriNya. Dan jiwa merasa ngeri. Dan jiwa memulai pekerjaannya. Melalui sarana proses tertentu yang lagi dan lagi, sesudah kerikil-kerikil, lalu pasir dan abu, jiwa mencapai tahap menyingkirkan juga bagian dari tepung yang mengandung butiran-butiran yang terlalu berat dan terlalu kasar untuk membuat roti yang enak. Jiwa sekarang sudah siap. Kerahiman kemudian datang sekali lagi dan merasuk ke dalam tepung yang sekarang sudah siap - itu juga persiapan, Yudas - dan mengembangkan tepung dan mengubahnya menjadi roti. Tapi itu suatu proses yang lama: suatu proses dari "kuasa kehendak" jiwa.

Perempuan itu sudah memiliki dalam dirinya yang minimum yang adil untuk diberikan kepadanya yang dapat dipergunakan olehnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Biarkan dia melakukannya, jika dia menginginkannya, tapi janganlah kita menganggunya. Semua yang mengganggu suatu jiwa yang sedang bekerja: keingintahuan, semangat tanpa nasehat, tak adanya toleransi, juga kasih yang berlebihan."


Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"


Dosa Asal oleh: S. M. Miranda
Dosa Berat dan Dosa Ringan oleh: P. William P. Saunders
Dosa Habitual oleh: P. William P. Saunders
7 Dosa Pokok oleh: P. William P. Saunders
3 Akar Dosa: Kesombongan, Kesia-siaan dan Sensualitas P. John Bartunek, LC, ThD
7 Dosa Pokok versus 3 Akar Dosa oleh: P. John Bartunek, LC, ThD





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"PUISI MANUSIA-ALLAH"
Maria Valtorta (1897-1961)

II. TAHUN PERTAMA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
70.
Yesus Bertemu Yohanes Zebedeus di Getsemani
71.
Yesus Bersama Yudas Iskariot Bertemu Simon Zelot dan Yohanes
72.
Yesus, Yohanes, Simon dan Yudas Pergi ke Betlehem
73.
Yesus di Betlehem di Rumah Petani dan di Grotto
74.
Yesus Pergi ke Penginapan di Betlehem dan Berkhotbah dari Puing-puing Rumah Anna
75.
Yesus dan Para Gembala Elia, Lewi dan Yusuf
76.
Yesus di Yuta Bersama Gembala Ishak
77.
Yesus di Hebron. Rumah Zakharia. Aglae
78.
Yesus di Keriot. Kematian Saul Tua
79.
Yesus Dalam Perjalanan Kembali Berhenti Bersama Para Gembala Dekat Hebron
80.
Yesus Kembali ke Gunung Di mana Ia berpuasa dan Ke Batu Karang Pencobaan
...
   Daftar Istilah



Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang luar biasa. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya. Engkau sendiri, Nak, telah melihat reaksi-reaksi marah Setan…. Kau telah melihat pertentangan hingga banyak imam menolak karya ini. Ini juga membuktikan, Nak, bahwa ia yang tidak mengenali dalam Puisi itu aroma Ilahi, parfum adikodrati, memiliki jiwa yang terbeban dan suram."






"Walau suatu jiwa rusak bagaikan bangkai yang membusuk, hingga dari sudut pandang manusia tidak akan ada lagi harapan pemulihan dan segalanya akan menjadi sia-sia, namun tidak demikian bagi Allah. Mukjizat Kerahiman memulihkan jiwa itu sepenuhnya …. Dari sumber kerahiman ini, jiwa-jiwa menimba rahmat, semata-mata hanya dengan timba kepercayaan. Jika kepercayaan mereka besar, tak akan ada batas dalam kemurahan hati-Ku."
~ Buku Harian St. Faustina Kowalska, #1448



Devosi Kerahiman Ilahi




KERAHIMAN ILAHI
oleh: St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus

"Betapa sukacita yang manis memikirkan bahwa Tuhan itu adil, bahwa Ia mempertimbangkan kelemahan-kelemahan kita dan tahu sepenuhnya dengan baik kerapuhan kodrat kita. Jadi, apakah yang harus aku takutkan? Allah yang baik dari keadilan yang tak terbatas, yang berkenan mengampuni dengan kerahiman yang begitu besar dosa-dosa si anak yang hilang, pastilah juga akan adil terhadap aku yang selalu bersama-Nya… Aku hanya perlu melihat Injil Suci; aku menghirup harum mewangi kehidupan Yesus dan aku tahu jalan mana yang harus kutempuh… teladan Maria Magdalena, keberaniannya yang mengagumkan, atau tepatnya keberaniannya yang penuh kasih, yang sangat menyukakan Hati Yesus.

Bukan karena aku telah dilindungi dari dosa berat hingga aku dapat pergi kepada Allah dengan penuh keyakinan dan kasih. Bahkan jika ada dalam batinku segala macam kejahatan yang dapat dilakukan manusia, aku yakin bahwa aku tidak akan kehilangan suatupun dari keyakinanku; aku akan melemparkan diriku, hatiku yang remuk karena dukacita, ke dalam pelukan Juruselamat-ku. Aku tahu betapa Ia sangat mengasihi anak yang hilang; aku mendengar perkataan-Nya kepada Maria Magdalena, kepada perempuan yang terjerumus dalam perzinahan, juga kepada perempuan Samaria. Tidak, tidak ada seorang pun yang dapat menakutiku, sebab aku tahu dengan sangat baik apa yang harus diyakini mengenai kerahiman-Nya, mengenai kasih-Nya. Aku tahu bahwa dalam satu kedipan mata, semua ribuan dosa akan dibakar habis bagai setetes air dicampakkan ke dalam api yang bernyala-nyala." (Halaman terakhir Naskah C).

Dalam buku "Hidup Para Bapa Padang Gurun", diceritakan bahwa salah seorang dari mereka mempertobatkan seorang pendosa besar yang perbuatan jahatnya merupakan skandal bagi seluruh negeri. Disentuh oleh kasih karunia, perempuan berdosa ini mengikuti sang santo ke padang gurun untuk melakukan penitensi yang keras di sana, tapi pada malam pertama perjalanannya, bahkan sebelum dia tiba di tempat pengasingannya, kedahsyatan dari dukacita penuh kasih telah memutuskan ikatan-ikatan yang mengikatnya ke dunia, dan sang santo kudus melihat jiwa perempuan ini, saat itu juga, dibawa oleh para malaikat ke dalam pelukan Allah. Ini adalah suatu ilustrasi yang menghebohkan dari apa yang ingin aku katakan, tapi hal-hal seperti ini tak dapat diungkapkan dalam kata-kata." (Derniers entretiens, hal. 70)


Mohon Bantuan Doa St Theresia dari Kanak-kanak Yesus
Mohon Bantuan Doa St Maria Magdalena
Doa kepada St Maria Magdalena oleh St. Anselmus






"Ada sebagian yang mengatakan: 'Aku berbuat terlalu banyak dosa, Allah yang baik tak akan dapat mengampuniku.' Ini adalah sama sekali hujat. Sama seperti memberikan batasan pada kerahiman Allah, yang sebenarnya tidak ada; melainkan tanpa batas."





YESUS KRISTUS - KERAHIMAN BAPA

(Vatican Radio) 10 Juli 2015. Pesan Paus Fransiskus kepada para narapidana di Santa Cruz-Palmasola Rehabilitation Center, Bolivia.

"Kalian mungkin bertanya-tanya: 'Siapakah orang ini yang berdiri di hadapan kita?'. Saya ingin menjawab pertanyaan itu dengan sesuatu yang saya mutlak yakin mengenai hidup saya sendiri. Orang yang berdiri di hadapan kalian ini adalah orang yang telah mengalami pengampunan. Seorang yang dulu, dan sampai sekarang, diselamatkan dari banyak dosa-dosanya. Itulah siapa saya. Saya tidak punya lebih banyak untuk diberikan atau ditawarkan kepada kalian, tetapi saya ingin berbagi dengan kalian apa yang sungguh saya miliki dan apa yang saya kasihi. Itulah Yesus Kristus, kerahiman Bapa.

Yesus datang untuk memperlihatkan kasih yang dimiliki Allah bagi kita. Bagi kalian dan bagi saya. Kasih yang penuh kuasa dan nyata. Kasih yang menerima dengan sungguh-sungguh janji dari mereka yang Ia kasihi. Kasih yang menyembuhkan, yang mengampuni, yang menaikkan dan yang menunjukkan kepedulian. Kasih yang menghampiri dan memulihkan martabat. Kita dapat kehilangan martabat ini dengan begitu banyak cara. Tetapi Yesus itu keras kepala: Ia memberikan bahkan hidup-Nya sendiri demi memulihkan identitas yang kita hilangkan.

Ini adalah sesuatu yang dapat membantu kita untuk memahaminya. Petus dan Paulus, para murid Yesus, adalah tahanan juga. Mereka kehilangan kebebasan mereka. Namun ada sesuatu yang menopang mereka, sesuatu yang tidak membiarkan mereka menyerah pada keputusasaan, pada pengalaman kegelapan dan ketakberdayaan. Sesuatu itu adalah doa, baik secara pribadi maupun bersama. Mereka berdoa, dan mereka saling mendoakan satu sama lain. Kedua bentuk doa ini menjadi suatu jaringan untuk terus memelihara hidup dan harapan. Dan bahwa jaringan itu melindungi kita dari jatuh ke dalam keputusasaan. Melainkan mendorong kita untuk terus bergerak maju. Suatu jaringan yang menopang hidup, hidup kalian sendiri dan hidup keluarga kalian.

Ketika Yesus menjadi bagian dari hidup kita, kita tidak lagi tetap terpenjara oleh masa lalu kita. Sebaliknya, kita mulai melihat ke masa sekarang, dan kita melihatnya secara berbeda, dengan harapan yang berbeda. Kita mulai melihat diri kita sendiri dan hidup kita dalam suatu terang yang berbeda. Kita tidak lagi terhenti pada masa lalu, melainkan dapat mencucurkan airmata dan mendapatkan darinya kekuatan untuk membuat suatu awal yang baru. Jika ada kalanya kalian mengalami kesedihan, depresi, perasaan-perasaan negatif, saya akan meminta kalian untuk memandang pada Kristus yang tersalib. Tataplah wajah-Nya. Ia melihat kita; dalam mata-Nya ada tempat bagi kita. Kita semua dapat membawa kepada Kristus luka-luka kita, penderitaan kita, dosa-dosa kita. Dalam luka-luka-Nya, ada tempat bagi luka-luka ktia sendiri. Di sana luka-luka itu dapat diredakan, dibasuh bersih, dirawat dan disembuhkan. Ia wafat bagi kita, bagi saya, agar Ia dapat merentangkan tangan-tangan-Nya dan mengangkat kita naik. Berbicaralah kepada para imam yang datang kemari, berbicaralah kepada mereka! Yesus rindu untuk menolong kalian bangkit, selalu.


Allah Yang Berbelas Kasih oleh P. Yohanes Gani Sukarsono, CM














5 September
8 September
14 September
23 September





“Saya ingin mengajak umat Kristiani dengan percaya diri, dan dengan kreativitas yang terbina dan bertanggungjawab, bergabung dalam jejaring hubungan yang dimungkinkan oleh jaman digital. Hal ini bukan saja untuk memuaskan keinginan untuk hadir, tetapi karena jejaring ini merupakan bagian utuh dari hidup manusia. Internet memberikan sumbangsih bagi perkembangan cakrawala intelektual dan spiritual yang lebih kompleks, bentuk-bentuk baru kesadaran berbagi. Di dalam wilayah ini juga kita dipanggil untuk memaklumkan iman kita bahwa Kristus adalah Allah, Penyelamat umat manusia dan Penyelamat sejarah, yang di dalam-Nya segala sesuatu memperoleh kepenuhannya (bdk. Efesus 1:10).”
~ Paus Emeritus Benediktus XVI, Hari Komunikasi Sedunia ke-45, Juni 2011
Wadah bagi para pembaca setia Yesaya untuk saling bertegur sapa, saling sharing, bertukar pikiran, agar masing-masing diteguhkan dan dikuatkan dalam iman dan persaudaraan sejati.




Yang Baru:
 Edisi YESAYA Agustus 2015


Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


 Yesus Kekasih Ekaristik Kita
 Devosi Kerahiman Ilahi
Yesus Kristus Sahabat Dalam Sakit
 Kesaksian Yesus dan Maria ~ Catalina (Katya) Rivas
 Kisah Hidup Yesus Kristus dan BundaNya oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Tujuh Duka Santa Perawan Maria oleh St. Alfonsus Maria de Liguori    
 Anjuran Apostolik "Redemptoris Custos" oleh Paus Yohanes Paulus II  



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : September 2015